Kaos Viky Kering Seketika…

Monang Naipospos [ Melihat jejak Viky Sianipar ]

Viky Sianipar sesaat berteduh setelah menanam pohon bersama komunitas Toba Dream saat hujan turun. Kaos yang digunakannya basah namun tidak membuat dia menggigil kedinginan. Saya mengajaknya bergabung dengan teman lainnya yang sudah lama berteduh di dalam gereja.

Momen itu dimanfaatkan Batak Pos dengan berbagai pertanyaan. Sidang dimulai. Andi Siahaan dan Limantina Sihalohon menjadi saksi sukarelawan. Saya hanya pendengar dan notulis persidangan.

Siapa saja yang terlibat dalam Toba Dream?
Siapa saja boleh terlibat, tidak dibatasi hanya yang dari kawasan Danau Toba saja, buktinya orang asing juga banyak yang terlibat.

Apa visi Toba Dream?
Toba Dream bergerak dan bekerja dilandasi tiga aspek yang menjadi guideline yaitu, lingkungan, budaya dan musik. Ini dapat berkembang sesuai aspek penting yang butuh sentuhan di tanah batak dan danau toba.

Apa target penanaman pohon ini?
Ini sebuah gerakan, mengajak kita semua untuk peduli lingkungan.

Dimana saja?
Dimana saja di tanah batak, Pokoknya dimana saja yang butuh tanahnya di hijaukan. Kita juga memikirkan menyediakan bibit pohon berbuah seperti mangga dan durian.

Viky melakukan gerakan-gerakan seperti jurus monyet dari shaw-lim. Eh rupanya gerakan pemanasan badan dan menyingkirkan air yang masih tersisa di wajah dan rambutnya.

Badan Viky rupanya semakin hangat begitu pertanyaan selanjutnya dijawab dengan semangat yang berapi-api. Ketika disinggung mengenai hutan Tele yang hendak dibabat seluas 2000 hektar untuk dijadikan taman bunga, Viky menjawab dengan lantang ; “Saya termasuk penentangnya, bila itu benar terjadi”. Dikatakan bahwa sebagian komunitas batak di Jakarta sudah melakukan pertemuan membahas masalah ini. Umumnya menolak. Jenderal Cornel Simbolon mendukung gerakan penolakan ini.

Bila hutan Tele dihancurkan akan membahayakan Pulau Samosir. Permukaan Danau Toba naik atau menurun akan menjadi permasalahan pulau ini. Kita harus mempertahankan ketinggian normalnya. Pondasi Pulau Samosir ini labil. Viky menguraikan analisanya geologinya seperti yang sudah dituliskan di http://www.tongginghill.wordpress.com

Badan Viky sudah mulai menghangat, pakaiannya mulai kering. Dia melanjutkan isi hatinya. “Gereja seharusnya didepan melakukan gerakan seperti ini. Membuat doktrin pemeliharaan lingkungan. Uraikan dengan theology lingkungan”.
Limantina Sihaloho sang dosen theologia itu kulihat terpana, sementara Viky terus mengutarakan hasil pengamatannya. Andi Siahaan tertunduk hingga harus menopang wajahnya dengan tangan kirinya.
Viky sangat menghargai upaya Gereja Katolik yang sejak lama sudah melakukan inkulturasi. “Lihat gereja Katolik sudah menempatkan gorga menjadi hiasan gerejanya” Sementara gereja yang menggunakan kata “batak” sangat sulit ditemukan menggunakan gorga. Bayangkan bila semua menggunakan gorga, kayu akan kita butuhkan, gorga akan semakin membudaya, panggorga akan semakin bersemangat karena mendapat peluang pekerjaan.

Kepada para pemuka Agama dia menghimbau; Jangan hanya sibuk mebicarakan politik, apalagi ikut-ikutan berpolitik. Serukanlah kepada semua umat; “Pujilah Tuhan dengan menanam pohon”.

Wooouuuu, Viky, bajumu sudah kering.

Iklan

7 thoughts on “Kaos Viky Kering Seketika…

  1. numpang berita ya ………!!

    Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen Cornel Simbolon menyatakan keprihatinan yang mendalam, karena ratusan meter hutan perawan di Tele, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, telah ditebas habis baru-baru ini. Selain mencemaskan resiko bencana longsor, apabila areal hutan seluas 2.250 hektar di daerah itu habis dibabat, Cornel juga mensinyalir bahwa investor cuma ingin menyikat kayu disana.

    Hal itu dikemukakan jenderal kelahiran Pangururan, Samosir ini dalam acara diskusi TobaDream Dialogue, Sabtu sore 91/3) di TobaDream Cafe, Jakarta. Cornel hadir di sana sebagai peserta, sedangkangkan pembicara diskusi dengan tema “Penyelamatan Danau Toba : Difficuit but Possible“‘ itu adalah Cosmas Batubara dan Bungaran Saragih. Keduanya bekas menteri.

    Pernyataan keprihatinan itu dilontarkan Cornel Simbolon pada sesi tanya-jawab. Sebenarnya yang jadi sorotan saat itu adalah upaya penyelamatan Danau Toba, terutama dari aspek pariwisata dan lingkungan. Tapi Cornel tidak mengajukan pertanyaan, malah langsung meminta perhatian dan kepedulian hadirin terhadap pembabatan hutan ynag sedang berlangsung di Tele.

    “Memang benar seperti dikatakan Lae (Suhunan) Situmorang tadi, hutan di Tele sedang terancam sekarang ini.Tidak tanggung-tanggung, hutan yang akan ditebang di kawasan tangkapan air itu mencapai 2.260 hektar. Katanya mau dibuat kebun bunga. Katanya bunganya untuk diskspor,”papar jenderal yang cinta lingkungan itu.

    “Kita sangat prihatin karena ratusan meter hutan perawan di sana sudah dibabat habis, katanya buat jalan ke areal yang akan diubah jadi kebun bunga,’tambahnya.

    “Tele itu adalah daerah tangkapan air, dan seperti tadi dijelaskan Pak Bungaran, daerah itu sangat ringkih dan rawan longsor,”tutur Cornel sambil menegaskan,”Saya setuju dengan apa yang dikatakan Lae Situmorang, saya mengerti apa yang dikuatirkannya, bahwa besar kemungkinan rencana membuat kebun bunga di bekas areal hutan seluas 2.250 hektar itu hanya kedok. “

    Yang disitir Cornel adalah ucapan Suhunan Situmorang di awal acara, saat menyampaikan kata sambutan selaku Ketua Steering Commitee TobaDream Dialogue. Suhunan membeberkan kepada hadirin mengenai pembabatan hutan di Tele, termasuk sinyalemennya bahwa target utama investor PT EJS dari Korse adalah menyikat kayu di hutan alam itu.

    “Memang sudah banyak kejadian seperti itu, “ujar Wakasad Cornel Simbolon. “Hutan dibabat, katanya mau buat kebun kelapa sawit atau kebun bunga. Tapi, setelah hutan dibabat dan kayunya dijual, investornya kabur. Makanya kita harus cermati terus perkembangan di Tele ini. Itu adalah daerah tangkapan air, sebagian masih hutan perawan. Kenapa itu harus dibabat ?”

    “Makanya kita harus selamatkan hutan Tele. Kalau perlu kita panggil Bupati Samosir Mangindar Simbolon ke Jakarta, untuk menjelaskan kebijakannya membabat hutan perawan di sana, “tegas putra Samosir yang kenal liku-liku kawasan Tele itu.

    Hutan lindung

    Letjen Cornel Simbolon, yang bicara berdasarkan hasil pengecekan terbaru di lapangan, dengan blak-blakan menyatakan kurang yakin mengenai kelayakan investasi kebun bunga di Tele. “Mau diangkut pakai apa bunga-bunga itu ke Medan ? Dan kalaupun bisa, biaya transportasinya pasti sangat mahal. Pokoknya sangat meragukan, sehingga lebih masuk akal kalau investor hanya mengincar kayunya,”ujarnya.

    Menurut Cornel, selain penyelamatan hutan Tele, agenda sangat penting yang harus segera dilakukan adalah menentukan peta hutan di Samosir. “Perlu segera dilakukan maping untuk menetapkan yang mana hutan lindung, yang mana hutan ulayat. Di Samosir belum jelas maping seperti itu.”tandasnya.

    Dalam kesempatan itu Cornel Simbolon menyatakan sangat menghargai dan mendukung program konservasi yang akan dikerjakan Komunitas TobaDream. Besok pagi (9/2) rombongan Komunitas TobaDream akan terbang ke Medan, untuk selanjutnya pada Senin 3 Maret 2008, tepat pukul 3, akan menanam pohon pada areal seluas 2 hektar di desa Martoba , Kecamatan Sidihoni, Kabupaten Samosir.

    “Sangat saya hargai dan dukung program penanaman pohon yang akan dilaksanakan Komunitas TobaDream. Tapi perlu saya pesankan, kalian harus pentingkan untuk menjalin kerjasama dengan penduduk setempat. Jangan asal nanam pohon, tapi penduduk di sana hanya jadi penonton, akan sia-sia,”kata Cornel.

  2. partalitoruan berkata:

    Bah tampaknya yang membuat baju bang Pikky cepat kering, karena semangat dia yang sangat berapi2 na makkatai i do ateh tulang

    *** 🙂

  3. srikandini berkata:

    Dimana saja di tanah batak, Pokoknya dimana saja yang butuh tanahnya di hijaukan.

    kalimat ini menggugah hati saya untk bertanya…. ‘dimana saja di tanah batak ….’
    yang disebut tanah batak itu dari mana sampe mana….?????

    mohon pencerahan…

  4. Gom Tobing berkata:

    Viky Sianipar, salah seorang yang sangat aku hormati karena bukan hanya talentanya dan kontribusinya di dunia musik. Tapi terutama karena kepeduliannya dgn Toba Dream -nya !
    Patut diteladani.
    Kapan Gereja, Pemerintah, berani merendahkan diri untuk menyambut uluran tangan viky?…

  5. bang Simarmata betul itu , kalau bang Kornel mau dikenang org apalagi mau ikut pemilu ini belalah kampung sendiri dulu , betul stop alasan membuat taman bunga untuk ekspor , kalau mau ekspor bunga
    tuh ke berastagi aja byk bunga disana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s