KEBUDAYAN BATAK DIANTARA PUTIK YANG BERKEMBANG

Ir. Sahala Simanjuntak

Arti Kebudayaan Batak

Yang diamksud dengan kebudayaan Batak yaitu seluruh nilai-nilai kehidupan suku bangsa Batak diwaktu-waktu mendatang merupakan penerusan dari nilai kehidupan lampau dan menjadi faktor penentu sebagai identitasnya.
Refleksi dari nilai-nilai kehidupan tersebut menjadi suatu cirri yang khas bagi suku bangsa Batak yakni : Keyakinan dan kepercayaan bahwa ada Maha Pencipta sebagai Tuhan yang menciptakan alam semesta beserta segala sesuatu isinya, termasuk langit dan bumi.

Untuk mewujudkan keseimbangan dalam menjalankan nilai-nilai kehidupan sebagai mahluk sosial yang selalu berinteraksi antara satu dengan yang lainnya, Tuhan Maha Pencipta sebagai titik orientasi sipritualnya, alam lingkungan sebagai objek integritasnya suku bangsa Batak telah dinaungi Patik. Patik berfungsi sebagai batasan tatanan kehidupan untuk mencapai nilai-nilai kebenaran. Patik ditandai dengan kata Unang, Tongka, Sotung, Dang Jadi.
Sebagai akibat dari penyimpangan tatanan kehidupan yang dimaksud dibuatlah Uhum atau Hukum. Uhum/Hukum ditandai oleh kata; Aut, Duru, Sala, Baliksa, Hinorhon, Laos, Dando, Tolon, Bura dsb.

Didalam menjalankan kehidupan suku bangsa Batak terutama interaksi antara sesama manusia dibuatlah nilai-nilai antara sesama, etika maupun estetika yang dinamai Adat.
Suku bangsa Batak mempunyai system kekerabatan yang dikenal dan hidup hingga kini yakni Partuturon.
Peringatan untuk tidak melanggar Patik itu ditegaskan dengan kata Sotung. Dan mengharamkan segala aturan untuk dilanggar dikatakan dengan kata Subang.

Makna Kebudayaan Batak

Tata nilai kehidupan suku Batak di dalam proses pengembangannya merupakan pengolahan tingkat daya dan perkebangan daya dalam satu sistem komunikasi meliputi :

a. Sikap Mental (Hadirion)
· Sikap mental ini tercermin dari pepatah : babiat di harbangan, gompul di alaman.
· Anak sipajoloon nara tu jolo.

b. Nilai Kehidupan (Ruhut-ruhut Ni Parngoluon)
Pantun marpangkuling bangko ni anak na bisuk. Donda marpangalaho bangkoni boru na uli. (pantun hangoluan tois hamagoan).

Cara Berpikir (Paningaon)

Raja di jolo sipatudu dalan hangoluan.
Raja di tonga pangahut pangatua, pangimpal, pangimbalo (pemersatu).
Raja di pudi siapul natangis sielek na mardandi

Cara Bekerja (Parulan)

Mangula sibahen namangan
Maragat bahen siinumon

Logika (Ruhut, Raska, Risa)

Aut so ugari boru Napitupulu na tumubuhon au, dang martulang au tu Napitupulu

Etika (Paradaton)

Tinintip sanggar bahen huru-huruan
Nisungkun marga asa binoto partuturon

Estetika (panimbangion)

Hatian sora monggal ninggala sibola tali

Rangkuman

Pandangan Umum.

Budaya berasal dari bahasa sanskerta yaitu Budhayah bentuk jamak dari budi dan akal. Sedangkan kata budaya ialah perkembangan majemuk dari budidaya yang berarti daya dan budi.
Hakekat budaya adalah hasil daya dari budi berupa Cipta, Karsa, Rasa.
Defenisi kebudaytaan adalah sejumlah kepandaian dan pengalaman-pengalaman generasi-generasi angkatan manusia, yang telah dipelajarkan pada tiap-tiap generasi baru dan yang tersusun dalam masyarakat.
Salah satu aspek kebudayaan adalah ADAT. Adat ialah segala sesuatu kebiasaan-kebiasaan generasi-generasi angkatan manusia, yang telah dipelajarkan pada tiap-tiap generasi baru; telah tersusun rapi dalam masyarakat dan dibatasi oleh norma-norma tertentu.

Pandangan Khusus

Pemahaman suku bangsa Batak tentang mikro kosmos dan makro kosmos dimana hubungan manusia Batak dengan Tuhannya, hubungan manusia Batak dengan manusia lainnya, manusia Batak dengan alam lingkungannya selalu di batasi oleh patik dan uhum.
Itu berarti tatanan kehidupan suku Batak dari dulu hingga sekarang ini telah diatur oleh suatau sistem yaitu Budaya, dalam bahasa Batak lebih diartikan sebagai UGARI.

LOGIKA

Budaya Batak mencerminkan nilai-nilai peradaban yang tinggi sehingga suku bangsa Batak mengakui Tuhan Maha Pencipta sebagai orientasi spritualnya.
Suku bangsa yang tidak mempunyai budaya adalah suku bangsa yang tidak mengenal Tuhan dan disebut biadab.

Bookmark and Share

Tautan :
Piso Solam Debata
Sangkamadeha
Makna Ragam Hias Ruma batak
NILAI FILOSOFI RUMAH ADAT BATAK
Ruma Gorga

21 thoughts on “KEBUDAYAN BATAK DIANTARA PUTIK YANG BERKEMBANG

  1. angel manis berkata:

    kurang panjang nih,,, jadi kapan kapan kalo ada tugas tinggal nyalin aza. tapi udah bagus banget sih.. mendalami banget

  2. tanobatak berkata:

    @angel manis
    pantau aja terus mana tau ada yang dibutuhkan.

    @ Ama ni padot

    sai adong do i muse lae, ai godang dope na naeng sisigatonta di budayanta i… horas

  3. Sahala Simanjuntak berkata:

    @ angel manis
    Ini adalah permulaan untuk mengetahui bahwa saya Sahala Simanjuntak keturunan Siraja batak. Seterusnya akan ada sambungannya tentang Siraja Batak dari sudut pandangnya membawa turunannya ke peradaban.

    @ ama ni padot
    Molo dos roha ni hita halak Batak i patuduhon haulion ni habatahonta, pos roha ni lae sai na adongdo muse angka dongan manguhal angka parbinotoan batak i.
    Alai molo sai adong do na sai paroahon batak i, ba olo do maol hita patuduhon hadirionta.

    Horas ma di angka dongan, songon i nang moderator Partungkoan on.

  4. Silvia Hutagalung berkata:

    Horas,
    Sebagai seorang keturunan dari suku batak yang lahir dan besar di jakarta, saya sama sekali buta tentang kebudayaan batak terlebih orang tua saya juga tidak mengerti tentang kebudayaan batak. Untuk itu, saya minta tolong kepada pengurus website ini atau siapapun yang berkenan untuk memberitahukan saya hubungan antara hutagalung dengan hasibuan, karena saya sangat memerlukan informasi ini. Terima kasih atas perhatiannya.

    *** Sebaiknya ada dari marga Hutagalung dan Hasibuan yang sudi menjawab pertanyaan Silvia, Terima kasih.

  5. ria berkata:

    apa aja sih kebiasaan dan pantangan makanan org batak?
    trus, persepsi tentang sehat sakit menurut org batak seperti apa?
    tlg jawab y, aq disuruh bwt tugas!!

  6. Musrizal Maszdi berkata:

    Saya tidak ingin membahas materi yang dibicarakan, tetapi ingin tau Apakah Sahala Simanjuntak ex SMU 9, Jakarta.

    Kalau iya, saya ingin bertemu teman lama sama2 di SMA dulu, Tks

    *** Beliau SMU di Jokyakarta

  7. Sastra Damanik berkata:

    Horas bah hu Tulang/Nantulang,Amangboru/Namboru,Lae sude na adong di si….

    Aku bere kalian yang kuliah di jogja.
    disini aq bere/paraman kalian lagi mau buat tugas kuliah laporan tentang adat kita. terutama tentang apa itu namanya,mmm…semacam kata-kata bijak dari suku kita kaya’ umpasa2 gitu. ada sih q baca disini tapi bahasa batak smua. ga ada pengertiannya dalam bahasa Indonesia. Mana aku juga belum ngerti sekali ngomong Batak apalagi ngartiin. Kalo q buat bahasa Batak smua yang bingung ntar dosenku. hehehehehehe…

    Jadi bagaimana ini Tulang/Nantulang, Lae…
    Bantulah dlu bere kalian ini.
    Mauliate godang…

    *** Klo dosennya bingung mungkin langsung diluluskan😀

  8. tanobatak berkata:

    @ Julhan Hutabarat yang kami hormati

    Komentar anda tentang BATAK, KELOMPOK ISRAEL YANG HILANG ??? cukup panjang.

    Alangkah baiknya bila diposting di halaman Partungkoan. Bila anda bersedia memberikan data pribadi akan kami lakukan.

    Namun kami meragukan kalimat anda :
    “Adalah satu hal yang patut dengan perbedaan animisme Tapanuli yang disebut Parmalim, walaupun mereka memuja roh-roh para leluhur dan hantu-hantu, tetapi faham ketuhanan mereka hanya mengenal monoteisme, yang mereka sebut Mulajadi Na Bolon, artinya Pencipta Yang Maha Besar. Seluruh penyembahan keagamaan mereka hanya berpusat kepada Mulajadi Na Bolon yang tunggal dan tidak beristeri”.

    Suatu bukti anda tidak mengenal Parmalim, sejarahnya, Agama Batak kuno sebelum Parmalim. Sayang bila tulisan anda dianggap mengada-ada hanya karena poin itu.
    Tapi Parmalim seperti batak lainnya tetap menghormati arwah leluhur, arwah pahlawan. Apakah itu tidak dilakoni banyak orang? Bila seperti itu kawan, Parmalim sekarang tidak akan eksis dalam kehidupan modern lihat http://www.parmalim.com Komunitas Parmalim saat ini ada sebanyak 10 ribuan orang dan mungkin tidak anda kenal karena sudah berkomperisi di ruang publik. Itu ada karena ajarannya realistis pada setiap jaman dan benar pendapat anda tentang paham monoteisme dan penyebutan Mulajadi Nabolon. Mungkin anda masih mengadaptasi informasi dari penulis barat tentang agama batak dan mempaste ke Parmalim. Sudah banyak kasus seperti pernyataan anda ini ditemukan.

    Tulisan anda (atau siapapun penulisnya) secara umum baik untuk wacana penelusuran sejarah batak.
    Horas Maulate.

    (kami sudah coba kubungi email anda namun bermasalah ?)😉

  9. Horas di Appara, Haha, Bapa Niba Ir. Sahala Simanjuntak

    Mansai Las Roha manjaha rongkoman muna taringot tatanan hidup ni halak Batak. Laos tarsonggot, alana adong do hape na boi sipatujoloon laho manurathon kakayaan kearifan Batak i, dohot tangkas, polin jala dear.

    Mardomu tusi, porlu botoon partuturan tu hamu, Ia au Poltak Simanjuntak, Hutabulu No. 15, tinggal di Medan. Inanta soripada, boru ni Raja i Sianturi, sada dakdanak baoa.

    Mauliate,

    *** Tulang, paima dialusi tulang Sahala Simanjuntak, hupaboa ma, ia tulang i, anak ni S.M Simanjuntak mantan bupati Taput najolo do. Dang olo tulang i mandok i, alana prinsipna “aku adalah aku” nang pe sai berpedoman tu kebijaksanaan ni beliau najolo di penghargaan kebudayaan Batak. Tulang Sahala, alusi hamu tulang Poltak manise hamu.

  10. Anson Simanjuntak berkata:

    Horas Amang Uda.

    Didia do Amang uda tinggal.
    Alana molo Amang uda ni Uda adong do di Bekasi (Kampung Cerewet) Sattabi sangap ni Oppung-i goarna SABUNGAN HUTA.
    Molo ahu anak ni Par Simpang Dua Siantar do, Jala harap do roha laho marsitandaan dohot Uda.

    Horas, Tuhan memberkati.
    Mauliate.

  11. panjaitan berkata:

    mani hebat tulang urang,uey

    horas tulang, bagai mana sekarang budaya batak ini banyak disebut orang saudara** kita yang kharismatik katanya menyembah berhala

  12. Ginomgom Simanjuntak berkata:

    Indonesia Sudah 63 Tahun merdeka dari Penjajah Belanda,…tapi adudomba dan fitnah-fitnah yang sengaja dibangun Belanda untuk menghacurkan Kerajaan Batak, Kebudayaan Batak serta Agama Asli Batak masih sangat subur di pikiran Manusia-manusia Batak yang secara sadar menyebutkan bahwa nenek moyang mereka tidak mengenal Tuhan dan tanpa rasa malu menyebutkan bahwa Kakek/Nenek buyut nya Penyembah Berhala, dan tidak beragama…..sungguh tega…!

    Inilah yang harus disadari oleh Anak-anak batak, bahwa Manusia Batak itu sejak jaman SIRAJA BATAK sudah mengenal Tuhan yang Esa dan Tunggal yang biasa disebut MULAJADI NABOLON yang berarti TUHAN MAHA PENCIPTA.

  13. sahala simanjuntak berkata:

    Horas dihita sude!Mhn maaf baru kali ini sy menyapa anda sekalian.Angel manis,ama ni padot,silvia hutagalung,ria,sastra damanik,julhan hutabarat,poltak simanjuntak,anson simanjuntak,panjaitan,ginonggom simanjuntak,sebagai ucapan salam sy tuliskan puisi utk kita simak bersama.

    IBANA
    orang memanggil iba
    iba ada karena ibaNA
    ibaNA mula dari segala mula
    mula jadi
    mula tompa
    mula santi
    mula singa
    mula iyang

    ibaNA yang berada
    dilangit na pitu tindi
    diombun na pitu lampis
    bermula dari mula
    berakhir di mula

    iba adalah ibaNA
    samara terwujud
    diantara permulaan

    mengapa memanggil ibaNA
    ibaNA MULAJADI NABOLON.

    Iba,toba=aku,sy.ibana =dia diluar daripada aku,tompa=bentuk,penciptaan;singa=ilmu pengetahuan,maningahon dasar kata=singa,artinya menerapkan ilmu pengetahuan,singa ni uhum,singa ni harajaon.

    Konsep dasar spritualisme Batak,mengacu pada kosmologi Batak tentang/bhs Toba Banua Ginjang-Banua Tonga-Banua Toru,sebuah gagasan yang berhubungan dengan defenisi Ruang dan Waktu.Dimana Ruang mempunyai tiga batas yaitu:Atas-Bawah/Depan-Belakang/Kiri-Kanan.Waktu berdimensi Depan.Dalam Ruang manusia dapat pergi kesetiap arah,didalam waktu manusia hanya dapat pergi ke Depan-Belakang.Kejadian-kejadian alam kodrat yang menimbulkan keteraturan adalah hubungan sebab akibat perbedaan-perbedaan kwalitatif suatu materi.Sumber keteraturan ini adalah Jiwa yang dapat bergerak kedalam ruang yang tak terhingga jumlahnya.Pemahaman tersebut menimbulkan teori “MULA”atas dasar ketertiban kosmos,dimana setiap ruang dan waktu mempunyai keseragaman.Dikatakan Ruang itu tidakberbentuk tetapi mempunyai batas Banua Ginjang-Banua Tonga-Banua Toru.Jiwa adalah yang menggerakkan “Manusia Hidup” dan tidak terpisahkan dengan alam kodrat,merupakan satuan kwantitatif sebagai bahagian dari Kosmos,yakni Mikrokosmos.MULA lebih diartikan sebagai Ruang yang tak terhingga,mempunyai keteraturan,merupakan sumber bagi adanya segala sesuatu yang tak berwujud.Batak mempunyai gagasan untuk mewujudkannya dengan sebutan MULAJADI NABOLON,sama dengan penyebutan BAPA kami yang disorga.Mulajadi adalah mula yang “Ada”,awal yang “Jadi”,yang menciptakan “Ruang dan Waktu”,berada didalam dan diluar waktu itu sendiri.Sedangkan Jiwa lebih diartikan sebagai “Tondi” yang merupakan kejadian-kejadian murni sebagai materi penyusunan-penyusunan terdalam dari apa yang bereksistensi.HORAS.

  14. ND Hutabarat berkata:

    GENERSIPENERUS BATAK BAIK KALAU TERUS SADAR STUDI:

    1. Apa itu Makro- dan Mikrokosmos
    2. Ketentuan Mulajadinabolon Tuhan Allah Debata Jahowa
    2.1.mencipta Alam Semesta:
    2.1.1.Abiota Biota (Lithosphere Hydrosphere Atmosphere +
    2.1.2.Lalu timbul tumbuh Biota; Tanaman+Binatang+Manusia
    2.1.3.Selanjutnya Kulturologikanya
    3.Metode studi ini IT SS Ilmiahteknologi Sekular Sakral (baliknya)
    4. Mulajadinabolon lakukan Tutwurihandayani bagi CiptaanNya,
    4.1.Silahkan jabarkan dst dst
    5. PS: Julhan H: Batak bukan hilang dari turunan Israel,
    5.1.Batak dari Era 12 Jt Th sM – % Th sM (MmHss)
    5.2.Batak bertemu akulturasi dg Bangsa Tuhan Adam-Hawa 4004 sM
    5.3.Batak dan Bangsa Tuhan sama MmHss
    5.3.Manusia Moderen Homo Sapiens Sapiens
    5.4.Memang Tuhan lebih intensip memilih siapkan Bangsa Tuhan jadi 5.4.Penatua Amanah Tuhan cq 10 Hukum Musa 1491 sM di Sinai.
    5.5.Universum 5 Milyar Th lalu juga Batak sama diciptaTuhan
    5.5.1.Kaum Intelogen Raelia katakan Tuhan itu mereka Kaum Inteligen
    5.5.2.Saya jadi buat Konsep Pgangan Batas Pembatasan, agar orang
    5.5.2.1. dengan kehidupannya.
    5.5.2.2.Demi paham Yangadapemula mengadakan Yanadakemudian
    5.5.2.3.Sehubungan pertanyaan saya kenapa ada yang ada !
    6.Mohon orientasi, hai Rekan Generasipenerus !”

  15. stepan sirait berkata:

    suku batak adalah suku yg kuat akan adat nya
    tdk mdh menyerah……dan menentang akan ingkar janji….
    hehehe hebat jg ya suku batak…..!!!

  16. regar berkata:

    molo dung rap taboto aha do budayat tai ,,mare ma rap tapoli aro anso leng binoto generasi na satorusna ,,songoni ma hata sian au ipar ………………….

  17. H.Sijabat berkata:

    Kyjabat, Sriwijaya 03-01-2013
    DI HAMU ANGKA DONGAN BATAK NA ADONG DI DESA NAWALU ASA UNANG HATOP HITA MAMFONIS NANEGATIF DIANGKA HAPORSEAONNI DONGANTA APALAGI DANG TABOTODOPE AHA NAHINAPERSEAANNI DONGANTAI ALANA DIORAIDO MANGHATINDANGKON NASOTOHO MARADOPPON DONGANTA NDANG ADONG PARUGOMO DILIAT PORTIBION NAMANDOK NASO TINGKOS UGAMONA ALAI JOT-JOT DO HALAK NAMARPINDA UGAMO GABE DIDOK DANGTINGKOS UGAMO NATININGGALHONNA, ALANI I TAPABAGASBEMA HAPORSEAONTA TUNATAHAPOSEA ASA UNANG MURA HITA MEMFONIS/MENYALAHKAN HAPORSEAON NI DONGANTA. MAULEATE HORAS…….

  18. sahala simanjuntak berkata:

    Dongan sabangso H.Sijabat, ta rimangi panindohan Amanta Maridup Hutauruk ditoruon :
    Keteguhan pada iman kepercayaannya adalah sesuatu kemuliaan bagi seseorang yang mengimaninya. Tetapi apabila keimanan itu menjadi alat untuk menistakan faham kebaikan universal suatu komunitas (yang juga sebagai manusia ciptaan Tuhan) maka akan banyak pertanyaan akan keabsahannya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s