RIPANG LAUT DI TOBA

Monang Naipospos

Saat ini adalah masa panen besar di kawasan tanah Batak. Bahasa “panen” sudah menjadi bahasa umum walau bagi orang yang sudah tua sekalipun. Dulu kalimat yang digunakan adalah “gotilon”.

Panen di Toba

Pada kalender Batak “gotilon” tepatnya pada bulan sipahatolu. Bagi orang yang rajin bekerja sudah pasti pada sipahatolu akan mendapatkan rejeki hasil panen padi. Bagi yang malas kerja, tentu saja sebaliknya. Ada perumpamaan para leluhur bagi yang mendapat sial di saat orang kebanyakan mendapat rejeki disebut “mauas ditoru ni sampuran, anturaparon di sipahatolu”. Kehausan dibawah air terjun, kelaparan di bulan sipahatolu (saat musim panen).

“Pangurupi” disebutkan masyarakat Toba bagi orang yang datang dari daerah lain sebagai buruh harian panen. Biasanya mereka dari daerah Sumatera Timur dan Humbang. Pangurupi ini kemudian mendapat sebutan keren dengan DPR singkatan dari Dongan Pangurupi. Adapula sebutan lain yang kurang jelas pengertiannya yaitu “parombo”. Pangurupi, DPR dan parombo pada umumnya adalah buruh tani yang juga petani, menjadi buruh pada saat usaha taninya menunggu panen. Mereka cenderung memanfaatkan waktu, dan setelah daerahnya panen, mereka kembali ke keluarga masing-masing.

Ada lagi kelompok lain penyebutannya yaitu “Ripang Laut” perannya sama dengan yang disebutkan diatas namun statusnya beda. Ripang Laut menurut mereka adalah singkatan “rintik pangalaho lari ala ni utang”. 😀
Walau terdengar lucu tapi sebenarnya dalam hati sungguh prihatin. Mereka berkelana ke setiap daerah dimana ada panen. Mereka sudah memiliki kalender musim panen sehingga tidak pernah sempat menganggur. Namun, yang disayangkan adalah jarang pulang kampung halaman. Torjo (nama samaran) menjelaskan bahwa dia seorang duda beranak 4. Semua anak-anaknya dibesarkan dan dibiayai oleh mertuanya di Pangaribuan. Tidak pernah dia memberikan santunan kepada anak-anaknya itu. Semua hasil yang dicarinya adalah untuk hidupnya sendiri.

Sama halnya dengan Holso (juga nama samaran). Saat bersama dengan isteri kurang harmonis. Dia meninggalkan isterinya yang sedang hamil untuk mencari nafkah menjadi buruh panen. Selama delapan bulan dalam petualangannya tidak pernah mengirimkan biaya untuk isterinya dan anaknya yang tidak dilihatnya lahir.
Setelah mengumpulkan uang, dia berniat pulang dan memberikan hasil kerjanya kepada isterinya. Namun, dia sangat kecewa setelah mendengar bahwa isterinya sudah menikah dengan pria lain. Putra Lintongnihuta yang pernah tinggal bersama isteri di Kisaran ini tidak lagi mempunyai alamat yang jelas karena terus bertualang dengan pekerjaannya menjadi buruh tani.

Holso mengatakan bahwa kelompok mereka ada juga perempuan. Mereka sering mangkal di (disebutkan dua nama) kedai tuak di Porsea yang menjadi langganan Ripang Laut.

Photo diatas adalah photo pemilik sawah sendiri di Silaen. Photo diambil oleh Ir James Siregar wartawan Metro Tapanuli dihadiahkan untuk Partungkoan

Iklan

3 thoughts on “RIPANG LAUT DI TOBA

  1. Jason Gultoem berkata:

    Horas ma di Damang, Dainang, Lae, Iboto, Paribot, ndang songoni angka Pariban niba na adong di Tano Parserahan non. Tung massai las situtu rohangku dohot tondingku mambuka web site ni halak hita on. On ma goarna kemajuanni jaman ate. Parjolo nihamulatehon ma jolo tu amantan manang inanta na mambahen web site on, alana tung massai godang do naung tarpasu-pasu marhite web site on. Molo boi niang pangidoan nami na tinggal di Bona Pasogit on, asa bahen hamu jo angga foto-foto ni pariban nami na muli dope, atik boa boi marongkap tu hami angka paribannda na tinggal di bona pasogit on.
    Mauliate ma
    Horas

    ***Maksudna na so muli dope kan ? bah angka itoniba ise hamu na olo patudu haulionmuna tu si Jason dohot angka donganna na di pangarantoan. Ai baoa na so mangoli pe godang dope di bona pasogit ala nunga marlaoan angka naboru tu pangarantoan, boha muse ma i ate ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s