Donidar Bertanya

Donidar Manalu [ Ingin mengetahui budaya Batak Toba ]

Partungkoan menerima email dari Donidar Manalu seorang mahasiswa semester 7 di Universitas Bengkulu. Surat itu sebenarnya ditujukan kepada Bapak Bonar Siahaan untuk diberi jawaban mempertinggi wawasannya tentang budaya batak. Alangkah baiknya bila kita juga memberikan jawaban tambahan untuk meningkatkan pemahaman saudara kita ini tentang budaya Batak.
Doridar Manalu anak dari ibu boru Tampubolon, anak pertama dari empat bersaudara, adalah “buha baju”. Orang tua bertempat tingal di Medan, tepatnya di Tembung.

Terus terang, saya sangat ingin mengetahui budaya-budaya batak toba, tapi tak ada tempat untuk “mengadu”. Orangtua saya tidak bisa memberikan penjelasan yang begitu memuaskan kepada saya mengenai beberapa pertanyaan tentang budaya batak, makna beberapa kata batak, dll. Maklum, ketika masih lajang orangtua saya sudah pergi merantau ke Riau. Sehingga beliau tidak begitu memahami lagi seluk-beluk budaya batak. Adapun hal-hal yang ingin saya tanyakan adalah :

1. Berapa jenis ulos batak dan apa fungsinya masing-masing ?
2. Suku batak sebenarnya terbagi berapa jenis/etnis ?
3. Apa makna “padan marga” dalam adat batak toba, misalnya marga Manalu berpadan dengan marga Banjarnahor (saya tidak tahu kebenarannya). Mungkinkah satu marga berpadan dengan lebih dari satu marga ?
4. Apa saja acara-acara adat batak ? Jika memungkinkan, diberi penjelasan dan tata cara pelaksanaannya.
5. Apa itu tarombo dan dalihan na tolu ?
6. Mengapa orangtua saya mengatakan bahwa saya adalah “buha bajunya”, jika saya terjemahkan kedalam bahasa
Indonesia menurut kemampuan bahasa batak saya, buha = buka dan baju = baju. Apakah ada makna tersirat dari kedua kata itu, jika ada tolong dijelaskan.

Kebingungan dikepala saya mungkin akan sedikit berkurang jika bapak bersedia memberi penjelasan mengenai pertanyaan-pertanyaan diatas. Itu hanya sebagian dari sejumlah pertanyaan yang sering membuat saya malu menjadi orang batak. Saya sangat ingin mengetahui seluk beluk budaya batak termasuk gondang, umpama dan umpasa, sejarah rumah batak, dll. Tetapi, saya sadar untuk memahami sesuatu harus perlahan, jangan terburu nafsu untuk mempelajari sekaligus. Sebab jika terburu nafsu, bukannya mengerti malah jadi bosan.

Terima kasih atas waktu yang bapak luangkan untuk membaca surat saya ini, semoga Tuhan selalu menyertai langkah bapak. Kiranya juga keinginan bapak untuk melestarikan budaya batak mendapat sambutan dari saudara-saudara kita sehingga budaya batak tidak punah ditelan waktu. Horas

Iklan

8 thoughts on “Donidar Bertanya

  1. Pahala Panjaitan berkata:

    di Internet melalui situs GOOGLE ditulis (dalam kolom search)”budaya batak” akan terbuka situs-situs budaya batak. silahkan mencoba

  2. Bonar Siahaan berkata:

    Amanta Naipospos;

    Mauliatema ala ditampilhon hamu pangidoan ni naposo Doridar Manalu,gabe sude mamboto naadong dope naposobulung namanghasiholi budaya batak.

    Pangidoan tu sude angka dongan,anggiat ma tabahen umbuk tu pangidoan ni Doridar on asa marhite i lam diboto naposo songon dia ruhut-ruhut ni habatahon.

    Nian nunga hualusi ibana taringot tu pangidoanna i alai langsung tu Email na hubahen dang melalui blog tanobatak on (maaf amang Pospos da nasilap do ahu) antusi ma namarsiajar….. 😀

    **** Boi do muse, asa diboto angka dongan na asing. 😉

  3. lapotuak berkata:

    Generasi batak sekarang sangatlah penting mngenal sejarah leluhur mereka, supaya tidak kehilangan jati diir

    lapotuak.wordpress.com

  4. architect_singapore berkata:

    Kalo bisa tolong di tampilkan photo2nya .

    Dan photonya jangan ulos yang terlipat…..

    Thanks…

    Blog ini sangat menarik…..

  5. Horas.
    Beberapa di antara kita mungkin memiliki visi yang sama. Di http://www.tarombo.com saya menulis beberapa artikel mengenai suku Batak yang ‘unik’ ini. 🙂 Malah, tarombo.com masih dalam rangka penggalangan dana untuk bisa mengumpulkan semua data orang batak secara ‘tarombo’ maupun tidak dari seluruh dunia. Comment/ advice akan sangat membantu.
    Horas,
    Ahu

  6. Sampulu taon on papungu tormbo do ahu, Nunga adong 96 marga nang pe so lengkap asa na so dapot data. Ia na masuk tu tarombo i dohot do angka dakdanak nuaeng. Boru pe termasuk (goar +) marga ni hela adong do. Laos songo i hula-hula. Jadi tarida do (goar +) marga ni paniaran. Jumlah ni naung masuk hira-hira 160.000 halak. Tung otik dope i sian na adong. Ala ni i gomos pinangido tu hita sude asa tongos hamu nian tarombomu. Marsasaompu pe tung mansai porlu do jala boi muse padouon tu ompu na asing di marga i. Laos bereng hamu ma website. Disi holan sahat tu sundut 8 do pinatudu, Alai di kolom parsiamun adong do tanda manang sahat tu sundut piga na adong di file nuaeng, Mauliate

  7. B.Parningotan berkata:

    mengenai bodaya batak ito bisa membaca lebih dalam pada buku Kamus budaya batak karangan Ma.Marbun, IMT Hutapea, penerbit Balai Pustaka 1987

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s