Monang Naipospos

Penikmat dan peminat fashion show sudah pasti mengiyakan bahwa kegiatan ini banyak dilalukan di Paris, bukan di Toba.

Namun, masyarakat Toba khususnya Bupati Tobasa cukup dikagetkan dengan penampilan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Laguboti yang berlenggak lenggok di catwalk.
Kegiatan ini dilakukan saat pelaksanaan Pameran Tugas Akhir dalam rangka Uju Kompetensi siswa Kelas 3 sekolah itu.

Sekolah ini dulunya dikenal dengan Sekolah Menengan Industri Kerajinan, satu-satunya di Tanah batak dan di Sumatera Utara hanya ada dua sekolah seperti ini.
Sekolah ini mengasuh empat jurusan yakni, program study kria kayu, kria logam, kria tekstil, dan tata busana.

Masing-masing program studi melakukan tugas akhir dan Uji Kompetensi yang meliputi pembuatan proposal, membuat disain, gambar kerja, proses produksi, pembuatan laporan, display karya dan presentase di depan dewan penguji untuk mempertanggungjawabkan karya-karya yang mereka pamerkan.

Tahun ini pameran dilakukan tanggal 3 – 4 April dengan penampilan beda dengan tahun sebelumnya.

Pengunjung seyum-senyum menanti ketika pembawa acara mengumumkan bahwa mereka menyewa model dari Paris untuk memperagakan busana karya siswa kelas tiga program studi tata busana yang ikut pamerean dan uji kompetensi itu.

Pelenggok pertama muncul dengan gaya yang tidak kalah dengan apa yang sering muncul di televisi. Penonton tertawa dan bertepuk riuh. Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH, MBA juga tersenyum melihat penampilan para model “paris” itu yang ternyata murid sekolah itu sendiri. Hebatnya, semua acara peragaan itu dikelola murni oleh siswa dan merupakan bagian dari uji kompetensi.
Sekolah aktif memfasilitasi kerjasama siswa dengan luar sekolah. Misalnya peragaan busana ini didukung oleh agen Sophie Martin dari Balige.

Bila anda sudah berada di kota-kota besar tapi belum pernah melihat fashion show, maka datanglah ke Toba. Tepatnya halaman SMK Negeri 1 Laguboti Kabupaten Tobasa tahun depan akan melakukan show-show menarik dengan busana yang menarik pula.

Ingin jadi model? Tak perlu jauh-jauh mencari. Disamping anda dapat menata busana sekaligus dapat pengetahuan tampil di catwalk.

Sekolah ini kurang sentuhan eksternal. Semua program studi ini berjalan hanya dengan kekuatan pendukung dari pemerintah daerah dan pusat serta orang tua siswa.

Sekolah ini potensial untuk mengangkat keunggulan lokal, seni tradisi, menjadi produk industri. Lihat saja, semua produk yang mereka pamerkan masih standar umum. Kurang sentuhan seni tradisional. Dukungan publik, khususnya masyarakat batak sangat diharapkan. Bandingkan, dengan sekolah yang sama di daerah berbeda seperti Jogya dan Bali yang sudah berdampak luas pada industri kerajinan setempat.