Kerbau Pangururan itu Menyapa

Monang Naipospos [ Dari perjalanan ke Samosir]

Saat perjalanan saya dengan wartawan Batak Pos ke Samosir,saya dikejutkan karena tiba-tiba dia menghentikan kenderaan di ujung jembatan hamilton yang kami lalui lewat pangururan menuju Simanindo. Apa gerangan?

Lambaik Manalu sang wartawan keluar dan mencabut kamera sakunya. Dia coba tekan power: “Ah memory kameraku rusak”. Padahal kamera itu tergolong lebih baik dari kamera saku yang saya punya. Akhirnya dia minta saya mengarahkan kamera ke titik yang dia tuju. “Kerbau itu, dia melihat kita ayo…”

Terancam Roboh

“Lihat bang, kalau tanggul sungai itu nanti akhirnya hancur semua, kerbau itu sudah memikirkan kemana dia nanti merumput setelah sawah disekitarnya sudah ditanam”. Ah, sang wartawan itu rupaya tau bahasa kerbau. Tapi kenapa harus bilang sama dia? Kenapa tidak diomongkan kepada penguasa daerah? Oh, saya sadar, kerbau itu ditambat, dan tidak bisa bergerak ke kantor bupati mengajukan keluhannya. Lagipula kalau harus unjuk rasa, mungkin takut disembelih.

Saya pun menyaksikan permasalahan yang ada. Sungai itu sebetulnya dalam keadaan kering. Namun pada saat hujan lebat di Samosir, sungai itu meluap hingga menghancurkan tanggul dan membobol bronjong pengaman jembatan yang ada di hilir.

Peristiwa seperti ini sudah berjalan sejak daerah ini belum dikukuhkan menjadi kabupaten, jadi tidak ada perubahan saat ini, hingga sang kerbau kelihatan sedih dan mengadu kepada Batak Pos melalui Lambaik Manalu.

Hampir seluruh sungai yang ada di Samosir berperilaku demikian. Tidak mengalirkan air saat hujan tidak turun. Barangkali itu menjadi pemikiran hingga beberapa 3 unit jembatan balley yang ada disana tidak diganti.

Menggunakan lantai papan mengganggu pengendara sepeda motor.
Malam kami pulang dari Tutuk setelah mengirimkan berita. Jembatan belly pertama kami temui setelah keluar dari Ambarita ada hambatan kecil. Seseorang penduduk menghentikan kami dan bertanya ; “Ada aspak?” Kami jawab tidak ada.
Ada seorang perempuan terjepit kakinya di lantai jembatan. Hari sudah malam. Gerimis masih turun sebagai rentetan hujan tadi sore. Lantai jembatan itu menjadi licin.

Sepeda motor yang ditunggangi tiga orang perempuan itu mencoba masuk melintasi papan yang disediakan untuk roda kenderaan. Ditengah jembatan, papan yang tidak terikat bergeser hingga mereka terpeleset. Begitu boru Sitindaon pengendara itu menceritakan. Kaki kiri yang digunakan mencoba menopang beban tidak disadari mengarah ke celah papan jembatan, akhirnya terjepit. Menyedihkan. Sudah berapa kali kejadian seperti ini pada kondisi jalan dan jembatan rusak? Tebak sendiri. Atau barangkali kita harus bertanya kepada kerbau Pangururan itu.

Iklan

5 thoughts on “Kerbau Pangururan itu Menyapa

  1. Humbang Hasundutan berkata:

    Mana kerbaunya pak Monang?

    ***
    Sedang merumput di tanggul datar yang hendak jebol itu

  2. Rondang br Siallagan berkata:

    Saya tidak mengerti kenapa jembatan yang di kampung (di Ambarita) tidak di ganti.dengan.aspal…sejak remaja..jembatannya selalu kayu…..ngeri-ngeri sedap kadang lewat…apalagi naik sepada motor/honda..
    Soalnya pernah sich naik sepeda motor ke Pangururan. Ke Tomok pun pernah naik honda…(ach ..nostalgia…).Maunya diganti kek..pak.pemerintah.daerah. Untuk keselamatan masyarakat.. Taulah….

  3. Laris Naibaho berkata:

    Itulah lucunya. Mangindar Simbolon sang Bupati Samosir sangat mampu membuat proposal untuk menjual Hutan Tele ke investor. Tapi jembatan yang kecil saja, dan jembatan tersebut sangat diperlukan oleh masyarakat, tak dilirik olehnya.

  4. lambaik manalu berkata:

    sebenarnya saya bareng ama bang monang, ketika lewat lokasi itu, kerbau menyapa saya kemudian kami turun dari mobil. saya langsung sibuk motret. eeeeh… usai motret baru saya sadar bahwa kerbau itu “curhat” ama bang monang….. hahahahahaaaaa….
    itu makanya agak kesorean ketemu ama lae viky….

  5. Masih adakah jalan bagus di kampung (semua kabupaten di tapanuli) kita?!, semoga bupati segera memperbaikinya, dan masyarakat turut merawatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s