Tulisan dari ‘Turiturian’ Kategori

Prasasti Dolok tolong

Humala Simanjuntak

Eksistensi prasasti Dolok Tolong dinyakini merupakan bukti utama atas persinggungan budaya batak dengan pradaban Hindu dan Budha di Indonesia. Prasasti Dolok Tolong merupakan Prasasti atas existensi, orang Majapahit di Tanah Batak

Saat itu Pasukan Marinir Kerajaan Majapahit, mengalami kekalahan pahit di Selat Malakka, mereka melalui Sungai Barumun menyelamatkan diri ke daratan Sumatera sampai ke suatu daerah di Portibi Tapanuli selatan, Disana mereka dicegat, di hadang masyarakat, sehingga mereka melanjutkan pelarian kearah utara ke Bukit Dolok Tolong di daerah Tampahan Balige. Di Gunung itulah mereka meminta suaka politik kepada seorang Raja dari Rumpun Marga Sumba (Isumbaon), yaitu Tuan Sorbadibanua yang saat itu menguasai daerah tersebut.

Read more…

SI BORU SANDE BONA

Monang Naipospos

Manggun nasa bitis, mambal nasa botohon. Hata ni turiturian pagodanggodang dohonon. Ia adong ma najolo sada halak napogos, posuk parngoluonna. Ama ni Porsan do dijou halak ibana. Dang adong tano mahiang sirimbaonna, dang adong tano maraek sitinggalaonna. Manggadis gogo ma sipata ulaonna rap dohot ripena.

Read more…

Tubeless…., Bah… Mago Ban Dalam.

Jeffar Lumbangaol

Adong ma sada doli-doli sian hitaan marsangkap laho mangaranto. Ibana baru tamat sian SMA. Hape arga ni kopi tingki i, taon 80-an turun. Dang adong be istilah kopi si garar utang. Jala natorasna pe dang tolap be pasingkolahon ibana tu universitas.

Read more…

ISTANA CINTA AYAH DAN BUNDA

Judul Asli : PINUKKA NI AMANG MON ( Jerih Payah Ayahmu )

Michael Siregar

Bistok Hutapea duduk merenung di kantornya. Dengan pandangan yang kosong dia memandang keluar jendela kaca yang membentang seluas dinding ruangan. Dari tempatnya duduk dia memandang langsung arus lalu lintas yang padat di Jalan Casablanca, dibawah jembatan Kuningan.

Read more…

APA YANG KAMU LAKUKAN, TIMBUL ?

Judul Asli : MULAK MA HO AMANG 2

Michael Siregar

Timbul Pandapotan Napitupulu MBA, begitu tertulis di atas meja kerja yang terbuat dari kayu jati yang keras dan mahal didalam ruangan berukuran delapan kali sepuluh meter itu.
Read more…

MULAK MA HO AMANG

Michael Siregar

Ompu ni Jonggara Napitupulu menghapus air mata yang merembes di kelopak matanya, mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Eddy Silitonga yang bercerita tentang penyesalan orang tua atas kemarahannya yang berlebihan, mengakibatkan anaknya merantau dan tak pernah memberi kabar atau pun pulang menjenguknya.
Read more…

Cucu “Panggoaran”

Suhunan Situmorang

MESKI petang kian merapat, Nai Posma masih lelap di pondok humanya; tak lagi giat mengusir burung-burung kecil berwarna coklat yang terus berdatangan untuk menyantapi padinya. Sebagaimana padi yang terhampar di seluruh wilayah Janji Matogu, padi milik Nai Posma pun sudah mulai bunting dan menguning.
Read more…

Upacara “Saurmatua” Permintaan Marojahan

Suhunan Situmorang

SUSAH-PAYAH Marojahan menyampaikan pesan-pesannya yang terakhir kepada istrinya, Tiurmaida, yang bersama dua kerabat jauhnya, Richard dan Tiopan, menemaninya di ruang ICU rumah sakit bertaraf internasional itu. Dengan wajah pucat dan napas tersengal, ia pesankan agar manakala ajalnya tiba, upacara kematiannya harus dilakukan sesuai adat saurmatua. (Keempat putra-putrinya, Bonardo, Tetty, Ondihon, Martina, memang sudah menikah semua, kendati yang terakhir ini telah bercerai dengan Ulf Larsson, pria Swedia).
Read more…

Keputusan Merlin

Suhunan Situmorang

SEKUAT tenaga Merlin menenangkan dirinya yang mulai goyah melanjutkan keputusannya. Dibacanya lagi tiket Lion Air yang ia beli setiba di Bandara Polonia, seakan belum yakin jam keberangkatan pesawat terakhir yang akan ditumpanginya. Ia berusaha keras untuk meyakinkan dirinya bahwa keputusannya tak salah. Bilapun sanak-saudara serta orang sekampungnya akan menyalahkan dan menganggap dirinya keterlaluan dan kejam, apa boleh buat. Hidup harus memilih, sepedih apapun akibatnya.
Read more…

Kebaya Pengantin

Suhunan Situmorang

TARINA sadar malam sudah tua, namun resah yang sudah berbilang minggu menggelinjang di hatinya, membuat dirinya tak bisa tidur. Dibukanya lagi jendela depan rumah kayu berkolong itu seraya melepas pandang ke hamparan sawah dan danau yang samar-samar terlihat di kejauhan. Malam tak begitu gelap, bulan purnama merayap ke ufuk barat. Sunyi malam sesekali diusik suara jangkrik.
Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 119 pengikut lainnya.