HARKTNAS DI HAMBURG

HARKTNAS 20 Mei 1908-2007
DI KJRI HAMBURG

(Catatan : ND HUTABARAT – Hamburg – Jerman)

INFO

Harktnas, Hari Kebangkitan Nasional, (Indonesia) 20 Mei 1908 telah diselenggarakan KJRI Hamburg Hari Senin 21 Mei 2007 Hari Kerja Jam 14.00 diikuti Seluruh Staf KJRI, mengundang nyata hadir dari Ikatatan Alumni Indonesia IASI saja dari Organisasi Masyarakat. Dari IASI hadir seorang dari Pimpinan dan bersama saya juga 2 Orang, Ibu Toda dan Ibu Narang-Huth. Beberapa waktu lalu Konjen RI Dermawan telah memperkenalkan diri kepada masyarakat Indonesia dan Lembaga- Lembaga dan tamu Jerman dihadiri sangat banyak. Terutama Konjen asal kelahiran Aceh, sekaligus menyatakan terimakasih banyak kepada Masyarakat di Jerman, telah memberikan Dana Bantuan Besar pada Korban Bencana Alam Tsunami khususnya di Aceh, langsung dialami beliau dari Deplu Tugas Kordinator di Aceh beberapa waktu.

INFO TAMBAHAN

Saya beri Catatan Konvergensi di Milis ini dari Gerakan Aktuil Kembali Indonesia Minor Kepulauan Nusantara, Koloni Jajahan Hindia-Belanda, sbb.:

1. Sekitar 350 tahu Indonesia Minor Kepulauan Nusantara jadi Hindia-Belanda, dikoloni dijajah jadi Laten, terutama paling lama Jawa, Maluku, Papua dll, dinamakan Relatip TBB (Tepat Baik Benar) Kini sebagai Globalisasi 1 2 3 mulai1492 / 1800 / 2001 (Invasi sebagai Blessing Indisguises).

2. Tetapi Masyarakat Indonesia Hindia-Belanda Aktuil Kembali, melakukan Perang Dini Nasional Indonesia, dicatat di sini berbagai Perang dengan Belanda di Indonesia Bagian Barat:

(1). Perang Jawa – Belanda (Diponegoro) 1825-1830, hanya 5 tahun, segera Panglima Jawa Sentot memihak NICA dan menempur Pribumi Daerah Indonesia Lain,

(2). Perang Minang – Belanda 1821-1837, 16 Th

(3). Perang Batak – Belanda 1877 – 1907, 30 Th, Wafat Tertembak Raja Sisingamangaraja XII + Putrinya Panglima Srikandi Lopian + 2 Putranya-Panglima + Beberapa Raja Marga-Marga Batak,

(4). Perang Aceh – Belanda 1873 – 1818, 45 Th

3. Catatan Ttg Masyarakat Batak

Etnik Batak adalah Penduduk Indonesia tua (Prototoindonesia = Protomalay) dalam rangka Penduduk Asia akar sdm sdt dari sda Mesopotamia Timteng pd migrasi gelombang dua sebagai Indonesia Mayor : Jepang, Taiwan, Filippina, Asia Tenggara dan Malaka Malysia, Indonesia Minor Kepulauan Nusantara, Andaman Srilangka Madagaskar. Indonesiatua itu migrasi sampai 3 Ribu Th sM, kemudian sampai 600 Th sM migrasi baru Indonesiamuda (Deutromalay= Melayumuda).

Batak sendiri menempati Daerah Sumut mulai Rao di Sumbar sampai Singkel – Gayo – Alas dan Daerah Bekas Kerajaan Batak Pasai Islam yang ditemui Marco Polo 1292/3 kala terdampar di Pantai Aceh Selat Malaka (Pintas Samudra, bukan Pintas Darat Sutra Niko dan Marco Polo lalu).

Muncul Kerajaan Batak Dynasti Hatorusan (Tateabulan) 1500 sM – 1000 M Pusat Barus juga Bandar Dunia (Indonesia Minor dan Mayor dan LN Asia India + China + Arab´+ Persia, Afrika Mesir (Firaon perlu Kapur Barus + Kayu Istimerwa + Rempah) + Madagaskar, Eropa Italia Venicia Niko dan Marco Polo, Bapak dan Anak. Lalu Kerajaan Batak Dynasti Sisingamangaraja (Isumbaon) 1450 M – 1907 M.

Bersamaan Batak Habinsaran (Timur=Simelungun Sumtim) sudah mulai Kerajaan Batak DAGUR mulai th 326 M kerjasama dengan Saudarannya dari Champa Raja Damanik kemudian asli Sipolha Parapat Samosir, mekar dalam Raja Naopat 4 Marga (Damanik, Sinaga, Purba, Saragih) dan Raja Naualu 8 Marga, dan mendirikan Kota Siantar (Damnik) dan Tana Jawa (Sinaga).

Serta pula bersama Kerajaan-Kerajaan Batak di Sumatera Timur dari Turunan Sisingamangaraja 1450 setelah segera meletakkan jabatan diganti SSM II, lalu dengan putranya mukim di Suametra Timur, dan Para Cucucunya Bakat Dispot jadi Raja-Raja di Daerah Sumtim, misal Raja Guru Patimpus mendirikan Kota Medan 1490.

Semua mereka terutama di Habinsaran (Timur) ini aktip dalam Hegemoni Perairan Selat Malaka, dengan Syailendra/Sriwijaya, Singosari / Majapahit, Aceh, LN terutama Eropa melakukan Invasi Kolonisasi Globalisasi 1 2 3 mulai 1492 / 1800 / dst itu, di Sumut mencaplok Tanah Ulayat Warisan Batak dg Taktik Devide Imperata mengangangkat Raja-Raja Boneka resmi memberi Konsessi kepada Wirausaha LN di Sumtim untuk perkebunan dan pertambangan yang maha kaya itu.

Batak Merdeka, dipaksa hanya di Tapanuli, dg SK 1876, Satu Keresidenan Administrasi Kolonial Jajahan Hindia-Belanda, memang dinyatakan Perang Batak-Belanda 30 th itu 1877-1907, dan dambaknya ditemui pada NKRI 50 tahun pertama (Prinsip Pembangunan WW Rostow Model Marshal 50 Th Pembangunan Kembali Eropa 1945-1995), tampak Bangsa Menjajah Bangsa (Ucapan Ali Sadikin) kekayaan Sumut terus dikuras meladeni Devisa terpenting NKRI.

Batak konsekuen NKRI mulai Gerakan Nasional Rationalisasi 1950 terutama Generasimuda-dynamis tersebar membangun di Regional Sektoral NKRI. 1983 Liputan Jurnalist SH Jkt, Peta Kemiskinan Tapanuli, Tanah Batak mematangkan pribadi, yang ditinggal dulu, ternyata selama Orla Orba Orref NKRI ini tertinggal dibanding mungkin maju yang lain atas partisipasi potensinya.

Hilangnya Kerajaan Batak sampai kini di dalam Catatan Bibliotika Dunia, disinyalir Ulah Kolonialisme atau Ulah Tuhan (dipercaya Batak). Penganalis Belanda di Indonesia (misal Prof DR Verkuyl dan Prof DR van Doorn) dan Universitas di Belanda sangat terpukau bahwa seorang muda asal Batak Pimpinan Militer Nasional Indonesia, Tahi Bonar Simatupang, Peserta Delegasi KMB (Konperensi Meja Bundar) di Den Haag, Penanggungjawab Politik Strategi Pertahanan Indonesia, yg berahir berhasil 27 Desember 1949 Indonesia diserahkan Belanda Kedaulatan Sepenuhnya.

Memang dalam Catatan Sejarah Batak mulai 1873 Generasimuda Batak sudah studi ke LN usaha Missi Tanpa Kolonialisme. Seorang cucunya kini Ibu pendamping suami Diplomat Senior NKRI dari Batak di KBRI Berlin.

Memang 1907 Bumihangus dilakukan Belanda pada 30 Th Perang Batak – Belanda 1877-1907 dipahami di seantero Indonesia Kepualauan Nusantara, Hindia – Belanda, Batak masih capek, walau mencetuskan perang itu demi Indonesia Bangsanya, usir kolonial nekolim, Bibit NKRI sesuai Filsafat Hidup HAM HAA (Haka Azasi Alam) Batak (Tua ke Baru) Ajaran Bataraguru dan Putrinya Deak Parujar, Penyembah Tuhan Allah Mulajadinabolon juga nama Debata Jahowa (Jahve) diterima abad 19 Bibel / Quran bersamaan hidup metode IT SS Ilmiahteknologi Sekular Sakral, Masyarakat Marga 3 Kelompok DNT Dalihan Na Tolu, Nikah Antarmargaluar bukan Incest lagi, bandingkan 10 Hukum Musa 1491 sM, dalam Bangsa Tuhan ATS (Agama Tuhan Satu) Adam-Hawa mulai 4004 sM, dengannya berakulturisasi.

Dan UUD Supremasihukum Batak tak pernah meligitimasi Kasta dan Monarki, melainkan Pribadi Status Martabat Raja Pelaku ADAT Tatanan Kasihsuci di interaksi sosial di regional dan sektoral sdm sda sdt natural kultural, yang cocok dalam demokrasi moderen HAM HAA Pancasila NKRI dan Dunia. Bandingkan dengan Jawa dan Bali yang dynamis melakukan modernisasi legitimasi Kasta dan Monarki, walau tujuan sakral, nyata sekular.

II
PENUTUP

Catatan Protokol Harktnas Hari Kebangkitan Nasional Indonesia 1908 – 2007 ini sebagai Insentip Konvergensi Mekar Akuratip Symnbiosemutualis peligatan bangun semangat baru melakukan pemekaran pembangunan di NKRI membayar Kedaulatan yang diserahkan 250 Etnik Daerah Indonesia Minor Kepulauan Nusantara dlm Kuasa atas Kesatuan 17 Agustus 1945 Proklamasi Merdeka Indonesia Dasar HAM HAA Pancasila Proklamasi 1 Juni 1945, Formulasi Filsafat KBP Kultubudayaperadaban Dunia, yang IT SS ILmiahteknologi Sekular Sakral.

Mohon Konfirmasi Konvergensi Jabaran Bahan dan dari Daerah Lain.

NDH
Involvir Informan Voluntir Pejuang RI-45
Turut Pencerah HN PS Orla Orba Orref NKRI
Alumni Indonesia / Asia / Eropa / Iterkontinental / MDIII
Orientasi Dunia I II III Survival Manusia
Voluntir Independen

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s