DURIAN DICARI, NILAM DIDAPAT

Monang Naipospos [Menelusuri Desa Meranti]

Tujuan ke Desa Meranti di Kecamatan Pintupohan Meranti adalah mencari durian. Desa ini saya kenal penghasil durian yang potensial. Bila anda mengatakan durian Bangkok sangat lejat, itu tandanya anda belum pernah menikmati durian Meranti. Sayang, ini tidak pernah dipopulerkan.

Daerah perkebunan durian di Meranti pada umumnya berada pada lokasi yang dibatasi jurang yang dalam dan terjal, sehingga pengangkutan hasil menjadi masalah. Kadang nilai jualnya tidak seimbang dengan sulitnya melansir buah itu dari pedalaman. Sebagian yang memeiliki pohon durian yang lebih dekat dengan hubungan transportasi yang layak lebih menikmati penjualan hasil panennya.

Kami sedikit kecewa karena musim sudah berlalu. Ada anak kecil mengangkut durian dengan sorong kecil menawarkan duriannya yang agak mahal. Mungkin ini hasil panen tarakhir. Tidak jadi kami beli dengan harapan di tempat lain masih ada pilihan.
Siagian parlapo di Maranti Tonga mengatakan musim sudah berakhir. Pasaribu parlapo di Tangga menerangkan bahwa hasil durian di daerah itu sekarang sudah berkurang karena lebih beruntung menjual batangnya untuk perabot daripada menjual buahnya. Satu pohon durian yang tua bila dijual menjadi bahan bangunan bisa beruntung sekitar 3 juta rupiah. Bah…..

Kami akhirnya singgah di bengkel L. Pariaman Siagian di Maranti Tonga. Pria gagah usia 51 tahun ini sedang sibuk mengolah bahan besi utuk jembatan gantung yang diorder PT Inalum kepadanya. Pria lulusan STM bercucu 1 orang ini pantang mundur dari tantangan teknologi tepatguna.
Dia juga pada tahun 1997 sudah membuat redisain penyulingan minyak nilam di kilang peninggalan orangtuanya. Kilang penyulinyan lama dibuat pada tahun 1967 saat dia masih Sekolah Dasar. Perubahan yang dilakukannya adalah untuk peningkatan kualitas dan efektifitas proses.

Desa itu sudah mengenal nilam sejak tahun 1967 dari Kabupaten Dairi. Itu semua atas keinginan masyarakat untuk merubah kualitas hidupnya.
Masyarakat memiliki pengetahuan sendiri pembudidayaan nilam yang mudah dan murah. Mereka tidak mengikuti teori yang ada dalam buku.
Penyulingan pun mereka buat sendiri dengan melihat contoh yang sudah ada. Siagian mengaku belum pernah mendapat bimbingan dan bantuan dari pemerintah untuk industri penyulinyannya itu.

Siagian Teknologi tepat guna Drumbekas

Apa manfaat nilam ?

Mereka tidak tau apa kegunaan nilam itu sebenarnya. Karena harganya menjanjikan maka mereka melakoninya. Hanya dari coba-coba bila ada luka, oleskan minyak nilam bisa sembuh.
Mereka tidak tau liku-liku pemasaran nilam itu. Bila toke tidak terima maka apeslah nasib mereka. Pernah seorang ibu tua ditolak hasil sulingannya karena dituding kualitasnya tidak bagus, maka tertunduklah si ibu dalam kesedihan.

Tahun lalu petani sempat menghentikan tanaman nilam karena minyaknya dihargai toke hanya 120 ribu rupiah per liter. Ini tidak sesuai lagi kata mereka. Untuk memproduksi 1 liter minyak nilam, harus ada 2 goni daun kering atau sekitar 25 kg daun semasih segar. Saat ini harga nilam mencapai 900 ribu rupiah sehingga petani menanam kembali. Mereka berharap tidak diperdaya pasar lagi.

Bagainama Menjaga Kualitas ?

Siagian dengan berat hati menjelaskan bahwa hasil penyulingan dengan menggunakan drum bekas itu kualitasnya kurang bagus. Seogianya tabung penyulingnya menggunakan stainlessteel. Dengan begitu warnanya bisa putih. Bila menggunakan drum besi, warna sulingan akan berubah warna coklat kemerahan bila diendapkan agak lama. Bila tidak segera terjual maka harganya bisa turun menjadi 700 ribu rupiah.
Siagian menyadari ini, namun harga bahan penyulingan berkualitas baik itu sangat mahal. Di desa tetangganya pernah mendapatkan bantuan pemerintah alat penyulingan dari aluminium, tapi strukturnya kurang baik, akhirnya tidak digunakan.

Bila ada bahan yang baik, Siagian yakin mampu meningkatkan kualitas minyak nilam di kilangnya. Untuk teknologi penyulingan hasil karyanya sudah ada pesanan dari pemilik kilang penyulingan di desanya.
Bulan ini, Siagian akan merakit jembatan gantung dari besi menyeberangi sungai asahan, hasil karyanya.

Iklan

27 thoughts on “DURIAN DICARI, NILAM DIDAPAT

  1. Rondang br Siallagan berkata:

    Waduhhhh! Jangan di ingati dengan Durian dong…..Jadi masihol saya ini…Disini tidak bisa beli durian seperti di Medan dulu…bisa beli satu karung…10 buah kadang 20 buah.
    Disini belinya cuma 1 buah atau 2 buah… . Duriannya yach Durian Thailand. Waktu gadis saya mampu makan durian 4 buah malah kadang lebih….makannya sich santai…Ito yang membuka …saya yang makan…kadang berebutan..(wah…jadi ingat masa lalu dengan keluarga saya…)
    Teringatnya bulan berapa musim durian di Medan..Ito. Kalau pulang supaya sekali jalan…lihat keluarga, D.Toba/P.Samosir,makan Durian sampai mogap,makan jagal hoda.Tolong informasinya ya..Ito. Rencananya bulan 6 atau 12 pulang mudik (berkunjung ke Indo) Saya harap saja terlaksana tahun ini soalnya sudah 8 tahun tidak lihat keluarga/huta. Mauliate..

    *** Saat ini sedang musim dan bakal habis seminggu lagi. Pernah ito mabuk durian? Apa rahasianya biar bisa makan banyak 😉

  2. Rondang br Siallagan berkata:

    O..ya, saya harap saja nanti ada…mungkin tidak banjir jualnya…
    Belum pernah saya mabuk durian…ito…Katanya banyak makan durian bisa mabuk tapi saya belum pernah…Kalau kita makan durian cepat2…tidak kita nikmati rasanya…dan langsung cepat kenyang…
    Makannya santai saja….yang lainnya berebutan…tetap saja santai…tidak terasa sudah 4/5 yang dimakan..
    Keluarga besar kami…pemakan durian…
    Tidak tahulah sekarang apakah saya mampu makan durian banyak…karena disini jarang makan durian, setahunpun kadang tidak pernah. Resepnya…yang penting…”santai” duduk dipojok…..

    *** ninna daba ito, molo campur nasi pulut tabo do manggallang durian. Alai dang hea dope hucoba.

  3. Rondang br Siallagan berkata:

    Ya memang enak…yammmmmmm….Coba ito….
    Kami sering makan seperti itu dulu…Dicoba ito..Ok.
    Jangan campur dengan tuak…..bisa runyam…

    *** 😀

  4. ploong berkata:

    Eh..buat pemilik ‘tanobatak’ ini aku mau tanya: ke mana kalau mau jual minyak nilam dengan harga seperti yang diceritakan di atas itu? Syarat kualitasnya seperti apa? Tengkyu sebelumnya..

    *** Pembelinya datang, sehingga petani tidak tau kemana mereka sebenarnya menjual dengan harga yang terjamin. Kualitasnya yang baik bila bertahan agak lama tidak berobah warna menjadi merah kecoklatan.

  5. ambil dulu buah durian kita itu..ke sidikalang kalo gak ke laumeciho…udah lama aku gak makan durian..di sini mahal kali, satu pangsa 25 ribu, cuman tiga biji..

    *** Tunggu musim tahun depan 😉

  6. Nilam, sebenarnya komoditas yang sangat menjanjikan. Indonesia menguasai pasar 90% dari pasar dunia. Kegunaannya adalah sebagai fixative agent atau “perekat” parfum agar dapat bertahan di baju dalam waktu yang lama. Memang benar, nilam bisa juga digunakan sebagai desinfektan atau insektisida. Tentang harga yang fluktuatif, tidak terlepas dari permainan tengkulak dan eksportir yang selama ini dikuasai oleh kartel. Petani dan penyuling tidak memiliki posisi tawar sama sekali. Jika saat ini harga bisa mencapai 900 ribu atau bahkan 1 juta, bukan merupakan jaminan harga akan tetap bagus. Boleh jadi akan merosot lagi, seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu hingga di bawah 100 ribu per kilo. Masalahnya terlalu kompleks, dari sisi teknologi budidaya tanaman, pasca panen, proses ekstraksi, pemurnian, dan mata rantai pemasarannya.

    *** Terimakasih atas masukannya

  7. Humbang Hasundutan berkata:

    Najolo di huta nami, boi do dohonon hira so adong do nilai ekonomis ni durian on, alana ndang adong na tuk gogona manarui i sian tombak an, ala tung mansai rahisdo dalan. Molo pe adong na tuk gogona, ndang adong lapatanna, ai so adong panuhor. Ia tinahi naeng boanon (tiga-tigahonon) tu luat na asing na rumibur, ndang adong transportasi na memadai, ai holan hoda-boban do na adong. Jot-jotan do durian i gabe busuk busuk songon i di tombak an. Alai daripada busuk boti, adong do na mambahen songon on: Di horusma daging ni durian i di pamasukma tu bagasan ni bulu. Didokma i goarna “JORUK”. Na huingot, gabe sayur do di bahen i. Molo tarsor dohot iba maronan rupani, sai manigor tu partiga-tigaan ni joruk i do iba laho.

    *** tar songon i ma nasib ni par Meranti lae. Tabo do tahe JORUK?

  8. Meini berkata:

    Saya punya teman dari India yang sangat membutuhkan informasi tentang budidaya nilam di Dairi.
    Dia juga ingin berkunjung langsung ke lokasi.
    Mohon dapat diberikan informasi detail lokasi pembudidayaan nilam di Dairi. Terimakasih.
    Semoga dalam waktu dekat saya bisa membawa beliau kerkunjung ke sana.
    Horas
    Meini

  9. Kalau urusan durian, berkelahi pun jadi hehehe…
    Ini memang kadang terjadi di bonapasogit, pada saat terdengar debum suara durian jatuh (biasanya malam), orang-orang pada bangun dan berlomba sprint untuk lebih dulu menggondol durian itu.

    btw sekadar intermezo, ayo kita dukung PSMS Medan dalam pertandingan final melawan Sriwijaya FC. Ini adalah perjuangan berat buat Tim Ayam Kinantan, karena Sriwijaya punya dua keunggulan yaitu nilai transfer dan gaji pemainnya berlipat-lipat dibanding pemain-pemain PSMS. Selain itu, Sriwijaya selalu dilindungi dan ditolong oleh “tangan-tangan sakti” di pucuk pimpinan PSSI. Ini terkait dengan sejarah, yaitu yang tadinya Persijatim kemudian disewa dan disulap jadi Sriwijaya FC.

    Viva PSMS Medan, Mampuslah Sriwijaya FC

    *** Sayang ya lae, Harimau Tapanuli FC sudah mati, belangnya pun tidak nampak lagi 😉

  10. Rondang br Siallagan berkata:

    Durian bisa di jadikan “sayur”? Informasi baru bagi saya.

    *** Aku juga baru tau, terserah HH apa dia membohongi kita. Kalo benar tolong dikirimkan dulu 😉

  11. Harry Syam berkata:

    Halo…penghasil minyak nilam.
    Saya bisa bantu untuk pembuatan alat penyuling minyak nilam dengan kadar yang diinginkan oleh pihak buyer.
    dan saya bisa bantu untuk pemasaran minyak nilamnya.
    Ok……….

  12. Gultom Cikampek berkata:

    Horas,,

    Ada yang tahu perkebunan nilam rakyat di Kab. Toba,Samosir, Dairi, Simalungun dan yang menanam pohon Pala di Sumut ?
    Mohon jolo infornasina dihamu angka dongan sude,

    Mauliate godang,….

  13. gerry berkata:

    saya sudah mencoba menanam nilam sejak 6 bulan yang lalu. Saya kurang begitu puas dengan pembibitannya … (tidak tumbuh semua).
    Ada yang tau ga bagaimana pembudidayaan pohon nilam yang baik …

    hatur thanx …

    reposting 2008/10/04

  14. Gultom Cikampek berkata:

    Lae/mas Gerry.

    Boleh tahu posisinya dimana, perkebunannya, dan bagaimana anda membudidayakannya?
    Coba kita discus karena saya tahu sedikitttg ini dan telah berkunjung langsung dan discuss langsung ke perkebunan yang lebih proffesional di Subang Jabar
    Lae emaillah dulu ke saya : eternalmandiri@yahoo.co.id

    mauliate

    reposting 2008/10/05

  15. Apri berkata:

    Wah…Kebetulan sekali saya baru baca artikel ini, ga tau menahu ternyata liputannya dah sampai ke kampung sendiri, makasih ya buat team na tano batak..

    Dan buat teman2 yang ingin melihat/berkunjung ke kampung kami nan indah ini, silahkan japri ke apri_hut@yahoo.com, kalau waktunya tepat Insya Allah saya bisa guide buat ngeliat2 kebun nilam ato durian sekalian liat keindahan sungai Asahan yang sekarang jadi tempat wisata Arung Jeram.

    _
    *** Apri tinggal dimana? Minggu depan kami rencana ke Pintu Pohan Meranti.

  16. Zul berkata:

    Pak, saya punya alat pemisah minyak yang tercampur dengan air, kemana harus tawarkan, mgkin bapak dapat berikat informasinya, alat ini byk digunakan di pengolahan limbah, trima kasih pak

    *** Kurang tau saya Zul…. Mungkin yang lain bisa bantu…

  17. nugroho berkata:

    yupzzzzzzzzzzz,mang durian g ada tadingannya soal kelezatannya…tp didaerahku harganya mahal…..hiks….hiks…sebnrnya ak jg tertarik dg minyak astiri (nilam),tp diderah ku sulit bgt mendptkan bhn bakunya….alat suling yang menggunakan drum biasa yg mudah karatan mmng krng bgus,sngt mempengaruhi kualitas minyak….cb gunakan penamppung air dr stainless tp mang g bs than lama………….

  18. Yulianto berkata:

    Salam kenal tuk smuanya, saya berada di kabupaten kuningan jawa barat.di daerah kami banyak bahan baku nilam,kami tertarik melihat gambar penyulingan sederhana.apa bisa bantu tuk dapat memperolehnya? Oh ya berapa harga minyak nilam sekarang ? mohon kirim ke NeelamSPM@gmail.com

  19. tanobatak berkata:

    Informasi Nilam daerah ini dapat menghubungi perajin/penyuuling Nilam, Pak Siagian 081 362 058 745

  20. saya punya minyak nilam yang masih bercampur dengan air,apakah bisa dijual dengan kondisi demikian?mohon petunjuk dan harga yang berlaku saat ini..thankss
    Stok minyak lumayan banyak….Posisi saya di MEDAN.
    Pls call me : 081396544527…thanks…

  21. Dyna Sinaga berkata:

    makasih atas infonya…..
    saya mo nanyalah ,,,,,bisakann,….

    tanaman nilam inikan merupakan tanaman yang dah lama di kenal oleh masyarakat dairi….

    seperti kata p’siagian tadi bahwa tanaman nilam sudah ada sejal tahun 1967….
    ada gak buku yang bersangkutan tentang keberadaan tanaman nilam di kabup[aten dairi????

    makasih…….

  22. saya mencari minyak daun nilam sebanyak mungkin ,mungkin bapak bs membantu sy,mksh.drg.widya

    @widya
    Informasi Nilam daerah ini dapat menghubungi perajin/penyuuling Nilam, Pak Siagian 081 362 058 745

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s