DAMAILAH TOBASA

Ir. Imran Napitupulu

Mencermati situasi politik akhir-akhir ini di Tobasa, konstelasi kegiatan dan perkembangannya cenderung menimbulkan hal merugikan, bagi semua pihak. Baik, kepada pihak yang ingin supaya aspirasinya ditanggapi, lewat gelar aksi unjuk rasa demo, maupun kepada pihak lain yang menjadi sasaran dan tujuan demo. Masyarakat sebagai bagian tidak terpisahkan tentu akan merasakan dampaknya. Kalau saja kita berfikir jernih, mungkin semua tidak perlu terjadi.

“Damailah Tobasa”. Pernyataan singkat, namun bermakna sangat luas. Sebab di dalamnya mengandung kebijakan yang arif. Dengan kalimat pendek seperti itu, rasanya bisa memaksa kita berkontempelasi. Merenung lebih jauh. Apa yang telah, sedang dan akan terjadi dengan kabupaten ini.

Kemegahan bangunan kantor Bupati dan kantor DPRD yang letaknya berdekatan, menggunakan ornamen dan artistik Batak. Hal itu jika ditilik dari sisi pembangunan fisik. Sementara nilai-nilai lain yang ada di sebalik itu, miris dan cukup menyedihkan. Karena, seperti kita tau, sampai sekarang belum ada jabat tangan mesra, apalagi peluk mesra di antara kedua petinggi Tobasa. Executif dan Legislatif. Yang ada hanyalah, minimnya komunikasi dan minusnya harmonisasi hubungan..

Bola panas yang menggelinding, telah cukup lama bergulir bebas. Indikasi perseteruan antara dua petinggi (Bupati dan Ketua Dewan) diduga kian menajam. Peliknya tali temali persoalan yang terjadi tidak pernah bisa dijumpai. Sampai-sampai benang merah setiap persoalan menjadi sulit dicari, apalagi ditarik keluar. Kini, benang merah sudah tidak berwarna lagi. Berubah menjadi abu-abu.

Aksi demo sering berlangsung di Tobasa. Itulah kenyataannya. Selama ini, masyarakat berusaha mencari-cari jawaban yang pas serta kongkrit, tentang situasi yang ada. Mereka tidak pernah berhenti membahasnya lewat analisa politik sesuai pemahaman yang dimiliki. Parahnya, politik sering dipelesetkan. Teori-teori yang dijelaskan di sana, cukup ruwet, bahkan kadang tidak rasional.

Banyak yang merasa apatis, diwarnai berbagai tanya. Mengapa di bumi Tobasa, kemelut antara dua petinggi ‘semarga’ tidak lagi terbungkus rasa persaudaraan yang kental. Padahal, Tobasa tergolong homogen. Satu sama lain masih terikat tali keluarga atau hubungan famili. Dengan kondisi seperti ini Tobasa sangat rentan akan munculnya dis~integrasi. Karenanya, dituntut upaya untuk antisipasi, agar terhindar dari hal-hal tidak diinginkan

Kadang, ada kerisauan yang muncul. Di saat melihat aksi unjuk rasa demo. Hati dan kepala seakan dipenuhi berbagai tanya. Namun, tak pernah ada jawaban. Tidak tau apa yang harus diperbuat. Kondisi seperti itu banyak dialami sebagian masyarakat Tobasa. Boleh jadi, demo ataupun unjuk rasa itu, akan menjadi penting dan berarti. Atau, dengan kata lain, yang hendak ditekankan adalah kualitas peristiwanya. Janganlah sekadar peristiwa lepas, yang kebetulan terjadi. Lebih dari itu, peristiwa itu harus mengandung makna, karena di dalamnya ada pesan yang perlu ditanggapi

Andai saja, kita mau lebih jujur melihat tanda zaman sebagai peristiwa yang terjadi dalam ruang dan waktu. Walaupun menjadi tidak jelas, apa pesan yang bisa dipetik dari maraknya aksi unjuk rasa. Arah kebijakan politik mana yang perlu disikapi rakyat setelah mendapat informasi hasil paparan setiap pendemo yang berorasi ? Boleh jadi, setiap aksi unjuk rasa, akan menjadi semacam tanda. Mana hal yang pantas, dan mana yang kurang pantas dilakukan petinggi kita sebagai decession maker. Seharusnya, mereka bisa lebih cermat dan berhati-hati. Rakyat jangan sampai dikecewakan.

Memang, kemelut demi kemelut harus dilihat secara lebih proporsional dan arif. Tetapi, masyarakat juga harus lebih kritis, atas tanggung jawab pemerintah. Sebab, seperti diberitakan, hingga kini masih banyak yang beranggapan bahwa dugaan kasus korupsi yang dilakukan St. Drs. Monang Sitorus, SH, MBA, mengakibatkan kas daerah kebobolan sebesar Rp. 3 milyard, menjadi pemicu utama untuk berdemo.

Sejauh dan separah itu kah akibat yang ditimbulkan aksi unjuk rasa dari para pendemo ? Kita tidak terlalu yakin. Tetapi, jika pemerintah tidak mencermati dengan arif, persoalannya akan semakin melebar. Komitmen dan tindakan nyata pemerintah masih dinanti. Bukankah kita, tidak mungkin membersihkan lantai dengan sapu kotor ?
Damailah Tobasa. Songsong masa depanmu, dengan geliat pembangunan berarti.

Iklan

23 thoughts on “DAMAILAH TOBASA

  1. Freddy - Sitorus Surabaya berkata:

    Horas,

    Betul itu amangboru. Petinggi Tobasa ini memang sepertinya tidak ngerti perasaan rakyatnya. Himbauan damai dari tulisan amangboru mudah-mudahan bisa menggugah mereka. Walau “beliau2” ini dongan sabutuha, tapi sikap, pola pikir dan karakternya menurut saya tidak menggambarkan watak orang Batak sebagai parbahul-bahul nabolon. Damai di bumi dan damai di Tobasa perlu mereka ingat. Thank’s amangboru. Tulisan ini sangat cocok untuk mereka berdua.

    Syaloom.

  2. Rim Marluat Napitupulu berkata:

    Memang politik itu tdk pernah dinamis. Semua berpulang kdp kepentingan masing2 pihak. Sekarang teman, tapi besok bisa berubah menjadi musuh. Jangankan saudara semarga, yg kakak beradik kandung pun bisa bermusuhan seumur hidup (mardomu di tano rara) karena berebutan kepentingan.
    Dulu kita masih ingat ketika Monang Sitorus menjadi kandidat Bupati Tobasa, ketua DPR sekarang (Tumpal Sitorus) merupakan salah satu pendukung utama Monang Sitorus & selalu berusaha membela Monang terutama pada saat Monang mengalami kendala di partai yg mengususngnya sebagai kandidat Bupati Tobasa. Kalau sekarang mereka berseberangan tentu ada alasannya. Kita tdk tau siapa yg salah dan siapa yg benar. Dan menurut analisa saya perselisihan mereka disebabkan oleh kepentingan ekonomi yaitu pembagian kue priyek di Tobasa. Untuk menghindari terjadinya konflik di bumi Tobasa dan demi kepentingan rakyat Tobasa, sebaiknya mereka berdua jgn egosi, kalau tdk bisa berdamai lebih baik mengundurkan diri supaya lebih terhormat. Jgn biarkan di bumi Tobasa terjadi konflik horizontal oleh karena ulah politisi2 sampah seperti mereka. Masih banyak yg sanggup untuk menjadi pemimpin di bumi Tobasa.

  3. imran napitupulu berkata:

    Mauliate atas komentarnya ampara. Saya menulisnya hanya karena rasanya saya ingin menuliskannya. Itu saja. Tapi apresiasi yang ampara tulis langsung “dalam” dan bermakna luas. Alana, Politik di Tobasa, tdk lebih dari “PEOL OTIK”. Horas.

  4. Pancasila Sibarani berkata:

    Negeri Tobasa harus kita selamatkan dari situasi Politik yang tidak berpihak kepada masyarakat TOBASA, kita sangat kecewa dengan sikap dan perilaku Petinggi Tobasa yang sebenarnya telah diberi kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat TOBASA dengan membuat skala prioritas kebijakan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat tetapi terjadi adalah konflik dua Petinggi yang disebabkan kepentingan (Bagi-Bagi Proyek) tidak sesuai dengan komitmen mereka pada awal kerjasama politik dilakukan. Namun yang lebih memilukan ketika para Aktivis, LSM, Wartawan, Kaum Intelektual dan Lembaga Adat terlibat dan berpihak kepada salah satu Kelompok sehingga kepentingan masyarakat tobasa tetap tidak dapat diakomodir karena tidak ada lagi Orang bicara realita akibat kebobrokan Pemerintahan Tobasa yang juga disebabkan oleh Legislatif yang tidak memapu menjalankan fungsinya, ayo mari bangkit TOBASA kita berantas Korupsi di NEGERI TOBASA…..

  5. leeroy76 berkata:

    Dari dulu sampai sekarang politik di Indonesia itu
    bangkrut , karena pemimpinnya tidak punya hati. Lebih mementingkan kelompoknya (pribadi) dari pada kepentingan rakyat. Apalagi di Tobasa, hanya mementingkan diri sendiri dan keluraganya.

    Padahal figur pemimpin harus mempunyai 3 kriteria yaitu:
    1. Intgritas Politik,
    2. Berjiwa nasionalis (mendahulukan kepentingan rakyat banyak).
    3. Bekerja dengan hati.

    Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mempunyai cita-cita jauh ke depan serta senantiasa disiplin dan commited untuk mengarah pada visi. Seluruh energi dan inovasi yang dikembangkannya diarahkan pada pencapaian visi dan misi. Namun demikian, komitmen terhadap visi ini harus dijalankan tanpa menutup ruang bagi eksplorasi dalam rangka menemukan terobosan baru bagi pemecahan permasalahan di daerah.

    BUKAN BERANTEM DAN BUKAN KORUPSI…..!!!

    by the way…itu gelar MBA bupati dapat dari mana sih? Bingung neh…kok MBA nggak bisa berbuat apa2. Aku yakin nggak dari luar negeri….

  6. Rim Marluat Napitupulu berkata:

    Pada zaman dahulu hidupalah seorang pemimpin yg baik, bijaksana dan bertanggung jawab. Suatu ketika dia mendapat sebuah surat yg harus segera disampaikan ke suatu daerah yg benar2 jauh dan terisolasi, dimana kalau surat ini tdk segera sampai ke daerah tersebut maka dipastikan daerah iru dalam bahaya besar karena pd saat itu adalah masa perang. Karena mengutamkana kepentingan rakyatnya tanpa berpikir panjang si pemimpin tersebut langsung mengambil keputusan untuk segera mengantar surat tersebut ditemani oleh seorang asistennya.Adapun jalan ke daerah tesebut adalah jalan berbahaya, melalui hutan dimana di sepanjang jalan banyak tumbuh bambu yg merupakan sarang daripada binatang serigala.Akhirnya si pemimpin dan asistennya berangkat dgn menggunakan kereta yg ditarik oleh lima ekor kuda. Hari sdh malam, di tengah jalan dari balik rerumpunan pohon bambu mereka melihat mata yg mengkilap yg tdk lain adalah mata daripada para serigala yg mencium bau manusia.Dgn rasa takut si asisten berkata kpd si pemimpin, lihat itu segerombolan serigala, apa yg harus kita lakukan? Dgn tenang si pemimpin mengambil pedangnya lalu memotong satu tali kekang kuda sehingga kuda itu lari dan dikejar serigala, dan selamatlah mereka. Tdkbeberapa lama kemudian di kerumunan bambu berikutnya mereka melihat segerombolan serigala, si asisten takut, dgn tenang si pemimpin mencabut pedangnya lalu memotong salah satu tali kekang kudanya, dan kuda itu lari dan dikejar serigal2 itu. Lalu mereka melanjutkan perjalanan dgn ditarik tiga ekor kuda. Dalam mereka melanjutkan perjalanan mereka selalu menemui segerombolan serigala dan si pemimpin selalu nelakukan hal yg sama untuk mengatasi kendala tersebut. Saatperjalanan yg terahir dimana kereta mereka tiggal ditarik seekor kuda, mereka kembali menemukan segerombolan serigala, si asisten sgt ketakutan karena tdk ada lagi kuda yg dpat dilepas. Tapi dgn tenang dan berani si pemimpin tersebut melompat dari kereta sehingga dia yg dicabik2 oleh serigala. Lalu si asisten menruskan perjalanan menuju daerah tersebut dgn ditarik seekor kuda. Sampailah di ke daerah tersebut dgn membawa surat tersebut, sehingga selamatlah daerah itu.
    Nah….! yg mau saya lihat dari cerita diatas adalah keberanian dan ketulusan si pemimpin tersebut untuk berkorban, demi kepentingan rakyatnya. Inilah yg benar2 disebut pemimpin. Masihkah mungkin kita menemui seorang pemimpin seperti ini di Indonesia dan di bumi Tobasa khususnya??????

  7. par - napitupulu berkata:

    Lae Pancasila Sibarani,
    Kita pernah ketemu di kantor DPRD Tobasa, sewaktu Lae dengan teman2 dari Aliansi Peduli Tobasa menyampaikan aspirasi kepada para Anggota Dewan kita yang terhormat itu. Saat itu, saya menyalami Lae dan saya katakan, Tobasa butuh “Pancasila Sibarani” seperti Lae. Sejujurnya saya tertarik dan terkesan dengan cara Lae saat penyampaian beberapa tuntutan dari Aliansi yang bergabung dengan Lae. Mungkin Lae masih ingat itu. Tapi,Lae. Sangat betul yang Lae bilang itu. Ternyata Anggota DPRD kita bebal. Latteung.’PARGABUS” Sudah itu main judi lagi. TErtangkap. di Jakarta. Konon,dikamar Katua.Bah Katua latteung do huroa. Yang dijudikan uang darimana itu ???
    Ai molo songonon do tu dia na ma Tobasa on ?
    Eksekutive latteung tukang korupsi. DPRD latteung. Pailahon. Apalagi katua Dewan.Bergaya bukan main. Tidak bisa dibedakan. Yang jadikatua dewan istrinya boru napitupulu itu atau si Tumpal. Podo wae. sami mawon. Sama gobloknya.
    Korupsi MERAJA LELA.Tobasa Hweeebaaat. anggo akka [………] i ba marlomo-lomoma torus. Maju terus Lae. Sikat koruptor Tobasa. Gak pedrduli dia dari mana. Executif, Legislatif koruptor, sama2 kita masukkan ke keranjang BABI.Kita seret. Kita arak ke onan Balige. Baru kita gotong rame2 ke penjara.

  8. merlin br sitorus - medan berkata:

    ito Pancasila Sibarani,
    Kupikir ito gak mampu berbahasa santun. Berbeda dengan komentar ito dalam mengomentari tulisan ito imran napitupulu. Berorasi di lapangan ito garang. Ketua DPRD Tobasa sampe basah celananya ito buat. Bupati Monang Sitorus copot jantungnya. ga bisa tidur semua hula2 ku itu dibuat sama ito. Hayooooo. hajar terus. Biar jera si Monang dengan si Tumpal. Padahal mereka ini satu toke.sama2 mangallang gajidari satu toke yang sama . Tapi mungkin nyonya katua Dewan merasa sudah hebat sendiri. Ga taunya cipoa.Gede ngomong. Buktinya ga pernah ada. Beri pelajaran dulu eda-ku ito. Lantam kali dia kutengok. Emang dia itu siapa ????????? Sok.bwaangeeeet. ya. Belom tau dia. Maju terus ito.

  9. imran napitupulu berkata:

    Lae,Pancasila Sibarani
    Saya lihat, banyak yg berkomentar tentang komentar Lae. Mungkin mereka terkesan dengan Lae. Termasuk saya. Bahkan,ito Merin br Sitorus mengomentari hula2 nya, berdasarkan komentar Lae. Hebat,kan itu Lae.
    Nauli ma i antong sude. Mauliate Lae. Horas.

  10. merin br sitorus berkata:

    ito Pancasila,
    hula2 ku itumemang bebal. Terutama Ketua Dewan. Mungkin dia lebih banyakmakan udang. Makanya otaknya kayak udang. Istrinya boru Napit sama saja. Ngomong besar.Ga pernah ada bukti. Monang Sitorus juga. Tidak tau Tobasa mau dibawa kemana.
    Bingung aku.

  11. norman Tambunan berkata:

    Lae Sibarani,
    Apa yang Lae buat menurut saya, masih terlalu lembek. Sehingga Ketua, Dewan, Bupati dan kroni2nya belum jera. Bahkan,dengan tertangkapnya anggota DPRD main judi di Jakarta bukti tidak bermoralnya pejabat2di Tobasa.Semua bebaL. EXECUTIV BEBAL.DPRD BEBAL.
    Duit siapa mereka judikan ??????

  12. Berdamailah, banyak cara untuk berdamai, dan berdamai sangat terhormat.
    Tidak ada kata terlambat untuk berdamai. Tak perlu malu.
    Mungkin perlu mediator untuk berdamai. Secara administratif, ya Gubernur, tapi itu cuma salah satu. Banyak yang bisa jadi mediator.
    Damai dibumi…. termasuk Tobasa.
    Kita tunggu perdamaiannya. Horasss.

  13. handoko suganda berkata:

    Horas Lae,
    Sebenarnya apa yang sudah Lae capai dalam kehidupan karis dan business diwaktu lalu sudah cukup membuat Lae hidup tenang bersama keluarga di Jakarta apalagi Lae adalah seorang Pelayan di HKBP. dan saya pribadi sangat menyayangkan hal ini terjadi. Maksud Lae sebenarnya adalah mau membangun kampung halaman tapi waktu dan kondisi tidak tepat.

    Masuk kedalam lingkaran birokrasi saat ini telah membuat pikiran dan kehidupan Lae bersama keluarga besar telah sangat tidak nyaman.
    Kembalilah kekehidupan yang dulu, mundur untuk maju kekehidupan yang lebih tenang dan berserah kepada Tuhan Yesus.

    Tuhan memberkati Lae dan Keluarga

  14. Bonar Siahaan berkata:

    Toho do hata ni lae Imran on,alai hea do tarjaha ahu di “PADAN NA IMBARU” (BIBEL) tarsurat taringot tu boru-boru sibabijalang nahona uhum ingkon mate dangguran ni Bangso Israel ibana,alai didok Jesus ma; “Manang ise na ias sian dosa ibana ma jumolo mandanggur….dst

    Molo boi nian unang pola gabe hagunturon masa di TOBASA khusus Baligeraja ,tu naberwenang pinasahat asa di pature.

    Horas.

  15. charly hutahaean berkata:

    horas tano tobasa..
    “LIHAT DIRI MASING MASING”
    ‘SEBELUM MELIHAT DIRI ORANG LAIN”

    JANGAN KERJA CUMA MENCARI KESALAHAN PETINGGI DI TOBASA TAPI BANTULAH PEMIMPIN TOBASA DALAM MENCAPAI TOBAMAS….

    KERJA LSM ,PEJABAT,AKTIVIS,JANGAN CUMA MAU MENJATUHKAN PEMERINTAHAN TOBASA DAN PENGEN MAU MEREBUT KURSI TERTINGGI DI TOBASA..

    TAPI MARILAH SECARA BERSAMA SAMA MENDUKUNG PEMBANGUNAN DI TOBASA KITA..

    AGAR PEMBANGUNAN YANG INGIN KITA INGINKAN DAPAT TERWUJUD…..

    INI RENUNGAN BUAT KITA SEMUA YANG CINTA TANAH KELAHIRAN KITA

    INI PESAN AKU BUAT TIDAK BERSIFAT OBJEK TAPI SUBYEK

    DAN TAK ADA UNSUR APA APA

    HANYA BERASAL DARI KETULUSAN HATI SAYA BUAT TANAH KELAHIRAN SAYA..DAN KARENA SAYA CINTA TANAH TOBASA

    HORAS

    SEMOGA TUHAN MEMBERKATI

    TOBASA

  16. Humbang Hasundutan berkata:

    Lae Charly Hutahaean, apakah petinggi Tobasa perlu bantuan? Lae charli, tak seorangpun yang mencari cari kesalahan, tidak juga berkeinginan untuk menjatuhkannya, apalagi hendak merebut kursi tertinggi, taklah kawan. Sude do mandukung pembangunan i lae, pos roham.
    Alai ninna lae ma nian: Gala gala nasa botohon//murukpe iba, adongdo hata na so boi dohonon, unang pakasarhu, ai adong do uhum. Tungpe rupani patik dohot uhum di negaratta on rada rada nakal (bahkan nakal sekali/takkang hian), boha bahenon. Jala museng lae, nunga bangko ni jolma huroa songon i, tarlumobi di nusantara on, molo apala jinulluk di hasalaanna i, laos di datdati do, ai nungga adongbe sihumisikna manggarar siboto uhum. I ma jo tusi.

  17. sabar tambunan berkata:

    “Damailah Tobasa !! ”

    Percumalah kita bilang2 seperti itu kepada mereka……
    Toh perkembangan politik kita ngga ada kaitannya dengan tujuan mensejahterakan rakyat kok. Cuekin saja…!!

    Mereka ‘kan bukan rebutan untuk bekerja bagi rakyat…mereka kesetanan sekedar berebut kekuasaan..yang ujung2nya untuk kekayaan pribadi..atau geng-nya. Mereka ‘bersemangat’ bukan karena kepentingan rakyat….

    Ahh… siapa sih yang masih percaya bahwa politik adalah tempat mereka ingin mengabdi,..seperti menjadi sintua di sebuah gereja. Politik bagi para politikus itu sebuah peluang kerja semata….yah politisi disini tak ubahnya cuma ‘karyawan’, yang ingin selalu ‘gajinya besar’, sialnya minus prestasi…… bahkan merusak (ber-KKN-ria) !!

    Mereka semua sebenarnya tidaklah berguna bagi kita rakyat kebanyakan. Buktinya begini. Kita minta saja mereka semua (Birokasi dan DPRD) cuti bersama selama 3 tahun penuh.

    Apakah kita akan menjadi semakin menderita tanpa mereka ??? Biarkan semua berjalan dan dilaksanakan oleh rakyat sendiri (swa-kelola oleh rakyat). Negara cukup memberikan dana pembangunan yang diminta.

    Contohnya, jalan2 desa yang dibangun oleh swa-kelola desa di Tangerang mutunya sangat jauh lebih baik daripada yang dibangun oleh birokasi dengan gerombolan kontraktornya. .

    GERAKAN POLITIK SWA-KELOLA
    Jadi tidak usahlah kita campuri apalagi ikut2 gerombolan salah satu pihak dalam ‘perkelahian mereka’.

    Kita sebagai rakyat jelata bikin saja gerombolan sendiri…..yaitu gerombolan yang menuntut dengan masif dana2 untuk di-swa-kelola-kan ke masyarakat desa…….
    Sebuah gerakan politik yang mermanfaat lansung bagi rakyat.

    Percaya deh, semakin sedikit dana APBD yang dikelola secara lansung oleh aparat birokasi….perkelahian mereka akan mereda sendiri..ya ‘khan !!

    HIDUPKAN GERAKAN SWA-KELOLA !!!!!

    HIDUPKAN GERAKAN SWA-KELOLA DESA !!!!
    Adalah Gerakan untuk mengurangi sebanyak2nya dana2 pembangunan yang dikelola secara lansung oleh aparat birokasi….
    Adalah gerakan yang percaya bahwa masyarakat desa lebih mampu, efektif dan efisien dalam mengelola dana untuk kepentingan desanya sendiri……………
    Adalah Gerakan masyarakat desa yang tidak butuh birokasi dan DPRD untuk membangun desanya sendiri…….
    Adalah sebuah gerakan untuk membangkitkan kedaulatan dan rasa percaya diri masyarakat desa……..

    Mulailah di Tobasa………..!!

    Untuk : Lae Pancasila Sibarani !!

    Banyak pujian atas tindakan Lae, semoga itu dapat lebih memompa semangat dan stamina lae……… jalan masih panjang……….

    Memang betul, bukan cuma di Tobasa, bahkan terjadi dihampir seluruh daerah di Indonesia, semua ‘kerusakan’ itu bersumber dari perebutan uang/proyek.

    GERAKAN SWA-KELOLA DESA !!

    PROYEK……….. TIDAK !!
    SWA-KELOLA… YESS !!

    Karena itu kurangi saja jumlah dana2 proyek pembangunan APBD. Sebarkan ide ini dan galang kekuatan seluruh masyarakat desa untuk merubah dana2 yang bersifat proyek (dikelola lansung aparat birokasi) menjadi alokasi dana swa-kelola desa.

    Lagipula mana berani aparat birokasi, termasuk para anggota DPRD ‘terhormat’ itu minta2 komisi ke masyarakat desa atas dana swa-kelola desa………. lansung hancur karirnya !!

    MAULIATE


    *** Gerakan ini sebenarnya telah dimulai dengan Program Pengembangan Kecamatan yang pada awalnya didanai Bank Dunia. Azasnya DOUM (Dari Oleh dan Untuk Masyarakat) tapi Program ini sepertinya belum mampu menguatkan organisasi rakyat untuk menuntut haknya dalam pengelolaan anggaran pembangunan di desanya. Pelaksanaan program ini mengindikasikan keberhasilannya dengan pemenuhan kebutuhan rakyat. Padahal sebenarnya yang utama adalah kekuatan rakyat untuk melakukan bargaining dengan pemerintah daerah. Songon i do lae Tambunan?

  18. SINAGASOLO berkata:

    UNANG LUPA DAN TIDAK PERLU BNAYAK CARA UNTUK DAMAI INGAT ANDA ADALAH PENGIKUT TUHAN KALAU INGAT PASTI TIDAK AKAN ADA LAGI KERIBUTAN . TAPI KALAU ANDA MASIH MEMIKIRKAN KEKUASAAN DAN LATE ELAK DOHOT GINJANG NIROHA IDAMA HAHORSUPON NAMA JALOONMU

  19. Horas.
    Molo boi tu hamu anak muda dan Halak Batak berjiwa muda dan par Mudar Anti Korupsi.
    Kalau memang koruptornya sudah bebal dan gabe LATTEUNG persempit ruang geraknya melalaui berbagai hal di antaranya: “Hamu anak muda/aktivis aktiflah di organisasi /paradaton/gareja/yang bisa membatasi/mempersempit atau memantau ruang gerak para koruptor naso umboto ila”.
    Horas. Selamat Berjuang.

  20. Gemayel Paulus Aruan berkata:

    SAYA GEMAYEL PAULUS ARUAN, ingin sekali terpilih menjadi Anggota DPRD Kabupaten TOBASA.

    😉

  21. elizabet sibarani berkata:

    buat ito Charly hutahaean yang juga teman seperjuangan semasa SMA, saya setuju dengan pendapat anda, kita benahi diri kita masing-masing, jika saya lihat komentar-komentar disini tidak ada yang ingin menjatuhkan petinggi-petinggi kabupaten Toba Samosir.hanya saja memberikan beberapa pendapat dan kritikan yang sehat demi pembangunn Toba Samosir menjadi kabupaten percontohan bagi kabupaten2 lainnya. jika saudara ingin memajukan tanah kelahiran anda maka marilah bergabung bersama. banyak generasi-generasi pintar dan yang dihasilkan oleh kabupaten toba samosir, akan tetapi mayoritas mereka hidup ditanah rantau sana. alhasil generasi-generasi yang tinggal di daerah ini hanya sebagian kecil. yah itupun mayoritas generasi-generasi yang putus sekolah akibat kurangnya biaya untuk menyekolahkan kejenjang yang lebih tinggi. kurangnya pendidikan apalagi kurangnya pendidikan politik yang dipahami oleh masyarakat Toba Samosir, membuat ada kesempatan korupsi dan bertindak otoriter bagi petinggi2 Toba samosir itu sendiri hingga berkembang sampai pada saat ini.saya tidak malu untuk tetap berkarya dikampung sendiri, karena kalo bukan kita, sapa lagi yang mau membangun masa depan tobasa yang cerah.saya bukan seperti lagu anak medan, Biar kambing dikampung sendiri, tapi banteng dikampung orang lain”.yah mungkin orang akan beranggapan saya bodoh untuk tetap tinggal dikampung dimana kurangnya akses baik dari segi informasi dll untuk pembangunan daerah ini,biarlah orang beranggapan seperti itu, biarlah jadi kambing dikampung sendiri asal bukan curut dikampung orang lain.malu kita.
    bagaimana saudara charly?

  22. horas ma dihita, Tobasa, disi do au magodang, desa sosor ladang ma gabe saksi. darah dan semangat batak yang mendarah daging membuat aku selalu berjuang, nangpe damang dainang dang hea nanggo apala tammat SD, jala sibola pinang mangula hauma ni jolma do pagodang godang au alai bersyukur boi do damang dohot dainang i pasikkolahon au sampe sarjana, nuaeng nangpe nunga gabe staff di kementerian keuangan sada do nasai ponjot dirohakki. andigan ma au pamajuhon hutaki, hatubuakki. nangpe marumur 22 taon do pe au nuaeng sada do kerinduanku nung sae S2 sian Harvard Kennedy School baru pe keluar dari Ke menkeu, mengapdi Di Tobasa. ale Debatakku ramoti au. Ho do mananda au lobi sian isepe. sahat ma tabikku tusude namangunjungi forum on. buat sahabat- sahabat ku yang masih muda khususnya yang diperguruan tinggi darah batak adalah darah yang selalu maju, mari kita bangun bonapasogit. sekaranglah waktunya generasi muda dilahirkan dengan pemikiran pemikiran brilian.

    Anton sitorus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s