TORTOR DAN GONDANG SUDAH EROSI

Monang Naipospos

Gaya menari dengan telapak tangan telungkup, dulunya itu tidak ada dalam tortor Batak di Toba. Biasanya kita lihat tortor sekarang bila mereka kelompok hulahula menyambut boru, tangan telungkup melambai-lambai kebawah ibarat kepakan “lali silogo-logo” (sejenis burung elang kecil).

Itu dulunya diperankan masyarakat Silindung di Toba saat menjadi hulahula. Dengan populernya musik mengiringi tortor batak saat ini, gaya menari seperti ini semakin umum di Toba. Ketika itu hendak dikritik, sebagian menjawab, biar saja, itu kan tidak manortor sebenarnya karena yang mengiringi bukan gondang yang sbenarnya.
Hal ini menjadi perhatian dan kekesalan mendalam dalam benak Jaruddin Simangunsong.

Partaganing

Nama kecilnya Togap, tinggal di Pararung Desa Patane II Porsea, saat ini berusia 81 tahun. Dengan sudah memiliki 34 orang cucu, beliau dipanggil Ompu Sihar. Semasih mudanya, muslim yang taat ini pernah jadi pargonsi. Dia piawai memainkan taganing sejak usia 16 tahun. Dalam usia belia dia sudah tampil menjadi pargonsi dalam pesta Batak di Toba. Dia berguru taganing dari Mangara Nainggolan seorang guru taganing. Juga menimba pengalaman dari adik gurunya Mangisara Nainggolan seorang parsarune. Kedua gurunya sudah almarhum, dulunya tinggal di Lumban Huala Kecamatan Porsea.

Dari isterinya br Siahaan yang sudah almarhum dikarunia 3 orang putra dan 5 orang putri.
Beliau berhenti jadi pargonsi setelah usia 29 tahun. Alasannya karena sibuk mengelola sekolah Pemberantasan Buta Huruf (PBH) tahun 1949.

Tortor adalah “jambar”, harus dipelajari menurut jenisnya, demikian menurut Ompu Sihar. Tortor hulahula dengan tangan telungkup bukan tipe tortor batak, itu dimulai dari Silindung hingga Toba, kenangnya. Kriteria tortor harus digali kembali, jangan sampai hilang. Generasi muda bila harus mengembangkan, harus lebih dulu menggali apa itu tortor batak sebenarnya, tegasnya.

Saat PT Indorayon melakukan festival tortor batak, Ompu Sihar salah satu jurinya. Dikatakan, dengan kemampuan mengikuti irama gondang, tortor semakin dihayati dan kelihatan indah dan menarik. Saat ini panortor walau di acara adat kelihatan kaku dan tidak lagi memperlihatkan keindahan manortor. Itu karena ketidakmampuan menghayati gondang dan langkah irama.

Ompu Sihar mencemaskan dengan maraknya musik barat dalam pesta batak akan semakin menjauhkan orang batak dari gondangnya sendiri. Irama gondang semakin lama semakin hilang. Pargonsi sekarang dengan kemampuan permainan yang diamatinya, dulu dianggap kategori “parsiajar”. Saat ini sudah jadi pargonsi. Dengan kemampuan memainkan beberapa irama gondang saja sudah cukup modal. Mereka saat ini lebih menguasai nyanyian menjadi gondang hingga lagu dangdut. Itu karena panortor sendiri tidak tau lagi gondang itu di ulangulang dan itu-itu saja. Panortor sendiri sudah ada meminta gondang dari yang bukan gondang batak walaupun sudah berusia tua.

Ompu Sihar mengenang saat menjadi pargonsi jaman dulu. Terus menggali dan belajar untuk meningkatkan materi gondang. Saling tukar pengetahuan dengan pargonsi dari Samosir semakin memperkaya perbendaharaannya. Dulu dia bisa memainkan hampir 100 gondang. Dan bisa menguasai gondang dengan sekali mendengar langsung memainkan.

Ketika ditanya, apakah saat ini masih bisa memainkan taganing? Ompu Sihar tersenyum dan matanya menerawang. Teringat semasa margonsi matanya berbinar. Dengan melatih beberapa saat mungkin masih bisa memainkan, katanya. Semua teman sejawat sebayanya sudah meninggal dunia.

Kiat martaganing ? Tangan kiri harus dapat menguasai 3 anak taganing. Tangan kanan cukup menguasai 2 anak saja dan harus mampu menyelinap ke daerah kerja tangan kiri. Ompu Sihar menjelaskan banyak methode martaganing, namun saya tidak ingat, karena saya tidak hendak belajar taganing.

Mau menimba ilmu martaganing? Semasih hidup tanya kepada Ompu Sihar Simangunsong.

Iklan

6 thoughts on “TORTOR DAN GONDANG SUDAH EROSI

  1. Sahat, Ngln berkata:

    Horas lae Monang, dohot akka dongan.
    Mauliate tu artikel on.
    Ima da, sai anggiat ma ndang mago seni musik & tortor Batak. Jala ikkon pamajuonta do asa ‘memasyarakat’ seni musik-tortor batak i.

    *** Horas lae, rap mangaradoti ma hita

  2. Rondang br Siallagan berkata:

    Sayang sekali kalau tortor asli batak itu akan sirna juga..Begitu indahnya irama gondang tersebut…
    Ya, seperti saya pernah cerita…saya ada kaset VCD tortor dan gondang…..Semangat sekali saya terima..
    Tidak sabar ….ingin melihat. (Kakak yang bawa dari Indo..2005). Setelah saya lihat, saya kecewa…mendengar irama gondangnya ..tidak se asli gondang Batak begitu juga tariannya seperti Melayu.
    Koq…begini tortor Batak dan Gondang sekarang….
    Modern sich boleh saja tapi jangan unsur2 tarian Melayu. Untungnya ada penghibur lain VCD Instrument
    Seruling Kecapi (Sulime Hasapi) Hata Sopisik..

    Mau tanya Amangbao…apakah ada di jual CD dan VCD …Musik gondang Batak asli dan tortornya?.Mungkin tariannya tidak se asli yang dulu tapi tidak berupa tarian Melayu. Apakah ada di jual di Medan?
    Yang saya miliki berupa kaset…Gondang Batak Humbang Nauli Vol 1….thn 1978. Dan Indonesian Tradisional Music. Original Tapanuli Vol 1-3…berupa kaset dan CD vol 1. (1991-1996) dan Gondang Hasapi Horas Vol 1 (1989).
    Kalau ada di jual saya ingin memiliki. Terimakasih Amangbao infonya.

  3. jojor pretty gultom berkata:

    imada…
    lamu leleng, gabe mago do deba tortor i…
    apalagi opung hu pargonsi do, jd namangajari hami
    manortor opung do…
    sipata jut roha mambege songoni,
    hape najoloan i dang hea songonon..
    molo menurut ahu, porlu do i tetap hon tortor i
    asa unang lomo ni jolma mangganti-ganti angka tortor i…

  4. Maruli berkata:

    ndang holan tortor, uninguningan dohot gondang na mago dipartingkian nanaeng ro,alai dohot do ra bahasa batak, nagabe mago haduan. alai bohama tahe carana ate meningkatkan budaya batak, sedangkan fasilitasnya sangtat langka….jauh pangggang dari api…..maranganangan nama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s