NAMARTUA PUSUK BUHIT

Kutipan dari catatan kaki Tulisan Mgr. Dr. Anicetus B. Sinaga OFM Cap. bertajuk Makna Pensejahteraan Paska Raya Sijambur Nabolak, Senin, Paskah II, 9 April 2007, Pangururan – Samosir

Sebutan Namartua Pusuk Buhit adalah gelar Sang Khalik Batak, Mulajadi Nabolon. Latar belakang dari gelar ini ada dua.

Pertama adalah misteri perlarnbangan gunung suci Pusuk Buhit. Setiap gunung suci dunia, baik Vesuvius di Junani, Mahameru di India, Fuji di Jepang, maupun Semeru di Jawa Timur, selalu dihubungkan dengan periambangan agama yang sangat mendasar, dalam tiga dimensi. Pertama adalah puncak gunung yang menggapai Tempat Tinggi, yang disebut takhta Allah. Puncak gunung selalulah penyandang misteri menjulang ke langit menggapai takhta Dewata. Di sana Allah bertakhta dan di sana Allah bersinggasana (Gunung Vesuvius tempat Zeus Pater, Allah Bapa, dan putranya Jupiter serta Apollo). Kedua adalah adanya lembah yang dalam di kaki gunung suci.
Buat Pusuk Buhit, jelas ini dihadirkan oleh Limbong Mulana dan Sagala. Sangat menukik ke perut bumi, yang dalam analisis Dante Allighieri, pengarang Divina Commedia, adalah lambang Tehom, pratata, tempat manusia pendosa dan kejahatan. Buat Israel, ini dilambangkan oleh lembah Kidron, tempat segala kenajisan, Beelzebul, dan Tehom, yang bagi Buddha, Siddharia Gautama, adalah lumpur yang menumbuhkan tanaman Teratai: Dari kekotoran lumpur tumbuh tumbuhan, dari tumpur dan bawah air, menjulang ke angkasa mencapai langit dengan bubungan indah dan anggun: suci, murni, kudus. Unsur ketiga-adalah perlambangan air. Jelas untuk Batak hal ini diragakan oleh air Danau Toba, yang sangat indah. Tidak semua gunung suci dunia mempunyai peragaan danau yang demikian. Tetap perlambangan air, sebagai air kehidupan, ingat Sendang Sono di Jawa (artinya air pohon sona), yang sangat tepat dihadirkan oleh Matamual Sipitu Dai (yang membual dari akar pohon jabijabi dan menjadi mata air suci bagi Batak). Ada lagi kelebihan Pusuk Buhit dari gunung-gunung suci dunia. Bersama dengan gunung Vesuvius (Junani), Pusuk Buhit mempunyai kelengkapan pertambangan api dalam Aer Rangat (Air Hangat), air yang berasal dari gunung marapi. Kelengkapan keempat perlambangan agama yang paling mendasar ini (puncak, lembah, air dan api) dimiliki oleh gunung suci Pusuk Buhit, yang pada dasamya merupakan kelebihan dari gunung-gunung suci dunia.

Kembali kepada Namartua Pusuk Buhit, sebagai gelar Mulajadi Nabolon. Beginilah kisah awal mula Batak menurut batakolog terkenal W. Hoetagaloeng dan Raja Patik Tampubolon. Sesudah Si Boru Deang Parujar menempa bumi dan menaklukkan Iblis Batak, Naga Padoha, dia memesan tunangannya, dari kayangan, Si Tuan Ruma Uhir Si Tuan Ruma Gorga, agar dikirim oleh Mulajadi Nabolon dan Batara Guru ke buminya menjadi pasangannya di atas bumi (Banua Tonga). Maka Si Tuan Ruma Uhir dicincang dan dimasukkan ke dalam abalabal (tabung bambu) dan dilemparkan ke bumi. Dalam tabung sudah dituliskan namanya Si Raja Ihat Manisia, (Pendasar Manusia). Tiba-tiba tabung ini pecah dan keluar dari dalamnya seorang perjaka yang tampan (na jogi). la menuju pondok (undungundung) Si Boru Deang Parujar. Mereka bersapaan dan mereka berumah tangga. Lahirlah putra mereka, yang disebut Si Bursok dan Si Tatap. Si Bursok inilah yang disebut Si Raja Batak.

Menurut undangan Si Raja Ihat Manisia dan Si Boru Deang Parujar, Mulajadi Nabolon dan Debata Natolu (Batara Guru, Soripada dan Mangala Bulan) (kelengkapan hulahula, dongan sabutuha dan bonu), beserta Dewata Asiasi, turun ke puncak gunung Pusuk Buhit. Dan sana mereka turun ke Si Anjur Mulamula, huta dari insan perdana di atas bumi. Semua manusia (empat orang) beserta binatang dan tumbuh-tumbuhan bersujud menyembah Sang Pencipta (gondang sombasomba). Dan sesudah mereka sampai di pondok Si Boru Deang Parujar, Sang Khalik melakukan dua tindakan: Pertama mereka memeteraikan hukum, manihathon uhum dohot patik ke dalam nurani manusia: sembah kepada Tuhan dan Dewata dan holong kepada sesama. Dan adat sitolu suhu sitolu harajaon adalah somba marhulahula, hormat marrlongan tubu, elek marbonu. Tindakan kedua adalah Mangolophon Pasupasu, Pesta Agung Pendasaran Manusia di Atas Bumi. Si Bursok dan Si Tatap adalah manusia pertama, yang ditetapkan menghuni bumi. Sesudah Pesta Olopolop ini, para Dewata kembali ke kayangan, Banua Ginjang, selalu lewat puncak Pusuk Buhit. Itu sebabnya, Pusuk Buhit adalah gunung suci. Dan itu pula sebabnya, menandai ‘bekas telapak kaki’ Mulajadi Nabolon, ia diberi gelar Namartua Pusuk Buhit. Sebagai Allah Pencipta, Mulajadi Nabolon menyandang atribut keangkeran-kedahsyatan, yang dalam ilmu agama modem disebut Mysterium Tremendum et Fascinosum, Misteri (Allah) yang Menggentarkan dan Mengasyikkan. Atribut inilah yang menjadi dasar sebutan Namartua Pusuk Buhit, yang sebenarnya maksudnya adalah Mulajadi Nabolon.

Induk tulisan ini baca disini

Photo Pusuk Buhit klik disini

Tautan, klik disini

Iklan

7 thoughts on “NAMARTUA PUSUK BUHIT

  1. BENNY berkata:

    selau terkesan ketika kami mendaki pusuk buhit,walaupun kelelahan dan hampir putus asa karena alam yang kami ndaki tapi kami tetap mendaki karena terpesona dengan keindahan alam di sekitar danua toba,pendakian kami lakukan pagi hari dan sampai disiang hari,capek,haus…kami rasakan tapi setelah sampai alangkah indahnya ciptaan Tuhan…….ingin rasanya mendaki pusuk buhit kembali,HORASSSSSSSS

  2. Saya lahir dan besar di Samosir yang tidak jauh dari Gunung Pusuk Buhit. Mendaki Gunung Pusuk Buhit menjadi acara favorit bagi remaja seusia saya waktu itu. Proses menikmati matahari terbit menjadi impian banyak orang untuk pergi kesana. Tetapi saya belum pernah kesana, entah kenapa. Tetapi setelah berada di perantauan sekarang ini, tumbuh keinginan besar untuk berkunjung dan mendaki gunung itu.

    Cerita diatas mungkin bagi kebanyakan orang hanyalah sebuah legenda yang bisa dipercaya bisa tidak.

    Kalau Allah (Mulajadi Nabolon) pernah menampakkan diri di Gunung Sinai kepada Musa, kenapa kita tidak bisa percaya kalau DIA (Mulajadi Nabolon) juga pernah menampakkan diri di Gunung Pusuk Buhit kepada manusia (Oppungta naparjolo).

  3. ventus simatupang berkata:

    sungguh takjub dengar atau baca ceritanya…
    mirip dengan penciptaan manusia..
    tapi aku pengen menginjak pusuk buhit, tapi kapan ya,,,,
    kalau ada yang bantu mau donk…

  4. koransamosir berkata:

    PUSUK BUHIT.!
    Saya sebagai masyarakat Samosir, baru sekali menaiki gunung tersebut. itupun sewaktu perpisahan dari SLTP N 1 PANGURURAN dulu ( tahun 1999).
    yang saya rasakan ketika dipuncak gunung tersebut adalah, suasana yang sangat hebat. dimana dikejauhan nampak pulau samosir yang membentang luas bagaiman permadani. Sedangkan danau toba hanya nampak sebagian kecil saja.
    sungguh ciptaan Tuhan yang satu ini membuat saya sadar, bahwa saya ini hanya sebagian kecil dari ciptaan-Nya yang lain. Terima Kasih Tuhan….

  5. anjur Rumahorbo berkata:

    Saya sangat yakin asal muasal orang batak adalah dari India belakang yaitu antara laos dan birma. Gunung pusuk buhit juga adalah tempat penyebaran orang batak atau orang batak pertama bermukim disana. Kita perlu lestarikan , menjadi tempat wisata budaya .
    Sekarang ini Bangsa batak sudah menemukan dan merasakan siapa Tuhannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s