PAROPERA ITU AKHIRNYA DIHARGAI

Monang Naipospos

Dunia seni tradisional batak dikejutkan dengan perhatian pemerintah. Dua orang seniman opera Batak menadapat anugerah maestro 2007 dari Menteri Kebudayaan danPariwisata.

Zulkaidah boru Harahap 60 tahun dan Alister Nainggolan 61 tahun menjadi penerima Maestro 2007 dan bantuan uang Rp 1 juta setiap bulan seumur hidup. Keputusan pemberian anugerah seni ini berdasarkan hasil seleksi dari tim yang dibentuk oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata melibatkan Asosiasi Tradisional Lisan (ATL).

Zulkaidah boru Harahap dikenal piawai memainkan seruling itu saat ini melakukan kegiatan menopang hidupnya dengan membuka kedai tuak di Desa Tiga Dolok Kabupaten Simalungun. Sementara Alister Nainggolan selama ini beraktivitas menjadi pemusik pesta adat di Medan. Keduanya sempat popular saat berjayanya Opera Serindo pada tahun 1960-an.

Lima tahun terakhir ini Thomson HS sastrawan muda putra batak aktif melakukan revitalisasi opera batak. Pentas tradisional ini sudah sering melakukan pertunjukan pada even khusus hingga ke Jakarta saat RE Nainggolan menjabat Bupati Taput.
Saat ini Pusat Pelatihan Opera Batak (PLOT) berbasis di Pematang Siantar. Atas keuletan manajernya Thomson HS mengajukan beberapa nama seniman opera batak menjadi calon pemerima anugerah maestro dari pemerintah.

Saat ini para pengagum seni tradisional batak mendapat tantangan. Setelah Seni tradisional lisan ini apa yang seharusnya dilakukan kepada para seniman tradisional musik batak ?
Pargonsi (pemusik) batak saat ini sudah banyak yang sudah berusia 70 dan 80 tahun dan akan mengakhiri kegiatan seninya karena termakan usia. Mereka saat ini masih dapat memainkan 200-an repertoan musik batak dan tidak ada penggenerasian.

Selamat bagi para pengiat kesenian batak beserta tim pelaksana revitalisasi seni ini. Kiranya akan muncul pegiat gondang batak sehingga para pemusik yang layak menyandang kehormatan maestro.

Nasib seniman opera batak seangkatan dengan kedua orang maestro ini, lihat disini.

Iklan

4 thoughts on “PAROPERA ITU AKHIRNYA DIHARGAI

  1. Charlie M. Sianipar berkata:

    Angka barita songonon ma attong sibegeon, las roha.
    Sai lam tu denggan na ma Republik on, asa lam diatturehon Negara angka anak ni bangso i na mengabdi tu budaya lokal songon hamoraon ni bangsota na Bhinneka Tunggal Ika.

  2. thompson hs berkata:

    terima kasih atas tulisan amang monang naipospos menyangkut penghargaan kepada zulkaidah harahap dan alister nainggolan, dua dari pemain opera batak terdahulu. memang ekspose atas hal ini sudah dilakukan oleh harian batak pos sehari setelah tim klarifikasi dari jakarta berkunjung langsung ke siantar dan medan. salah satu dari tim klarifikasi itu adalah wartawan kompas dan akan mempersiapkan buku untuk merangkum biodata 30 maestro yang terseleksi tahun 2007 ini. ada 200-an nama calon maestro yang masuk kementerian dan 2 calon yang kita ajukan ini sudah 90 persen diterima dengan kunjungan tim klarifikasi itu. mudah-mudah sampai akhir tahun 2007 surat keputusan selambatnya diturunkan bersama peluncuran buku biografi maestro. PLOt mengajukan kedua orang ini sejak maret 2007 lalu dengan alasan mengikuti kriteria yang dibutuhkan. salah satu kriteria itu adalah kemauan mereka melakukan transfer pengetahuan kepada generasi muda. sejak PLOt beroperasi di siantar sejak september 2005 kedua maestro ini diperhatikan cara-caranya menghadapi generasi muda. seperti menyambut hujan turun setelah kemarau panjang, kedua maestro ini nampak jujur meneruskan keseniannya. tahun depan mudah-mudahan kepercayaan kepada PLOt masih diberikan untuk mengajukan seniman tradisi yang lain. kepercayaan itu tentu saya laksanakan dibarengi dengan upaya verifikasi. teknik verifikasi menentukan kelayakan seorang seniman bukan seperti yang pernah saya lakukan untuk 200-an grup kesenian di sumatera utara pada tahun 2003 lalu. yang kita lihat untuk grup-grup kesenian adalah program dan sistem pertahanan manajemennya. namun untuk si seniman agaknya lebih rumit dan terpaksa harus lebih hati-hati. maklum suatu penghargaan di wilayah kita masih sering dianggap “tidak seharusnya bagi yang lain”. hal ini disebabkan belum maraknya bentuk-bentuk penghargaan yang diciptakan oeleh lembaga-lembaga yang memperhatikan kebudayaan dan perkembangannya. saya berharap semoga pada kesempatan selanjutnya da bentuk-bentuk penghargaan lain untuk para seniman kita. kenapa tidak mungkin muncul sistem semacam Batak Pos Award atau koran-koran yang selama ini merasa berbudaya. di propinsi riau hal semcam itu sudah dilakukan oleh koran riau pos dan kelompoknya seperti sagang award. itu sangat kita harapkan agar budaya atau seni batak itu tidak semakin tenggelam karena digunakan selama ini untuk momen politis saja.

  3. Bonar Siahaan berkata:

    Saya tertarik dengan sosok Thonsom Hs ini yang rela membimbing para calon seniman untuk maju.

    Mengapa opera batak itu kurang dihargai? Menurut saya karena para pemain opera itu sendiri ada yang kurang memahami cara untuk berakting,dan ini bisa dimaklumi sebab para pemain opera terdahulu masih kurang pembinaan bagaimana melakoni setiap cerita.

    Saya sebagai pecinta budaya sangat berterima kasih kepada lae Thomson yang dengan segala keuletannya eksis membina para pemula agar dapat melakoni setiap cerita.

    Maju terus lae,amang Pospos pasti tetap mendukung.

  4. Saya masih teringat masa jayanya opera batak tahun 70an. Biasanya base kampnya ada di tanah lapang Sisingamangaraja Jl. Mulia Raja Balige. Saya masih ingat betul ceritanya selalu berganti setiap pertunjukan terkecuali cerita bersambung/seri. Yang menarik dari pertunukan opera bagi saya adalah musik tradisionalnya. Hingga saat ini saya masih pengagum berat musil tradisional batak/uning-uningan. Hanya saja sudah sedikuit susah untuk mencarinya. Kebetulan saya tinggal di Pontianakj, jadi alternatif untuk mendapatkan kaset/cd hanya ketika kunker ke Jakarta. Budaya Batak jangan sampai hilang ditelan jaman. mari kita lestarikan dengan mendukung para seniman dan memberikan reward terhadap jasa mereka terutama oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan harus menyediakan sebagain APBD pada SKPDnya untuk pembinaan para seniman. Maju terus budaya Batak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s