SENIMAN DARI RONGGUR NI HUTA

Monang Naipospos : [Kucari Parsordam itu]

Usai menghantar materi penguatan Forum Tokoh Samosir, saya mengutarakan niat untuk melakukan revitalisasi gondang batak. Kujelaskan seorang putra Samosir susah tidur dalam semalam sebelum mencari solusi atas masalah bakal tenggelamnya kesenian batak yang adiluhung itu, yaitu Suhunan Situmorang. Dialah yang mengutarakan ide untuk melakukan domumentasi gondang batak. Banyak peserta mengangguk termasuk Pak Siboro Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Samosir tanda setuju.

Belum usai saya menjelaskan tujuan revitalisasi itu, sontak sesorang mengacungkan tangan, lama, dan berulang-ulang. Akhirnya penjelasan saya singkat dan minta yang mengacungkan tangan mengutarakan pendapat.

“Nama saya Jaihut Sihotang… dari Ronggur Ni Huta… saya Pargonsi. Saya sudah lama menantikan pemikiran seperti ini, dan saya juga merasakan komunitas kami pargonsi sudah digeser sangat jauh oleh musik barat dalam acara adat. Saya tetap menolak musik barat dalam acara adat.”

Saya temui jaihut di tempat dia duduk, berbisik kuat disela suara loudspeaker dari pembicara berikutnya. Kami berjanji untuk melanjutkan pembicaraan esok pagi hari.

J.Sihotang

Jaihut Sihotang berusia 58 tahun. Dari penampilannya yang enerjik menunjukkan semangat sebagai seniman tradisonal tulen. Dia menepuk bahu saya seraya berkata; “Sudah lama saya nantikan ide itu”.
Dia hanya tamat Sekolah Dasar. Untuk memenuhi kehidupan keluarganya adalah sebagai seniman tradisional atau lajim disebut margonsi. Dia tidak berguru sebagaimana lajimnya pargonsi. Kakeknya adalah pargonsi, turun kepada ayahandanya. Dia mendengar dan mencoba, darah seni yang mengalir dalam tubuhnya membuat dia bisa. Pantang menurut tradisi berguru kepada orang tua, begitu katanya. Mereka enam bersaudara semuanya pargonsi, dan anak-anaknya ada juga yang mengikuti jalur seni ini memiliki bakan margonsi.

Bersama isterinya Boru Simbolon, mendapatkan 6 orang putra dan 2 orang putri dan dipanggil Ama Bentul. Kebahagiaan memenuhi hatinya atas karunia mandapatkan cucu sebanyak 11 orang sehingga dia dipanggil Ompu Tiurlan.

Ompu Tiurlan mengaku bisa memainkan semua alat musik tradisional, termasuk Sordam. Hanya saja sordam beliau saat ini tidak ada.
Dengan semangat dipadu dengan kesantunan masyarakat desa dan kehalusan budi seorang seniman, kami diajak kerumahnya untuk marsituriak mengenai kesenian ini. Akan tetapi waktu membatasi dan kami berjanji untuk datang kembali.

Sebelumnya kami bersama Drs Irwansyah Harahap MA dosen Etnomusikologi USU sudah berencana ke Samosir untuk melakukan pendataan, namun waktu belum ditetapkan.

Selamat berjuang Ompu Tiurlan Sihotang …. tetaplah berkesenian tradisional kita.

Tautan :

Warisan Yang Kurang Dihargai
Goar-goar ni gonsi Batak Toba
Tonggo Gondang Turun
Maminta Gondang
Sajak untuk Gondang Batak
Pargonsi dari Parsambilan Silaen
Gondang Naposo
Tortor dan Ulos

16 thoughts on “SENIMAN DARI RONGGUR NI HUTA

  1. saya sangat senang baca partungkoan ini, walaupun harus copy paste karena keterbatasan waktu di tempat kerja,dan maaf nih hampir semua file disini saya copy. terimakasih ya Amang.


    *** Semoga ada manfaat

  2. Amang Monang.. aku sekilas sudah membaca buku, “Tulila – Muzik Bujukan Mandailing” yang ditulis oleh Edi Nasution buah tangan dari lae SM. Nainggolan kala pulang kandang minggu lalu. Buku ini cukup baik sebagai acuan dalam pendokumentasian alat2 musik batak lainnya. Buku itu cukup fokus dan dilengkapi dengan cara pembuatan, cara memainkan, notasi nada, repertoar, arti filosofis dll.


    *** Kalau bisa saya dapatkan, mauliate godang

  3. SMN berkata:

    Amang Monang, paboa hamu majo alamat muna via email ate asa hukirim buku i tu hamu. Horas.


    *** Nauli

  4. Saya sangat kenal sekali dengan Amani Bentul ini. Kebetulan dia adalah sekampung saya. Memang sangat disayangkan musik tradisional batak harus mulai tenggelam dibanyak acara paradaton batak tergeser oleh musik barat.
    Saatnya generasi muda batak memberi apresiasi terhadap musik tradisional batak. Salut buat Vicky Sianipar dan beberapa orang muda yang menimba ilmu di jurusan Etnomusikologi USU yang terus menerus menggali kebudayaan musik batak.

  5. Teacher Of Chistian Scho Jakarta berkata:

    Amani Bentul saya kenal, dia sering bawain sarune jika ada margonsi dikampung waktu saya masih kecil dikampung. yah kebetulan mereka tinggal di seberang pea-pea dari pusat keramaian ronngur ni huta, atau disebut waktu itu Senteral haha…ha…ha karena pusat ronggurnihuta itu persis ada sekolahan sd negeri dan smp gunung bhakti yang sekarang dah hilang tinggal kenangan.eh dironggur itu bukan cuma a.ni bettul tapi ada orang tuna netra bisa margondang juga dan sering margonsi bersama a.bettul namanya Markum Pandeangan, Sedih jika tiba malam gondang dan sarune pak sihotang sering berbunyi dikeheningan malam mungkin mereka lagi belajar/latihan dan anak-anaknya banyak yang mengikuti jejaknya……
    Buat USU Etno musikologi………………………….. Kalo mau mendapatkan mahasiswa Etnomusikologi Etnis Bataks yang bermutu ada baiknya langsung membuat penerimaan dari masyarakat pedalaman yang mungkin Hobby dan kemampuannya tidak tersalurkan,…………………Sukses

  6. SIMPSON LEIDER NADEAK berkata:

    Salut……………..
    saya juga kenal A. bettul itu………….tetangga diseberang rumah…kebetulan rumahnya di perbukitan dan kita di lembah dipisah pea-pea…wah jd ingat kampung neh😦
    dulu waktu kecil…saya sering ikutan ke pesta adat yang ada gondangnya…ajang ketemu sama teman2…indah sekali..tapi dengar2 kalo sekarang pake gondang malah terkesan katro,ndeso, jadinya lebih senang pake band,keyboard dll

    buat orang2 Ronggurnihuta maju terus……………………….
    saya terharu baca blog ini….

    SIMSON LEIDER NADEAK
    Putra Ronggurnihuta

  7. chris manurung berkata:

    Horas!…Jujur aja nih..saya ini orang Batak kelahiran Jakarta,dibesarkan dan cari makan di kota impian se-Indonesia tsb. Entah darimana asalnya saya lebih menyukai musik “tradisional” (yang katanya kampungan) Batak daripada musik modern (impor) yang mengiringi syair2 lagu2 Batak saat ini.Mungkin kalau soal pengetahuan mengenai musik tradisional Batak, harus banyak belajar lagi. Ada satu kegemaran saya dalam hal mempelajari musik tradisional Batak,yaitu “hunting” kaset,cd,vcd di emperan2 dari Pasar Senen sampai perempatan UKI. Cukup banyak sebetulnya mulai dari uning2an,gondang sabangunan(bolon),sampai lagu2 rakyat (folk songs). Daaa..nn..terjangkau pula harganya (kaya obat generik..gitu lohh..) Lalu kalau saya ada waktu saya konvert ke bentuk mp3/mp4 supaya muat di micro sdnya hp. Saya nggak heran kalau ada “halak hita” (kalau dalam ulaon adat perkawinan) cuma memakai musik elektronik,kaya keyboard,saxophone dll..dengan alasan biaya lebih murah,lebih simpel,karena yang diminta lagu2nya yahh..itu yang ngetrend dikalangan halak kita kalo lagi pesta. Kalo pake gondang bolon khan katanya jauh lebih mahal,dan ribet pula kalo saat mangido gondang harus pake ruhut2 segala.Ada lagi nih,..musik modern dipadu dengan satu atau dua alat musik tradisional,kayak..hasapi dan sulim biar kagak hilang unsur2 Bataknya. Memang sih kita kagak bisa menghindari modernitas kehidupan tapi tolonglah kepada kita yang semua orang Batak …siapa lagi yang melestarikan apa2 yang kita punya,yang jelas2 adalah hasil sempurna dari sebuah peradaban dan budaya yang tinggi nilainya. Didalam perhelatan adat alias ulaon adat Batak,seharusnya dan khususnya raja2 parhata ataupun raja2 adat menjadi pengawas terhadap tatanan acara yang ada.Saya perhatikan,khususnya pada saat sessi mangulosi dari unsur tulang ataupun hula2 kepada pengantin atau suhut bolon,..masa sih diiringi lagu “anak medan” atau poco2 dan lagi kaum ibu ada yang sampai meliuk-liukan(maaf)pantat dan dadanya. Masih mungkin nggak kata2 seperti ini,..”Amang panggual pargonsi,..Batara Guru humundul,Batara Guru pandapotan,na malo martarias,…akan terdengar merdu diwaktu yang akan datang,meluncur dari mulut natua-tua na bisuk siboto adat. Tentu saja hal tersebut tidak akan terdengar kalo keyboard,terompet,gitar yang bermain.Kata2 tsb hanya untuk mereka yang pandai margondang. Mereka disapa dengan nama dewa yang dipuja dalam mitologi Batak,jelas menggambarkan betapa bergengsi dan luhurnya kedudukan pargondang dalam kultur Batak tsb.Mari kita selamatkan harta bersama milik halak Batak,dimulai dari rumah kita sendiri.H O R A S !!!

  8. PANDA berkata:

    Kemungkinan tenggelamnya seni, budaya,tradisi,adat istiadat Batak dihadapkan pada berbagai perkembangan situasi termasuk adanya upaya membenturkannya dengan Agama, sebenarnya sudah memasuki babak kritis. Kita lihat,betapa orang Batak tidak bisa membedakan Tortor dalam rangkaian upacara adat dengan Tortor dalam rangkaian acara hiburan.

  9. sudung simalango berkata:

    tak satu pun orang batak yang tidak suka musik batak , kalu gk suka ya bkan orang batak dong. unang atong baila gabe batak manang halak hita ake ? bangga lah satu bangsa yang diturunkan oleh yang maha kuasa tak satupun ada bangsa di dunia seperti bangso batak . jadi mari lestarikan semunya apa yang dimiliki orang batak itu .hebat kan ?

  10. sudung simalango berkata:

    Mungkin molo parsordam nunga maol luluan ale par sulim mungkin godang dope dohot akka uning2an naasaing . molo di mataram nusatenggara barat on tung susah jadi molo naeng adong ulon habatakon nga pusing hami mangalului paruning2an Horas jala gabe ma di hita sudena ..

  11. Tidak perlu merasa mundur tentang pargonsi. Di Jerman gondang ini terus di kembangkan bahkan di eropa lain seperti di Hongaria sudah di ajarkan yg dipersilahkan oleh Dubes RI Bp. Mangasi Sihombing yg diajarkan oleh Sekjen Parboniaga Eropa, Sdr. Robinson Sidabutar, cucu dari alm. Pargonsi terkenal Sidabutar dari Tomok. Mari terus kita kembangkan dengan menggabungnya menjadi Orkerstra Indonesia.

  12. Pandapotan Sitorus berkata:

    TGL 12 JUNI 2010 DIADAKAN FESTIFAL BUDAYA BALI YANG DIBUKA OLEH PRESIDEN RI,BERLANGSUNG SELAMA 1 BULAN. SANGAT MERIAH DAN BENAR-BENAR TERLIHAT BGMN MASYARAKAT BALI,PEMDA BALI BENAR2 MEMBINA KESENIANNYA DGN BAIK. MEREKA MEMANG SUDAH YAKINI BALI DIKENAL KARENA BUDAYA,SENI,AGAMA DAN ALAMNYA. ORANG BATAK JUGA SADAR TENTANG HAL YANG SAMA. BEDANYA APA? PEMBINAAN SENI DAN BUDAYA OLEH PEMDA BALI SANGAT BAGUS,MASYARAKAT MELAKUKAN ADAT SCR KONSISTEN. TANYA PARA BUPATI,WALIKOTA DAN GUBERNURNYA,APA YANG MEREKA KETAHUI TENTANG ITU DAN APA KONSEP MEREKA TENTANG ITU,BAGAIMANA PULA ETNIS BATAK MELESTARIKAN ADATNYA???WAH,MALU KITA…KARENA YANG PENTING HURA-HURA,MAKAN,MINUM BIR YANG BANYAK…ITU YANG DIANGGAP HEBAT.DANG TARIDA BE PANGALAHO NI ANAK DHT BORU N I RAJA MELALUI ADAT YANG BENAR…BERPOCO RIA..MUSIK/ELECTON. SEMUA MELUPAKAN GONDANG YANG BENAR. MAKANYA JANGAN BERLOMBA-LOMBA ORANG BATAK MANGULOSI ORANG MENJADI CALON BUPATI,WALIKOTA,GUBERNUR DI WIL.SUMUT YANG TIDAK MENGERTI ADAT,AGAMA,SENI,BUDAYA,ALAM SUMUT. AGAR TERPILIH PEMIMPIN YANG BENAR2 MUMPUNI.

  13. Yohanes Polin Bakara berkata:

    Saya tertarik dengan artikel bapak ini,
    dapat kah bapak menerangkan lebih detail mengenai Kecamatan Ronggur Nihuta?
    Seperti objek wisatanya, potensi masyarakatnya, serta pola kehidupan masyarakatnya pak.

    Tolong di balas ke email saya yohanesbakara@yahoo.com informasi yang bapak berikan mengenai ronggur ni huta sangat berarti.

    Terima kasih pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s