Monang Naipospos

SMP Negeri 1 Balige merupakan sekolah menengah pertama tertua di Tobasa. Berdiri tahun 1945. Diresmikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menjadi SMP Negeri Balige tanggal 1 Juli 1951. Sekolah ini sudah menghasilkan banyak sumberdaya manusia unggulan yang sudah punya nama besar di negeri ini antara lain Jendral Purn. T.B. Silalahi. Beliau tercatat sebagai siswa pada 16 Juli 1951 dan tamat menerima ijajah lulus tanggal 25 Juli 1954. Pengacara kondang Luhut Pangaribuan juga menimba ilmu di sekolah ini dan lulus tahun 1971.

Tahun demi tahun sekolah ini terus berpacu meningkatkan kualitas lulusannya. Sekolah ini sudah menerapkan sistem belajar mengajar mempergunakan alat multi media. Penerapan kurikulum KTSP untuk kelas 1 sudah berjalan. Di kelas guru mengajar dengan menggunakan OHP. Sejak Januari 2004 sekolah termasuk binaan Pusat Pengembangan Penataran Guru Tertulis (P3G) Bandung dengan pengembangannya diarahkan kepada intensifikasi pendayagunaan computer dan multi media. Satu ruang multimedia yang disejukkan dengan AC dipenuhi dengan 20 unit computer yang semuanya beroperasi dengan baik.

Site

Mereka perdah mendapat koneksi internet yang disalurkan olek Diknas Tobasa dan di sharing dari SMK Negeri 2 Balige. Tapi berfungsi hanya sekitar satu bulan lalu putus. Karena siswa sekolah ini sudah sempat bergairah belajar computer dan internet, akhirnya Kepala Sekolah Drs Selamat Panjaitan MM memutuskan menggunakan konneksi internet Speedy. Saat ini sedang mengembangkan website SMP Negeri 1 balige. Komputer sekolah ini adalah bantuan para alumni dan Telkom.
Satu ruangan khusus disediakan untuk belajar dengan dukungan saluran TV Education. Siaran dengan study tertentu disesuaikan dengan tingkat pelajaran siswa dengan bantuan tutorial oleh guru mata pelajaran itu. Ruang guru juga disediakan fasilitas TV dan lemari untuk setiap guru pengajar.

Walau masih menggunakan bangunan tua dan didukung dengan ruangan belajar yang baru, semangat belajar mengajar terus meningkat. 21 unit ruang kelas digunakan 850 siswa dengan 45 orang guru pengajar ditambah tenaga guru honor 5 orang dan tenaga administrasi 1 orang dan 4 orang honor. Ruang perpustakaan tetap diaktipkan dengan pengelolaan khusus. Setiap hari setidaknya ada 30 orang siswa memanfaatkan fasilitas perpustakaan ini. Kepala Sekolan ini Selamat Panjaitan mengeluhkan kurangnya ragam buku di perpustakaan sekolah ini. Yang tersedia hanya buku paket. Diharapkan lebih banyak lagi ragam buku dan majalah pendidikan tersedia di perpustakaan ini. Dengan hanya mengandalkan buku paket yang ada, rak buku dalam perpustakaan ini terlihat lowong. Sekitar 500 an buku masih dapat ditampung. Kepala sekolah hanya mengharapkan partisipasi dari masyarakat dan alumni.

Tertua Kasek Aktivitas

Prestasi, moral, iman dan kesehatan siswa tidak luput dari perhatian Kepala Sekolah. Tersedia musholah sebagai tempat beribadah unuk umat muslim. Kebaktian Agama Kristen dilakukan setiap hari Selasa. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) terus diaktifkan dengan melibatkan siswa. English day diterapkan setiap hari Rabu dan Kamis. Kuis berhadiah pada bidang study tertentu, sebagai persiapan mengikuti Ujian Nasional. Kegiatan Pramuka aktif dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) dan kegiatan ekstra kurikuler lain, yaitu pengembangan olah raga karate, yang didanai dari BOS, semuanya merupakan rutinitas dalam kegiatan belajar mengajar.

Prestasi yang pemah diukir sekolah ini, sejak Panjaitan memimpin dari Tahun 2006, di antaranya menjadi Juara Olimpiade Bahasa Inggris tingkat Propinsi, oleh, Vivianti Guming. Dalam tahun yang sama, secara akademik 4 orang siswa, dan tahun 2007, 2 orang lulus ke SMU plus Yayasan Soposurung. Diakui kemudian gagal karena faktor kesehatan. Sekolah ini merupakan peringkat kedua Negeri seTobasa dalam UAN.

Sistem pengarsipan yang rapih dan teratur jelas terlihat. Buku Induk Sekolah yang sudah berumur 53 tahun masih terlihat mulus. Dikelola Kepala Tata Usaha Jusman Pardede (73) yang bekerja semenjak tahun 1956. Walau sudah pension masih tetap mengabdi di sekilah itu. Tercatat jelas nama beberapa siswa yang dulu pernah mengecap pendidikan di sekolah ini. Sampai saat ini buku induk itu tetap terlihat baik dan rapi.

Tak ada rotan akar pun jadi. Ini merupakan jalan keluar setiap harapan tidak terpenuhi. Yang penting manfaat dan tujuan tercapai. Mobiler merupakan masalah bagi kebanyakan sekolah. Usia pakai tidak selalu tepat dengan waktu dianggarkan dengan yang baru. Kepala Sekolah membongkar semua kursi dan meja yang rusak dan memperbaikinya. Seorang tukang kayu bekerja di bengkel sekolah itu tiap hari memperbaiki kursi dan meja yang rusak hingga layak dipakai.
Taman yang luas dan lapangan olah raga cukup memberikan suasana teduh sekolah itu. Namun penataan taman belum maksimal karena butuh dana yang lumayan besar. Bangunan induk yang didirikan sejak tahun 1951 itu juga sudah butuh perbaikan. Walau tidak bisa dengan bangunan baru, setidaknya butuh renovasi seperti dinding papan yang mulai lapuk dan atap seng yang sudah berkarat.

Upaya peningkatan fasilitas belajar khusunya penambahan computer yang tidak sebanding dengan jumlah siswa, penataan gedung perpustakaan, penambahan buku, penataan taman dan renovasi kantos dan ruang belajar bangunan lama menjadi bahan pemikiran. Beberapa orang di antara alumni sekolah ini memberi perhatian dengan menggagasi bantuan yang akan direalisir lewat proposal yang dikirimkan pihak sekolah. Hasilnya masih dalam penantian.

Alumni

Photo alumni tahun 1954. Tampak dalam gambar; Jen (purn) TB Silalahi, Drs Bintang Pangaribuan, Dr Torang M Panjaitan, Drs Firman EH Simanjuntak, Ir. Halomoan Simanjuntak, Ir. Purba Simanjuntak. Photo ini adalah dokumentasi Bapak Berlin Simanjuntak alamat Jalan Patuan Anggi No 53 Porsea Tel 0632 41151 HP 081263378363

About these ads