Monang Naipospos

Di Kecamatan Uluan – Tobasa dikenal satu desa Siregar. Memang disana warga mayoritas bermarga Siregar. Penonjolan wisata desa ini sering disebut Siregar Aek Na Las. Memang di desa ini ditemukan sumber air panas yang disebut aek rangat persis berada di tepi pantai. Bahkan sumur bor pada kedalaman 200 meter airnya hangat.

Potensi lainnya adalah tenunan Ulos. Dari Sigaol sampai Siregar, sepanjang jalan akan kita saksikan kegiatan kerajinan tenun ulos. Menjelang desa Siregar kita menemukan lokasi pandang Danau Toba yang indah dan strategis. Dari lokasi ini kita dapat memandang bebas dan begitu dekat Kota Balige, bukit Dolok Tolong, Tarabunga, bahkan dari kejauhan kelihatan kota Bakkara yang terkenal. Di lokasi pandang ini belum ditemukan fasilitas bagi wisatawan. Bahkan tepian lokasi pandang tidak ada pagar pengaman dan pemberitahuan bahwa lokasi ini rawan longsor. Tebing curam dengan kedalaman sekitar 15 meter ini sering terjadi abrasi. Dari desa Siregar Aek Na Las kita melihat dekat di depan mata kota Onan Runggu Samosir.

Sayangnya Desa ini tidak tertata rapi. Disamping pengelolaan jalan yang buruk, kesadaran penduduk memelihara ternak juga sangat rendah. Hanya di desa ini yang tergolong desa wisata yang masih ditemukan ternak babi berkeliaran. Halaman perkampungan juga kelihatan sangat jorok karena kerbau keluar masuk kandang.

Desa ini berjarak sekitar 10 km dari kota Porsea dihubungkan jalan raya yang berlobang dan kebanyakan rusak berat. Mobil sejenis sedan tidak direkomendasikan masuk kesana pada kondisi saat ini. Dinas Pariwisata Tobasa pernah membuat tanda lokasi wisata desa ini di Porsea. Tapi yang mengherankan petunjuk pariwisata tidak diimbangi dengan kualitas jalan ke daerah lokasi wisata yang ditujuk.

Sepanjang jalan kita anak melewati daerah pertanian tepian pantai Danau Toba. Daerah ini juga menyimpan banyak sejarah bagi sebagian besar marga batak, seperti Janji Matogu dimana ditemukan makam Tuan Sogar Manurung yang memiliki turunan yang sangat banyak marga Manurung saat ini. Menyusul desa Sibuntuon, disana ditemukan makam Tuan Ria Sibuntuon Manurung yang juga mempunyai turunan yang besar marga Manurung. Setelah itu kita melewati Sigaol, disana bermukim komunitas marga Butarbutar dan merupakan asal-usul sebagian besar marga Butarbutar. Selanjutnya adalah Hasibuan tempat berdirinya monumen Raja Hasibuan. Darisanalah asal usul marga Hasibuan yang ada di muka bumi ini .

Sudah barang tentu dapat diduga siapa saja orang besar Indonesia yang memiliki kepentingan ke Kecamatan Uluan atau sepanjang jalan yang akan kita lalui ini.

JALAN PARA PEMIMPIN DI ULUAN RUSAK

ULUAN dalam pengertian bahasa Batak adalah PEMIMPIN. Apakah ada relevansinya daerah ini menjadi kelahiran para pemimpin?

Dari Uluan lahir orang-orang yang sudah menjadi Jenderal, antara lain Mayjen (purn) Rudolf Butarbutar, Mayjen (purn) Purba Butarbutar. Letjen Timor Manurung yang saat ini menjadi Hakim Agung RI adalah kelahiran Uluan. Termasuk juga mantan Ketua Otorita Asahan Perwakilan Medan, Jacob Manurung SH. Tak kalah pentingnya, bahwa Drs Saidi Butarbutar anggota DPR RI Komisi XI dan lawyer terkenal Otto Hasibuan disebut juga kelahiran Uluan.

Anehnya, jalan ke Uluan ini tidak pernah beres. Pembuatan jalan asaljadi, biasanya belum berumur setahun sudah rusak parah. Ini selalu membuat penduduk disana kecewa, beban ekonomi tinggi dan berdampak pada kemiskinan.

About these ads