Imran Napitupulu : JANGAN SAMPAI NAMBORU MARAH

Danau Toba, termasuk objek wisata yang memiliki pesona dan daya tarik serta keunikan tersendiri. Danau yang besar ini terbentuk oleh letusan gunung yang dalam geologi terkenal dengan istilah ‘Tumor Batak’. Danau kebanggaan bangso batak ini merupakan danau terdalam dan terbesar di Asia Tenggara. Bahkan, merupakan danau terbesar di planet bumi pada pegunungan tropis. Kedalaman maksimalnya sekitar 450 meter. Terletak di puncak vulkanik tua dengan ketinggian 905 meter di atas permukaan laut.

Akan tetapi, sangat disayangkan sedemikian banyak pihak telah mengeksploitir potensi yang terkandung di dalamnya. Tanpa mengindahkan kaidah serta norma dan tatanan yang berlaku. Padahal banyak orang menggantungkan harapan di sini. Timbulnya kerusakan dan pencemaran akibat pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam secara serampangan perlu dicegah. Jangan sampai namboru saneang naga penguasa yang diyakini merupakan penjaga danau ini menunjukkan kemarahannya. Kewajiban dan tanggung jawab kita semua, untuk memelihara secara bersama.

‘Mencari sesuap nasi, meraih segenggam berlian’. Itu menjadi obsesi bagi sebagian besar pengusaha kerambah di sekitar pinggiran danau Toba. Berlindung dengan dalih bahwa danau ini milik bersama, pada gilirannya akan menimbulkan polusi. Pencemaran semakin diperparah akibat menjamurnya pengusahaan kerambah yang tidak ramah lingkungan. Residu effect pakan yang ditabur ke danau Toba hampir melampaui ambang batas. Sementara, kerusakan yang ditimbulkan tidak pernah diperhitungkan dampaknya.
Kondisi demikian sangat berpotensi untuk menyimpan bencana sekalipun menggunakan pakan yang high tech. Limbah organik yang terakumulasi membuat kualitas air danau menjadi sangat jelek karena terkontaminasi.

Sumbangan terbesar dalam pencemaran lingkungan bersumber dari akibat penggunaan bahan kimia oleh industri-industri raksasa. Hal yang berkaitan dengan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan sering tidak dipatuhi dan tidak diindahkan. Dampak negatif yang ditimbulkan tentu sangat merugikan. Hal tersebut dapat mengganggu derajat kesehatan manusia. Patut dipahami, bahwa hanya dalam lingkungan hidup yang optimal, manusia dapat berkembang dengan baik, dan hanya dengan manusia yang baik lingkungan akan berkembang ke arah yang optimal..
Ironisnya, peraturan tentang tata ruang dan sanksi yang ditentukan seolah terabaikan. Keharusan untuk mengurus izin dari Pemda Tobasa kurang diindahkan. Pelestarian Danau Toba sebenarnya mutlak, karena pada akhirnya di sanalah nafkah bergantung.

Dalam konteks ini telah terpancar suatu situasi di mana manusia beradab seharusnya memelihara setiap jengkal tanah dan lingkungan. Melalui berbagai perlakuan dan tindakan positif sehingga kawasan danau toba akan selalu memberikan keuntungan bagi hidup dan kehidupan manusia itu sendiri.

Aspek negatif yang mungkin timbul :
Pembangunan akan mempengaruhi serta dipengaruhi oleh lingkungan hidup. Pembangunan tidak saja menghasilkan manfaat melainkan juga membawa resiko. Dalam usaha memperbaiki mutu hidup harus dijaga agar kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan pada tingkat yang lebih tinggi tidak menjadi rusak

Budianto Tambunan, Camat Balige menjelaskan langkah kongkrit yang telah dilakukan Pemda Tobasa. Kebersihan dan keindahan sesuai nilai estetika akan diekspresikan. Camat yang aktif pada berbagai kegiatan menyangkut kepedulian lingkungan ini berharap, kerja sama partispatif masyarakat dapat ditingkatkan.
Dikatakannya, Pencemaran paling utama adalah pencemaran oleh limbah domestik. Limbah domestik itu sendiri berasal dari rumah tangga. Pencemaran lain bersumber dari pencemaran industri. Koordinasi dengan Bappedalda Tobasa telah dilakukan. Hasil analisa factual menunjukkan, ternyata racun terakumulasi di sekitar pinggiran danau Toba.
Sebagai uluan bolon di kecamatan Balige Budianto akan berusaha improve. Menurutnya, perangkat kecamatan berikut staf terkait akan diback up sepenuhnya Dinas Kebersihan.
Kajian tentang penanggulangan pencemaran industri pada umumnya memberi citra maju dan modern. Sebaliknya penanggulangan limbah domestik memberi citra terbelakang. Setiap upaya hendaknya harus dilakukan secara sadar untuk memelihara dan memperbaiki mutu lingkungan. Sehingga kebutuhan dasar kita dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya.

Untuk mendapatkan mutu lingkungan yang baik, harus berupaya memperbesar manfaat lingkungan atau memperkecil resiko lingkungan. Ini bukanlah usaha yang mudah. Pengelolaan lingkungan sebenarnya bukanlah suatu hal yang baru. Karena selama ini kita cukup banyak diberi gambaran dan pemahaman tentang bagaimana harus melestarikan keserasian dan keseimbangan lingkungan. Caranya adalah dengan jalan membuatnya tetap tidak berobah sehingga bisa tetap kekal.

Bulung ni lappedang na solot di daun bira. Barita ni tao Toba Nungga sar, ro di dia.
Eksistensi tao Toba na uli jangan sebatas harapan dan kebanggaan yang menghawatirkan. Walaupun secara sepintas terdapat kesan pengertian umum, permasalahan lingkungan hidup bukan hal yang baru. Sebenarnya hal tersebut telah ada sejak manusia ada di bumi. Bahkan apabila ditinjau lebih luas daripada segi manusia, permasalahan itu ada sejak bumi ini tercipta.

Adanya perobahan iklim dan kejadian geologi bisa bersifat malapetaka. Kepunahan hewan dan tumbuhan digunakan sebagai petunjuk permasalahan lingkungan. Hal ini mengindikasikan, bahwa sesungguhnya bumi telah banyak mengalami permasalahan lingkungan yang besar. Kerusakan di bumi ini adalah akibat ulah dan tangan manusia itu sendiri.
Sejatinya, upaya mencegah terjadinya kerusakan lingkungan yang bisa berakibat fatal dan merugikan harus di~antisipasi sedini mungkin. Sebab kekayaan alam dan lingkungan bukanlah merupakan warisan nenek moyang tetapi merupakan titipan yang harus dijaga buat anak cucu.

***Keindahan Danau Toba lihat disini dan disini

About these ads