Balairung Balige

Bangunan ini dibuat pada jaman Belanda. Dipenuhi ornamen gorga batak yang indah dari berbagai wilayah Toba. Setiap bangunan mewakili ciri daerah Tanah Batak Toba.

Balairung Gereja HKBP Ke Soposurung Terminal Bundaran Kantor Bupati Sibagotnipohan Marpaung Hariara Simangunsong Simangunsong Tampubolon Panjaitan Sonakmalela Napitupulu MuliaRaja Juara Monang Raja Tambun Mual Siguti Pulang Sekolah

Balige, ibukota Kabupaten Toba Samosir ini juga banyak menyimpan sejarah perkembangan Tanah Batak. Awal industri besar di kawasan Tapanuli, dan sampai saat ini masih eksis sebagian. Basis perlawanan perang Batak yang dipimpin Raja Sisingamangaraja juga termasuk Balige.
Balige Raja dikisahkan sebagai tempat berkumpulnya Raja-Raja Batak.
Monumen Pahlawan Revolusi Jenderal DI Panjaitan juaga ditemukan disini.
Hari pekan terbsar kota ini adalah hari Jumat. Seputar dermaga Balige dan Lapangan Sisingamangaraja menjadi bursa dagang tradisional mulai dari cabe hingga kerbau. Bila hari pekan, sejak dermaga Balige hingga Balairung Balige menjadi pasar yang diisi dagang kakilima hingga terlihat seperti semrawut. Bahkan terminal Balige yang sudah diperluas dengan membongkar kios lama disepanjang jalan keluar terminal juga diisi pedagang kakilima. Tidak lagi jelas antar fungsi terminal dengan pasar
Namun itulah ciri khas onan batak, masiososan, masitombisan namun ttap damai.

05 Aug 2007

Balige juga dikenal sebagai daerah penyebaran marga Sibagot Ni Pohan. Monumen Sibagort Ni Pohan dan keturunannya seperti Sapala Tua di Tampubolon, Monumen Sonak Malela di Pusat kota Balige yang terkenal dengan bintatar nagabaling. Di onanraja ditemukan Monumen Raja Panjaitan bersebelahan dengan Monumen Sibagot ni pohan. Disana juga ditemukan Monumen Somba Debata Siahaan. Monumen Raja Marpaung dapat dilihat di tengah persawawan menuju jalan kantor Bupati Tobasa, terlihat mini dan bersahaja diantara perkampungan marga Napitupulu.

Disamping termilal kota balige kita akan menemukan Monumen Mulia Raja Napitupulu. Monumen Simangunsong lain lagi. berada di Lumbanbulbul Balige ditandai dengan berdirinya serumpun pohon kayu ara (hariara).

Monumen yang sudah sangat lama ditemukan adalah Juara Monang Siahaan persis di samping Jembatan Balige.

Di daerah Tambunan, samping belakang Hotel Mareda ditemukan Monumen Raja Tambun. Monumen itu kelihatan kurang terurus dan mercunya sudah rusak. Menurut informasi, monumen ini belum diresmikan, entah kenapa kurang mendapat penjelasan.

111 thoughts on “Balairung Balige

  1. Perlu dimuat lebih luas lg terutama mengnai danau tobanya dan Kota Muara…nauli


    Partungkoan: Akan diusahakan.

  2. Alangkah bagusnya apabila Balige ditata lagi seperti dulu dijaman tahun 50-60 an, katanya saat itu Balige dikagumi Orang luar, karena bersih dan rapi, terutama jaman Siliwangi 59-61. satu2nya kota di Tapanuli yg punya side plant adalah Balige. begitu cerita orangtua dulu,tapi kalau kini berubah, barangkali pemda perlu penertiban kepada “Onan Balige” yg telah berpindah ke Pelabuhan, dan menyiapkan lahan untuk terminal bus, agar tidak semrawut di jl.Singamangaraja. Ok, next time saya mau tulis saran-saran untuk pemda dan masyarakat Balige. syaloom


    *** Setuju… Ada baiknya kita memberikan saran dan masukan pembangunan ‘hutanta’ . Mauliate

  3. kalau mengetahui informasi balige yang lebih sering, mendingan baca apa ya di internet. kalau saya buka geogel mengenai balige infonya lama baru ada

  4. Balige itu kota wisata, baik lokal maupun international, tapi sayang belum di garap dan ditata smaksimal mungkin.
    Contoh : Kotanya masih jauh dari kebersihan dan ketertiban, keasrian belum kelihatan.
    Sebaiknya pemkot Balige bahu-membahu untuk mencapai hal tersebut.

    Horas

    AMRAN

  5. wah, ibu kristin kurang usaha kale, bnyk website ttg Balige, makanya jgn cuma cr di google, lihat blog, atw RSS Feeds dong.
    krn google bukan search engine yg bisa nyari apapun.
    salam Quantum

  6. Bagaiman anggota DPR Tobasa ya sekarang sudah ditangkap oleh Polisi karena kedapatan main judi di Hotel di Jakarta.Malu ngga melihat Penjabat DPR main judi dan itu membuat nama DPR Tobasa buruk dan membuat Rakyat jengkel.Sebetulnya Penjabat DPR ini harus membuat dirinya baik dimata Rakyat,mala membuat rakyat jengkel dan tidak percaya.Duduk di DPR hanya menghabiskan uang Negara tanpa ada hasil perbuatan untuk Kabupaten Tobasa.Mereka duduk minum kopi dan membaca surat kabar dan menunggu jam waktu pulang.Hukum mereka seberat2nya.

  7. Wah…sebagai Org batak asli yg datang dr tanah batak sagat senang dan bangga sekali melihat dan membaca profile&ajaran2 dan masih banyak lagi pengetahuan tentag suku/budaya batak yang sebelumnya saya tidak mengetahuinya..

  8. Wah..saya sebagai anak pendatang asli dari tanah batak merantau ke ibu ota dgn buka internet sya masih tetap seperti merasa berada di tanah kelahiran dgn baca profile budaya batak yang banyak bisa jadi pelajaran khususnya bagi orang batak..kalo bisa dikupas tuntas habis sampe keliling dan kulit2 huta samosir sana jadi kita bisa tetap mengetahui ternyata bona pasogitku ternyata sangat luas… dan saya juga jadi banyak tau ternyata kampung lainnya banyak yang indah2 mulai dari keindahan lingkungannya, masakannya, dan budaya lainnya. saya jadi sangat bangga dan jadi termotivasi jadi orang batak untuk niat lebih maju ditempat perantauan supaya bisa membantu memperbaiki kampung halaman. demikian dulu komentar saya karna saya baru pertama kali bergabung .. terimakasih Tuhan Memberkati kita semua

  9. Saya adalah anak Balige yang kini sekolah di SMA N1 PLUS MATAULI PANDAN. Saya cuma mau menyarankan bagaimana kalau website ini dipublikasikan kepada semua siswa yang ada di komplek soposurung. Kirim salam untuk sekolah asal say SMP N4 BALIGE dan juga untuk ibu Sibuea dan Bpk yg paling saya kagumi, Bpk. TKS….
    terima kasih

    *** Setuju

  10. Foto kiri atas adalah foto balairung yang masih asli dan dari semua foto, itu adalah foto situasi Balige paling jadul alias jaman dulu. Adapun foto-foto selanjutnya adalah foto-foto sekarang, buktinya sudah ada becak mesin. jaman saya SMA dulu belum ada itu.

  11. Saya kagum dengan Website ini, saya yang dilahirkan di Balige dan sekolah sampai dengan SMP disana, web ini bisa sebagai ajang komunikasi sesama anak balige yang ada diseluruh jagat raya ini. Mungkin ada kawan kawan saya yang satu angkatan dengan saya di SMPN 1 Balige 1978/1979.
    mungkin bisa menghubungi e-mail saya ini.Horas Balige semakin berkembang dan berjaya dikemudian hari.
    _
    *** Dang diboto nasida emailmu Eddy alana dang boi hami mempublikasihon tanpa izinmuna😉

  12. Tung mansai sombu do sihol, mamereng gambar on. Alai hurang apala otik, aut boi nian di bahen saotik gambar ni Soposurung i. Ai tung godang memori namasa disi. Mulai sian par hamleton,tu hatangkangon, na lari tu lombang dst…….
    Kebetulan iba sian SMA 1 thn ’83. Mansai masiiiiiiiiiihol !
    Oh Soposurung na di Balige i. Di sidope ulaning kenangan nami si naujui ?
    Ha…ha…ha… mimpi ni yeh…

    Horas Mauliate, Parlopes Tambunan
    _
    *** Pos roha ni lae bahenon binahen pe. Bah ai ho do i hape na lari tulombang tondong ni Sibodiala i😀 Taringotna torus do hamlet mi ?😀

  13. pokokna maju ma terus pantang mundur ……au parbalige naung tinggal di semarang berharap smoga lam tu majuna ma huta tai….cuma waktu kulihat foto-foto itu, sangat kaget.terntara balige banyak berubah sejak kutinggalkan SMA.Itu masih perubahan secara fisik.Mudah-mudahan orang-orang nya tidak berubah dan tetap memprtahankan huta tai….cayoo ma terusss,..

  14. HORAS…….🙂
    -beha do amang inang keadaan tano balige i saonarinunga dang terasa satonga taon hutinggalhon bona pasogit i.tung masihol do ahu tu huta hatutubuan dohot magodangi.sahat na sma pe disi dong abadahot do budaya ni batak i niboan tu luat ni halak asing onsai tong do huingot ho saleleng ni lelelngna.oootano batak tano pargodanganki
    -behado keaddan ni politik ni hutantae saonari lae???/porlu do tong botoon ni amang inang…alana sahat do tu semarang on kabar ni situsi ni politik di hutantai i…apalagi songon iba nabergelut di hukum..bah tung porlu do botoon angka songon di a nama sa di hutanta saonari….
    molo adong na pengen mar..email…boi do hita markirim email….
    email hu di : cgap_mlss@yahoo.co.id
    HORAS di hita halak BATAK…
    GBU..

  15. walau orangtuaku perantau ke balige. tapi aku bangga lahir di balige. dohot akka dongan marmitu, manakko manuk. (tikki doli-doli, tidak berlaku sekarang). tu akka dongan na tinggal di huta. jaga hita hutattai ateh…….. apalagi tu akka dongan parsoposurung unang sai ta kompasi parkos i alana sian i do pancarianta, asi roha.

    *** Lae Imran Napitupulu, adong hea mago manukmuna, asa sungkun si Erikson😀

  16. Saya kagum dengan Website ini, saya yang dilahirkan di Balige dan sekolah sampai dengan SMP disana, web ini bisa sebagai ajang komunikasi sesama anak balige yang ada diseluruh jagat raya ini. Mungkin ada kawan kawan saya yang satu angkatan dengan saya di SMPN 1 Balige 1978/1979.
    mungkin bisa menghubungi e-mail saya ini.Horas Balige semakin berkembang dan berjaya dikemudian hari.

    Dang pola boa i lae, molo adong do na saangkatanku di SMP N 1 di Email ma au : eddy_sonny@hotmail.com.
    hupaima ate..mauliate

  17. horas tu sude parhuta sian balige
    kami mengucapkan selamat hari natal 25 des 2007 dan selamat tahun baru 1 january 2008 semoga Tuhan memberi anugrah dan rahmat yang berlimpah kepada kita smua amin

  18. Bang.. tambahi dohot monumen i tulang Jenderal DI Panjaitan i poang…
    karena adanya mitosnya kenapa Pak Jenderal ga bisa mengangkat tangannya menunjuk ke depan..
    Yang tinggal di Balige tahu kenapa.
    Karena kalau tangannya diangkat dan nunjuk ke depan maka yang ditunjukadalah salah satu monumen paling tua di atas..

    namanya juga myth. Percaya ga percaya.
    Horas, thanks for info Baligenya.

  19. Di Jakarta ada group angkutan umum yang menuliksan didepan angkutannya demikian :

    “FAR FOR SEA NOWLY”

    Mungkin maksudnya Par Posea Nauli !

  20. aku orang balige yg sudah lama merantau sekitar tahun 1986 dan sekarang tinggal di pontianak.
    tolong dong dikirim ke email saya masalah balige karena saya sangat masihol.

    oke mauliate lae

  21. horas ma di hita sude angka par Balige, tarlumobi angka pangaranto, salam sian ahu anak Balige sian Timika

  22. Akhirnya, saya berkesempatan ke BALIGE! Meski cuma 2 hari.

    Yang ingin saya lihat di Balige: kota Balige yg seperti diinfokan di sini memiliki peninggalan dan monumen yg punya kisah penting, terutama Balairung Balige itu.

    Kesempatan itu datang bertepatan dengan peresmian museum Batak, TB Silalahi Center.

    Hari Kamis tgl 17 April yg lalu saya hadir di acara peresmian TB Silalahi Center Balige. Jauh-jauh hari sudah digaungkan di media massa bahwa museum tersebut akan menjadi pusat pelestarian budaya Batak yg memiliki rumah bolon asli, kampung Batak dengan 6 rumah adat asli lengkap dengan gambaran kehidupan orang Batak jaman dahulu yg hidup sbg petani, nelayan, peladang dan bertenun ulos. Hal ini yang menjadi pendorong utama ke sana.

    Menurut saya, memindahkan 6 rumah adat ke kompleks HUTA itu, secara fisik mungkin bisa menjamin perawatan dan kelestarian fisik bangunan tersebut. Enam rumah adat tersebut memiliki lukisan motif Batak yg sangat indah, kaya akan detil motif yg rumit, dan juga warna merah yg terang, tiang kayu dan balok penyangga dari kayu yg kokoh, yg memberi kesan, setidaknya untuk saya, kebesaran, keindahan, dan keagungan rumah adat tersebut.

    Namun, kita juga tahu, bahwa pembukaan lahan menjadi sebuah kampung dan pendirian rumah di huta Batak, tidak lepas dari keterkaitan dengan bentang alamnya. Bentang alam yg memiliki pohon-pohon, sumber air, bentuk tanah yg berbukit-bukit, yang memberikan roh dan keyakinan bagi seseorang untuk yakin bahwa di tempat itu lah sebuah huta tepat dan baik untuk dibangun. Dan keyakinan tersebut dicoba untuk dipastikan dan diminta petunjuknya dari Yang Mahakuasa melalui penanaman pohon ara.

    Gambaran dan roh dari nilai-nilai budaya Batak seperti itulah yg kiranya ingin kita cari dan dapatkan ketika mengunjungi perkampungan ASLI Batak, yg dari mulanya memang telah ada di sana. Para wisatawan bisa berharap memperoleh pengalaman itu dengan berkunjung ke Simanindo, Janggal Dolok, dan mungkin ke Ambarita. Sayangnya yang terakhir ini, atap rumah adatnya beratapkan seng sehingga memadamkan romantisme kenangan akan rumah adat Batak yang seluruh bahannya dari ijuk, utuh dari alam.

    Roh tersebut semakin hidup jika kita dapat melihat kehidupan dari penghuni yang masih mendiami rumah tersebut. Jika beruntung, bisa bertemu dan bercakap-cakap dengan penghuninya. Bisa berjumpa dengan babi atau anjing yng muncul dari kolong rumah-rumah tersebut tentunya juga menjadi pengalaman yg mengesankan dan berharga bagi mereka yang datang untuk merasakan roh budaya Batak di sebuah huta Batak. Kubur batu atau seonggok batu besar dengan kisah yg mistis juga memberikan roh sendiri.

    Saya jadi teringat, dengan rumah adat di Simanindo dan rumah bolon Purba di Simalungun.

    Kita harus melewati pepohonan rimbun, seperti berada di lorong misteri sampai akhirnya mendapati huta dan rumah-rumah itu berdiri megah di tengah lapangan yang luas dan benderang. Rasanya, perjalanan “menembus” rumpun pohon menuju huta tersebut menjadi momen di mana kita sejenak menyiapkan diri, untuk menjadi manusia yang “layak dan pantas” memasuki sebuah huta, dengan hening, tak banyak bicara, penuh rasa hormat dan menjaga sikap selalu santun.

    Semua pengalaman itu tidak dirasakan dan ditemukan di museum Balige itu. Apapun yang namanya artifisial, peniruan, dan “mengecilkan” agar semuanya “terpaket” dan “menjadi satu” dalam proses yang singkat, hanya akan memberikan kepuasan fisik belaka.

    Pengayaan spiritual tak akan bisa didapat di sana, setidaknya menurut saya.

    Sekarang tergantung, apakah wisatawan yg datang ke TB Center Balige itu, bisa datang, lihat, dan pulang dengan cukup puas melihat kehadiran fisik huta buatan di sana itu.

    Saya tidak merasakan pengalaman merasakan “roh” nilai-nilai budaya Batak ketika berada di huta di museum Balige itu meskipun segala tiruan alam seperti kubur batu, pohon bambu diupayakan ada di sana.

    Menurut saya, jika masih banyak jutawan Batak yg berhasil di perantauan dan berniat untuk membangun hutanya, kiranya sungguh mulia jika mau membantu dan menjadi donatur untuk merawat rumah-rumah adat dan huta yg mungkin masih banyak di Tapanuli, Tobasa sana tanpa harus mencabut dan memindahkannya ke sebuah kawasan khusus yg (menurut saya) tidak memiliki keterkaitan emosi dan kisah yg terkait dengan rumah-rumah asli itu.

    Saya tidak bilang, TB Center itu tidak baik dan tidak pantas menyandang peran sebagai “tempat untuk menjaga dan melestarikan” budaya Batak.

    Hanya saja, untuk orang yang ingin mencari pengalaman spiritual di huta Batak yang memiliki rumah adat Batak asli dgn bentang alam mengitarinya seperti saya ini, mungkin tidak bisa berharap banyak bisa memperolehnya di TB Center itu (menurut saya loh ya😉 )

    Sayangnya, karena tidak sempat, jadi tidak bisa berkeliling Kota Balige. Saya tidak sempat turun untuk menyeberang dan masuk ke deretan balairung Balige itu tapi bersyukur bisa mengambil beberapa foto. Tapi prihatin, kenapa keindahan deretan bangunan asli Batak tersebut harus tertutup oleh pagar seperti seng? Dan deretan pohon pinang hias yang ditanam di sepanjang trotoar sempit itu menambah jelek kawasan jalan dimana balairung ini ada.

    Kota yang baik dan penuh kisah sejarah, sebaiknya dan sepantasnya dinikmati dengan berjalan kaki!
    Bagaimana bisa nyaman berjalan kaki jika kota itu saja tidak ramah untuk pejalan kaki.

    Kondisi lalu lintas kota Balige yg ramai, semrawut, trotoar sempit, berhiaskan pohon pinang (yang jika sudah tinggi, pelepah daunnya akn jatuh menimpa pejalan kaki di bawahnya!) sungguh tidak nyaman untuk pelancong yg mau mengakrabi kota yg katanya kaya peninggalan dan monumen penting. Saya berharap bisa masuk ke pasar tradisional.

    Kunjungan berikutnya ke Balige harus bisa mengunjungi balairung Balige itu…

    Ada yang bisa memberikan info keberadaan huta BAtak dengan rumah adat asli yang besar, indah, mistik di Balige di blog ini? Saya mau mengunjungi…

    Sayang, saya tidak sempat ke Laguboti, berharap bisa mengunjungi huta komunitas Parmalim…

    Salam,
    Esther

  23. unang sampe mago adat na di balige i ateh…, alana dung kabupaten hu bereng memang lam tu majuna do balige, alai nungnga godang jolma na so umboto adat. ingot dalihan natolu

  24. Horas…….
    Balige sangat terkenal dgn Soposurung-kampung pendidikan, jg dgn Balaiurung (Balerong..sama aja…) terkenal dgn objek wisatanya, tapi sayang objek wisata Danau Toba kurang promosinya, dan saya lihat tidak tertata sama sekali, coba perhatikan tenda2 di lumban silintong yg berada dipinggir Danau Toba, ini menghalangi pemandangan ke arah Danau Toba, kalau kita berjalan disisi Danau Toba bukan Danau Toba yg kita lihat tapi tenda2 biru yg kita lihat……

  25. Horas ma di hita sude na hea sian Balige.
    Nunga mansai Masihol bah marnida balige On..
    Alai sombu ma tahe sihol ate……

    Balige..
    Huta Hatubuanku..
    Nunga tung lelenng naung hutadingkon…
    paima ma Ahu di Balige Nauli…

    Darwin Siahaan – Pontianak

  26. Horas ma di hita sude na hea sian Janjiraja.
    Nunga mansai Masihol bah marnida bona pasogit On..
    Alai sombu ma tahe sihol ate……

    Janjiraja nauli..
    Huta Hatubuanku..
    Nunga tung lelenng naung hutadingkon…
    paima ma Ahu di Balige Nauli…

    luhutsitinjak@yahoo.com

    Luhut Sitinjak- Balikapapan

  27. Horas,…..

    Saya bangga dengan adanya website ini, brarti orang-orang batak adalah orang yang selalu siap menghadapi dan berapdatasi dengan perubahan dan perkembangan teknologi..
    Sebenarnya saya asli orang batak lahir di Lumban bulbul Balige, Sekolah SMPN2 Balige dan SMK Yaspor..
    Jaya terus buat kota Balige

    *** Kalau lae Batak sebutkan marganya. Batak keren begitu. Kali ini kami loloskan komentar anda. Komunitas partungkoan menuntut bila batak sebutkan marga. Horas

    Renold Jakarta

  28. Horas tu sude komunitas hita akka Parbalige.
    Memang tung natabo ma nean huta Baligeon.
    Alana jolma na hobby mangallang masakan khas Batak do ahu ima songon Na Niura, Na Niarsik dohot Panggang B2, apalagi di topi ni Danau toba na jonok sian huta Longat, Balige bah ole do iba dang boi jongjong alani tabona mangan (Pabosur hu), dungi ba minum tuak ma muse apala 2 galas, ba saboa ninna daoni pangaratton secara jujur hudok dang tarlupahon be i taboni Na Niura i dohot panggang B2 i.
    Ba pangidoan tu sude pangaratto sian huta Balige, Ba bahen hamu saotik perhatian mu tu huta i asa lam maju jala dang mago huta i.

    Horas ma dihita saluhutna.
    Sian Ahu
    Pahoppu ni Par Dolok Tolong / Longat, Balige.

  29. Horas/Shalom di hita sude par Balige.
    Molo bolas nian adong situs khusus taringot khusus Balige.
    Adong na marrikkot ni roha?

  30. Horas,

    Setelah membaca Tarombo Sibagot ni Pohan (famioly tree) dan menemukan semua marga-marga yang menjadi keturunannya, saya menyadari betapa signifikan peranan Sibagot ni Pohan di dalam masyarakat Batak.

    Kami sendiri, keturunan dari Haji Muhammad Ja’qub Pohan di Pematang Siantar, anak dari Haji Zainuddin Pohan dari Sipirok, berasal dari cucu Raja Simanjuntak. Setelah bermukim di Sipirok, Oppung kami mengambil marga induk “Pohan” dan sampai sekarang seluruh keturunannya memakai marga Pohan.

    Bagi saya, mengetahui silsilah keturunan Sibagot ni Pohan dan memelihara semangat untuk terus maju ke depan dalam memberikan kontribusi untuk mempemerkuat kesatuan bangsa dalam lingkungan NKRI sangat penting, terutama bagi anak-anak generasi keturunan kami.

    Apalagi 2 dari 4 anak kami lahir di luar negeri (Rusia dan Jerman), 2 di Jakarta, dan selama kl 18 tahun hidup bersama keluarga dan bekerja di luar negeri. Anak-anak sama sekali tidak mengerti bahasa Batak, sedangkan saya sendiri hanya mengerti sedikiti, dan ironisnya, lebih lancar menggunakan bahasa-bahasa Eropa.

    Anak-anak saya, 2 mahasiswa di UI, dan 1 orang di ITB, sementara yang paling kecil 5 tahun sekolah di TK British School di Polandia semuanya menggunakan nama keluarga Pohan. Harapan saya, dengan menggunakan nama keluarga Pohan maka suatu ketika mereka dapat menelusuri asal-muasal mereka, sebagi bagian penting dalam masyarakat Batak.

    Oleh karena itu, wadah komunikasi melalui internet “Partungkoan Tano Batak” kiranya dapat bertukar-pandangan, tanpa terikat pada semangat priomordialisme yg sempit, dan menyatukan kita semua.

    Terima kasih atas pemuatan foto Tugu Si Bagot ni Pohan di Balige. Suatu ketika, saya akan berziarah ke tempat ini.

    Hazairin Pohan

  31. @Hazairin Pohan
    Mungkin ada argu dari Ayahanda Appara, mengapa tidak meneruskan family tree Simanjuntak?
    Kalau tidak salah Appara di “Sakkap Pajongjong Partungkoan” menulis comment bahwa Appara adalah nomor 15 dari Sibagot Ni Pohan, berarti No.13 di Simanjuntak, may I know what clan of Simanjuntak do you have, Mardaup, Sitombuk, Hutabulu?, Usually only that in Simanjuntak get the number in this family name, if inconvenience my question, I am very sorry.
    Kebetulan boru kami no.2 juga kuliah di UI, ambil Jurusan Hubungan International, siapa tau anak2 kita saling kenal.
    Saya sangat senang, apabila Appara bisa kontak saya lewat JaPri yaitu
    epontas@yahoo.com.sg

    Best regards

  32. satya tidak tahu entau bagaimana keadaaan balige sekarang.kalo bisa, ada semabcan perkembangan berita terbaru dari sana.trus sebagai saran, kalao bisa IMMB (ikatan mUda Mudi Balige) yang ada di balige, jakarta, n Banmdung dilibatkan juga. jangan cuma ngadain Natal aja kalo pulang kampung, harus ada donk sumbangsihnya buat balige trercinta.Pemda Tobasa n Baligeny supaya lebih giat menggandeng perantau yang sukses untuk membangun balige.jangan cuman pas kampanye PILKADA , perantau digerakkan ke Bal;ige. salam dari Semarang …………………………HORAS

  33. Horas,
    Wah, tampaknya semakin serius. Tetapi, yang saya dengar kami dari Simanjuntak Mardaup. Namun, untuk memastikannya saya harus mengecek lagi ke orang tua-orang tua kita.
    I’ll come back to you later, Pak Pontas Eddy Simanjuntak.

    Haz Pohan

  34. Horas…

    Ohhh…balige ku….kampung halamanku yg sudah 18 tahun saya tinggalkan…sampai sekarang ga ada perubahan….jalan2 masih seperti dulu, gak ada bedanya antara Kabupaten dengan Kecamatan, apalagi dari segi pariwisata ga ada peningkatan, padahal Lumban Silintong sangat cocok dikembangkan untuk objek wisata…

    mauliate….

  35. @ tuani sianipar

    Ohhh….balige ku….kampung halamanku dst
    Kios di depan Belairung balige sudah dibongkar agar (kabarnya) belairong dapat dilihat dengan jelas, tapi kini diganti dengan penanaman pohon palm,entah apa maksud Pemkab menanam pohon palm didepannya,apa nanti setelah besar tidak menutupi belairong dari pandangan mata? Tapi itulah perobahan di balige sama dengan bongkar,pasang bundaran yang di depan monumen DI Panjaitan. Moga perubahan di Tobasa ke arah yang lebihbaik.

  36. Balige…Kota kelahiranku…Kota aku besar dan menimba ilmu…Walau jauh di pulau seberang tapi kecintaannku akan balige ga pudar…nga masihol au mulak…Apalagi mangallang mie gomak di pasar…Baligeku..pette au mulak da…

  37. Horas……
    Amang tahe nga masihol iba mulak tu Balige…..
    dang holan mi gomak ni ingot,… dohot do ikan jahir sai manjou-jou sian tao Toba.

    Jadi, nga boa kabar pembangunan ni huta hatubuan i?
    Semoga ma makin maju ate, dung gabe ibukota kabupaten, alai unang sampe mago adat Batak i, ta pahusor-husor ma di bagas rohanta jala ta ulahon, manang na di dia pe hita.

  38. jadikan kote balige menjadi kota yang indah aku selalu rindu akan keindahanmu dan juga dongan magodang didiado nasida dongan saparmeaman horas kota balige

  39. Theo Simatupang
    Di
    MALANG – Jawa Timur

    Godang do tahe na masihol tu tano haubuan Balige. Hung hujaha sude respon na di ginjanggi, gok jolma na manghasiholhon huta hatubuan i. Songoni do nang iba. nunga masihol iba mulak tu huta. Dung 8 taon ma iba dang hea mardalani sekitar huta Balige: Onan Balige, Pelabuhan, Balerong nang dohot Soposurung parsigkolahan ni iba tingki i.

    Nunga boha tahe huta hatubuan i?
    Nunga godang perubahan? di bagian dia do naung berubah?
    Anggiat ma perubahan i tu na dengganna ate?

    Sae masihol do iba mulak tu huta Balige. Sipata do ni ingot mi gomak ni Mak Riang. Tung tabo do nirasa mi GOMAK nai. Apalagi tingki i panas-panas do antong ni allang. Huhut ma pana dila dohot ro hodok. Ago tahe ro ijur molo ni ingot mi GOMAK i. Ai martiga2 mi do pe tahe halaki? Molo martiga2 dope, ingkon hutuhor do haduan i. Anggiat ma adong waktu mulak tu huta hatubuan i.

    Lam tu majuna do nian parsingkolaan di Balige i?
    Harap do roha lam tu maju na parsingkolaan di hutatai.

    Ahu sandiri nuaeng nunga maringanan di Malang.
    Sebelum na di Batam. masihol do iba tu huta Balige.
    Semoga ma tahe angka pamarentta di Balige mamparate-etehon perkembangan di huta Balige.
    Unang ma tahe holan mampardulihon diri na sandiri halaki.

    Halo SMKN 1 Balige,
    Nunga boha kabar di san?
    Aku lulusan SMKN 1 Balige tahun 2001
    Jurusan GAMBAR bANGUNAN

    Molo adong do na manjaha tulisan on anka dongan tingki i
    tolog maju kirim email tu aho. Ai masilhol do roha tun angka dongan sasingkola tingki di Balige iba.

    Molo SMP niba SMP Katolik Budhi Dharma Balige. Tingki i ahu di kelar D (1D, 2D, 3D). Molo adong dongan manja tulisan on boi tong patandahon dirina tu iba.

    theosvd@yahoo.com

  40. @ Partungkoan: mauliate Lae diasiala nadibaen hamu web site on . . adong saotik penghiburan.
    Minta tolong ate molo adong alamat email ni Lae Panahatan Tambunan.

    @Panahatan Tambunan: bohado kabar ni Lae . . dang jadi hita pajumpang ate di Ring Road Bpn?

    Note: Ise na mangingot mie gomak ni Ma’ Cio di sopsorurung? martudu !! . . . sorry tante Ma’Cio . . !!

    Tony Siagian, parsoposurung
    di Sangatta – Kutai Timur

  41. ito Andhy, nunga adong di Medan parpunguan ni par Balige yaitu Ikatan Masyarakat Balige dan Sekitarnya (IMAGES) jala organisasi on untuk sosial jala nunga beberapa kali mambaen sumbangsih tu Balige antara lain: penaburan bibit ikan di tao, seminar penanggulangan narkoba dan penyakit aids dan juga penyuluhan untuk peternakan babi dan lain-lain jala molo adong dana naeng dope mangalehon bibit ternak babi unggul tu penduduk na adong di huta-huta na di kecamatan Balige

  42. molo boi baen amang mo jolo gambar simpang dalan naburuk i. manang simpang makam pe taho. tung siholllllll hian do roha. amangoi tahe amang….., manang terminal soposurung i pe taho. mauliate.
    Gbu.

  43. HOras Amang Monang,
    terminal dan balairung didirikan tahun berapa ya?
    “Lumbanbulbul Balige ditandai dengan berdirinya serumpun pohon kayu ara (hariara)” ini apakah yang di depan Gereja Katolik Balige?

    Salam

    *** Kurang tahu persis ito kapan didirikan. Hariara itu berada sebelah utara kota Balige, lewat tanah lapang Sisingamangaraja. Yang didepan gereja katolik milik marga pardede.

  44. Horas… Maju terus,,, Tobasa,,

    Boado Eddy Manangar Samosir,, unang palalaphu lakkam di parrantoanmi… asa ingot mulak mangallang Dangket dangket dohot naniurai,, asa marmitu hita dohot siHutabarat par Pombensin i ate..

  45. Horas ma dihita sude par Balige. Tung mansai sombu sihol dung sahat to web on. Apalagi dung nijaha angka komentar na masuk, gabe boi taringot iba tu ujui di haposoon. Di tingki SD HKBP 1 Balige taon 1980, SMP RK Balige taon 1983, SMA Neg 1 Balige taon 1986. Alai na so tarlupohan ima angka kedan di tingki SMP dan SMA antara lain lae Bornok Napitupulu (par Mardomu), Budiman Siregar (par Muara) , Maruli Simanjuntak par pintu ni onan, Robet Siagian kapten kes Pelangi, Medi Pardede , anak ni Hampung i, Beni Siahaan, Rustam Siagian, Romadon Siagian Hotman Sinaga , Hotma Siahaan, Desa Na 70, Parlindungan Siahaan, Siti Manullang, Alfrida Purba, Tarsarma Simanjuntak Chandra Siahaan, Welling Siahaan, Juara Siahaan Fernando Sihaan, Robet Tambunan dohot sude naso boi hugoari…… molo di jaha hamu tolong kirim hamu pesan atehe to desman@epps. co .id. Ahu Desman Tobing par boras. tel 0812 834 9854

    Gabe taringot do iba muse tingki “lari sian sikokola mar bilyar di Sakkarnihuta sampe mardalan pat mulak ala habis uang dang adong ongkos mulak he….he….he……

    Apalagi tingki jonok natal mulak hatop alai martuo dohot markiu-kiu di lapangan STM dohot di titi gantung. …Molo monang mangallang mi ni par Agros dohot mar ji sam su atehe songon raja minyak…..

    Molo malam minggu marhallet di Agros sambil menikmati hembusan angin ni taoi…………., sambil makan indomi dohot fanta serunai..atehe …………

    Mulak marhallet pajumpong muse dohot angka dongan di kode ni ito Ramot Silalahi di Siahaan Balige. Marmitu sampe jam 12 malam , asyik………….

    Jadi maulite ma dihamu naparadehaon web on. Sukses ma dihita sude on sude Par Balige na di ranto dohot di huta Horas…………………………

  46. tony siagian, huingot doi mi gomak ni ma Cio dison adong sada lagu namansai tabo:

    Molo marmotor sian Medan, marmotor si gantang sirai
    ikkon boluson do siantar molo lao tu Balige
    bolusonta nang Parapat, topi ni tao toba
    partukkoan ni parmotor na mamolus sian i

    Molo lao hita tu Balige laos mamolus ma dompak Tampahan manganakkohi Soposurung sikkola ku na ujui

    Motor giring-giring, supir na si jagiring
    lao tu siguti, ikkon boluson rumah sakit
    mulak sian i mangallang bakmi ni si bukkuk
    huida ma si loi rohakki marhosing-hosing

    Ollobollo hi..hi…, ollobollo ha . . .ha
    pauba rohami o halak hita
    lisbet siagian, par soposurung

  47. nang pe iba magodang di medan, ale tong do balige di bagas rohakki.salam kenal ma hamu sude akka parbalige ate,nang pe di dia hita saonari tinggal, dang boi ta lupahon balige nauli,molo didokkon halak, huta ni akka jendral besar.ikkon bangga do hita,ngali ni aek siguti,tabo ni mi gomak,dohot tabo ni boras balige.salam kenal.pir ma tondi madingin, horas tondi matogu.

  48. Songon na manambai pandapot ni angka dongan au sian Tampahan tung mansai sombu sihol niroha memereng angka Fhoto on, alai molo adong angka dongan nampunasa Fhoto naasing Mis: Tampahan, dohot Lingkungan Parisngkolaan Soposurung tolong majo di up load tu website on, ai tung masihol do roha laho mamereng i. Ai sai taringot do iba tingki singkola dohot Huta niba, didia iba marhamlet, lari sian sikkola, mardalan pat sian soposurung tu tampahan, mangallang mie gomak ni ma Upa di soposurung dohot gorengna. Niallang tolu nibayar Dua, mangoto – otoi ….he…hee..he..

  49. Toho do tutu angka dongan nga lam jago hubereng kota Balige. Na di tgl 16-18 Pebruari na lewat au ro marsihol-sihol tu Balige, ala adong kesempatan satongkin rapot di Siantar, sebelum mulak tu Thailand husangahon mandulo angka donganku na di Balige, antusi hamu ma molo dung sanga godang tinanda disi gabe sai naeng pajumpang do roha. Jadi husorohon do satongkin kaliling Balige jala nga lam jogi huida. Jalan raya mulai sian simpang Onan Sampang sahat tu Soposurung pe nga lam lambas, bo dohonon 4 jalur ma i. Jala hian hutinggalhon seng dope dibahen di jolo ni balerong Balige i, hape sonari nga jago be ditembok dohot cat na tung mansai bagak. Ninna rohangku dang hata gabus molo didok kota Balige nga lam jago, holan on ninna rohangku soal kebersihan ingkon porlu dope dibenahi, alana angka sampah bertbaran dimana-mana. Maka porlu do disediahon godang tong sampah jala membiasakan diri buang sampah pada tempat yang sudah disediakan. Mauliate tu bagian tata kota pemkab Tobasa. Horas

  50. Horas ma dihita sude par Balige..

    Karena di kantor lagi ngga ada kerjaan, aku iseng2 googling kampung halaman..ngga taunya banyak banget tag viewer yang Aku dapet tentang Balige.

    Aku Simanjuntak dari Parsuratan. Orangtua Aku dari Balige, Oma br. Pardede, lama juga sudah tak pulang ke Balige (8 tahun) akhirnya terobati dengan web ini.

    Desember 2008 lalu Aku sempat ke Balige (tugas kantor) walau hanya 1 malam, tapi itu pun sudah mengobati rasa kangen Aku pada Balige (sempat ketemu Ompu, Tulang, Bou, Abang, dll). Balerong sekarang sudah mulai ada perubahan, lorong2nya sedang semen (agar tidak becek lagi), per lapak sudah mulai dibuatkan rolling door, sudah kemajuan lah!!

    Walaupun ngga sempat keliling2 karena dikejar waktu/kerjaan tapi menurut pendapat Aku Balige sudah lebih baik lah..tinggal dipoles sedikit lagi, supaya jadi barometer pariwisata..Mantap!!

    Maju terus Balige..Horas!

    mail me @
    cheetoz69@gmail.com
    chriz.juntak@gmail.com

  51. Thanks atas penampilan photo siahaan juara monang. saya ini keturunannya yang ke 15. salam dari California.

  52. Memang Balige nga mulai maju be saonari on. Alai tu hamu angka pangaranto unang ma mulak hita tu huta mambahen usaha na so ture, alana hubereng nga tung jorbut be huta ta i. JINKAR TUBI nga meraja lelabe tu sudut dia pe hita laho nga adong disi. Jadi maila do iba mulak mamboan dongan mamereng huta i.

  53. Horas,,,,
    Horasss
    Horassssss….
    molo hu ingot tiki smp ahu,
    gabe masihol ma iba tu tano hatubuan ku
    tano batak,,, sigumpar
    ahu smp budhi dharma balige
    nunga boha nuaeng kabar ni angka dongan dohot guru niba
    molo bpk. Siahaan di budhi dharma dope???
    andingan do jumpang muse???

  54. Horas ma di hamu saluhutna par-Balige……

    Marsisir do imbulungki manjaha surat di blog on……alani angka dongan na malungun jala masihol tu huta hatubuan manang bona pasogit na……Ahu pe malungun do sai naeng tu Balige alani hinaulina jala godang ni siingoton di tingki poso, alai boha ma bahenon di partingkian na so boi dope… Ala i, gabe songon na sombu do huhilala siholhu tu Balige dung manjaha surat na di web on nang pe so tinanda be hamu angka donganku sahuta. Ia ahu par Lumban Dolok jonok tu RS HKBP Balige, na jolo sikola di SD HKBP 3 di Onan Raja lulus taon 1976, mangalanjut ma muse tu SMPN 1 Balige lulus taon 1980 dung i muse STM Negeri Balige lulus taon 1983 Jurusan Listrik jala au nuaeng tinggal di Lampung. Molo adong dope angka donganhu na jolo na mananda au boi do dibereng di facebook. Mauliate ma Lae na menyediakan fasilitas e-mail on gabe sarana komunikasi di saluhut na angka dongan na sian Balige. Sai Tuhanta ma na mandongani hamu. Mauliate….! Horas….

  55. Horas ma dihita sudena.mauliatema amang ala marhite web on gabe taringot iba tuhaulioni huta hatubuan na gabe kebanggan, anggiatma tujoloanon lam tamba angka info sian bona pasogit na boi botoon sian web on marhite angka dongan .mauliate

  56. mansai bagak tutu balige i.tao toba nauli na mandukung haulionnai.mambaen iba sai hoalanna masihol naeng mulak tu huta hatubuan,huta hagodangan ,ima balige nauli i.di si do iba tubu,magodang ,marsikkola sian sd sahat rodi sma.mansai godang kenangan di balige.marlange di tao toba,molo mulak sikkola rame rame tuat sian sopo surung.adong mardalan(tu akka parkosan na di sangkar nihuta),marmotor ,tu angka na luatna dao(pardede,pasar,tampubolon sahat rodi parporsea).ULINA I TAHE MOLO NIINGOT I SUDE

  57. Oh Balige indah nian Engkau Balige ibukota Kab Tobasa. Dari bukit Sipintupintu di Selatan sampai bukit Motung disebelah utara terhampar tanah, Alam yang indah tak ada duanya diseantero Dunia Oooh Ciptaan TUHAN .Datarantinggi, Gunung, Bukit, Lembah, Danau, Teluk, Semenanjung, Sungai besar, sungai kecil, taliair.bondar, Hauma,ikan jahir. Disanalah Kota Balige itu bertahta Ibukota Kab Tobasa. Kota Religeus, Kota Budaya KOta Pelajar, Kota Perjuangan Kota Wisata. kota religus terkait dgn Nommensen, kota budaya, terkait dgn Singamangaraja Balairung, kota pelajar, terkait dgn Soposurung, memprduksi para Jenderal Intelektual, Konglomerat . Kota yang disebut Baligeraja perjuangan melawan Penjajah, oleh Sisingamangaraja oleh Pejuang2 Tentara RI KOta itu digempur Tentara Belanda dgn pesawat Mustang dari udara dan Kapal2 dari danau pada waktu itu tgl 22 Desember 1948 Untuk menikmati keindahannya silahkan naik ke Doloktolong dan ke Hutaginjang yang dapat ditempuh dgn segalabentuk kendaraan Oooh Baligeku, penuh menjimpan kenangan dari banyak orang yang mencintaimu HORAS BALIGE

  58. Horas ma di hita sude na di FB on , maju terus Balige hatubuanku di Tambunan, Percayalah saudaraku semuanya bahwa Tuhan Yesus Memberkati Balige,dulu,sekarang,dan selamanya……marilah kita takut akan Tuhan…ai ido mulani HAPISTARAN Gani Sitinjak alumni STM Negeri Balige lulusan 96 Jurusan Listrik Pemakaian sekarang tinggal di Cikarang Bekasi HP 081315020240

  59. pertempuran Balige hari itu tgl 22 desember thn 1948 tepet hari rabu pagi2 jam 5 kedengaran suara agak bising menderu saya terbangun membuka pintu belakang rumah memandang kedanau TOBA [ Rumah kami dipinggir jalan besar dilereng Doloktolong ) saya melihat benyak kapal dan prahu dengan cahaya lampu bagaikan bintang2 kecil memenuhi danau , kapal dan perahu itu mendekati kota Balige sepertinya datangnya dari arah Prapat .saya asik melihat dari teras rumah serta sedikit takut apa gerangan yg akan terjadi hari mulai terang pagi,tiba2 kira2 jam 6 kedengaran suara menderu ternyata suara itu suara Pesawat terbang pesawat Mustang banyaknya 3 (tiga) menderuderu mengelilingi kota Balige, seisi rumah bangun kebingungan apa yang akan terjadi sementaraitu pesawat mustang mulai menjatuhkan Bom jelas terlihat dari rumah saya satu didekat pelabuhan satu di kota satu dekat rumah sakit dan ditempat tempat lain ternya besoknya yang diketahui satu jatuh ditangsi polisi satu jatuh dekat rumah sakit ada tangsi tentara dan satu jatuh didekat bioskop maju sementara pemboman terjadi pasukan belanda masuk dari pelabuhan sekalian dgn kendaraan jeep dan peralatan tempur Kota Balige kacau suara senjjata sahut2an dimana suara letusan dan bom selenjutnya ..(bersambung)

  60. pagi itu juga pasukan Belanda menuju kota Tarutung dengan 12 kenderaan jeep penuh pasukan diiringi 3 pesawat mustang dari udara ditengah jalan antara Balige dan Tarutung bertemu pasukan tentara Ri terjadi pertepuran yang tdk seimbang karena pasukan Belanda dengan perjenjataan yg lengkap ditambah pasukan udara banyak tentara Ri yg gugur , didekat gereja Tampahan ada 6orang yg terkapar ditengah sawah yg tartembak dari pesawat Mustang salah satu menyebut namanya sebelum menghembuskan nafas bahwa ia bernama Pohan Silalahi sempat diberi minum oleh anak2 Pendeta Panggabean sementar dikuburkan disekitar itu kemudian setelah penyerahan kedaulatan dipindahkan ke Taman makam Pahlawan Di Soposurung Balige. banyak tentara kita gugur sepanjang jalan Balige sampai pintu2 .pada siang hari seorang tentara pasukan kita berlari kerumah penulis meminta kepada bapa saya agar dia diakui sebagai anak membawa senjata panjang karben kemudian senjata itu dipreteli dimasukkan kedalam goni bercampur dengan kapas /hapas bantal kemudian dia pergi .Satu ketika Pasukan Belanda datang menggeledah rumah kami sebelum belanda masuk harbangan bapak saya berlari kesawah pura2 mencangkul kemudian si belanda memanggil disuruh duduk didepannya karena orang tua saya langsung berdoa maka disuruh kembali kesawah ,sementara yg lain masih memeriksa didalam rumah ibu saya agak ketakutan mengingat ada senjata diatas tetapi ibu saya tdk kehabisan akal kebetulan di dapur ada setandan pisang sedang matang tergantung c epat2 ibu saya mempersilahkan makan pisang habis semuanya sehingga si belanda tdk lagi menggeledah keloteng kemudian pergi Selamat karena Doa dan pisang untuk diketahui tentara belanda itu banyak orang Ambon. Horas Balige kota Pejuang..

  61. Bah,…..Hutaku do hape…
    Masihol au Bah mangida angka dongan alumni 09 SMANSA, A boha kabar!!!!!
    I miss u all!!!
    HORAS!!!

  62. unttuk membangun kota Balige menjadi indah caranya mereklamasi pinggir danau Toba dari mulai lbn Bulbul sampai ke lumban Silintong dimbun tanah dan batu diangkat melalui darat dan melalui pantai ,banyak batu dan tanah dari bukit Pagoda yaitu bukit dekat lumban silintong bila perlu dari bukit sipalehutu di tampahan 50 m pantai ditimbun. memeang ini proyek besar di eurvey dulu dari sisi dampak lingkungan bila perlu bukit sipalehutu diratakan tanahnya dindahkan menimbun pelabuhan baligeagak ketengah. datangkan ahli2 .

  63. Ahu par Balige do tinggal di Pontianak. SD najolo di SD Negeri No, 5 (1979), SMp Negeri 2 (1982), SMA negeri 4 Medan (1985). Ibu saya M. Manurung (alm) bekas Kepala Sekolah SD Negeri No. 5. Saya sangat prihatin dengan perkembangan Balige yang maaf kalau boleh dikatakan jalan ditempat. Tidak ada perubahan yang signifikan setelah menjadi Kabupaten Tobasa. Mari para rekan-rekan berikan pemikiran agar kampung kita lebih maju lagi. Saran saya kepada Bupati baru terpilih tingkatkan kompetensi SDM aparatur yang ada. Sekolahkan para S1 Pertanian dan Peternakan yang ada di Pemda Tobasa kejenjang yang lebih tinggi, karena andalan Kabupaten Tobasa adalah sektor pertanian dan peternakan. Sektor jasa pariwisata perlu di ditingakatkan dengan promosi. Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri utk promosi (hanya membuang diut/pemborosan anggaran). Cukup kerja sama dengan pihak pernerbanagan dengan memasukkan pamplet pada magazine box di pesawat utk dibagikan atau dengan memasukkan berita ke bulletin penerbangan yang terbit setiap bulan. cara ini sangat efektif untuk sarana promosi, tentunya dengan gambar yang baik serta memaparkan tempat-tempat wisata, sarana/prasarana, jarak tempuh dari Medan, jenis angkutan yang tersedia. Yang tak kalah penting sosialisasi kepada masyarakat mengenai budaya barat agar para wisatawan bisa nyaman menikmati liburannya tanpa mendapat cemoohan dari masyarakat terutama sekitar tepi pantai. Sikap mental aparat juga harus dibenahi (jangan nongkrong di warung kopi pada saat jam kerja). Saya memang jarang pulang ke Balige, tetapi saya selalu mengikuti perkembangannya lewat internet, semoga balige semakin maju dan berkembang. Horas. Untuk informasi saya bekerja di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di Sekretariat Daerah sbg Ka. Subbid Kelembagaan Dinas Daerah dan Sekretariat DPRD dan sebelumnya 14 tahun bekerja di Badan Diklat Provinsi Kalimantan Barat dari januari 1995 s/d Agustus 2009 mulai dari staf sampai beberapa kali menduduki jabatan kasi dan kasubbid pada Bidang Struktural, Pengkajian dan Pengembangan, Pengembangan Kediklatan dan Kewidyaiswaraan. Mungkin ada diantara rekan-rekan yang pernah satu sekolah atau sepermainan dengan saya jika ingin menghubungi saya di HP. 0811576119.

  64. Amang tahe, Balige na uli on, sai masihol iba naeng mulak nian, hape si humisik na so ada ma mambaen sukkot akka na pinarsitta ni roha. Tu hamu akka dongan, molo dung pansiun be hamu di tano pangarattoan muna be, boa nian asa mulak hita tu hutanta be, unang kosong huta i, gabe dibuat akka halak sileban? Ianggo akka na poso saonari on sai naeng mangaratto do, dang boi tarambati hita i, ta doppon roha ate. Hitabe ma, dung matua marmulakan ma hita.
    Boa satolop do hamu di si, akka raja nami?

    @ Lae Tiopan, alang-alang huingot goarmu, ahu pe alumni SD 5 do (1971-1976), Hu ingot tutu guruku tiki i Ibu Manurung, alai dang kepsek dope, guruku di kalas 5 do. Ibu Hutauruk do kepsek tikki tamat au. Molo dang salah au, Pak AW Siahaan (guruku di SMP 1 Balige) do tahe bapa? Sattabi ba, molo sala. Horas

  65. Ketika saya berkunjung ke Perovinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 26 juli yang lalu bertepatan dengan pameran paririwisata Sumatera Serumpun Sebiduk, saya sempatkan meninjau stand Pemprovsu. Salut buat Dinas pariwisata Pemprovsu dlm mempromsoikan tujuan wisata di daerahnya. Memang belum semua daerah tujuan wisata yang dipromosikan. Mungkin yang lebih mudah diajngkau dahulu. Saya banyak berdiskusi dengan penjaga stand dimaksud dan bertukar fikiran menganai cara memajukan pariwisata di Sumut. Mudah-mudahan kejayaan pariwisata Sumut khususnay Parapat/Danau Toba Tahun 80 an dapat kembali. Sukses untuk Pemprovsu berserta sewluruh Pemkab/Kotanya.

    Lae Hans P Tan trims atas pertanyaannya. Saya tamat SD 5 th, 1979 ibu saya kepsek dr th 1986. Ayah saya dahulunya Polisi dan pensiaun th 1990. kami dulu tinggal di asrama polisi.

  66. Kalau tda salah penjual sate (Si Buyung) yang di depan balirung itu adalah generasi dari Pak Pono (marga Sikumbang). Kalau itu benar saya satu kelas dengan anaknya ketika SD namanya Hendri Sikumbang. Mungkin saat ini beliaulah atau adiknya yang mewarisi usaha orang tuanya ini. Ketika saya SD thn 72-79 orang tuanya mangkal di warung kopi di samping PLN Balige yang anaknya benama Belman. Biasanya guru-guru SD 5 suka pesan lontongnya pada hari-hari tertentu. Memang betul ketika saya pulang ke Balige dr Pontianak thn 2004 saya sempat makan ini lontong memang rasanya masih sama dengan 38 tahun yang lalu.

  67. horas balige…………………………..
    tuhan……… mudah2an marokap au dohot par balige. alnya ku suka dengan keadaan kotanya yg sejukkkkkkkk. tlg dengar doa ku y tuhan

  68. Horas tano balige…………………..

    saya bangga jadi anak balige, selain ramah tamahnya juga dengan keindahan kotanya.
    tp saya ingin pihak pemda mengadakan pembersihan kota seperti dulu.

    Horasssssssssssss!!!!!!!!!!!!!!!!11

  69. horas,,,,,,,,,,,sombu poang sihol amang mangida fotoi ba.mudah-mudahan ma sai lam tumajuna.nangpe sodisi hutaniba alai masihol iba ala sikkola disi.horas ma mue tuakka dongan seangkatan sian stm neg. balige lulusan 96.khusus buat jurusan gambar tehnik,malungun au naeng pajuppa.panjang umur buat guru-guru,TUHAN MEMBERKATI. MAULIATE.(PAHALA SIANTURI.082195265777/02123586335)

  70. Balige perlu menata diri lewat budaya Batak yang dilaksanakan di Balige. Identitas ke-Batak-an yang dimiliki masyarakat Balige tidak boleh di gerus, dikikis oleh budaya lain yang masuk ke Balige. Jika pun ada budaya lain, biarlah itu memperkaya, tapi budaya Batak ‘ala’ Balige sebaiknya jangan pernah hilang. Kecintaan akan identitas budaya inilah kekayaan terbesar Balige dulu, dan semoga itu bertahan hingga ke masa yang akan datang.

    Saya yakin, Balige yang pernah dikenang sebagai kota Pendidikan di Sumatera, akan mampu bangkit jika masyarakatnya hidup dalam kesatuhatian dalam kasih yang saling membangun. Tinggalkan ‘HOTEL’ (Hosom Teal Elat Late), Bangun Agama Laksanakan Iman Galang Ekonomi (BALIGE).

    Majulah Balige sebagai pusat peradaban Batak, yang berlandaskan Cinta Kasih.

  71. aq penGen X lah ke balige

    seUmur-umur aq lom pernah ke cna
    mudah mudahn ditahun ini aq kn kcna tuk ngeliat tanah oppungqu

  72. Memang Balige ini lain dari yang lain,holan goarna do kecamatan (na jolo andorang so kab.) alai anggo manusiana sai hira par metropolitan do gayana,apalagi huta Soposurung. Yang alumni dari sana patut berbangga krn dimanapun berkarya tetap masuk dalam hitungan. Alai ikkon adong ma nian sumbangsih ate asa tarida angka na botul-botul masihol mamereng kemajuan ni Balige i, asa unang holan jalan di tempat. Sahat ma tabe sian jahir-jahir,,si jeimin yg setia mangido hepeng,,

  73. horas dihita saluhutna
    Au tamatan tahun 1999 STM NEG BALIGE jurusan Automotive
    dIpabotohon tuangka dongan, nungga masihol au tuhamu dongan sasingkolakku,
    Ndang boi hita pajumpang nanggo apala mangkatai.
    No telp:081260968113

  74. syalom,
    sahat-sahat ni solu ma
    sai sahat ma tu bontean,
    sai sahat ma nian huta balige
    asa sahat ikkon marsiurupan,

    adong hea hujaha di terminal balige, hurang lobi songon on :
    BALIGE => “Bersih Aman Lancar Indah Gemarlap dan Etis”
    aha do lapatanni i, jala adong do realisasina??

    ayolah Kota Balige, para Pemuda Balige, nyatakan kepedulianmu,
    wujudkan apa yang kau dapat di bangku sekolah dengan “TINDAKAN”

    molo ni ida di foto i, semberaut dope hutatta i, masih jauh dari bersih
    aman lancar gemerlap dan etis.
    minimal “jangan buang sampah sembarangan”
    jolo sian pudi asa tu jolo dungi tu alaman ( kita mulai dari hal yang kecil )

    songoni dohot tu pejabat pemerintahan, “buka mata” dan “buka hati”
    ni pangido dohot tu angka natua-tua nami, untuk memberi dorongan dan motivasi..

    yang lebih pnting banyak berdoa.. amin*

  75. Bagi Pemerintah Pemkab Tobasa menurut saya yang diperlukan saat ini oleh Bupati Baru adalah memetakan SDA dan SDM. Agar dalam pembangunan daerah bisa sinkron. Petakan dahulu SDA, misalnya potensi pertanian, peternakan bahan tambang dll. Lalu tingkatkan kualitas SDM utk menunjang pengelolaan SDA yng ada. Setahu saya banyak potensi SDA di Tobasa yang bisa dikembangkan teruyama pertanian, perkebunan dan perikanan, dan yang tak kalah penting adalah sektor wisata. Lumban Silintong dapat dijual menjadi objek wisata yang tidak kalah menari dari tempat wisata lain di Indonesia. kembangkan kualitas SDM dengan meningkatkan mutu pendidikan PNS sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Sya masih ingat dahulu tanaman kacang tanah sempat jaya di Balige beserta bawang mera. Mari melalui Dinas Pertanian kembalikan kejayaan kedua komoditi tersebut.

  76. Terakhir aku pulang ke Balige Tgl 7 Desember 2011 yang lalu. Saya belum melihat perubahan yang berarti sejak Balige jadi Kabupaten. hari-hari sama seperti pada saat saya masih SMP/SMA. Perubahan bukan hanya dari fisik saja (pembangunan sarana perkantoran) tetapi juga harus dilakukan dari segi kebiasaan/budaya penduduk. Saya melihat kebiasaan lama masih berlangsung. Pemkab Tobasa harus membuat terobosan untuk kemajuan Balige terutama pada sektor pariwisata/perkebunan/pertanian/perikananan dll. Dukungan masyarakat sangat dibtuhkan dalam pencapaian program kerja pemerintah daerah. Selama beberapa hari di Balige sy lihat masih sebatas hari Jumat saat pekan perekonomian menggeliat secara nyata. Hari-hari biasa nyaris sepi terkecuali di pasar (onan). Saya yakin pemerintah Tobasa bersama masyarakat akan mampu membangun Balige dengan baik, asal masyarakat mengawasi pelaksanaan pembangunan dan menjadi subjek pembangunan itu sendiri.

  77. Godang do sebenarna akka dongan na boi ikut serta laho membangun kota Balige alai mungkin terlalu sibuk dipangarantoannna be jadi hurang di parrohahon huta parsikkolaannai. Sai anngiatma lam tu majuna Kota Balige Hagodanganhu. HORAS HORAS HORAS!!!!

  78. Kita memiliki keinginan agar kampung kita maju. Tetapi apabila kita baca situs Balige yang muncul kebanyakan pejabatnya korupsi mulai dari level Bupati hingga kepala bagian. Hal ini sangat miris apabila kita kaitkan dengan capaian kemajuan yang dicapai setelah Balige menjai ibu kota Kabupaten Tobasa (Toba Mas Nantinya). Kita berharap agar APBDnya ddipergunakan untuk kemakmuran rakyat juga pegawainya. Proses pembangunan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi apabila ada Good Will dari seluruh aparat dan masyarakat sebagai pendukung program pemerintah, maka akan tercapai apa yang iinginkan. Bangunlah infrastruktur yang mendukung pengembangan perekonomian rakyat. Petakan potensi alam, tata sumberdaya aparatur sesuai dengan potensi alam. balige memiliki potensi pariwisata yang cukup baik. Hal ini juga telah didukung adanya Bandara di Silangit. Promosikanlah tempat wisata, akomodasi dan kuliner dengan baik. Saya sebagai anak asli Balige sangat bangga apabila kota ini dapat berkembang dengan pesat, tiak hanya mengandalkan DAU dan DAK serta sumbangan PT. Inalum. Lakukan inovasi dalam menggali PAD. lakukan event-event yang baik untuk menarik wisatawan dengan promosi yang baik dilakukan dengan pihak ketiga. Misalnya dengan biro-biro perjalanan di Medan/jakarta serta dengan pihak penerbangan. Setahu saya setiap penerbangan memiliki majalah yang terbit setiap bulan dan banyak daerah memasukkan potensi wisatanya dengan lengkap (Gambar, transportasi, akomodasi, kuliner dll). Semoga Balige semakin jaya untuk masa-masa yang akan datang.

  79. balige nauli,, masihol naeng mulak mandulo ho … alai dang tarbahen,, alani parkarejoan,, biasana molo natal dohot tahun baru,, tung mansai rame jala sonang roha.. masihol mambege soara ni giring2 ni gereja..

    Hilda
    Batam

  80. Balige, huta hatubuan damang dainang, cepat berkembang dan pembangunan lancar, masyrakatnya heterogen, semoga mempunyai pemimpin seperti Jokowi – Ahok ala batak.

  81. Balerong 1 diseberangnai disima tinggalhu sampe SMA th 63 dungi mangaranto ma torus. Masihol iba ala Bona Pasogit niba. Nang pe kotor. Di hatiha I marserak do te ni babi da bo sampe nma masuk tentara pusat bvatalion Silliwangi. Horasma sharing foto ya

  82. saya kelahiran Balige dan meski tidak berdarah batak namun balige adalah tanah kelahiranku orang tuaku usahanya saat ini banyak orang balige membelinya … nah pada saat natal pastilah orang yang perantau pulkam dan memburu sate pak buyung. usaha ini sekarang adikku yang meneruskannya . balige memang tak habis kata untuk diceritakan.

  83. Saya setiap pulang ke Balige selalu makan sate si buyung. Salah satu aggota keluarga itu teman satu kelaas dengan saya di SD N 5 balige. Baliau adalah Henry Sikumbang. Rasa satenta tidak berubah mulai saya kenal tahun 70 an.

  84. Selamat bagi Bupati/Wakil Buapti terpilih. Wujudkan janji kampanye politiknya. Pertanggungjawabkan setipa rupian uang rakyat untuk pembangunan. Petakan SDA poetnsial yang dapat menunjang PAD. Tingkatkan kualitas SDM serta mentalitasnya. Saya sangat miris dua Bupati terakhir harus memanngung malu akibat perbuatannya (Korupsi). Mari kita bangun Balige secara bersama. Kunjungi rakyat dan dengarkan keluhan mereka. Bangun infrastruktur untuk menunjang perekonomian. Manfaatkan lahan tidur untuk usaha seperti kayu jati, sengon dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s