BEDA TASIK KENYIR DENGAN DANAU TOBA

Monang Naipospos [ Kita menang apanya? ]

Seorang teman memberikan sebuah majalah pariwisata Inside Sumatera volume 30 Juli tahun 2007 lalu kepada saya. Minggu lalu seorang teman wartawan datang kerumahku membaca semua artikel majalah itu dan tiba-tiba saya dikejutkan oleh teriakannya yang spontan; “aaah yaamang” . Saya terkejut, namun setelah melihat wajahnya yang senyum kecut, saya bertanya ada apa gerangan. Dia mengetokkkan jarinya diatas majalah itu pada halaman 92 dan 93. “Ngeri nai jo” (menyedihkan sekali), katanya. Kemudian dengan suara lantang dia membacakan artikel 12 item dalam tabulasi perbedaan Tasik Kenyir di Malaysia dengan Danau Toba di Sumatera Utara – Indonesia.

1. Lokasi

Tasik Kenyir ; Trengganu , Malaysia

Danau Toba ; Sumatera Utara, Indonesia

2. Luas

Tasik Kenyir ; Mencakup luas area seluas 369 km2 dan tercatat sebagai danau buatan terbesar di dunia

Danau Toba ; Luas danau 1.127 km2, dan tercatat sebagai danau kaldera (bekas letusan gunung berapi) terluas di dunia.

3. Pulau

Tasik Kenyir ; Terdiri dari 340 pulau, dengan pulau terbesar sebesar Pulau Pinang

Danau Toba ; Terdiri dari puluhan pulau, dimana Samosir menjadi pulau utama dengan luas sekitar 500 km2

4. Usia

Danau Tasik Kenyir ; 22 tahun. Dibangun antara tahun 1978 dan 1985.

Danau Toba ; Sekitar 75.000 tahun. Terbentuk karena letusan Gunung Toba Purba yang diperkirakan sebagai letusan terdahsyat selama kurun dua juta tahun. Letusan itu membuat Amerika Utara mengalami satu tahun tanpa musim panas karena matahari tertutup debunya.

5. Suplai Air

Tasik Kenyir ; Diisi oleh 30 sungai. 25 air terjun

Danau Toba ; Diisi oleh sekitar 100 anak sungai dan puluhan air terjun

6. Hutan

Tasik Kenyir ; Terdiri dari hutan tropis yang mengandung 8.000 spesies bunga, 2.500 spesies tumbuhan, 370 spesies burung dan 300 spesies ikan sungai.

Danau Toba ; Dikelilingi hutan tropis, hutan produksi, dan lahan pertanian, yang isinya tidak diteliti secara menyeluruh dan jarang dipublikasi secara terbuka. Dapat dipastikan, kekayaan flora dan faunanya jauh lebih besar karena terhubung dengan bukit barisan, salah satu hutan paru-paru dunia.

7. Fasilitas dan Akomodasi

Tasik Kenyir ; Memiliki beberapa hotel resort berbintang, cottage, lapangan golf, dan restoran berstandar internasional.

Danau Toba ; Memiliki ratusan hotel di Siantar, Parapat dan Tuktuk, tapi tidak banyak yang dikelola dengan standar internasional.

8. Akses Tasik Kenyir ; Dari Kuala Lumpur, Tasik Kenyir dapat dicapai dengan melewati jalan tol demi jalan tol yang mulus.

Danau Toba ; Dari Medan, jalan ke Danau Toba adalah rute yang padat, sumpek dan sempit. Bahkan rute Medan – Berastagi disebut-sebut sebagai “jalur maut”

9. Transportasi Tasik Kenyir ; Bus AC, taksi dan pesawat (sampai Kuala Trengganu)

Danau Toba ; Bus tua, taksi gelap dan taksi “terang”, dan pesawat kecil (sampai Taput dan Toba Samosir)

10. Aktivitas Wisata

Tasik Kenyir ; Bike riding melewati jungle trails, trekking, watersports galore, termasuk berlayar dan jet ski, mincing di sungai, berenang, banana boat, nature study dan lain-lain.

Danau Toba ; Memiliki fasilitas yang hampir sama, plus belajar geologi dan sejarah Batak.

11. Pengelola Tasik Kenyir ; Negara Bagian Trengganu.

Danau Toba ; Kabupaten Taput, Tobasa, Samosir, Humbang Hasundutan, Simalungun, Tanah Karo, Dairi, pakpak Barat dan Propinsi Sumatera Utara.

12. Proses Pembuatan Danau

Tasik Kenyir ; Dibangun dengan modal besar, kerja keras, dan visi yang kuat.

Danau Toba ; Diberikan Tuhan Yang Maha Esa dengan cuma-cuma.

Usai teman saya membacakan, lantas bertanya kepada saya; “Bagaimana ini?” Saya pun terdiam. Sebenranya saya sudah pernah membacanya, tapi dalam kesendirian saya tidak pernah tersugesti sekuat ini setelah si-kawan membacakan dengan mimik dan intonasi yang dramatis. Tidak ada yang dapat saya perbuat, karena saya ini kecil, tidak memiliki kekuatan, apalagi kekuasaan. Saya hanya mampu menunjukkan apa adanya tentang danau kita itu, keindahannya, fakta pencemaran yang berlangsung saat ini.

Dulu, saya sempat memiliki harapan setelah dilakukan Lokakarya LAKE TOBA ECOSYSTEM MANAGEMANT PLAN (LTEMP) oleh Badan Koordinasi Pelestarian Ekosistem Kawasan Danau Toba (BKPEKDT) pada bulan Maret 2004. Ini didukung Otorita Asahan melalui akta kesepahaman 3 Maret 2002. Tujuannya, meletakkan landasan pendekatan pengelolaan ekosistem Danau toba saat ini dan ke masa depan dalam upaya mencapai daya dukung ekosistem yang berkelanjutan. Memulihkan dan melindungi integritas ekosistem Danau Toba melalui upaya kemitraan dan kerjasama (kolaboratif). Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih saat itu mengusulkan struktur Lembaga Koordinasi Pelestarian Kawasan Danau Toba (LKPKDT) dan mengartukan, Pelesarian Danau Toba mencakup Peningkatan Kesejahteraan Msyarakat Sekitar Danau Toba, Peningkatan Kualitas Sumberdaya Alam Kawasan Danau Toba, Pelestarian Kehidupan Alami Danau Toba.

Dilihat dari sisi kepentingan pelestarian kawasan Danau Toba, Bungaran merekomendasikan beberapa program penting dan strategis yang dinilai dapat dikembangkan dan dikelola oleh LKPKDT melalui suatu bentuk kerjasama atau jaringan kerjasama antara lain adalah :

  1. Pengembangan dan pengelolaan Lake Toba Science and Education Centre. Pusat ini akan diarahkan untuk mengumpulkan dan menyediakan berbagai informasi yang berkaitan dengan pengembangan kawasan Danau Toba. Pusat ini sekaligus difungsikan sebagai lembaga yang berperan sebagai lembaga pengkajian, penelitian dan pengembangan (litbang), serta pelatihan-pelatihan.
  2. Pemberdayaan masyarakat melalui beragam program pendampingan, pembinaan, pendidikan, dan penyuluhan-penyuluhan.
  3. Pelestarian berbagai sumberdaya alam dan sosial budaya yang memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi, sekaligus dalam rangka pemanfaatannya untuk tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Misalnya pengembangan suatu Pusat Kebudayaan Batak yang sekaligus dapat berfungsi sebagai tujuan wisata.
  4. Pengembangan dan pengelolaan Sistem Informasi Pengetahuan dan Sistem Komunikasi yang berfungsi sebagai lembaga jasa pelayanan informasi dan komunikasi bagi seluruh aspek-aspek yang berkaitan dengan pelestarian kawasan Danau Toba dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
  5. Meningkatkan dan melanjutkan berbagai jaringan kerjasama dengan luar negeri seperti Sister Lake Program, Program Kerjasama Antar Danau (The Great Lakes Cooperative Program).
  6. Pengembangan sumberdaya manusia seperti kegiatan pertukaran staf antar negara yang memiliki sistem pengelolaan danau yang berkelanjutan (sustainable). .

Sudah empat tahun lokakarya itu berlangsung. Tujuh sasaran manfaat yang hendak dihasilkan. Kita tidak perlu menerima laporan tertulis dari pelaksana program ini atas pencapaian yang telah dilakukan. Mari kita menilai sendiri dari ke 7 sasaran itu dan memberikan point value pada kondisi saat ini dan membandingkan dengan apa yang dihasilkan Tasik Kenyir :

  1. Air Danau Toba layak dipergunakan dan diproses sebagai sumber air minum
  2. Danau Toba memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan ekosistem Danau Toba, dapat direnangi dengan aman (rekreasi).
  3. Lahan di Daerah Tangkapan Air Danau Toba mempunyai fungsi ekosistem yang optimal.
  4. Ikan dan hasil pertanian dari kawasan Danau Toba layak dikonsumsi / tidak terkontaminasi.
  5. Air Danau Toba dapat dipergunakan sebagai sumber tenaga listrik/wisata.
  6. Ekosistem flora dan fauna dalam keadaan sehat dan terpelihara keanekaragaman hayatinya.
  1. Udara di kawasan Ekosistem Danau Toba dapat mendukung kehidupan ekosistem yang sehat.

horas-be-ma2.gif

15 thoughts on “BEDA TASIK KENYIR DENGAN DANAU TOBA

  1. Koq…menjatuhkan begitu pendapat mengenai D.Toba.
    Itu menjelek-jelekkan namanya…
    Siapa sich yang buat informasi tersebut….
    Walaupun ada kekurangan D.Toba lebih indah….

    Mengenai dimana menangnya D.Toba. kalau dibaca dari penelitian tersebut… yach… kita tidak ada menangnya. Walaupun seakan-akan kita di jelek-jelekkan (pendapat diatas).Karena kita pemilik D.Toba…. kita patut untuk membanggakannya
    …memuja… Karena memang D.Toba itu indah…. Justru kita (kalau bisa) mengejar ketinggalan2 .tsb…. Semoga dengan informasi ini para pimpinan pemerintah kita (seluruh Tapanuli) serta gubernur menyadari dan lebih pemerhatikan D.Toba serta pemerhatikan kebutuhan masyarakat. Horas

    *** Saya pikir maksudnya baik, untuk membedakan apa yang kita lakukan untuk Danau Toba😉

  2. Yach memang setelah saya baca lagi….kita harus terima kenyataan itu…”Itu bagaikan cambukkan”…
    Saya harap pimpinan2…yach semuanya kembali memperhatikan D.Toba….yang indah ini dan yang kita cintai ini.

    “UNANG MANDELE HAMU TOBA, SABAR MA HAMU”

  3. Ito Rondang, dibandingkan dengan M’sia/Trengganu yang tadinya gak punya tasik menjadi punya, I’sia/Sumut memang ada jeleknya tanpa di jelek-jelekkan. Tetapi itu masih dibatas toleransi, masih bisa dicantik-cantikkan, karena memang danaunya cantik.

  4. Pulo Samossir do hatubuanku samosir di ido asalhu saleleng ngolukku hupuji ho ……dan seterusnya……..
    kalau saya disuruh memiih saya lebih memlilih danau toba yang selalu kukenang dan saya cintai

  5. Maaf saya orang Malaysia numpang lalu.

    Saya pernah ke Danau Toba dan juga Pulau Samosir. Dari kacamata Wisata dan hasil pendapatan penduduk lokasi, iya memang Tasik Kenyir lebih baik berbanding Danau Toba. Tapi, bukan semua pengunjung mau lihat pembangunan saat bercuti. Saya lebih senang dengan lingkungan semulajadi di Danau Toba, asli dan asri, juga mendalami kehidupan yang lebih membumi orang-orang Batak… ini yang dicari oleh kebanyakan pengunjung karena pembangunan memang sudah sedia ada di negara mereka malah lebih baik dari lokasi yang mereka kunjungi. Jadi temen-temen dari Indo jangan berkecil hati, karena fokus artikel tersebut lebih kepada pembangunan lokasi wisata.

    Bahkan saya senang berada di Pulau Samosir selama seminggu nginap di Losmen Smileys dengan dijamukan fresh magic mushroom….🙂

    *** Terimakasih exzede atas kecintaanmu ke Danau Toba

  6. Mungkin Malaysia akan iri melihat Danau Toba……. ko ditelantaria aja begitu ” dan kita pantaslah malu…..ayo siapa yang mau mulai, bangkitkan Danau Toba…..
    Bagaimana dengan pelayanan publik, hospitality atau apalah….. saya pernah punya pengalaman yang ngga enak dengan hotel di Samosir….sangat jauh dibandingkan di Pulau Jawa aja…lah ngaa usah di Malaysia yang saya yakin lebih baik.

  7. Ito br Sialagan,
    Kalau kita jujur melihat perbandingan data yang disajikan akan muncul aura positif untuk melihat langsung ke tepian danau Toba apa benar seperti data itu dan bertanya apa yang bisa dilakukan untuk membuat lebih indah danau Toba.Minggu lalu saya ke Balige menginap di hotel OH di beach site jalan menuju Tara Bunga, saya sangat menikmati keindahan danau, namun mata saya terusik banyaknya rumah yang tumbuh sporadis disisi air menghadap ke jalan raya, dan seluruh buangan seisi rumah di jatuhkan ke danau. Saya ada usul agar tidak dibangun rumah di sisi air danau atau paling tidak diminta semua rumah yang ada “MENGHADAP AIR, BALIK KANAN GRAK”.

  8. Buat saudara EXZEDE,

    Transportasi dan infrastruktur yang lain mestinya diperbaiki dan tidak semua orang hanya mencari keasrian dan apalagi magic mushroom yang mungkin di Malaysia kategori barang ‘Harom Haroam’. BTW, Jangan jangan magic mushroom saya yang anda makan.

  9. Danau Toba pasti lebih indah, tapi harus kita akui bahwa terjadi ketertinggalan dalam pengelolaan. Kita memang membanggakan, tapi kita harus menjaga dan mengusahakan agar kebanggaan tersebut tidak hanya datang dari diri kita tapi oleh orang-orang yang datang lantas kagum lalu memberi peluang dan nilai tambah bagi kita. Sekitar tahun 1990 an saya masih ingat betapa banyak orang-orang asing datang berlibur ke Danau Toba dan sekitarnya, sekarang juga masih ada tapi jauh menurun. Apa sebabnya? Mari kita pikirkan dan sumbangkan ide agar Danau Toba tetap menjadi kebanggaan kita dan mengagumkan dunia. Lantas datang kesempatan untuk berkarya (menjual hasang sihobuk contohnya). Horas,,

  10. kita gak perlu nunggu investor untuk menanam saham, KAMPUNG WISATA DANAU TOBA sudah cukup ok. gak perlu sarana yang terlalu mewah, karena tempat wisata lain sudah menyediakannya. dan wisatawan gak akan datang kalau cuma untuk mendapatkan kemewahan. satu hal wisatawan gak akan dapatkan dapatkan alam danau toba dimanapun didunia, DANAU TOBA cuma satu dan hanya ada di samosir nauli.. satu hal lagi mungkin apakah kita sudahpunya “KESADARAN MEMILIKI DANAU TOBA” ?! dan apakah pemerintah peduli untuk itu? sampai kapan?! SAAT BURUNG TRAKHIR SUDAH DIBUNUH, atau SAAT POHON TERAKHIR SUDAH DITEBANG atau SAAT TANAH TERAKHIR SUDAH TERJUAL..

  11. antara danau toba dan tasik Kenyir: Setiap destinasi pelancongan ada keistimewaan tersendiri dan perbezaannya. kenapa di cari persamaanya?

    Sehubungan itu,kala kita mencari peluang untuk pengembangan pariwisata antara asean, mencariperbezaan itiu hanya menggamit sengketa, kenapa tidak dicari ruangpertemuan, smart tourism promoion, twin lake promotion mungkin lebih sihat namanya.

    pandangan ini hanya untuk kita renungan betapa indahnya mencari ruang dan peluang tasik kembar?

    sekian terimakasih. salam dari Bangi

  12. Perbandingan itu adalah cambuk. Dari sisi potensi, siapa yang bisa membandingkan Danau Toba dengan danau lain di dunia? Tapi dari segi manusia dan pengelolaan, Danau Toba adalah tempat yang memalukan. Inilah kerja-kerja komunitas yang harus dikembangkan di Tapanuli. Semoga teman-teman yang tinggal di sana tidak melihat perbandingan di Inside Sumatera sebagai sesuatu yang negatif dan bisa menjadikannya sebagai perspektif baru menuju Danau Toba yang ramah dan indah. Salam. Inside Sumatera, editor in chief.

  13. Sebenarnya sumber daya alam dan sumber daya manusianya sudah cukup memadai untuk memberhasilkan danau toba menjadi objek populer. tapi dasar orangnya aja yang cuek dan masih malas. belum adanya rasa peduli dan berharganya sebuah danau toba

  14. NDH : DANAU TOBA
    Seru banyak diskusan, terutama menyulut Apa Mengapa Bagaimanamesti Daerah Danau Toba itu. Tertnyata di Era Diskusi ini tampak kejutan sadar perlu ditingkatkan maknanya. Tentu dengan Kultur IPTEK. Kalau memang warga Batak banyak dibawah existensi normal sudah cukup menderita dan tersinggung sungguhan rasa dirinya, cukuplah itu IPTEK Kini digunakan merancang menditeksi Konsep Visi Missi Pembangunan Sejahteranya: DGK Demografika Geografika Kulturologika = PRT = SDM SDA SDT – ditingkatkan olahan S 1 2 3 . Sejahtera Y = C + S + I : Horas Horas Horas !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s