Tinggal di Desa Siboruon Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir. Sehariharinya bekerja wiraswasta. Berbagai ragam kegiatan dilakoninya seperti pertanian, dagang, pengembangan tanaman holtikultura dan juga sebagai paragat.

BonarSiahaan

Nana lengkap : Patuan Raja Bonar Siahaan. Dari cucunya dia mendapat nama panggilan Ompu Tumitang.
Lahir 10 November 1944 memiliki seorang isteri Boru Hutajulu, 2 orang anak lakilaki dan 2 orang anak perempuan serta 7 orang cucu.

Kegiatannya menulis tentang budaya Batak merupakan amanah dari ayahandanya Jos Pohan gelar Guru Sinaingan. Ayahandanya Guru Sinaingan yang pernah menjadi pendeta/guru huria itu aktip mendokumentasikan kebudayaan batak semasih hidupnya. Semua peninggalannya itu disampaikan kepada Bonar Siahaan sebagai langkah awalnya mendalami budaya Batak. Itu merupakan amanah kepada Bonar Siahaan untuk melestarikan pemahaman budaya Batak.
Bonar melihat degradasi Budaya Batak sangat terasa pada orang batak yang berusia 60 tahun saat ini. Orang seusia ini tidak lagi memberi makna dan pemahaman tentang budaya batak kepada generasi dibawahnya. Tidak heran, bila generasi batak yang potensial berusia 30 dan 40 tahun saat ini tidak lagi memahami kebudayaan batak serta nilai luhurnya. Mereka hanya mengenal batak dari acara perkawinan dan kematian.

Kelihatan saat ini orang Batak hanya bicara soal adat yang bertele-tele yang pada mulanya dibuat-buat aturan sendiri oleh orang-orang yang berusia 60 tahun saat ini.
Bonar bermenantukan seorang putri dari Jogya dari anak keduanya yang saat ini menjadi ekspert di Amerika Serikat. Dia memberi peluang perpaduan budaya Jawa dan Budaya Batak pada saat acara adat anak menantunya itu. Dia tidak mengukuhkan marga batak kepada menantunya dan mengharapkan agar budaya batak dipahami dulu baru diputuskan pilihannya. Namun, besannya justru memakai pakaian ulos Batak pada acara adat yang dilangsungkan di Sopogodang HKPB Balige itu. Namun diakui, pada saat upacara adat itu, besannya yang Jawa itu langsung memberikan ulos pansamot dan ulos sampe tua didampingi hula-hulanya dari marga Pasaribu.

Bonar sangat bangga, melihat menantunya saat ini aktip mempelajari budaya batak melebihi putranya sendiri.
Bila kita ingin budaya Batak dihargai orang lain, kita seharusnya menghargai budaya orang lain. Pemahaman luas tentang budaya kita akan menghindari perlakukan yang kaku terhadap budaya itu sendiri.

Bonar Siahaan bersedia diajak diskusi tentang budaya Batak bukan karena dia ahli, tapi sematamata karena mencintai budaya itu. Dalam setiap dialog dan menjajikan tulisannya beliau mengharapkan kritikan membangun untuk meningkatkan penelusurannya tentang budaya Batak.

Nama : Patuan Raja Bonar Siahaan
Umur : 63 tahun
Alamat : Desa Siboruon – Kecamatan Balige – Tobasa
Telepon : 081 361 406 404
Email : siboruon@yahoo.co.id

About these ads