BEGU BUTUH JAM

Monang Naipospos

Kehadiran Tuan Syaikh Ali Akbar Marbun pimpinan sebuah pesantren besar di Medan menunjukkan YASOP membina semua generasi antar suku dan agama. Ali Akbar Marbun membuka acara itu dengan doa.

Akbar sangat menghargai sikap TB Silalahi yang tidak membedakan antar suku dan agama di Asrama YASOP yang dia bina. Semua pengorbanan yang dilakukan TB Silalahi sudah terlihat hasilnya. Ini patut ditiru dan TB Silalahi selayaknya diberi penghormatan.
Dia berkata, TB Silalahi sudah mencapai puncaknya sebagai manusia yang utuh, ibarat gunung berdiri dengan megahnya. Diusulkan, gunung diseberang kampus YASOP dinobatkan menjadi gunung TB Silalahi. Bupati pun menyetujui, walau TB akhirnya menolak.

Hendaknya ini disikapi semua orang Batak yang memiliki kemampuan agar memiliki kemauan. Banyak orang batak saat ini menjadi kehilangan kendali apa yang akan dibuatnya untuk kampung halaman. Akhirnya tersesat dikuburan. Monumen orang mati lebih mahal dari monumen orang hidup.

Beliau menyatakan heran dengan kemegahan makam para leluhur orang batak saat ini. Uniknya, menurut Tuan Syaikh Ali Akbar Marbun ada kuburan yang diinstalasi listrik sehingga malam hari terang benderang. “Ada pula jamnya”, tambah beliau.
Dalam bahasa batak yang kental Tuan Syaikh Ali Akbar Marbun mengartikan fungsi jam itu dibuat di kuburan. Bapak TB Silalahi tertawa terbahak dan mohon penjelasan dalam bahasa Indonesia.

“Rupanya hantu yang ada dikuburan itu perlu melihat waktu kapan akan keluar”.

AKU BENCI BANG TB SILALAHI
DOA TB SILALAHI UNTUK ANAK YASOP
BILA ANAK HENDAK MENGGAPAI BINTANG

Iklan

22 thoughts on “BEGU BUTUH JAM

  1. napit berkata:

    ternyata orang batak memang selalu bersaudara ya….
    walau berbeda agama selalu bersatu. kalo bagini lah sikap semua org….maju sekali indonesia ini. ya,,,,,memang TB.SILALAHI…pantas lah diberi penghargaan atas jasa dan pengabdianya kepada bangsa indonesia atas tanggung jawabnya memajukan pendidikan khususnya di tano batak.
    Untuk semua org batak ayo…..kita tiru TB.SILALAHi…
    horas….mauliate..

  2. Marudut Pasaribu berkata:

    Bah…barusan Pak Gubernur berpidato supaya kita mencintai dan menggunakan pakaian Indonesia, tapi pada saat yang sama Pak Akbar Marbun pakai pakaian Arab.

  3. sosok seorang TB Silalahi memang sangat dihormati. Sampai2 seorang Syech pun mengakuinya …walaupun dgn cara Bercanda menyampaikannya

  4. Sitorus Par Lobam berkata:

    Itulah dia BHINNEKA TUNGGAL IKA, berbeda tetapi tetap satu…indonesia, mari kita sama-sama, bersatu padu untuk memajukan negeri kita tercinta ini, Merdeka…horas…

  5. Garth M. Meha berkata:

    Molo Jom Dingding do di pasang marguna do i tu jolma torop, ai ndang sude jolma i marjom. Biar ni roha, sotung adong do annon na marsangkap laho ma masang laptop, cell phone, dohot jom tangan rolex. Sotung tubu roha jahat di iba annon laho manangko.

  6. Pontas Eddy Simanjuntak berkata:

    Tetapi mengapa Batak non Kristen yang diparserahan khususnya dalam tanda kutip “Pulau Jawa” begitu BENCI melihat Batak Kristen?, apakah takut apabila bergaul dengan kita2, diragukan ke Islamannya sama suku setempat???.
    Pola pikir ini harusnya yang perlu dirubah.
    Jayalah Indonesiaku tanpa “TAPI”

  7. pakkatnauli berkata:

    Ah….biasa nya itu,…

    nggak pernah nya kalian ikut marayat-ayat digareja, dengan ragam bahasa??….tentunya bahasa yang di ucapkan disesuaikan dengan pakaian tradisionalnya,…

    yang saya penasaran ama dan sedikit marandaulan sama pendat lae Charli Sianipar, begini…kalo lae berandai-andai, saya juga berandai-andai…gimana kalao beliau itu pake pakaian Irian jaya… πŸ˜‰
    ( kebetulan bapa tua saya itu,..jadi tung muruk pe ibana, siap ma au di GEDAP di Pakkat),…..

  8. Bonar Siahaan berkata:

    Dulu memang “begu” disebut-sebut berasal dari kuburan,namun saat ini begu sudah hijrah ke mall,dan ke gedung-gedung megah lainnya.Buktinya? Dokter masuk Desa dukun masuk kota.Dan perseteruan saat ini sudah di tempat para elit (perhatikan para anggota DPR dan para petinggi Negara kayaknya sudah tak punya budaya malu). Hanya begu saat ini sudah beradaptasi dengan kemajuan zaman maka manusia tidak sadar bahwa mereka (begu) sudah berada dalam dirinya. Semoga begu tak ada di YASOP,dan berjayalah terus para murid-muridnya.
    Horas.

  9. Jangan terlalu mengagung-agungkanlah. Bagaimanapin hebatnya Tulang TB. Silalahi, itu akan menjadi sia-sia kalau diantara generasi muda tidak ada tekad dan niat akan menjadi Tulang TB. Silalahi in the next time. Aku panggil tulang, karena dari mulai generasi pertama dari keluarga saya, hingga ke diri saya adalah mempunyai Ibu boru Silalahi. Jadi, tidak salh, bahkan wajib harus memanggil Tilang. OK ?

  10. Garth M. Meha berkata:

    Amang Tuan Syech Ali Akbar Marbun, janganlah hanya pembangunan tugu/patung itu yang di sorot dan di tuduh merupakan suatu pemborosan. Ada bentuk pemborosan lain yang sangat perlu di sorot, bila sekaliber amang Marbun yang menyorot, mungkin akan ada perobahan.

    Bentuk pemborosan yang saya maksud adalah: terlalu banyak partai politik di negara tercinta ini, cukuplah dibawah sepuluh partai; terlalu banyak DPRD yang kita miliki, tak usahlah ada di kabupaten, cukup di provinsi saja; terlalu besar biaya pemilu dan kampanye kita itu, kecuali kita negara kaya seperti paman Sam, no problemo lah, kalau toh kandidatnya bukan rakyat yang pilih, sami mawon; terlalu banyak study banding padahal penerapannya nihil. dll dll yang terlalu.

    Maaf komentar saya marambalangan

  11. Hallo pengunjung! Tuan Syaikh Ali Akbar Marbun itu sebenarnya marga apa? supaya bisa kita bertutur, soalnya Marbun kan nama Toga yang terdiri dari 3 marga. Ini penting untuk melestarikan Dalihan Natolu sebagai palsafah orang yang mengaku Batak. Thanks before hands.

  12. hendry lbn gaol berkata:

    Buat Lae Maridup,….

    Beliau itu marga Lumban Batu, dari PAkkat-tarabintang

    alai adong na geok bah,….
    didok lae, asa binoto martutur, hira-hira ha domaksud muna tahe? unang songon dongan di partungkoan on, didok ibana marga marbun, alai martulang tu kumandan i, ala marga naipospos.

    Untuk generasi saat ini, kami sipitu marga, keturunan Raja Naipospos sudah sama……menurut perasaan sy hahahah

  13. hendry lbn gaol berkata:

    Buat Lae Maridup,….

    Beliau itu marga Lumban Batu, dari PAkkat-tarabintang

    alai adong na geok bah,….
    didok lae, asa binoto martutur, hira-hira ha domaksud muna tahe? unang songon dongan di partungkoan on, didok ibana marga marbun, alai martulang tu kumandan i, ala marga naipospos.

    Untuk generasi saat ini, kami sipitu marga, keturunan Raja Naipospos sudah sama……alias tidak boleh marsibuatan lagi…..(menurut perasaan sy hahahah)

  14. Attar dipakke syek on ma nian tujung2na i sian mandar manang ulos, baru gaya hehehe…

    @Maridup Hutauruk
    Yupe.. toho do na nidok ni lae Gaol i, Marga Lumban Batu do Syek on sian Pakkat.

  15. sitorus reezta berkata:

    Amang Syekh dah bisa lah konsultasi dengan Merdi Sihombing mengenai kostum batak yang Islami

  16. pakkatnauli berkata:

    @Maridup Hutauruk
    Yupe.. toho do na nidok ni lae Gaol i, Marga Lumban Batu do Syek on sian Pakkat.

    Bereng ma jo uda comment na di ginjang i,..jala ho jo apala 2 hali……

    Attong marlae ma hita akke uda…boha ninna rohamu??


    *** Daga tahe πŸ˜‰
    Alai unang manigor ‘erosi’ eh…emosi ho, annon laos maporus ibana daba. Paboa adong do poda ni ompunta ‘sungkun mula hata sise mula uhum’ dang jolo marpanangkasi dipandok hatana. Ido sipaboaonmu tu naumposo. Unang gabe mangihut hita lehe, akke πŸ™‚

  17. ‘Sungkun mula ni hata sise mula ni uhum’, apala toho ma i. ‘Togu urat ni bulu toguan urat ni padang, togu nidok ni uhum, toguan nidok ni padan’. Ala adong do padan di pomparan Naipospos asa Lumbanbatu tu Hutauruk, Lumbangaol tu Simanungkalit, Banjarnahor tu Situmeang’. Boi do toho Lumban gaol manjou lae tu Hutauruk, jala boi do tong mandok tulang, alai gabe sungkun-sungkun do roha molo lumbangaol manjaou uda tu Hutauruk? Alai molo sian natuatuana Naipospos toho ma na marhamarangi na pitu marga i, molo sian Tuan Sorbadibanua lam godang ma marga na marhamaranggi, jala molo sian Siraja Batak ba sudema marga batak marhamaranggi.

  18. salut ama toleransi orang batak perlu dicontoh bangsa seluruh dunia rasa persaudaraan tinggi tidak pernah perang agama dalam acara pesta yg muslim dilayani secara muslim kristen dan agama lainnya diperlakukan dengan baik apapun agamanya pangilan adat tetap berlaku kalau mesti di panggil tulang, amang boru tetap dihormati sesuai ketentuan adat ……..hidup toleransi orang batak….kirim salam tu ompung marbun jg tulang silalahi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s