BILA BORU BATAK MARHASAPI

Monang Naipospos

Keinginan seorang boru batak mendapatkan pelajaran marhasapi disampaikan kepadaku melalui emailnya. “Tulang, namaku Riyanthi Sianturi ingin belajar marhasapi. Dimana aku bisa mendapatkan guru?”

Ucapan itu semula kuanggap sekedar canda. Kuberitahu juga bahwa di Toba ada yang bisa mengajarkan. Bila di Medan atau di Jakarta juga ada yang bisa mengajarkan teknik permainan kecapi Toba.

Keseriusannya semakin terasa manakala sicantik ini akan datang ke Toba hari Sabtu sambil berkunjung ke almamaternya di Institut Teknologi DEL di Laguboti, hingga dapat menyaksikan pelatihan gondang batak yang sudah satu tahun kami lakukan.

Biasanya setiap bulan para pargonsi melakukan latihan gabungan untuk pematangan permainan sambil menggali materi gondang batak yang sudah lama tidak lagi diperdengarkan. Ini terorganisir atas kesadaran para pargonsi muda yang masih jauh tertinggal dari pargonsi tua yang tidak banyak lagi hidup saat ini. Umumnya pargonsi muda saat ini kurang meningkatkan kualitas permainan dan ragam materi gondang karena umumnya masyarakat batak tidak mengenali lagi kualitas permainan dan materi gondang yang dimintanya.

Pargonsi tua juga menyadari hal itu. Dengan sukarela mereka mau mentransfer pengetahuannya disamping itu mengulang kembali gondang batak yang sudah jarang mereka mainkan.

Kegiatan ini “ditangkap” oleh Ritaony Hutajulu, seorang dosen etnomusikologi USU untuk sekaligus dilakukan pelatihan untuk murid baru. Pargonsi muda dan tua menjadi guru sebanyak 7 orang melatih 12 orang murid yang baru.
Latihan gabungan para guru dan murid yang dilakukan setiap bulan ini yang ditemukan oleh Riyanthi.

Dia mendengarkan dengan serius keluhan pelestarian gondang batak ini. Kurang respon publik khususnya orang batak. Saat dilakukan evaluasi dengan eksebisi para murid pada Desember 2007 lalu, yang hadir hanya Tim dari Ritaony dan seorang Profesor Etnomusikologi dari salah satu Universitas di Flippina. Setelah itu adalah Riyanthi Sinaturi.

Riyanthi kulihat terpana manakala kuceritakan keinginan para pargonsi tua ini untuk merekam semua gondang yang mereka tau untuk bekal bagi para pargonsi muda. Itu sudah kujanjikan kepada mereka bahwa ada kemungkinannya dibantu orang batak yang peduli pelestarian gondang ini. Sudah hampir satu tahun janji itu tak bisa kutepati, akhirnya mereka sepakat untuk mengumpulkan uang perlahan-lahan membeli alat rekam yang sederhana.

Uang itu sebenarnya sudah mereka kumpulkan sebesar lima juta rupiah tapi saya enggan menerimanya. Saya melihat mereka itu miskin, dan rasa malu juga terpendam dihati saya.
Riyanthi terpikir untuk menggerakkan teman-temannya mana tau ada yang tertarik membantu. Kami semua berterimakasih, walau kami tidak akan menagih.

Riyanthi Sianturi masuk di arena kesenian yang sudah dilupakan. Kesenian yang terancam akan menjadi kenangan. Gadis cerdas ini mendapat tutorial dari pargonsi senior yang sudah melanglang buana ke manca negara, Maningar Sitorus. Kecapi yang digunakannya untuk latihan singkat itu akhirnya dibeli.


Bookmark and Share

Tautan :

Lidya Semakin Cinta
Perempuan Batak Memecahkan Kebisuan
Apa Pesan Siboru Tumbaga
Menjamin Hak Perempuan Batak Setelah Menikah
Pesona Boru Batak

Iklan

10 thoughts on “BILA BORU BATAK MARHASAPI

  1. Usaha ini perlu didukung…
    Bagaimana cara mengirim uangnya lae?

    *** Bah, spontan kali lae ini…. kita diskusikan melalui email aja ya lae. Soalnya Riyanti juga berencana bikin tim revitalisasi & dokumnetasi gondang batak. Kita tampilkan dulu mereka nanti di Bintan ya lae πŸ˜€

  2. Maulina br sirait berkata:

    Maju terus website ini, salut buat Riyanti yang masih peduli dan ingin belajar tentang hasapi ( gondang batak ) mudah2 an gondang batak ini tetap di lestarikan dan tambah banyak orang yang peduli dengan kesenian batak.

  3. Sahat Ngln berkata:

    Horas lae Monang, dohot akka dongan.
    Bah tahe ito Riyanti on, semangat sekali keliatannya. Kalau ada kesempatan aku juga mau lihat pargonsi itu latihan bah.
    Toe, tadiskusihon ma muse revitalisasi i lae..Mauliate.

    *** Nauli lae

  4. Ciyeee…. Jauh2 aku nge-link kesini, tau2nya sahabatku yang satu ini udah jadi “artis” disini.
    Sehari sebelum berangkat Riyanthi cerita ke aku, kalo dia harap-harap cemas emailnya akan tulang replay. Tapi ternyata, harapannya berbalas.
    Riyanthi emang cinta seni musik tulang. Aku harap semogalah dia lebih serius lagi di permainan musiknya.. Terutama musik batak itu.

    To Riyanthi: Mi, soal gerakan pengumpulan sumbangan, coba aja bilang ke alumni, mana tau ada yang minat dan peduli. Aku sih sangat mendukung aksi2 pelestarian budaya seperti ini..

    *** Glor … dengan datangnya Riyanthi, kubayangkan kelak ada orkestra musik batak dengan pemain laki2 dan perempuan. Masya ya… kita kalah dengan etnik lain πŸ˜‰

  5. Rondang br Siallagan berkata:

    Sesuatu kegiatan yang perlu di dukung…saya harap semoga ada jiwa2 yang tergerak untuk membantu.
    Kenapa tidak bisa, dan saya yakin kita pun bisa….Kita harapkan generasi2 pemuda dan pemudi kembali menyintai musik Batak kita..
    Musik Batak itu “Indah” loh dek……. Sayangnya saya tidak pintar..pernah kursus Piano waktu SMP (1977)…dasar nggak bakat bermain…keluar…

  6. nirwan panggabean berkata:

    Horas…
    Saya support usahanya, semoga orang batak lebih mendukung lagi….saya pernah lihat weddingnya video orang batak musicnya sudah bukan gondang lagi, funeralnya sama….hanya music modern.
    Saya juga sangat tertarik dan mau belajar mengerti…saya ada CD gondang, title berbeda tapi semua saya terdengar sama….saya mau mengerti berbeda di mana….
    Terima kasih
    Nirwan Panggabean – Bahamas
    nirwanpang@yahoo.com

    *** Terima kasih lae

  7. mr_gheets simanjuntak berkata:

    horas………..
    wahh… tarlambat haroronami di situson bahhh gabe ketinggalan kapal…….tabonai ateh markombur sambil marmitu

    *** Dang marna suda tambul ni laponta on tulang. Angka naparpudi ro pe dapotan do πŸ˜€

  8. Sitorus Par Lobam berkata:

    Bah …mantap kali itu..
    bisa diusulkan masuk guinner book itu…
    wanita batak pertama yang bisa memainkan hasapi..

    Andigan do haroa naeng margondang, nga naeng manortor hian au, apalagi molo ito si Riyanthi do marhasapi, oloma godang annon naeng mangolopi, kan boi jadi mandapot dana lao memajukan gondang batak..

    ate boa hira-hira…

  9. alex hutapea berkata:

    patut ditiru naposo batak..jaman dulu pun banyk wanita marhasapi oppung boruku pun bs main kecapi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s