Objek Wisata Lumban Silintong Butuh Sentuhan

Imran Napitupulu

Ketika alam bercerita dan menuturkan kata-kata, ia mampu berbicara dalam seribu bahasa. Hempasan ombak kecil, ditimpal semilir angin pinggiran danau Toba, menimbulkan perbedaan mencolok yang semakin terasa. Apalagi, saat memandangi kaki langit di ujung jalan. Pesona itu, muncul dari sebuah pantai berjarak ± 2 km pinggiran kota Balige. Tepatnya di desa Lumban Silintong Kec. Balige Kabupaten Tobasa.
Teriakan anak-anak kecil yang berkejaran, mampu mensuspenskan suasana. Mereka bermain di tengah gundukan pasir. Inilah pesta akhir pekan yang sebenarnya. Suguhan berbagai hidangan khas batak, seperti arsik, na niura menyemarakkan suasana pantai, layaknya sebuah dunia extravaganza.
Wita Siahaan (28), pengusaha Wita’s Café, mengatakan, pihak Pemkab Tobasa seharusnya menaruh perhatian lebih serius tentang pembangunan infrastruktur, guna mendukung potensi pariwisata di daerah ini. Bayangkan aja, saat rame-ramenya pengunjung, yang akan menikmati suasana liburan tahun baru di tepi pantai, jalan menuju Lumban Silintong sampai macet. Kondisi jalan yang belum diaspal memperparah keadaan. Seharusnya, pihak Pemkab Tobasa lebih tanggap, kata Wita. Apalagi, pengunjung yang datang, umumnya dari luar kota. Bahkan, ada yang dari ibukota. Mereka itu, memanfaatkan liburan tahun baru. Berkunjung di objek wisata yang sudah terkenal dari dulu. Mereka banyak bernostalgia di sini. Untuk itu, jalan ke Lumban Silintong ini perlu diaspal.
Optimalisasi pembangunan infra struktur sangat diperlukan di desa ini. Perbaikan sarana pembangunan dimaksud, untuk direalisasir Pemkab Tobasa, tentunya akan mendukung industri pariwisata. Sehingga, nilai jual pariwisata Lumban Silintong, bisa disejajarkan dengan lokasi pariwisata lainnya. Bahkan, penambahan PABD bisa terdongkrak dari retribusi dan pajak hiburan.
Kontra logikanya, jika disimak lebih jauh. Biasanya, kemajuan industri pariwisata, berbanding lurus dengan kondisi sosial yang cenderung menimbulkan berbagai dampak negative buruk. Pasalnya, di lokasi ini cukup banyak tenda biru dibangun. Dan, sering dimanfaatkan jinggar tubi / kelompok tertentu, melakukan perbuatan yang kurang senonoh. Hal tersebut menuai kritik dan kecaman yang muncul dari berbagai kalangan. Untuk itu, Pemkab Tobasa perlu mencarikan alternative solusi. Sehingga, jangan sampai menimbulkan kerugian berarti, bagi warga Tobasa.

Potensi Pariwisata Tobasa Perlu Dikembangkan

Potensi pariwisata yang dimiliki Tobasa dengan berbagai keunggulan dan keunikannya perlu dikembangkan. Mulai dari potensi wisata keindahan alam, hingga wisata petualangan. “Semua butuh penanganan yang optimal dan harus bisa berjalan secara simultan. Sehingga, nuansa dan pesona tersendiri yang dimiliki, bisa dinikmati.
Salah satu faktor penyebab kurangnya kunjungan wisata di Tobasa, adalah objek wisatanya yang belum ditata secara optimal. Juga, faktor kemampuan para pelaku industri wisata, yang relative masih rendah. Akibatnya adalah, beberapa objek yang potensial belum mampu dijadikan menjadi objek unggulan. Penciptaan daya tarik wisata masih rendah, sehingga belum terwujud sapta pesona yang diharapkan.
Pembangunan pariwisata tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Membangun kesadaran masyarakat, terutama para pelaku wisata secara khusus sangat dibutuhkan. Agar daerah yang menjadi objek wisata cepat berkembang, pelaku wisata dituntut meningkatkan berbagai hal secara simultan dengan bersinergis.
Jika penataannya ditingkatkan, tentu akan menarik minat pengunjung. Karena keindahan panorama objek wisata ini, tidak kalah dengan objek wisata lainnya. Untuk itu, pelaku industri pariwisata perlu memberi perhatian khusus, bersinergi dengan instansi terkait yang berkompeten.
Sangat tepat jika potensi objek wisata pantai dioptimalkan. Gagasan tersebut harus mendapat perhatian serius Bupati Tobasa. Jika ditata berdasarkan nilai estetika, sesuai pengaturan dan penempatan lebih sempurna, hasilnya tentu akan pasti lebih baik. Bukan merupakan sebuah kemustahilan, seandainya pameran-pameran pembangunan diselenggarakan di daerah ini. Potensi yang ada, tentu bisa dikembangkan.
Kabag Humas Pemkab Tobasa Albert Sidabutar mencontohkan, Kota Paris, yang berpenduduk 5 juta jiwa, turis yang berkunjung ke sana, bisa hingga 6 juta lebih. Artinya, dengan estetika sistem penataan tata ruang, dibarengi sentuhan-sentuhan pembangunan kawasan wisata, pasti mampu menggerakkan minat dan menarik perhtian wisatawan yang berkunjung.
Memang, cukup banyak potensi pariwisata Tobasa yang membutuhkan sentuhan pembangunan, Dengan demikian, diharapkan bisa terjual dalam produk industri pariwisata. Penataan kawasan danau Toba, juga perlu didukung dengan memperhatikan kaidah yang ramah lingkungan. Agar tidak sampai menimbulkan polusi dan pencemaran. Kabupaten terkait perlu melestarikannya. Tanpa harus tergantung dengan kemampuan APBD yang dianggarkan.

Tautan :
Panorama Danau Toba

Iklan

5 thoughts on “Objek Wisata Lumban Silintong Butuh Sentuhan

  1. Syaiful Manurung berkata:

    Danau Toba memang indah
    Nice
    Sebagai orang Batak, warga bona pasogit, aku bangga
    But, kalo bisa (……usul neh)
    Tolong tampilkan juga dong foto Lumban Silintong
    Truz,
    objek wisata lainnya dong
    Thank.s

    **** Lumban Silintong ada di Panorama Danau Toba

  2. partalitoruan berkata:

    Toho ma i tutu,tulang. Naeng ma nian di roha i pamaretta i objek wisata na adong di hutanta i, anggiat gabe tambahan lapangan parkarejoan i.

  3. Danau Toba yG indah.

    Nadenggan doi, molo objek wisata lumban silintong ditingkathon.
    asa …angka keluarga – keluarga ta nadi huta makin semangat ..rekreasi tusi.

    asa unang pola dao-dao…

    Horas parSIGUMPAR dohot BOna pasoGit nauli.

    glitter-graphics.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s