Seorang wanita cantik bagi pemuda batak diistilahkan dengan bahasa yang puitis Songon garaga songon garugu, songon na sada songon na duapulu, pangeol ni gontingna songon dengke na mangolu. Lama kelamaan ada istilah singkat di kalangan para pemuda itu dengan menggambarkan wanita cantik dengan body yang bagus itu songon gitar sipoholon

Ompu Mega Hutagalung Generasi Kedua Generasi Ketiga

Karal Hutagalung semasih muda sudah piawai memainkan beberapa alat instrumental buatan Eropa seperti gitar, biola, mandolin dan organ engkol.

Berawal dari upayanya memperbaiki gitarnya sendiri yang rusak memotovasi dirinya membuat gitar yang baru. Ternyata buatannya lebih baik dari gitar yang pada waktu itu kebanyakan buatan luar, sehingga banyak yang memesan. Tidak puas sampai disitu, dia mencoba membuat organ engkol yang digunakan pada gereja. Organ itu dengan sebutan batak poti marende. Banyak gereja menggunakan organ buatan Hutagalung.
Usahanya semakin berkembang, semula dilakukan dirumahnya Hutabagasan Desa Lumban Baringin Sipoholon sejak tahun 1954. Modal usaha terkumpul sehingga dapat membeli tanah di pinggir jalan raya Jalan Balige Lumban Baringin Sipoholon.

Hutagalung mampu membuat alat musik lain seperti biola, mandolin, stringbass, jazband dan bamboo. Beberapa kepingan kayu model senapan juga ditemukan dibenglenya. Dia juga mampu membuat senapan angin.
Pesanan organ engkol poti marende tidak lagi ditekuninya sejak keyboard semakin banyak dan murah. Poti Marende telah digeser peranannya dari gereja dengan keyboard sehingga tidak lagi diproduksi.

Beberapa alat pertukangan yang ada dibengkelnya adalah atas upaya sendiri. Menurut pengakuannya pemerintah daerah Tapanuli Utara pada saat Bupati RE Nainggolan pernah membantunya Rp 10 juta. Sebelum dan sesudah itu tidak pernah ada. Konon pemda sering mengikutkan bengkel kerjanya mengikuti pameran ke Medan dan Jakarta. Dia mengakui bahwa gitar buatannya sudah pernah sampai ke Amerika.

Kelebihan gitar Sipoholon adalah kualitas dan seni pembuatannya dan penjiwaan pembuatnya ditambah dengan pemilihan kayu berkualitas terbaik yang ditemukan di daerah Sarulla.

Pemasaran Gitar Sipoholon tidak jelas, pada umumnya hanya melayani pesanan. Semua gitar yang terpajang di gallerinya semua sudah ada pemiliknya. Harga yang dipatok berkisar antara Rp 350.000 s/d Rp 400.000. Akustik Bass dipatok Rp 800.000. dan Gitar listrik sekitar Rp 1 juta. Pembuatan 1 gitar dapat diselesaikan dalam 1 minggu. Setelah menggunakan alat mekanik telah dapat menyelesaikan 2 gitar dalam 1 minggu.

Karal Hutagalung telah memiliki cucu-cucu yang membahagiakan hatinya dari 5 orang putra dan 4 orang putri. Dia dipanggil Ompu Mega. Isteri tercintanya Boru Parapat telah lebih dulu meninggalkannya. Pada usianya yang seja (82 tahun) Ompu Mega telah pensiun dari pekerjaannya. Usahanya dilanjutkan oleh 3 putranya.

About these ads