Miduk Hutabarat [ Memperkirakan ]

Setelah Earth Society melakukan perjalanan keliling lewat air – Tour D Toba 14-17 Juli 2008 yll, dengan tema Save The Tao. Dari beberapa masukan dan desakan yang diterima oleh Komunitas, anatara lain diminta supaya Earth Society melakukan pemberitaan resmi kepada publik tentang hasil assesment yang diperoleh sepanjang perjalanan.

Masukan dan desakan serta keprihatinan itulah, ditambah dengan keprihatinan yang dirasakan oleh Earth Society, maka ada beberapa hal yang perlu dan dianggap penting untuk disampaikan kepada publik. Diantaranya ada beberapa masalah :

Aspek Lingkungan

Dari pengamatan yang dilakukan oleh peserta, bahwa semakin tahun semakin terjadi penyempitan luasan permukaan air di sekeliling Danau Toba. Gejala tersebut sudah nampak hampir di sekeliling Danau Toba. Permukaan air semakin menjorok ke tengah Danau.

Dari keterangan yang diperoleh dari warga, terdapat jenis lumut baru di dasar danau, hal itu terjadi pada saat pengerukan endapan lupur di sekitar kawasan Tomok dan Tuk Tuk

Terjadinya daerah longsor punggung bukit dibeberapa lokasi, diantaranya di desa Binanga Lom, dan Desa Silalahi 1.

Terjadinya pencemaran (residu) di dalam air danau, hal itu terlihat dari adanya partikel-partikel putih yang bergerak di dalam air. Kemudian dengan adanya fenomena pembuihan pada guncangan permukaan air danau. Dimana pada masa-masa sebelumnya, fenomena itu tidak pernah terlihat.

Disamping pembiakan enceng gondok, saat ini juga terdapat pengembang biakan populasi ganggang secara cepat di kawasan Danau Toba.

Aspek Budaya

Fungsi air saat ini sebagai unsur penting bagi kehidupan dilupakan oleh masyarakat sekeliling Danau Toba. Sikap masyarakat yang berada di sekeliling Danau Toba terhadap air semakin jauh/berjarak.

Semakin hilangnya ritus dan pengetahuan masyarakat sekeliling DanauToba tentang air, budaya dan kehidupannya.

Semakin tenggelamnya legenda-legenda tentang keberadaan air di sekeliling Danau Toba, seperti Legenda adanya Boru Saniang Naga Laut sebagai kekuatan yang menjaga air Danau. Termasuk kepercayaan-kepercayaan kelompok-kelompok marga tertentu di beberapa tempat tertentu. Seperti di teluk Bakkara, adanya kekuatan penjaga yang bernama Namboru Parsidalu-dalu, di wilayah Janji Raja sampai Sabulan adanya Boru Saroding, Namboru Sibiding Laut dan Siboru Menakenak, dan di sekitar danau dekat Aek Rangat Pangururan, ada Namboru Nai Etang. Sementara di sekitar danau Ambarita dan Simalungun ada Namboru Nantinjo. Kisah-kisah ini mulai terlupakan masyarakat sekitar danau.

Dan juga ada beberapa praktek-praktek yang berkaitan dengan air di masa sebelum agama masuk ke tanah Batak. Seperti Marsopit (Sunta) di Danau. Tradisi Paluga Pasoluhon, atau orang yang terhukum akan di tenggelamkan ke dalam Danau, sudah semakin punah.

Aspek Ekonomi

Terjadinya dis-orientasi ekonomi di tengah-tengah masyarakat pinggir danau. Penambahan fungsi air saat ini-yang semula sebagai sumber pertalian kosmos, penghidupan dan penyokong sumber makanan-juga pembersihan diri baik secara spritual maupun phisikal. Bahkan ritus air juga berimplikasi terhadap peluang ekonomi. Disamping air menjadi jalur penghubung/transportasi.

Artinya, dengan masuknya cara hidup baru saat ini, apa yang terjadi adalah keberadaan solu mulai digantikan oleh keberadaan kapal-kapal bermesin. Sebagai jawaban atas fungsi saat ini. Namun dianggap perlu supaya ada penataan khusus pada dermaga. Dan juga terkait masalah pengisian bahan bakar kapal di sekitar dermaga, jelas terlihat adanya luapan minyak di permukaan air danau sekitar dermaga. Sebaiknya Pemda perlu menata sistem tersebut untuk mengurangi tingkat pencemaran air danau.

Kemudian untuk memberi arti adanya kegiatan untuk menangkap ikan dengan solu dan jala serta alat penjearat/penangkap ikan lainnya.

Catatan Penutup

Karena itu, Kami dari Kelompok Pemrakarsa Tour D Toba 14-17 Juli 2008, mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berasama-sama berpartisipasi dalam mengembangkan keparawisataan Danau Toba berbasis lingkungan (enviromental-based tourism), yang sudah menggejala di dunia saat ini. Sekaligus dalam rangka mengembangkan Kawasan Danau toba sebagai bagian dari Kawasan Wisata Nusantara dan Mancanegara. Dan dalam rangka mengembangkan kesejahteraaan masyarakat yang ada di sekeliling Danau Toba.

Tautan :
APA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK DANAU TOBA ?
BEDA TASIK KENYIR DENGAN DANAU TOBA
Dermaga Selam
SELAMATKAN DANAU TOBA
APA ADA KANDUNGAN BERBAHAYA DI DANAU TOBA?

About these ads