Monang Naipospos [Apa perubahan di Samosir ?]

Saudara Suhunan Situmorang kirim SMS kepada saya tentang adanya rencana Pemerintah Samosir untuk membabat hutan 2000 HA untuk dijadikan taman bunga proyek investor Korea. Saya terkejut dengan kebijakan itu. Saya belum bisa memastikan kebenaran itu hanya dengan melalui pesan singkat. Saya jadi terkenang awal masyarakat Samosir mengimpikan daerah ini menjadi Kabupaten.


Ratusan warga Samosir bersama anak rantau, aparat Pemkab Tobasa menumpuk di komplek pesanggearahan Pemdasu Pangururan Selasa 27 Januari 2003 lalu, dalam rangka (paojakhon) pengantar pelaksana tugas Bupati Samosir oleh Bupati Toba Samosir Drs Sahala Tampubolon. Pada tanggal 15 Januari 2003 pelaksana tugas Bupati Samosir Drs Wilmar Simanjorang Msi telah dilantik oleh Gubernur Sumatera Utara T. Rizal Nurdin atas nama Mendagri.

Perjuangan pembentukan Kabupaten Samosir sudah lama diidamkan dan diprakarsai putra putri Samosir. Kabupaten Samosir saat itu berpenduduk 124.000 jiwa terdiri dari 9 Kecamatan 17 Desa 6 Kelurahan. Harapan itu terwujud setelah ditetapkan melalui UU No 36 Tahun 2003 tanggal 6 Desember 2003.

Sambutan masyarakat Samosir cukup antusias terlihat dari hadirnya para pemrakarsa dari Jakarta, Medan dan Bonapasogit Samosir. Tokoh masyarakat Samosir A.J. Naibaho dalam sambutannya mengatakan; “Kami masih miskin, mohon bantuan lebih besar kepada kami”. Kepada pelaksana Bupati Samosir Drs Wilmar Simanjorang, disampaikan pesan dalam bahasa Batak : “Tangki ma ualang galinggang jala galege, nungnga ampe tu ho amang Raja Wilmar harajaon i, uluhon ma Kabupaten on asa makmur rakyatna marmas jala mareme”.

Para pemrakarsa mengatakan, Kabupaten Samosir terbentuk didasari atas keprihatinan setelah 58 merdeka. Samosir sebenarnya mempunyai potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, akan tetapi tidak pernah termanfaatkan. Mereka menyatakan akan mendukung sepenuhnya pembangunan di Kabupaten Samosir agar dapat sejajar dengan kabupaten lainnya. Saat itu dijanjikan satu bulan kemudian akan didrop beras raskin beberapa ton untuk membantu pangan bagi masyarakat Samosir disamping dana yang akan tetap diupayakan.
Masyarakat menyambutnya dengan bijak, dikatakan bahwa mereka mengharapkan diberi kail, bukan ikan. Bila diberi beras akan cepat lapuk. Niat memberikan raskin kepada masyarakat adalah spontanitas dari salah seorang dari putra asal Samosir yang bertugas di Bulog. Masalah diberi “kail” akan tetap diupayakan.

Hot Raja Sitanggang menyatakan bahwa awal pemerintahan di Kabupaten ini bukanlah penuh bulan purnama, tapi penuh jalan berliku. Dipesankan untuk menghindari perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme yang secara nasional telah merusak tatanan ekonomi.

Putra putri asal Samosir yang berada di Taput dan Humbahas pun memberikan dukungan moral dan material saat itu. Mereka terdiri dari pengusaha, PNS, tukang jahit, tukang becak dan parrengge-rengge. Diakui telah mengupulkan dana sebesar Rp 16 juta dan akan terus dilanjutkan. Dana itu akan diwujudkannya berbentuk barang berupa meja dan kursi kantor.
Diakui bahwa Samosir tidak memiliki Sumber Daya Alam yang potensial, tapi Sumber Daya Manusia dapat diandalkan. Mererka mengharapkan diciptakan motto Samosir yang indah dengan pola pikir Internasional tanpa meninggalkan nilai tradisional.

Drs Wilmar Simanjorang Msi saat itu mengatakan kerinduan hatinya untuk memberikan yang terbaik untuk Samosir. Diuraikan bahwa tugas pokok yang akan dilakukan adalah ; mempersiapkan struktur pemerintahan ; menyelenggarakan pemerintahan daerah ; memfasilitasi pembentukan DPRD ; dan mengkoordinasikan penyelenggaraan Pemilu 2004.

Pemilihan Kepala Daerah sudah berlangsung. Bupati yang dipih langsung rakyat sudah bekerja efektif 3 tahun. Apa yang sudah dihasilkan? Tentu saja sudah dilaporkan pada setiap sidang paripurna DPRD. Tanah yang terlantar apa sudah diaktifkan?, Hutan yang sempat digundul apa sudah dilestarikan? Kualitas produksi pertanian apa sudah ditingkatkan?, Pelayanan wisatawan apa sudah menyenangkan?, Sarana prasarana perhubungan apa sudah semakin dimuluskan? Ekonomi kerakyatan apa sudah dijalankan? Masyarakat umum apa sudah semakin dicerdaskan? Pencemaran Danau Toba sudah dihindarkan? Masyarakat akan mampu memberikan estimasi nilai untuk itu.

Forum masyarakat Samosir dibentuk, tujuannya menggalang partisipasi masyarakat untuk membangun Samosir. Cukupkah sampai disitu?
Setidaknya harapan seperti yang diutarakan Hot Raja Sitanggang dapat terpenuhi. Forum ini hendaknya mencatat semua harapan masyarakat yang juga harapan mereka, dan tidak menjadi bagian dari kolusi, nepotisme yang menyuburkan korupsi. Harus mampu melakukan evaluasi, menuntut pemerintahan yang akuntabel, transparansi ditegakkan.

Partisipasi masyarakat terbagun bila pemerintahan berjalan efektif. Siapa rela menggalang dana seperti dijanjikan bila yang terjadi adalah peningkatan insentif korupsi? Tapi saya tidak menuding ini terjadi di Samosir. Setidaknya harapan masyarakat yang menggalang terbentuknya Kabupaten Samosir ada titik terangnya. Kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik, sarana prasarana yang baik adalah bukti kasat mata, bukan laporan tahunan. Selamat berjuang dengan pembangunan partisipatif Kabupaten Samosir.

About these ads