SITEDAK RUPA SIBOTO GOAR

Partungkoan TanoBatak (04 April 2007 – 04 April 2008).

Memanfaatkan peluang menyalurkan hasrat, barangkali menjadi pemicu awal terbitnya situs Partungkoan TANOBATAK ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada http://www.wordpress.com yang menyediakan blog gratisan ini.

Target saya tidak begitu tinggi, setidaknya ini menjadi media komunikasi, kontak bagi teman-teman, sahabat, rekan, mitra dan para tamu yang sudah pernah melakukan diskusi kebudayaan dengan saya. Kepada mereka saya menginformasikan keberadaan blog ini. Namun, fakta jaringan internet global ini tidak menutup kemungkinan untuk dapat diakses oleh siapa saja dan dimana saja. Banyak pengunjung yang bertanya siapa dibalik blog ini.

Saya kagum dengan kepiawaian sebagian pengunjung hingga dapat mengetahui siapa dalang blog ini sebenarnya melalui jaringan komunikasi sesama pengunjung. Namun sebagian ada yang bertanya langsung melalui email blog ini.

Saya tidak ada maksud untuk tidak memberitahukan IDENTITAS saya karena pada umumnya sudah banyak yang mendapatkannya.

Saya tidak bermaksud menyinggung perasaan orang yang bersikukuh menyembunyikan identitasnya dibalik doktrin “untuk apa mencari nama, yang penting anda tau adalah isi hati”.

SITEDAK RUPA SIBOTO GOAR adalah sikap yang ditanamkan para leluhur orang Batak. Tunjukkan wajahmu dan sebut namamu, setelah itu katakan apa keinginanmu. Ini sangat bertentangan dengan fakta saat ini yang sering memberikan komentar, isi hati dengan nama disamarkan. Saya pernah melakukan hal seperti itu di dunia maya ini dengan menggunakan otomatisasi wordpress yang menunjukkan id blog ini “tanobatak”, namun dengan penjelasan identitas saya dibawah ini anda akan tau. Saya akan merubah kebiasaan itu dengan menuliskan nama langsung dan itu sudah saya mulai.

Untuk selanjutnya saya berusaha menerapkan kepada semua komentator di blog ini, bila Batak, jujurlah menyebutkan identitas sebenarnya. Blog ini tidak bermuatan politik, karena itu tidak ada yang perlu ditakutkan bila kita belajar jujur. Penggalian budaya dan nilai yang dikandungnya harus diterapkan sejak awal, Jadilah orang yang bertanggungjawab, dalam hal ragu atau yakin apa yang kita ucapkan. Ini falsafah nenekmoyang orang Batak.

AKU DAN KELUARGAKU

Setelah satu tahun, saya memperkenalkan diri bagi yang belum mengenal admin blog Partungkoan TanoBatak.

Nama saya, Monang Naipospos. Tinggal di Dusun Hutatinggi Desa Pardomuan Nauli Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Samosir. Hidupku didampingi putri mertuaku Tiar br Manurung dari Sibuntuon Kecamatan Uluan Kabupaten Toba Samosir.

Istriku cantik, yang tercantik dari semua boru Manurung yang saya kenal. Para boru Manurung mohon jangan tersinggung karena pernyataan saya ini.

Ibundaku Boru Panjaitan dari Pintubatu Kecamatan Silaen Tobasa. Saat ini masih hidup dalam usia yang sudah 95 tahun. Beliau mengajariku untuk hormat kepada tulang Panjaitan “dang mardia imbar”, katanya. Dikatakan juga aku harus hormat kepada marga Sinambela dan marga Sibuea seperti hormatku kepada marga Panjaitan.

Nenekku Boru Simanjuntak keturunan Punsionggang dari Simadobak Kecamatan Silaen Tobasa. Beliau meninggal dunia pada usia 115 tahun. Sejarah perkawinannya kepada kakekku cukup mengesankan, tak mungkin kuceritakan disini. Kadang dia menyebut diri boru Hutabulu. Beliau pintar “marjugia” yang dipelajarinya selama 4 jam dari alam gaib saat tenggelam di perairan Danau Toba. Ini sangat unik, karena semasih mudanya tidak pernah martonun dan mengenal alat tenun. Pengalamanya itu tidak masuk akal jaman digital ini, saya sendiri pun ragu karena kejadiannya sebelum saya ada. Soal percaya, beda dalam diri setiap manusia. Saksi hidup sudah tiada.

Kekayaanku cukup dengan memiliki 3 orang putra dan 2 orang putri. Nama anak-anakku semuanya “batak” dengan pertimbangan awal nama mereka mengadopsi awal namaku dan istriku, awalan M dan T. Karena istriku yang mengandung dan melahirkan maka awal namanya menjadi awal nama pertama anak-anakku. Anak pertamaku Tunggun Mardohar, kedua Tohom Maringan, ketiga Tami Miannauli, keempat Togu Manata dan si bungsu Tiur Marnida. Singkatan nama kami sekeluarga menjadi TM.

Tunggun (bukan Tunggul) adalah pemahaman arti kewibawaan bagi laki-laki, sementara untuk perempuan disebut “Donda” lebih mengartikan sikap santun dan kerapian serta keramahtamahan. Mardohar mengartikan “mendapat”. Dohar adalah kata dasar yang artinya selalu diperoleh, selalu didapat. Ini upayaku untuk mengenang dan mengabadikan sikap dan kewibawaan ayahku yang dipanggil orang Raja Ungkap. Beliau sering menjadi alamat bertanya dalam banyak hal kebudayaan batak. Beliau intelaktual yang mendapat pendidikan sekolah yang dikelola misi pendidikan Inggeris yang berbasis di Singapura bertempat di Tambunan. Beliau adalah guru rakyat.

Tohom artinya tegar. Mampu menahan segala cuaca dan menjalankan aktivitasnya dengan tanggungjawab penuh adalah makna kata ini. Maringan artinya bernaung. Pengertian lainnya adalah diladamnya ada isi. Ini upayaku untuk mengenang pengalaman hidup kakekku yang dipanggil orang Raja Mulia. Beliau sering keluar masuk penjara pada jaman penjajahan karena tidak mau tunduk kepada kehendak Belanda. Setia pada perjuangan Sisingamangaraja XII. Konon pada usia 100 tahun masih diciduk Belanda dan dipenjarakan. Dia tetap tegar walau penderitaan fisik menderanya.

Tami artinya pinta (ingat tami-iang menjadi tamiang). Mian Nauli artinya dipenuhi (isi) yang baik. Ini untuk mengenang nenekku boru Simanjuntak. Dia menikah kepada kakaekku di usia muda sementara kakekku sudah berusia 50 tahun. Kakaekku sudah sempat dikategorikan “pupur” tidak punya keturunan karena pada perkawinan pertama dan kedua ada anak namun meninggal di usia muda.
Kakekku dalam konsidi pasrah. Saat bertemu dengan Sisingamangaraja XII beliau diyakinkan dan diberi harapan. Kakeku dianjurkan menemuai “tulangnya”. Neneknya adalah boru Simanjuntak putri Punsionggang Simanjuntak.

Kakekku menjalankan amanah, ditemuinya tulangnya turunan Punsionggang. “ditami” para tulangnya itu, dihempaskan dirinya, dimohon “pasu-pasunya”.
Tulangnya tidak hanya memberi berkat dengan kata-kata, tapi dibuktikan dengan nyata. Dipanggilnya putrinya siboru Parmaluan yang masih muda dan cantik, dihadapkan kepada “anak ni namborunya” yang jauh lebih tua darinya. Rasa kasihnya membawa cinta. Kepada Mulajadi dia bertumpu menjadi saluran berkah.
Dari perkawinannya lahir seorang putra dan empat orang putri. Karenanya saya ada, dari sepenggal harapan yang tersisa.

Togu artinya entas. Togu digunakan juga untuk orang yang terjatuh atau terpleset untuk berdiri. Manata artinya membimbing. Manusia belajar berjalan disebut ditata. Ini untuk mengenang ibu saya. Dia cukup ketat menanamkan disiplin kerja. Kami dituntun manakala kebingungan berbuat. Dia butahuruf tapi kami diupayakan sekolah. “Unang songon au”, begitu dia tetap memberi dorongan. Semasa anak-anak, bila kami ada yang menangis karena kesakitan, dia merangkul dan membujuk, “olo diau tondingku”. Kami dianggap bagian dari rohnya. Kepada bapak, kami takut dan segan karena wibawanya yang tinggi. Kepada ibu dan ompung boru alamat satusatunya kami bermanja.

Di usia ibuku yang renta saat ini masih bisa berjalan sendiri dengan tongkat. Dia tidak mau tinggal dirumahku yang jaraknya hanya 20 meter. Penglihatannya dan pendengarannya sudah menurun. Setiap datang kerumahku masih memperlakukan aku ketika masih anak-anak, “mandi dulu kamu, apa sudah makan?”. Oh, ibuku, “remengmu” bagian dari upayamu menuntunku.

Tiur adalah terang. Marnida adalah melihat. Kumaknai nama ini dari pemahaman dan pengertianku atas nama-nama anakku diatas. Terang memandang tidak hanya oleh factor kesehatan fisik, tapi beberapa factor yang harus dibutuhi. Tujuan hidup yang harus dimikili dan itu merupakan “toto” patokan arah yang harus ditempuh. Berbagai hal yang dihadapi dalam perjalanan hidup itu harus dilalui dengan tegar tanpa mengabaikan harga diri. Bertahan karena prinsip, kewibawaan dan kehormatan muncul karena prinsip, berharap dalam nilai kebenaran adalah prinsip. Nilai kebenaran itu selanjutnya membimbing diri, pedoman untuk melakukan pembimbingan, pengarahan. Jalan terang adalah tujuan dari awal hingga akhir dalam hidup, patokan menentukan pandangan dan sikap untuk dipandang.

Mungkin anda dapat menterjemahkan tujuanku menggabungkan kedua nama anak-anakku ini dan menguntai nama mereka berlima. Setidaknya itu menjadi harapanku dari “kekayaanku” itu kelak bila aku mampu “memanusiakan” mereka.

Anak pertamaku Tunggun saat ini kuliah di FE USU Medan. Dia hobby seni musik dan pemain gitar bas di gupnya. Ini melenceng dari harapanku yang mengharapkan dia pandai “marhasapi”.

Anak keduaku Tohom FH UDA Medan. Dia juga hobby musik. Dia main gitar walau tidak memiliki group musik. Sekali-sekali kulihat dia memetik “hasapi” dan gemar mendengar “gondang”.

Purtiku Tami Mian Nauli saat ini kelas 2 SMA Negeri Laguboti. Dialah yang meresensi novel SORDAM untuk kebutuhan tugas sekolah dan mendapat anugrah dari Pak Suhunan SItumorang pengarang novel itu. FS; tami_nauli@yahoo.com

Togu Manata saat ini kelas 3 SMP Negeri 1 Laguboti. Pernah menjadi juara III Biologi pada olimpiade sains se Kabupaten Tobasa. Di Propinsi ikut tanding tapi kalah dengan anak-anak Medan. Citacitanya menjadi dokter. Dia mampu bongkar pasang piranti keras computer “danga-danga” yang ada dirumah hingga membuat ibunya cemas kena srtom dan rusak. Paling banyak menghabiskan kertas stok saya untuk “proyek tambahan jajan” pembuatan makalah teman-temannya.

Sibungsu Tiur Marnida saat ini Kelas 2 SD. Sangat manja, mungkin karena karena bertaut jauh dengan abangnya. Juara kelas ini bercitacita menjadi guru.

Walau tidak ada gemilang harta benda, tapi keluargaku cukup membuatku bahagia. Mereka menyadari itu sehingga tidak menuntut banyak dariku.

Tautan :

Banyak Yang Kudapat
Evaluasi Diri

My Tagged

Iklan

23 thoughts on “SITEDAK RUPA SIBOTO GOAR

  1. oala…..apa saya duluan yang kasi komment??….oalaaa (lagi ah…)

    sabotolna dohot sabule-bulena, nga tinanda ho kumandan, walo hanya nama, dan foto, lewat majalah batak, cuman baru lewat lae wordpress ini bisa berinteraksi langsung.
    uda……
    salut juga dan saya banyak belajar memahami arti dari setiap perbendaharaan bahasa batak yang jarang saya temui, dan walaupun dulu saya punya sefrensi dari among saya tentang bahasa batak ini ( termasuk lengkaplah), tapi makin banyak yang saya tau, makin banyak hal baru yang saya tidak tau.

    alai uda…adong sukkun-sukkun….jala songon na geli daha hurasa bah…

    “……Istriku cantik, yang tercantik dari semua boru Manurung yang saya kenal. Para boru Manurung mohon jangan tersinggung karena pernyataan saya ini…..”

    sukkun-sukkunhu, holan tu boru manurung do di bandingkan uda kan?? gak ikut boru dari marga lain??..hehehhehe

    baytewey, naek buswey……………
    kembali ke persoalan bahasa nakkinon, sangat jarang yang tau bahasa asli bahasa batak, bahkan generasi kami, generasi 70-80 an atau generasi ni sipaltibonar yang lahir dan besar ditapanuli pun gak bisa ( emang nggak tau kaleeeeee…) menggunakan bahasa seperti di blog ini. teringat saya acara arisan kemaren, dirumah salahsatu boru kita…ada anggota ngomong begini…
    “mauliater ma dihamu…dst….NGA BUTONG HAMI MANGAN….” mungkin bagi sebagian orang gak terlalu diperhatikan, tapi bagi saya….agak lussu.

    “….kembali ke soal nanguda nakkaning,….mana lebih cantik, boru manurung atau boru panjaitan atau boru juntak…” (kalo merasa berat menjawab, nggak uash deh,..cukup dalam hati saja…..nanti hula-hulatta na manjaha, berubah wajah lagi..hahahhaha”

    saya selalu berulang-ulang membaca satu topik ( tentunya yang dalam bahasa batak) untuk bisa menangkap maknanya. betul-betul banyak kosa kata baru yang saya temuin. yang lama ini saya cuman tau bahasa terminal, sedikit-sedikit bahasa ROH dan sedikit-sedikit bahasa SMS….dan saya bandingkan, hampir sama susahnya mengartikan bahasa batak yang diblog ini dengan bahasa SMS dan BAHASA ROH….

    (..ai diboto uda do bahasa SMS??…..songonon ma…HRS, HA KBR DSNA, AQ BAE JA GMNX JNJI QTA TU?…..maksudnya, horas, aha kabar disana, aku bae aja, gimananya janji kita itu…)….nggak ngeti kan???

    kalo ada yang kirim sms seperti itu, biasanya saya harus tanya sama adek-adek ABG yang ada disekitarku, APA KASUTnya nikku…biasanya mereka jawab…GAUL DONG BANG,….jangan cuman marganya yang GAOL……

    jai, diusia yang genapo setahun ini, saya mengucapkan SELAMAT HARI JADI blog ini, semoga blog ini bisa menjadi referensi pembelajaran, khususnya bagi kaum muda dan kaum awam akan bahasa batak….
    sukses selalu uda…
    eeehhh……..
    uda……Boru Tambunan juga cantik-cantik loh!!!!

    *** Boru Manurungku cantik, boru Panjaitan untuk bapakku, boru simanjuntak untuk kakekku. Mereka juga bilang cantik. Boru Tambunan daba “bagak” do. Unang sai ganjangi be kedan, diboto halak annon angka nabagak paniaranta, annon cemburu. 😀

  2. Marudut p-1000 berkata:

    Horas Lae,

    Selamat ulang tahun kuucapkan untuk Blog Partungkoan. Magna salute atas dedikasi Lae Monang Naipospos sebagai pengelolanya. Banyak hal tentang habatahon yang kuperoleh dari blog yang serius tapi santai ini.

    “Sitedak Rupa SIboto Goar”, baru pertama kali aku mengetahui ajaran nenek moyang kita ini. Sifat ini juga yang sering kudengar dari orang non batak tentang sisi positif orang batak.

    Bah…hebat kalilah Lae dan Inangbao membuat nama anak-anak kalian. Semoga anak-anak lae bisa memenuhi harapan orangtuanya.

    Mauliate

  3. Rondang br Siallagan berkata:

    Penilaian cantik ini macem2 loh…! Ada yang hidung pesek, rambut tipis, wajah tidak manis,pendek tapi seksi, dia…CANTIK…kan…! Dllll

  4. Rondang br Siallagan berkata:

    Tambahan..untuk lelaki…
    Dia botak, bulat perutnya, jerawatan wajahnya, pendek ukurannya, besar betisnya…tapi dianya millioner…pasti …GAGAHKAN…dianya HA…hahhhaha..haha.

    *** Bah …. ito 😀

  5. Saya rasa ito boru Siallagan ini jujur adanya…

    Pernah kami mengadakan kontes pemilihan “miss bintan resort”. Salah satu pertanyaannya: “Kalau anda dihadapkan pada pilihan dua pria yang sama-sama mencintai anda: Yang pertama prian berpenampilannya menarik, muda dan tapi pegawai biasa dan yang kedua, pria yang kaya berumur dan penampilan seadanya”

    Cuma satu calon yang dengan yakin menjawab dia akan meilih pria yang kedua. Dan juri memutuskan dialah yang terpilih menjadi miss bintan resort saat itu. Semua juri menagatakan jawaban seperti itulah yang lebih mereflesikan gambaran umum pikiran wanita muda saat ini…

  6. adonia sihotang berkata:

    Horas ito Rondang. Tapi lebih pas kelihatannya kalau seperti ini : tinggi, ganteng, perut sixpat, wajah mulus, duit milaran, malo marhata batak.

  7. Rondang br Siallagan berkata:

    Mauliate Ito Par-Bintan….sanjungannya ini.. Salam kenal dululah..
    Ya, saya beri contoh tersebut…supaya pemuda dan pemudi, yang akan mencari pasangan jangan “TERLALU” memilih…harus sempurna apa yang di hati/ di harapkan….karena …..manusia itu tidak ada yang sangat sempurna.sempurna ….dari negara apapun itu, suku, agama, dan se cantik apapun, dan seganteng apapun dianya. Saudara/i akan KECEWA apabila apa yang saudara/i harapkan tidak ada pada seseorang tersebut…..

    Horas pariban Adonia Sihotang..
    Ya….memang sangat baik itu tapi jangan salah banyak berpenampilan demikian….kepribadiannya jauh yang di harapkan. Maksudnya bukan mobil pribadi, rumah pribadi…dll..

  8. Tapi sebenarnya Lae Naipospos sudah menegaskan secara tidak langsung kecantikan yang ada di dalam diri seseorang itulah yang tahan lama dan “tahan balbal” menghadapi kerasnya tantangan kedupan dewasa ini.

    Cuma saya agak terkejut juga laeku ini secara terbuka memuji Namboruku itu didepan publik seperti ini. Biasanya orang batak menghindar untuk patujolohon paniaranna tu loloan…

  9. tanobatak berkata:

    Gara-gara Hendry Lumbangaol tentang inangudanya berbuntut panjang. Padahal lae Marudut Pasaribu sudah memahaminya.
    Lae Adonia Sihotang hampir dapat meredam keinginan ito Rondang mencari yang ideal itu , tapi datang lagi pertanyaan dari lae Bintan. Ah, aku jadi kewalahan.

    Aku tidak membandingkan isteriku dengan perempuan lain karena aku tidak ada pengalaman “beristeri” dengan perempuan lain selain isteriku yang satu ini 😉 Setidaknya pernyataanku ini dapat meyakinkan leaku Robert Manurung karena mungkin kurang setuju kalau itonya kusanjung 😉 atau sebaliknya.

    Lae Parbintan, itomu ini dulunya semasih gadis banyak yang meminang, akhirnya kena sama aku. Tak tau kriterianya dia itu apa, padahal sainganku umumnya keren dan hebat. Perkenalan kami selama 7 tahun dan tidak pernah mengikat janji. Di selang waktu yang cukup panjang itu sudah dua kali hampir rampung “parbogasonnya” dengan pria lain. Aku tidak melarang karena memang tidak ada ikatan.

    Saat aku didesak ibuku untuk menikah, diam diam ibuku mengutus seseorang ke kampungnya untuk membicarakan niat ibuku menyuntingnya menjadi isteriku. Jujur, ini diluar pengetahuanku, dan diam-diam ibuku melakukan misi intelijen mengamati perempuan mana yang terdekat denganku.

    Singkat cerita si cantik itu mau asal aku yang menyatakan langsung. Cukup sampai disini, nanti ditangkap lae Suhunan Situmorang menjadi cerpen 😀

    Kami mengawali dari “nol besar”, kami membangun bersama mengalami pahit manis bersama. Kupercyakan dia mengelola semua yang ada walau faktanya hanya sedikit. Dia bertani padi, mengolah ladang tanpa mengharapkan tenaga full time dari aku.

    Saya pun tidak menyembunyikan apa yang kudapat, kuserahkan sepenuhnya padanya. Dia dapat mengatur segala keperluan dengan bijaksana, sehingga orang tidak tau kami ini miskin dan kekurangan. Banyak rahasia yang dipendamnya untuk tidak jadi beban padaku dan diselesaikan dengan caranya sendiri. Tidak gemar ngerumpi tapi rajin menyapa semua orang.

    Uniknya dia lebih mengenal kerabat dari pihak saya daripada saya sendiri, rajin melaksanakan adat walau tanpa saya yang sering “berlompat jauh”.

    Saya fresh ke pesta adat walau tidak ada uang dikantong bila bersama dia. Saya tidak merasa malu minta duit dari dia walau dihadapan orang lain, tanpa ada kesan saya dibawah ketiak isteri. Para hulahulaku Manurung di Laguboti cukup bangga, kalau di pesta adat kadang hula-hula itu mengirim kacang goreng kepadanya. Ini kan terbalik, tapi itulah kebanggaan para hula-hula itu yang terkenal “naburju marboru”. Aku semakin cinta.

    Saat ubannya muncul satu persatu, dia gelisah dan bersaha mnutupinya dengan teknologi. Satu ketika saya katakan padanya, dengan uban sedikit layaknya bintang di langit, saya melihat keindahan. Dia tersenyum menyangka saya hanya menghibur. Saya yakinkan bahwa dengan uban itu saya tidak akan merasa asing melihatnya, malah semakin menyatakan bahwa kita sudah semakin dewasa, lihat anak kita sudah doli-doli dan namarbaju. Jangan berusaha tampil cantik dilihat orang lain, cukum bagaimana saya mengakui kamu cantik dan menarik.

    Dia pun tidak terlalu gelisah dengan munculan ubannya itu dan anehnya uban itu tidak drastis lagi munculnya.

    Barangkali komentarku ini dapat memenuhi keterkejutan lae Parbintan. Intinya kita harus bangga dengan apa yang kita miliki. Jangan tergantung sesuai standar penglihatan orang lain pada diri kita, tapi rawatlah apa yang pada diri kita itu menjadi kebanggaan.

  10. Naulimai lae. Asa ditiru akka naumposo ni halak hita ma nauli si songon nabinahen muna on.

    Saya punya pengalaman ketika pertama kali mengunjungi huta ni simatua di huta Siunong-unong julu Bakkara (hanya berselang 2 rumah dari mual Sitio-tio yang diceritakan lae Naipospos di blog ini) segera setelah pesta pangadation kami di jakarta sepuluh tahun lalu. Mungkin karena didorong rasa ingin tahu seperti apa gerangan menantu ni “par Nainggolan” sebutan bagi mertua saya yang diberikan orang sekampung itu, para tetangga mertua berdatangan menyalami kami. Bahkan koor ama HKBP Simamora di desa itu datang berombongan dan membawa beberapa lagu termasuk lagu “Nang Gumalussang” yang tersohor itu. Alasan mereka itu adalah lagu kesayangan mertua saya laki-laki almarhum. Saya pikir “aneh juga lagu kesayangan mertua saya almarhum dinyanyikan untuk saya”. Tapi saya terima persembahan mereka dengan suka cita….

    Pada waktu memberi kata sambutan “mangampu” kata-kata berkat dan doa yang disampaikan para tetua kampung itu saya kebingungan mencari kata-kata apa yang pas yang harus saya ucapkan selain mengucapkan terimakasih atas semua doa dan nasehat yang telah disampaikan.

    Tapi satu hal yang saya rasakan saat itu, saya sungguh beruntung mendapatkan boru ni luat Bakkara. Bukan karena apa yang telah dibuat isteri saya kepada saya. Tetapi pertama-tama keramahan penduduk luat itu. Saya juga beruntung karena Bakkara memang tempat indah, jauh lebih indah dari yang pernah saya bayangkan ketika waktu sekolah dulu membaca cerita tentang Raja Sisingamangaraja XII. Dan saya juga merasa Bakkara adalah tempat yang terberkati oleh Tuhan. Aura daerah itu sangat sejuk dan memberi energi.

    Dan akhirnya persis seperti yang saya rasakan tentang beruntungnya saya menjadi menantu par Bakkara itulah yang keluar dari mulut saya saat tiba gilrian saya mangampu saat itu…

    Dan saya merasa bangga dan lega mengungkapkan pengakuan yang jujur itu didepan hula-hula dan natua-tua parhuta itu saat itu…

    Tulisan lae Naipospos ini sungguh mengingatkan saya pada arti sebuah pengakuan yang jujur atas berkat kehidupan yang diberikan Tuhan kepada dua insan.

    Horas tondi madingin pir tondi matogu…

  11. oalah uda…..

    setidaknya dari beberapa orang tua yang saya kenal di dunia per-internetan on, ( maksudhu gak ikut amongku, karena beliau tanpa kusebutkan pun sudah menjadi teladanku dalam manjalani rumah tangga yang kecil ini)
    lanjut….

    dari beberapa orang yang kutanda diportibi awng-awang on, banyak yang secara terbuka menyanjung tungganeboru/nanta soripadanya. seperti kata ‘parbintan’ menjadi contoh bagi kami keluarga muda…heheheheh

    ai sipata, molo binereng jaman on nian nunga tu berubah situtu, anggo najolo tikki met-met iba, molo pinarrohahon akka omak ni dongan rupani, molo mangido beguaha amatta on sai tor didok do, buatton jo i, dijo i,….dang hea rupani didok, omak ni andalu, ambirangkon jo bah…apalagi molo didok, ambil dulu itu sayang….bah, nga pittor beguiattuk naeng??

    nang songoni, molo halak hita na tubu di huttatta alai nga mangaratto, nangpe nga sering manonton sinetron, nangpe nga ditanda inernet, alai tung so boi do nanggo romantis otik amanta i,..nga bakko memang ateh. alai anggo amanguda, yakkin do au, lobi-lobi otik, romantis do bah,..hahahahah

    na lebih lussu muse, molo sinukkun ise dijabu, olo do alus ni dongan on, dijabu do ina-ina??? what??? inia-ina nise?? nikku manukkun muse….bah ina-ina nise dope ninna,..ujungna nidokma, ai dang boi dohononmu be, dijabu do akkangmu?? didok ma alusna…heppot nai ho.
    Nang songoni, molo sinukkun akka natua-tua ditano rattoon, adong sada parompungon,…poso dope alai alani nomor, maroppung iba, umurna sekitar 55 taon dope…..molo sinukkun, ai heado hamu nadua manonton tu bioskop oppung??
    tor ro do oppung boru on mandok..
    tubioskop nimmu amani harapan??
    lakso adong do nanggo saotik mangarahon iba manag tuadia, dang holan tu biaokop, madongani belanja pe so olo, sai dimobik i modom, hape molo ni ida ama2 nihalak, amanta i ma mandorong garobak belanja i, huhut sai raop mekkel ninna,..
    hahahahah…..
    ro ma oopung doli on,…olloboloknai, sanga nai ho, heppot nai ho, najolo anggo onan di bakkara (kebetulan parbakkara) molo ni ihuthon ho maronan, sai didok ho, unang sai dohot-dohot ama-ama maronan, maila iba, hape saonar..mangapian ho..hauauauh,,,,

    jai roma muse oppung boru on,…..jai ho amani harapan, unang maila ho lao belanja dohot omaknisi harapan on dah..unang patiru-tiru oppung mon, ninna..
    husukkun ma muse, tong do oppung niba on, attar posos dope 40 taon…..
    boha ho oppung, heado mangan di arahon tu luar??
    dialusi ma…holan hamu do marga lumban gaol on na so romantis, nga pinassing asa mangan di solaria an, alai tor didokma…bukkushon ma, boan ma tujabu, apalagi molo manonton tu biskop, hae do salahai manonton, mulai masuk sappe mulak…modom dibagas,….cape dehh…..hahahahah jadi lak marsoal ma oppung na dua pasang on alani au,….
    alai jawaban ni akka oppung doli on, holan holong nami ipe nga sukkup i, ai beguaha numaen na romantis on??…..sonang dijabu, nga sukkup i ninna….dungi turun ma au dohot boruni rajai sian mobil ni oppung on huhut massiberengan hami…
    dalam hati,..dengan melihat mereka bercanda ria dan saling tertawa, sudah cukup membuktikan kalau mereka cukup harmonis dan romantis, huhut hu tiop gomos tangan ni boruni raja i…

    —————————————–
    molo mulak au tu huta, ikkon jolo maradi ma jo au tu jabu ni uda on bah, asa pajuppa dohot naguda, marcerita….

  12. charly hutahaean berkata:

    bah..amang on hape tong do parlaguboti ate.. dung ni jaha sitedak rupa si boto goar.

    bah nitan da do hape anak ni amang…bah,,,sasingkola ni iba do tong amang..

    ale amang,molo hu komentari saotik tentang web on…bah nga tambah denggan ni amang…apalagi marnida di saonarion,porlu do mambaen web songon..aale molo hubereng amang.songon na hurang dope publikasi tentang keberadaan ni web on…alana molo ni bereng songon na di tempat hu na kuliah di semarang on…bah sian angka dongan na adong dison on…holan ahu dope na umbotosa keberadaan ni web on..makana amang sempat hubaen lewat post buletin na adong di fs,,husosialisasihon tentang web on tu angka friends di fs hu….

    molo boi saotik amang,saran hu…. tong ma nian di sosialisasihon amang sian web on asa
    marsipaboaan tu angka pengguna net,,,asa saling marsipaboaan…asa peminat web on tamba godang,dang holan orang orang na biasa be mambuka web on.. alana porlu do tong amang songon keberadaan ni web on..
    ahu sandiri pe merasa berguna do tu keberadaan ni web on..

    holan i ma jolo sian ahu amang..

    horas di hita saluhutna

    horas di tano batak

    amin..

    GBU

    *** Horas ma Lae Hutahaean.

  13. Rondang br Siallagan berkata:

    ***Aku semakin cinta***

    Bah, Apa nggak salah itu Amangbao…pernah beberapa orang kutanya, bagaimana rasanya apabila anak2 sudah pada gede…selesai kuliah…Dan anak2 nikah..
    Jawabannya spontan….Ach Bosan…nnnn….Soalnya dianya (suami) dari pagi dan malam….wajah itu saja yang dilihat, bentuk tubuh itu juga yang sering dilihat….APALAGII…mendengar NGOROKNYA….BOSANNNN…Sampai mati harus menahan perasaan….
    Nach…kalau gitu bagaimana…..??

  14. Rondang br Siallagan berkata:

    Apakah masih ada rasa cinta di dalam???
    Kemudian ada lagi yang mengatakan, kami ini tidak adalagi berbicara tentang cinta-cintaan, yang penting uang jalan terus, ada pemasukan.dari A atau B.untuk.bayar kursus atau uang sekolah si A, B dan C..dll.Ach nggak adalah bicara Cinta?? Gimana tuch…!
    .

  15. Humbang Hasundutan berkata:

    Ompungborungkupe na ulirupado hamuna, ganjang isang isangna. Sian sude boru Simbolon naung hea huida, dang adong dope na sarupa tu haulion di ompungboru on. Boru sihagojongan jala panggalang.

    Habaranionnape dang tarpatudos. Nangpe disoro babiat pinahan sian lobuna bornginna i, tongdo laho ibana tu tombak manogotna i laho manige haminjon. Marngaurpe babiat di galungung an, dipaulado mangarambas dompak suara ni babiat i, asa mandao babiat i, hape anakna (damang nahinan) nunga manggirgiri patna sampe naeng madabu sian polang paduahon. Unang mabiar ho amang, dalananni do dalanna, jala muse na mar_ inmate do i. Posma roha ni anakna i muse, di datdatima manige. Single Parent na handaldo ompungborukki.

    Nuaeng on ndang adongbe jolma na mabiar tu babiat di huta nami. Boasa? Ai ndang adongbe babiat. Nunga maporus nang so adong haporusanna. Alana nunga sudabe galungung, suda tombak, so binoto ise pasudahon. Indang pamarenta, indang toba pulp LESTARI(kan alamku), indang Dewan Parwakkilan napinarsangapan. Ai indang tedak rupana, jala idang binoto goarna.

  16. wahhh,
    artikelnya bagus ito,
    yahhh mey kirain tinggal di jakarta lohh
    mey kira juga masih single
    heheheeh 🙂
    jadi maluuuuuuuuuu nich

    mey baru baca isinya ito monang
    ternyata anaknya dah pada gede2 ya…

    tapi masih pada kuliah ya…
    yacxhhhh,

    **********************

    ito, laguboti gimana kabar sekarang ?
    tambah rame ya dan majuuuu,
    kalau mey pulang mey mau donk ke rumah ito,,,

    boleh kan,,

    *** Denggan

  17. goklas Sinurat berkata:

    alai yakin au bapa tua pasti bolo muruk inangtua i dang di bereng pinggolna????? he..he… sai huingot do tontong panggotil ni br manurung i na hassitan….. alai ido inna holongna? toho doi B’tua?

    nunga boa tempat wisata na di laguboti ( air terjun) nunga di padenggan ra ate sapta pesona na?? tikki lao hami taon ’99 habis lulus2an masai sonang roha……( aha do tahe goarna? )

    selamat dan sukses ma di blog on dht di bapa tua ate….

    *** Molo hea ho digotil boru Manurung, lului ma sada nai, gotil ma hurumna i alai nanget 😀
    horas….horas…….. h o r a s.

  18. Rimhot Sidabutar berkata:

    Tung mansai pantun do Amang Naipospos on di saluhut; nang tu angka panggoran ni anak dohot boru. Molo ni adophon tu ugasan ni ba, gabe ra marrara bohi sipata.

    Santabi Amang, adong saotik sungkun-sungkun hu, ima taringot tu boru muna na margoar ‘Tami Miannauli’.

    Didok hamu, ‘Pinta’ do lapatan ni ‘Tami’, jala diondolhon hamu tu hata ‘Tamiang’.

    Hea do tarjaha ahu ‘kamus Toba-Indonesia’, disurathon disi lapatan ni ‘Tami’, ima: ‘pemberian/hadiah’

    Suang songoni nang hata ‘tamiang’, ‘Doa’ do na nidok ni Amang disi?

    Pandok ni natua-tua hu, ‘Tangiang’ do hata Batak ni ‘doa’ ndang ‘Tamiang’. Ai sian ‘tangi’ (menyimak/listen) do haroro ni, las ido hasisintong ni/ ‘makna hakiki’ ni ‘Berdoa’ / ‘Martangiang’.
    ——-

    Songoni ma sungkun-sungkun nami tu halak Amang. Mangaju hamu di hami ramba na poso, na jojot hurang hantus di hata dohot di paradaton. Mauliate jumolo.

    *** Nunga adong sungkun2 i di PARTAMIANGAN RAJA NAIPOSPOS jala adong alusna. Nunga tingkina hita paturehon na hurang di pangantusio di habatahon i. Unang kaku, songon pandohan ni angka siboto adat nuaeng. Nang sala dipartahanhon mandok sintong. Tabahas pe muse lebih luas taringot tusi

  19. Rimhot Sidabutar berkata:

    Horas,

    Mauliate ala dipaingot hamu hami di angka pangalaosian. Nungnga hujaha be “PARTAMIANGAN RAJA NAIPOSPOS i.
    Alai gabe tarsonggot iba dipandok muna: NANG SALA DIPARTAHANHON MANDOK SINTONG.

    Ndang nidok natua-tua niba si Raja Adat manang si malo hata, alai Santabi jumolo, tangkas do binoto Ndang Si sobur aek sasunge, angka natuatua hu.
    ——————
    Sian Padan narobi sahat tu na Imbaru, ndang hea tarjaha hata ‘tami’, ‘tangiang’ do na adong. Dang hea nibege manang ni jaha pardomuan ni TAMI + IANG. ai anggo SEMBAH+IANG na nisurat muna di ‘PARTAMIANGAN RAJA NAIPOSPOS’ sian HYANG do haroro ni ‘IANG’ i. Lapatanna ‘YANG ILLAHI/TUHAN/DEWA’. Sembahyang artinya menyembah Tuhan/Yang Illahi. Marbingkas sian ni do mula ni goar si Borudeakparujar (deak/deang= da-hyang/dayang parujar).

    Sian lapatan ni ‘doa’ pe, diajari do iba di Sikkola dohot di Sikkola Minggu. Sude do ‘doa’ dibege/ditangihon, alai dang sude dialusi. ‘Maha Tahu’ do Tuhannta, alai ingkon PABEGEHONON /alu aluhonon do tu Ibana, saluhut parngoluan on. Mansai godang ‘doa’ naso marsiboan-boan pangidoan/pinta.
    —————-
    Nauli ma tutu molo naeng risaon muna do pe taringot tu si. Alai, molo boi nian, unang pa mura hu hamu manalahon naro manang na asing nata pe hamu suhut.

    Habonaron do bona, alai ise di hitaon na barani manghatidanghon, ibana bona ni habonaron?
    ————-

    Raphon holong,

    Sidabutar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s