Posted on Maret 13, 2009 by tanobatak
Monang Naipospos
Manggun nasa bitis, mambal nasa botohon. Hata ni turiturian pagodanggodang dohonon. Ia adong ma najolo sada halak napogos, posuk parngoluonna. Ama ni Porsan do dijou halak ibana. Dang adong tano mahiang sirimbaonna, dang adong tano maraek sitinggalaonna. Manggadis gogo ma sipata ulaonna rap dohot ripena.
DIarsipkan di bawah: Legenda, Turiturian | 14 Komentar »
Posted on Desember 19, 2008 by tanobatak
Jeffar Lumbangaol
Adong ma sada doli-doli sian hitaan marsangkap laho mangaranto. Ibana baru tamat sian SMA. Hape arga ni kopi tingki i, taon 80-an turun. Dang adong be istilah kopi si garar utang. Jala natorasna pe dang tolap be pasingkolahon ibana tu universitas.
DIarsipkan di bawah: Siringkotringkot, Turiturian | 21 Komentar »
Posted on Desember 3, 2008 by tanobatak
Judul Asli : PINUKKA NI AMANG MON ( Jerih Payah Ayahmu )
Michael Siregar
Bistok Hutapea duduk merenung di kantornya. Dengan pandangan yang kosong dia memandang keluar jendela kaca yang membentang seluas dinding ruangan. Dari tempatnya duduk dia memandang langsung arus lalu lintas yang padat di Jalan Casablanca, dibawah jembatan Kuningan.
DIarsipkan di bawah: Turiturian | Ditandai: Laguboti, Michael Siregar, Mulak Ma Ho Amang | 14 Komentar »
Posted on November 20, 2008 by tanobatak
Judul Asli : MULAK MA HO AMANG 2
Michael Siregar
Timbul Pandapotan Napitupulu MBA, begitu tertulis di atas meja kerja yang terbuat dari kayu jati yang keras dan mahal didalam ruangan berukuran delapan kali sepuluh meter itu.
DIarsipkan di bawah: Turiturian | Ditandai: Mulak Ma Ho Amang | 30 Komentar »
Posted on Oktober 20, 2008 by tanobatak
Michael Siregar
Ompu ni Jonggara Napitupulu menghapus air mata yang merembes di kelopak matanya, mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Eddy Silitonga yang bercerita tentang penyesalan orang tua atas kemarahannya yang berlebihan, mengakibatkan anaknya merantau dan tak pernah memberi kabar atau pun pulang menjenguknya.
DIarsipkan di bawah: Turiturian | Ditandai: balige, cucu panggoaran, soposurung | 43 Komentar »
Posted on Oktober 6, 2008 by tanobatak
Suhunan Situmorang
MESKI petang kian merapat, Nai Posma masih lelap di pondok humanya; tak lagi giat mengusir burung-burung kecil berwarna coklat yang terus berdatangan untuk menyantapi padinya. Sebagaimana padi yang terhampar di seluruh wilayah Janji Matogu, padi milik Nai Posma pun sudah mulai bunting dan menguning.
DIarsipkan di bawah: Turiturian | Ditandai: Sordam, Suhunan Situmorang, Turiturian | 42 Komentar »
Posted on Agustus 15, 2008 by tanobatak
Suhunan Situmorang
SUSAH-PAYAH Marojahan menyampaikan pesan-pesannya yang terakhir kepada istrinya, Tiurmaida, yang bersama dua kerabat jauhnya, Richard dan Tiopan, menemaninya di ruang ICU rumah sakit bertaraf internasional itu. Dengan wajah pucat dan napas tersengal, ia pesankan agar manakala ajalnya tiba, upacara kematiannya harus dilakukan sesuai adat saurmatua. (Keempat putra-putrinya, Bonardo, Tetty, Ondihon, Martina, memang sudah menikah [...]
DIarsipkan di bawah: Turiturian | 21 Komentar »
Posted on April 25, 2008 by tanobatak
Suhunan Situmorang
SEKUAT tenaga Merlin menenangkan dirinya yang mulai goyah melanjutkan keputusannya. Dibacanya lagi tiket Lion Air yang ia beli setiba di Bandara Polonia, seakan belum yakin jam keberangkatan pesawat terakhir yang akan ditumpanginya. Ia berusaha keras untuk meyakinkan dirinya bahwa keputusannya tak salah. Bilapun sanak-saudara serta orang sekampungnya akan menyalahkan dan menganggap dirinya keterlaluan dan [...]
DIarsipkan di bawah: Turiturian | 32 Komentar »
Posted on Januari 31, 2008 by tanobatak
Suhunan Situmorang
TARINA sadar malam sudah tua, namun resah yang sudah berbilang minggu menggelinjang di hatinya, membuat dirinya tak bisa tidur. Dibukanya lagi jendela depan rumah kayu berkolong itu seraya melepas pandang ke hamparan sawah dan danau yang samar-samar terlihat di kejauhan. Malam tak begitu gelap, bulan purnama merayap ke ufuk barat. Sunyi malam sesekali diusik [...]
DIarsipkan di bawah: Turiturian | Ditandai: Keputusan Merlin, Sordam, Suhunan Situmorang | 35 Komentar »
Posted on November 16, 2007 by tanobatak
Patuan Raja Bonar Siahaan [Martua ujungna Ama ni Benget]
Dung hipas Ama ni Benget dipangido ma asa mulak ibana tu hutana, jala dang pola jolo sian bagas ni si Benget. Manang boha pe didok si Monica asa jolo sian jabu, ndang olo Ama ni Benget.
DIarsipkan di bawah: Bonar Siahaan, Turiturian | 21 Komentar »