Apa Mungkin Danau Toba Menjadi Rawa Raksasa ?

Miduk Hutabarat [ Memperkirakan ]

Setelah Earth Society melakukan perjalanan keliling lewat air – Tour D Toba 14-17 Juli 2008 yll, dengan tema Save The Tao. Dari beberapa masukan dan desakan yang diterima oleh Komunitas, anatara lain diminta supaya Earth Society melakukan pemberitaan resmi kepada publik tentang hasil assesment yang diperoleh sepanjang perjalanan.

Masukan dan desakan serta keprihatinan itulah, ditambah dengan keprihatinan yang dirasakan oleh Earth Society, maka ada beberapa hal yang perlu dan dianggap penting untuk disampaikan kepada publik. Diantaranya ada beberapa masalah :

Aspek Lingkungan

Dari pengamatan yang dilakukan oleh peserta, bahwa semakin tahun semakin terjadi penyempitan luasan permukaan air di sekeliling Danau Toba. Gejala tersebut sudah nampak hampir di sekeliling Danau Toba. Permukaan air semakin menjorok ke tengah Danau.

Dari keterangan yang diperoleh dari warga, terdapat jenis lumut baru di dasar danau, hal itu terjadi pada saat pengerukan endapan lupur di sekitar kawasan Tomok dan Tuk Tuk

Terjadinya daerah longsor punggung bukit dibeberapa lokasi, diantaranya di desa Binanga Lom, dan Desa Silalahi 1.

Terjadinya pencemaran (residu) di dalam air danau, hal itu terlihat dari adanya partikel-partikel putih yang bergerak di dalam air. Kemudian dengan adanya fenomena pembuihan pada guncangan permukaan air danau. Dimana pada masa-masa sebelumnya, fenomena itu tidak pernah terlihat.

Disamping pembiakan enceng gondok, saat ini juga terdapat pengembang biakan populasi ganggang secara cepat di kawasan Danau Toba.

Aspek Budaya

Fungsi air saat ini sebagai unsur penting bagi kehidupan dilupakan oleh masyarakat sekeliling Danau Toba. Sikap masyarakat yang berada di sekeliling Danau Toba terhadap air semakin jauh/berjarak.

Semakin hilangnya ritus dan pengetahuan masyarakat sekeliling DanauToba tentang air, budaya dan kehidupannya.

Semakin tenggelamnya legenda-legenda tentang keberadaan air di sekeliling Danau Toba, seperti Legenda adanya Boru Saniang Naga Laut sebagai kekuatan yang menjaga air Danau. Termasuk kepercayaan-kepercayaan kelompok-kelompok marga tertentu di beberapa tempat tertentu. Seperti di teluk Bakkara, adanya kekuatan penjaga yang bernama Namboru Parsidalu-dalu, di wilayah Janji Raja sampai Sabulan adanya Boru Saroding, Namboru Sibiding Laut dan Siboru Menakenak, dan di sekitar danau dekat Aek Rangat Pangururan, ada Namboru Nai Etang. Sementara di sekitar danau Ambarita dan Simalungun ada Namboru Nantinjo. Kisah-kisah ini mulai terlupakan masyarakat sekitar danau.

Dan juga ada beberapa praktek-praktek yang berkaitan dengan air di masa sebelum agama masuk ke tanah Batak. Seperti Marsopit (Sunta) di Danau. Tradisi Paluga Pasoluhon, atau orang yang terhukum akan di tenggelamkan ke dalam Danau, sudah semakin punah.

Aspek Ekonomi

Terjadinya dis-orientasi ekonomi di tengah-tengah masyarakat pinggir danau. Penambahan fungsi air saat ini-yang semula sebagai sumber pertalian kosmos, penghidupan dan penyokong sumber makanan-juga pembersihan diri baik secara spritual maupun phisikal. Bahkan ritus air juga berimplikasi terhadap peluang ekonomi. Disamping air menjadi jalur penghubung/transportasi.

Artinya, dengan masuknya cara hidup baru saat ini, apa yang terjadi adalah keberadaan solu mulai digantikan oleh keberadaan kapal-kapal bermesin. Sebagai jawaban atas fungsi saat ini. Namun dianggap perlu supaya ada penataan khusus pada dermaga. Dan juga terkait masalah pengisian bahan bakar kapal di sekitar dermaga, jelas terlihat adanya luapan minyak di permukaan air danau sekitar dermaga. Sebaiknya Pemda perlu menata sistem tersebut untuk mengurangi tingkat pencemaran air danau.

Kemudian untuk memberi arti adanya kegiatan untuk menangkap ikan dengan solu dan jala serta alat penjearat/penangkap ikan lainnya.

Catatan Penutup

Karena itu, Kami dari Kelompok Pemrakarsa Tour D Toba 14-17 Juli 2008, mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berasama-sama berpartisipasi dalam mengembangkan keparawisataan Danau Toba berbasis lingkungan (enviromental-based tourism), yang sudah menggejala di dunia saat ini. Sekaligus dalam rangka mengembangkan Kawasan Danau toba sebagai bagian dari Kawasan Wisata Nusantara dan Mancanegara. Dan dalam rangka mengembangkan kesejahteraaan masyarakat yang ada di sekeliling Danau Toba.

Tautan :
APA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK DANAU TOBA ?
BEDA TASIK KENYIR DENGAN DANAU TOBA
Dermaga Selam
SELAMATKAN DANAU TOBA
APA ADA KANDUNGAN BERBAHAYA DI DANAU TOBA?

21 thoughts on “Apa Mungkin Danau Toba Menjadi Rawa Raksasa ?

  1. Ulasan yang baik dan sangat informatif, tulangπŸ™‚

    Semoga tidak hanya jadi wacana, tapi kita cari solusinya, disosialisasikan dan diterjemahkan dalam kegiatan nyata untuk saudara2 kita di kawasan Danau Toba sana.

    Aku siap mendukungnya!

    *** Sayang mana, tulangnya apa Danau TobaπŸ˜€
    Memang tulangmu si Miduk ini cinta berat batak. Dia sekaran bangun wacana kongres batak se planet earth. Dukung juga ya ito… eh … parumaen . .πŸ˜€

  2. Lae Miduk,

    Saya ucapkan selamat atas pelaksanaan Tour de Toba 2008.

    Tolong diusahakan agar Tour de Toba ini dijadikan kalender tetap tahunan. Tapi tolong pelaksanaannya JANGAN diserahkan ke pemda.

    Horas,

  3. Thanks to Lae miduk Hutabarat, yang sangat antusias dengan mengangkat DANAU TOBA sebagi permasalahan global dan khusus bagi masyarakat Batak yang masih mencintai danau toba.
    Kalo bisa org2 disekeliling danu toba dikasi penyuluhan lah Lae dgn ENVIROMENTAL BASED TOURISME yang lae kemeukakan tadi. Tapi Kayaknya ini tugas lae Monang dan Uda Imran na70 ini untuk menjadikanya ISU Nasional…..biar semua orang tau.
    Satu lagi, yang harus di ingat jika sesuatu tidak berjalan dengan semestinya berarti ada Oknum yang menyalah gunakan sistem yang sudah si buat…..
    Ayo….sapa tu??? Untuk Ito Liya cepat2 pulang lah ke Toba, jaga in dong Danau Kita….biar gak punah jadi kolam bebek……

    *** Bah poang si Baginda on. Sudah saban hari kami dgn lae Imran lihat perkembangan kerusakan tao itu dibebani pula.. Datang dulu Ginda cebur dulu kedanaumu asa bereng aslina. Molo cuci muka annon itonta Lidya dht donganna i kita tunjukkan kira2 dimana yg tdk bikin gatal2on di Tarabunga.

  4. Horas sian Tarutung
    tu Appara, nami

    @ Miduk Hutabarat
    semoga usaha mu dan teman-teman sekitar diberkati Tuhan dan sukses selalu.

    Dengan Perhatian dan usaha untuk menciptakan ke Indahan di Danau Toba, akan memberikan citra yang bagus untuk semua Tempat Wisata di Sumatera Utara ini., termasuk juga di Huta nami on. (TARUTUNG)

    Mauliate!

    HCS Groups Tarutung
    Hutabarat Consulting & Services
    http://www.hutabarat-consulting.webs.com

  5. holan manjaha judul nai pe nunga mab iar iba? aha ma naterjadi 50 thn kedepan bolo jadi rawa do danau toba i? gabe dohononni parluat na asing ma halak batak halak na somamboto manjaga bona ni pasogitna?
    alai pos do roha anggo danau toba i tong do gabe danau terindah bolo dihita halak batak????
    alai boi do mango ha ulion i bolo sonirawat,dijaga manang dirawat?
    tar songon pulau sibandang sada pulo boi do sebenarnya di kembangkan gabe objek pariwisata! alai hurang do ni bereng pemerinta daerah lao mengembangkan pulo sibandang i?
    Buktina ikalan pariwisata tentang danau toba so pola hea tarida Pulo sibandang i?
    Nunga boa amang kabar ni pulo sibandang i? ai so dibahas amang hubereng tentang Pulo sibandang i?
    alai bolo hupelajari do tentang budaya batak dang cocok dope hita lao menuju daerah pariwisata? alasanna?
    1. masyarakat kita toba kuat dengan kebudayaanya tp kita tidak tau budaya mana yg kita jalankan sekarang?
    2.Masyarakat batak mudah menerima perobahan?
    3. mengenai tata krama pariwisata juga nggak bisa kita jaga
    4.sapta pesona pariwisata blom diterapkan untuk masyarakat kita?
    5.Jiwa kita blom terpanggil untuk memajukan tanah leluhur kita?
    ### pendapat pribadi###
    saya hanya memohon kepada pemda…..lestarikan, dan majukanlah danau toba dohot pangisinai?

  6. Kota Parapat, ditepi danau toba tidak ubahnya dengan kota2 lain yg ada disepanjang jalan Medan Porsea dengan kata lain tidak punya nilai plus lagi.
    Biasanya asal kami melewati kota Parapat pasti singgah, paling sedikit nanggo apala maniop aek ni tao toba, tetapi pada Hari Sabtu tgl 26 Juli 2008 yg lalu, kami mengadakan perjalanan dari Medan ke Tobasa, baik pergi maupun pulang, tidak singgah di di Parapat,
    Kenapa itu terjadi?
    karena setiap diajak berhenti di Parapat, saudara2 yg sama2 dari Medan bilang, nggak usah singgah di Parapat apalagi memegang air Danau Toba, nanti badan anak2 mu gatal2.
    Apakah sdh begitu parah kerusakan Danau Toba??
    memang dari kejauhan, kelihatan bahwa pinggir Danau Toba banyak lumut.
    Waktu pulang, kami singgah di atas Batu Gantung, karena ada WC UMUM, yang menjadi pertanyaan, apakah air limbah dari WC Umum tsb langsung dibuang ke danau?, kalau begitu adanya mungkin akan ikut menambah kerusakan Danau Toba.

    Please save Toba Lake

  7. Horas…
    Tour De Toba sangat tepat dalam menjaga kebesaran danau toba,saya rasa air danau toba yang semakin menyusut (kata peneliti terdahulu, danau toba lama kelamaan akan menjadi kolam) itu dikarenakan karena airnya banyak yang disedot oleh PLTA. Penyusutan air danau toba tidak hanya dilihat dari lumut2 atau apa sejenisnya yang ada di dasar danau toba, tapi bisa juga dilihat dari banyaknya pohon2 yang ditebang. Perlu diingat PLTA sangat besar perannya dalam penyedotan air danau toba.

    mauliate

  8. Bah….Gabe muruk tahe pareman i….
    Sorry ma Lae Monang, huripu dag hea lae turun tu Dano Toba langsung. Bah…jadi aha ma tindak lanjut na HITA baen Lae?
    Saran Hu lae hita baen ma Perda na. hita baen museng penjaga danau na( Hita baen ma sada Ito Lidya Guard na di bagian Tuk2) jadi songon dia menurut lae Monang dan Uda Imran? Lae….jangan lupa libatkan mahasiswa ya. karena kalo Mereka tau Danau Toba rusak mereka juga marah karena gak ada tempat untuk mem Plonco mahasiswa baru…

    *** Hita baen ma bupatina si Bagina Napitupulu asa dibae PerdaπŸ˜€

  9. Nunga denggan i tutu bah, lae Baginda Napitupulu ma bupati , asa boi ta palengser molo dipasombu gabe rawa raksasa Tao Toba i.

    *** Bah….ai hurang dope kedan siangkaton jadi bupati. Si Ginda di Tobasa maπŸ˜‰ Ise di Humbahas :@

  10. Boha molo maenta ta usulhon di Humbahas?;-)

    *** Boi, alai jolo dipagopas ma parikta. Suru ma kedanta na pantas. Ingkon jolo parhumbahas do antong ibana. Unan jumolo si Baginda, ai songon na tamba ringgasna huida manise maenta iπŸ˜€

  11. Amang tahe….lae Monang on….mangalesengi…
    Lae Monang ma jadi Bupati di Tobasa asa mantap asa toktong monang dag hea talu…..uwakaka….dag boleh muruk ya lae ku….

    @Lae Meha
    Songon dia do lae, Hita angkat ma Lae Monang jadi Bupati TOBASA? Jala lae ma Wakil na. sosok do ate?

    *** Ah …. Tanda nai si Baginda on dang manjaha koran. Dang diboto si Monang do bupati Tobasa, alai marga SitorusπŸ˜€

  12. Pening aku pun kalo bicara tentang TAO TOBA ini.
    Entah apa pun mau manusia-manusia ini, tau nya ngancurin aja, dah gak bisa buat malah dirusakin. Egois kali ya sekarang Orang-orang batak. Bupati Tobasa apa kerja mu??
    Kau luangkan lah sedikit waktu mu untuk memeikirkan danau Toba,gimana caranya supaya Danau Toba tidak jadi rawa2, tidak tercemar. Percuma lah kami angkat kau jadi Bupati, kalo toh kau tidak bisa mengajak masyarakat mu untuk melindungi danau toba. apa lagi yang bisa kami lakukan kalo anda sebagai penguasa juga tidak dapat berbuat apa2? Apa Bupati ini cuma bisa nya berpolitik aja? cuap-cuap? suap-suap? jalan-jalan? makan-makan?

    Untung aja yang punya Blog ini orangnya Rasional, jadi dia bisa sedikit bicara lebih, dan mau menyempatkan waktu untuk memikirkan Kolam pancingnya yaitu danau toba.
    Yang ngerasa orang batak disekeliling danau toba mari lah kita jaga danau toba, bagi batak yang jauh dari danau toba bisa dengan Doa dan sering berkunjung ke blog ini.]
    Save The Tao Toba……
    Horas….

  13. Sudahlah, tidak usah kita menyalahkan siapa-siapa.

    Terpuruknya Danau Toba itu karena ulah kita semua angka bangso Batak tanpa terkecuali. Yang paling perlu adalah kita semua introspeksi, apakah kita masing2 sudah melakukan yang maksimal kita pribadi dapat lakukan.

    Supaya jangan hanya “katanya”, saran saya, kita para perantau pulang ke Bona Pasogit minimal setahun sekali (dari pada ke Bali atau Eropa) supaya kita lihat langsung permasalahannya. Lalu mulailah berbuat sesuatu mulai dari hal kecil, seperti membersihkan halaman rumah kita disana masing-masing. Bagi yang rumahnya di tepi tao, bersihkanlah eceng gondok dan ganggang2 itu..

    Kalau hal ini dilakukan masing-masing oleh sejuta perantau, hasilnya pasti akan kelihatan.

    Setelah hal kecil kita lakukan, pasti akan terinspirasi untuk melakukan hal yang besar. JANGAN DI BALIK.

    Small things would mean a lot to our beloved Lake Toba.

    Horas!

  14. horass….
    saya jadi ikut sedih, melihat fhoto danau toba yang penuh dengan enceng gondok di salah satu website, ingin menolong saya jauh sekali…untunglah masih banyak orang batak yang peduli seperti lae Monang dan Vicky, semoga Tuhan menolong semua usahanya dan suatu waktu saya ingin berjumpa dengan laeku semuanya.
    Horass..lae Monang, saya sekarang ada di Chesapeake – Virginia, bukan di Bahamas lagi.

    nirwan panggabean.

    *** Horas lae. Barangkali lae dapat cari informasi pengelolaan danau di negeri orang, agar kita disini tambah bekal. Apa tdk jadi berkunjung ke Tarutung? Mauliate lae.

  15. Mungkin saja, sangat tergantung dari kita terutama pemerintah daerah. Memelihara masukan air ke danau toba, alias melaksanakan penghijauan dan melarang sekaligus memberhentikan penebangan hutan sama sekali. Mendorong masyarakat untuk memelihara serta mengambil enceng gondok dari pantainya masing-masing, dengan biaya pemda terkait. Melarang keramba…. hehehe…gabe hona ate. Alai on do sada mambahen sega tao i.

  16. Aku kira pandangan Prof. Bungaran saragih perlu kita terapkan dalam mengembangkan dan mengelola danau toba. Mengingat seruan dari Lae Surgur Manurung tentang aksi penolakan kembali PT TPL yang tidak juga berubah ?

    Apa itu seruan Pak Bungaran
    Bahwa perlu kerjasama. Tidak mungkin Pemerintah, Swasta/pengusaha dan masyarakat jalan sendiri2.

    Forum Pemerintah 8 kabupaten sudah dibentuk ; LMED
    Forum BKBKEDT
    Yayasan Danau Toba
    DLL

    cuma belum pernah ada forum pertemuan bersama

    Apa perlu kita bentuk KTT Danau Toba ?

    Semua elemen dan organ itu masuk, untu kmempresentasikan masing-masing yang sudah dilakukan dan akan dilakukan /

    Mauliate
    Miduk hutabarat

  17. SINOPSIS PERJALANAN TOUR D TOBA
    ( 15–18 Juli 2009 )

    Damai Bagi Bumi Semesta Alam Raya Danau Toba

    Sangat mendesak lahir dan hadirnya Habitus Manusia Baru di sekitar kita. Habitus Manusia Baru yang tidak serakah dan tamak terhadap bumi serta seisinya. Yakni Habitus Manusia yang ramah terhadap lingkungan dan sesama. Serta bergairah dan berani tampil mengambil tindakan untuk mengembalikan kesehatan manusia, bumi serta seisinya.

    Bumi Tanah Danau Toba tentulah sangat menantikan datangnya sosok Habitus Manusia Baru tersebut. Suatu Generasi Manusia yang berpikir dan sadar bahwa Bumi Semesta Danau Toba serta isinya sebagai rumah bersama manusia yang harus dirawat dan dipelihara keberadaannya. Sosok dan ekspresi manusia seperti itulah kelak yang akan melahirkan Masyarakat Danau Toba yang mencintai Bumi Semesta Alam Raya Tanah Danau Toba.

    Hai Manusia Semesta Danau Toba, berkaryalah di Bumimu !

    dan akan nyatalah.
    Rangkaian Acara : 15-18 Juli 2009
    Ekspose dan Louncing TOUR D TOBA 09 pada, Hari Senen, 13 Juli 2009. Pukul 10.00 – 12.30 WIB
    Sekretariat TDT 09, Jl. Sisingamangaraja 132
    JAdual Keberangkatan :
    Tanggal, 15 Juli 2009 . Pukul : 10.00 WIB
    Sekretariat Jln. Sisingamangaraja No 132.A Medan
    Prolog : Malam Gairah – Suka di Parapat , 15 Juli
    Perjalanan Pertama : Tigaraja – Muara – Bakkara – Pangururan, 16 Juli
    Malam Wisata Di Pangururan, 16 Juli
    Perjalanan Kedua : Pangururan – Silalahi -Simanindo, 17 Juli
    Epilog : Tomok – Parapat, 18 Juli 2009
    Sayonara di Taman Sri Deli Medan
    Detail Acara :

    Prolog : Malam Gairah – Suka di Parapat , 15 Juli
    Makan malam
    Pengantar & Ice breaking :
    β€’ Rawalpen Saragih
    β€’ Dr. Jhon R. Simanjuntak, Sp.Og
    β€’ Ir. Monang Naipospos
    β€’ Petrus M. Sihotang

    2. Malam Wisata Bersama di Tengah Danau Toba, 16 Juli
    Makan malam
    Dialog : Perspektif Earth Society /ES
    Mini Tour D Toba Conser
    Dibawakan oleh :
    Suara ES|Etnomusikologi
    Pembacaan Puisi
    Thompson Hs| Idris Pasaribu
    Epilog :
    Malam Wisata Bersama di Tomok, 17 Juli 2009
    Tour D Toba Conser
    Rawalpen Saragih
    Suara ES, Irwansyah Hrp dkk
    Pembacaan Puisi
    Thompson Hs
    Idris Pasaribu
    Sri M. Simanungkalit

    H1 : Rute pertama :
    Medan – Parapat
    Tour D Toba Guide : Miduk & Anggiat S

    H2 : Rute kedua :
    Parapat – Batugantung – Muara – Bakkara – Pangururan
    Tour D Toba Guide; Frans S, & Miduk

    H3 : Rute ketiga :
    Pangururan : Hot Spring – Tano Ponggol – Silalahi – Tigaras – Simanindo : Batak Dancing, Museum, dan Kuburan Siallagan : Batu Kursi – Tuk Tuk Samosir
    Tour D Toba Guide; Frans S, & Miduk

    H4 : Rute keempat :
    Tuk Tuk – Tomok : Sidabutar ; Parapat – Medan
    Tour D Toba Guide ; Miduk & Anggiat

    Calon Peserta :

    1. Alfonso Harianja ( Dinas Kehutanan Aeknauli, Simalungun )
    a. Anggiat Simorangkir ( Depot Creator, Medan )
    2. Binsar Silitonga ( Dosen, Medan )
    3. Christin Simanjuntak ( Travelis, Medan )
    4. Efendi Naibaho (Politisi, Medan )
    5. Eka Tarigan ( Reporter, Medan)
    6. Essi Lumban Raja Br. Gultom ( Aktivis Htarian, Medan )
    7. Idris Pasaribu ( Wartawan/Penulis, Medan )
    8. Irwansyah Hasibuan ( Aktivis dan Budayawan, Bogor )
    9. Jaya Arjuna ( Dosen dan Aktivis, Medan )
    10. Jimmy Purba ( Arsitek, Bandung )
    11. Jonatan Tobing, ST, MT ( Planner, Medan )
    12. John Robert Simanjuntak, Dr . Sp.Og ( Dokter, Medan)
    13. Jones Gultom ( Wartawan Medan Bisnis )
    14. Lita Tarumaselej ( Dokter, Medan )
    15. Liston Damanik ( Reporter, Medan )
    16. Lusiana Sarwaji ( Ibu Rumah Tangga, Medan )
    17. Mark Renner ( Peneliti, USA )
    18. Mangaliat Simarmata ( Aktivis, Medan)
    19. Monang Naipospos, Ir. (Pegiat budaya, Hutatanggi )
    20. Miduk Hutabarat ( Aktivis, Arsitek & Pegiat Budaya )
    21. Paulus Simanjuntak ( BTN, Medan )
    22. Petrus M. Sitohang ( Pengusaha, Batam )
    23. Raja Tonggo Tua S ( Pengusaha, Medan )
    24. Rawalpen Saragih ( Aktivis Humanitarian,P. Siantar )
    25. Rostaty Hutagaol ( Aktvis Pluralis, Medan )
    26. Romon Simatupang ( Arsitek, Medan )
    27. Sri R. Simanungkalit ( Penulis, Pangururan )
    28. Sudarson Hutabarat ( Mahasiswa Seni, Medan )
    29. Sihar Sitompul ( Penulis, Medan)
    30. Taufiqurrahman Setiawan ( Arkeolog Medan )
    31. Thompson Hs ( Penulis & Sutradara, P. Siantar )
    32. Tohap Simamora ( Pengusaha, Medan )
    33. Wismi ( Wartawan Kompas, Medan )

    Jumlah Target Peserta : 40 orang

    Logistik A
    No Nama Satuan/buah Keterangan
    1 T-Shirt 200 buah Panitia
    2 Topi 50 Idem
    3 Tas 250 Idem
    4 Pin 100 Idem
    5 Gelang 200 Idem
    Sarung 1 Bawa sendiri

    Logistik B
    No Nama Satuan/buah Keterangan
    1 Buklet & Poster 500 Bahan sosialissi
    2 Spanduk 2 Idem
    3 Banner 2 Idem
    4 Bendera 3 Idem
    5 Panji Panji 4 Idem

    Logistik c
    No Nama Satuan/buah Keter
    1 Cangkir 3 lusin panitia
    2 Piring 3 lusin Idem
    3 Rest Kuker 1 Idem
    4 Dll – Bawa sendiri

    Rencana Anggaran Biaya

    No Anggaran Satuan
    Unit Rp Total
    A Transportasi
    1 Medan – Parapat 1 Rp 2,800,000 Rp 2,800,000
    2 Parapat – Medan 1 Rp 3,500,000 Rp 3,500,000
    3 Boat 1 Rp 6,000,000 Rp 6,000,000
    B Penginapan
    1 Hotel Parapat -Toba Cottage 25 Rp 370,000 Rp 9,250,000
    2 Hotel Pangururan (Hotel Wisata) 25 Rp 200,000 Rp 5,000,000
    3 Hotel Tuktuk (Silintong Hotel) 25 Rp 225,000 Rp 5,625,000
    C Makan
    1 Lunch & Dinner ( 6 kali makan) 250 Rp 30,000 Rp 7,500,000
    D Parkir Kenderaan & Retribusi 1 Rp 1,800,000 Rp 1,800,000

    E Logistik
    T-Shirt 150 Rp 60,000 Rp 9,000,000
    Tas 75 Rp 10,000 Rp 750,000
    Topi 75 Rp 15,000 Rp 1,125,000
    Pin 100 Rp 2,000 Rp 200,000
    Gelang 200 Rp 3,500 Rp 700,000
    Brosur 500 Rp 1,500 Rp 750,000
    Poster A3 250 Rp 2,500 Rp 625,000
    Spanduk 2 Rp 450,000 Rp 900,000
    Standing Banner 2 Rp 350,000 Rp 700,000
    Proposal 5 Rp 25,000 Rp 125,000
    Buku Panduan 50 Rp 25,000 Rp 1,250,000
    Undangan 250 Rp 1,500 Rp 375,000
    F Sekretariat & Taktis 6 Rp 750,000 Rp 4,500,000
    G Jumlah Total Biaya 62,475,000.00
    Enam Puluh Dua Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah

    Total Biaya yang dibutuhkan untuk biaya ; Transport, Logistik dan Akomodasi untuk 40 orang selama 5 hari, berjumlah Rp. 62. 475.000, ( ENAM PULUH DUA JUTA EMPAT RATUS TUJUH PULUH LIMA RIBU RUPIAH)

    Inisiator 2009 & Jejaring
    β€’ Alfonso Harianja
    β€’ Jhon Robert Simanjuntak
    β€’ Miduk Hutabarat
    β€’ Petrus M. Sihotang
    β€’ Thompson Hs

    Kontributor Acara
    β€’ Puisi : Idris Pasaribu |Thompson Hs |Sri R.M |Jones G
    β€’ Musik : Komunitas ES|Etnomusicolog
    β€’ MC : Ben Pasaribu |Rawalpen Saragih

    Kesekretariatan Tour D Toba
    Jln. : Sisingamangaraja 132 A Medan 20127
    Phone: +61–7331 555–(734 5957)
    Fax : +61–733 1927

    Kontak Person
    Christin S : Mb.Phone + 61 – 0811 603416

    No Rekening Panitia

    106- 00 – 0533579 -2
    Bank MANDIRI
    K.K Medan Sisingamangaraja
    P.T TOBA LEUSER

    Penutup
    Rencananya, setelah melakukan assesment perjalanan keliling Danau Toba, para peserta tour d toba 09 akan melakukan Ekspose dan Pameran Bersama di kota Medan dan tidak tertutup kemungkinan ke kota lainnya.
    Demikianlah Buku Panduan ini disusun. Atas perhatian diantara kita semua, dukungan kesadaran dalam bekerjasama untuk berkarya, kiranya TDT 09 akan bermanfat bagi masyarakat Batak khususnya dan Tanah Air Indonesia umumnya.
    Hormat, Kami

    Miduk Hutabarat
    Mewakili Tim Organisir

  18. Acara Ekspose TOUR D TOBA 08 dan Louncing TOUR D TOBA 09 akan dilakukan pada :

    Hari Senin, 13 Juli 2009
    Pukul 14.30 – 18.30 WIB
    Jln. Stella I No. 27 Kayu Raja Medan Tuntungan 20135

    Kiranya Kawan2 hadir bersama dalam acara tersebut

    Salam

    Lita Tarumaselej
    Kordinator Acara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s