ULOS MESA

Ulos dengan tenun mesin serta motif gatip yang dicetak sablon ini sungguh spektakuler dari pandangan kreatifitas modern.

tenun-mesin-dan-sablon_02.jpg tenun-mesin-dan-sablon_01.jpg

PARTUNGKOAN menyebut ulos ini ULOS MESA (MEsin dan SAblon). Moderator menerima dari seorang pedagang ulos berusia muda dan menyatakan cinta dengan kreasi tradisional ulos batak. Ketika seorang distributor ulos mengedarkan ulos itu padanya, dia terkejut dan enggan menjual dan memberikan untuk menjadi pengamatan para tokoh pencinta budaya khususnya seni ulos batak

Awam ulos, ingin ulos asli harus hatihati karena sepintas tidak mudah mengenali Ulos Asli dengan MESA.

Para penenun tradisional menganggap para kapitalis telah memasuki area mereka dan merupakan ancaman kehidupan petenun tradisional.

Raja Bilher Marpaung, menanggapi ini suatu pelesetan nilai seni tenun dan menghilangkan kepandaian “manggatip”.
Hal seperti ini sebaiknya dilakukan untuk bahan kain hiasan, sarung modern dan asesori yang banyak diminati suku lain yang bukan untuk pakaian adat.

Bagaimana pendapat anda?

Tautan :

Ulos Produk Eksotik
Proses Pembuatan Ulos
Sopo dohot Ulos
Perajin Ulos
Baliga Ditangan Pria
Ulos batau Untuk Sultan Jogya
Songket Batak Tandingi Songket Palembang
Tenun Ulos ATBM
Mengenal Ulos Batak

24 thoughts on “ULOS MESA

  1. BatakNews berkata:

    aku sih kurang paham soal ulos ini.
    sebab itu aku mau nanya moderator partungkoan — yang tentunya lebih memahami soal adat batak — apakah pejabat-pejabat daerah ikut aktif melestarikan ulos asli tenunan tangan? soalnya aku sering melihat pejabat memberikan souvenir kepada tamunya berupa ulos; apakah itu ulos “mesa” juga?
    mauliate.

    *** Rap ma hita manungkun angka pejabat i lae. Hita masyarakat batak pe ingkon adong do komitmen masing-masing asa lestari seni budayanta. Horas.

  2. Robert Manurung berkata:

    Siapa sanggup memutar mundur roda zaman? Come on, istilah melestarikan itu konotasinya kan negatif. Peradaban selalu bergerak maju. Seni budaya yang ditinggalkan pendukungnya pasti mati. Makanya unsur-unsur budaya macam ulos, jangan dilestarikan, tapi KEMBANGKAN!

  3. saya sih kurang paham masalah ulaos karena terus terang saja saya belum pernah memakai ulos. Oleh karena itu saya mo tanya ulos yang terbuat dari apa yang bagus dan motif-motif apa saja yang ada di ulos?

  4. syafei lubis berkata:

    Biarkan saja Ulos MESA beredar dipasaran, biarkan hukum alam yang akan menilai mana yang terbaik, kalau menurut pendapat saya pasti yang terbaik adalah hasil tenunan tradisional karena keasliannya. ulos MESA sebaiknya untuk sarung dan rompi, topi.

  5. Anita berkata:

    Saya tertarik sekali dengan kerajinan kain dari seluruh Indonesia, salah satunya dengan ulos, kalau boleh tahu apa nama desa tempat para pengrajin ulos selain di pulau Samosir? tapi masih di Sumatera utara? Terimakasih

    *** Desa Meat Kecamatan Tampahan Tobasa, Panamean, Silamosik, Pintubatu Tobasa. Tarutung Taput

  6. yuyun berkata:

    mau tanya ulos mesa dgn tenun mesin dan sablon dapat diperoleh dimana dan bagaimana dapat melihat.

    terimakasih

    yuyun

    **** Di pedagang ulos, lihat saja bedanya dengan tenun ikat dengan cat

  7. Rondang br Siallagan berkata:

    Saya ada banyak ulos..Ulos pemberian sewaktu penganten…saya bawa semua …(sebagian sudah saya beri ke teman2 suami)tapi kalau dari keluarga, tulang,Amanguda..saudara2 terdekat masih saya simpan,saya tidak tahu semua nama Ulos2 tersebut.
    Kecuali Ulos Sadum, Ragi Hotang, Ragi Hidup….dimana saya boleh mendapatkan informasi Nama2 Ulos dan gambarnya. .
    Seperti apa motif/gambar Ulos Mesa? Terimakasih.

    Rondang

  8. ade sihotang berkata:

    horasssssssss………horasssssss tano batak.

    ito aku pengen nanya disini tidak menceritakan tentang sejarhnya marga sihotang ya solnya aku pengen tau saja dan 1 lg tentang sejarahnya danau toba yg konkret nya ky pa?
    sebernya aku ud tau tp aku pnge yg lebih konkret.

    makasi ya ito.gbu ^_^

    *** Sebaiknya kirimkan dulu kisah yang ito tau, kita posting disini. Dari komentar pembaca nanti kita tau kira-kira yang mana kisah yang lebih komplet. Setuju ?

  9. Humbang Hasundutan berkata:

    Lae Robert Manurung, bukankah pengertian dari dilestarikan itu bisa berarti eksistensinya dipertahankan/jangan sampai hilang?

  10. Ferry Simatupang berkata:

    Horas bangso batak.
    Kebetulan au panjual ulos do, jadi mananggapi ulos mesa menuruthu dang adong pola keistimewaanna selain maniru motif ni ulos.
    Akka dongan nalao manuor ulos tonunan tangan dohot mesa adong do di hita sms 06177331503

  11. zulka berkata:

    Ulos Batak Mampu Disejajarkan dengan Songket Palembang

    Ulos dan songket Batak masih belum banyak diperkenalkan dalam dunia fashion. Padahal ulos Batak merupakan warisan budaya Batak. Jika ulos ini punah dan tidak ada lagi yang memproduksinya, maka Batak akan kehilangan ulos sebagai salah satu warisan nenek moyangnya.

    Umumnya, di daerah-daerah sentra produksi, hanya memproduksi ulos yang biasa digunakan untuk keperluan adat. Di antaranya, sadum, ragi idup dan ragi bolean. Jenis ulos lainnya, tidak lagi ditenun. Karena, kurang laku di pasarkan. …………..

  12. wita purba berkata:

    aku mau tahu nih, sebagai generasi muda pasti kan masih perlu banyak belajar nih soal warisan leluhur, seperti ulos, apakah ulos itu ada nama2 nya, lalu bagaimana sih membedakan antara ulos yang biasa2 aja sampe yang luar biasa (kalo ada) mungkin moderator pengurus ada yang bisa bantu menjawab.
    mauleate.

  13. yayan sianipar berkata:

    kita hrs mwnghargai budaya batak salah satunya dgn membeli ulos batak hasil tenunan tangan asli,sangat disayangkan bila suatu waktu ulos dikuasai pemodal yg bukan org batak tp oleh pengusaha yg hanya memikirkan untung tanpa peduli akan keaslian barang atupun budaya batak….horas

  14. kenapa ada ulos mesa……….karena ada permintaan.!!!!!! siapa pemakai ulos ini …..ya orang batak sendiri…..!!!! kenapa karena???? melaksanakan adat biayanya tinggi……bayangkan kalau 1 minggu satu adat ???? padahal kemampuan petani dikampung saya…..hanya cukup makan……….

  15. b.Parningotan berkata:

    @botharpudhi, orang Batak sangat toleran dalam melaksanakan adat, jadi adat dengan cara komplleks damewah dapat disederhanakan utuk orang yang kurang berada; sebagai contuoh ulaon adat perkawinan untuk yang kurang mampu …. ULAON MANURUN….
    demikan juga halnya dengan pemakain ulos dan sebagainya, halak hita sangat toleransi.
    horas

  16. murni sihaloho berkata:

    saya ingin sekali tahu dan mengerti pembuatan ulos,<dan saya ingin menjdi pengusaha ulos<<<ada yg tau gmn cranya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s