Puisi-Puisi Jones Gultom

Pemilu di Negeri Jauh

pemilu rupanya tak hanya di bumi
juga di negeri jauh
tadi pagi seorang ts mendatangiku
“jangan lupa pilih yesus,” katanya sehabis ceramah
lantas meninggalkan segepok kartu nama, kalender,
poster, jam dinding, plus sesuatu ke dalam saku

sebelumnya, ts lain berbuat sama
kalau ingin kebebasan pilihlah dia
seraya menunjuk sosok gambar yang cukup terkenal
kau akan diberinya kuasa

yudas beda lagi
dia datang seorang diri
sudah lama aku diasingkan
bosan jadi oposan
misiku adalah keadilan, orasinya

tiba waktunya
orang datang berduyunduyun
bersama yang dijagokan

“hidup yesus.. pilih lusifer.. yudas pasti menang!” riuh massa bak pertandingan tinju
tim pemantau yang diketuai da vinci mulai kerepotan

suasana makin mengharubiru
ketika ketiga calon didaulat
memberikan suara pertama kali

yesus yang pertama
dengan kesebelas ts dan perempuanperempuan pengagumnya
ia mengangkat kertas suara seraya berkata;
“inilah tubuh dan darahku yang dikurbankan bagimu
berbahagialah kalian yang memilih aku!”

tak lama gerombolan pasukan perang muncul
mengarakarak lusifer di atas kereta kencana
“atas nama kekuasaan,kubebaskan kalian.”

kemudian datanglah yudas seorang diri
sebelum nyoblos diciumnya yesus
“yang lalu biarlah berlalu,” bisiknya

tibalah penghitungan suara
yesus, lusifer dan yudas disandingkan

da vinci membacakan hasilnya
ketiganya berimbang,
masingmasing kurang 20 persen suara

pasti ada penimbunan, gerutu yesus
lusifer curigai konspirasi
sementara yudas merasa dikhianti massanya

pemilu mesti diulang sekali lagi
tapi yesus dan lusifer tak sepakat
lantas memilih berkoalisi

tinggallah yudas
dengan perasaan kecewa
hari itu juga dia ditemukan mati
tergantung di pokok kayu yang tak berapa tinggi!

Medan, Maret 2009

Memilih Elia

ketika tubuhmu ditusuk sejarah
semesta pun tumpah
dari lambungmu bercucuran matahari
dengan sesenggukan perempuanperempuan itu menampungnya
untuk diberikan pada anak cucu

-seorang anak kecil
yang tak tercatat dalam riwayat
menawari dusta-

tapi kau memilih elia
dan mati sebagai prahara!

Medan, Maret 2009

Ciuman Yudas

yudas tak menyangka
ciumannya berakhir di kayu salib
disangka sang guru nan ajaib akan raib

ia tak menduga
gurunya itu pasrah begitu saja
membiarkan pakupaku menembus tangannya

ketika yesus berseru;
“eli.. eli.. lama sabakthani!”
yudas pun menderu;
“guru.. guru.. kok kau biarkan aku menciummu?”

Medan, Maret 2009

The Last Supper

malam ini, izinkan aku ikut makan bersamamu
di rumahku nasi telah basi
kan kau murah hati
apalah arti sepiring
bila batu saja bisa kau rubah menjadi roti

tidak.. tidak
aku takkan berisik juga ngeyel
manalah aku berani
melihat yohannes saja aku kecut

izinkanlah rabbi
sebab di negeriku lapar sengaja dipelihara
apalah salahnya bertambah satu
kan ada kursi tersisa
yudas masih terlalu kenyang
sebab baru dijamu imamimam itu

‘gitupun jadi..

tak apa aku di dapur aja
menunggu bekas-sisanya
bila pembicaraan kalian begitu rahasia!

Medan, Maret 2009

Seikat Mawar dari Guadalupe

elang bernyanyi
tentang perempuan yang datang menderangderang
mengenakan tilma, pakaian indian itu

sebab seikat mawar telah meremukkan kepala ular
aztec pun tunduk di kaki diego
perawan makin dimuliakan
sebagai simbol kebersahajaan!

Medan, Maret 2009


Biodata Penulis

Jones Gultom lahir 26 Oktober 1982 di Perbaungan Sumatera Utara. Karya sastranya tersebar di sejumlah media cetak lokal maupun nasional, antara lain Harian Waspada, Analisa, Mimbar Umum, SIB, Global, Sumut Pos, MedanBisnis, Kiprah (alm) Harian Sumatera (alm) Aplaus, Menjemaat, Suara Hati, Salus, Bianglala (Jakarta) Travel Club (Jakarta) Suara Pembaruan (Jakarta) Majalah Seni dan Budaya GONG (Yogyakarta)
Karyanya terbit dalam beberapa antologi antara lain Ragam Jejak Sunyi Tsunami (2005) Jelajah (2006) Denting (2007) Medan Puisi (2007) Medan Sastra (2008)

Aktivitas kesenian yang pernah diikuti

Parade Teater Sumut 2002 dan 2003
Peksiminas VI di Yogyakarta 2002
Festival Teater Alternatif GKJ Awards di Jakarta 2003
Ekologi Arts bersama sastrawan nasional di Tuktuk, Samosir Sumatera Utara, 2004
Peksiminas VII di Bandarlampung 2004
Kongres Cerpen Indonesia ke IV di Pekanbaru, Riau 2005
Pameran puisi penyair Sumatera Utara Harian Analisa 2006
International Poetry Gathering bersama penyair se ASEAN di Medan 2007
Temu Sastrawan Se- Sumatera di Taman Budaya Sumtera Utara, Desember 2007

Alamat Taman Budaya Sumatera Utara Jalan Perintis Kemerdekaan No 33 Medan
No HP 0815 3328 8476

Rekening BANK SUMUT KAS AKSARA
116. 02. 04. 000313- 4 atas nama Jones Gultom

About these ads