Akhirnya Runtuh

Monang Naipospos

Keraguanku akan runtuhnya situs Sopo Bolon yang ada di Lumban Nabolon Kecamatan Uluan itu akhirnya menjadi kenyataan. Ini merupakan sopo terbesar yang ditemukan di Tanah batak.

Usai melakukan sosialisasi pembentukan Forum Lembaga Budaya Batak Tobasa di Kecamatan Uluan bersama Dinas Pariwisaya Seni dan Budaya kabupaten Toba Samosir ( 09 Okt 2008 ) kami menyempatkan diri mengunjungi lokasi Sopo Bolon itu. Dan ternyata sudah rubuh. Sepanjang perjalanan pulang yang dipimpin oleh Drs Masjon Manurung pejabat Kantor Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Toba Samosir itu, beliau mengutarakan rasa kecewanya.

Sebenarnya sudah ada tawaran dari Kantor Kementerian Kebudayaan Seni Dan Budaya RI untuk melakukan pemugaran atas situs budaya itu. Karena rumah itu merupakan warisan yang terdiri dari beberapa orang pewaris, sebaiknya dilakukan pemaduan sikap. Dinas pariwisata Tobasa cukup lama menunggu respon dari pihak keluarga pewaris namun tidak ada jawaban.

Masjon Manurung mengatakan ada respon kembali dari pihak keluarga, namun sudah terlambat. Agaknya berbagai pihak cukup enggan melakukan dukungan pemeliharaan situs kebudayaan batak karena terbentur pada kesepakatan keluarga yang sulit didapatkan. “Kecurigaan terlalu tinggi, dan akhirnya beginilah”, kata Masjon Manurung.


Bookmark and Share

Tautan ;
PAJONGJONG RUMA DOHOT SOPO
SOPO DOHOT ULOS
MAMUNGKA HUTA DOHOT JABU
MULA NI GORGA BATAK
SANGKAMADEHA
MENYIBAK TABIR MENAMPAK ISI
hasil penelitian Sandrine Germain tentang Rumah Batak Toba
FILOSOFI RUMA ADAT BATAK

Iklan

37 thoughts on “Akhirnya Runtuh

  1. Sahat Ngln berkata:

    Sangat disayangkan sekali lae, bagaimana jika mencontoh the Sumatra Heritage yaitu badan NGO yg memantau peninggalan2 budaya di daerah-daerah di sumatra, antara lain gedung2/situs sejarah. Mereka bekerja sama dgn NGO lain, universitas, dll.

    Kalau mau bisa juga dibuat the Batak Heritage, yaitu melakukan hal-hal yg mirip dengan melisting situs2 yg penting untuk dilestarikan dan merawatnya. Dan aku pikir akan banyak hal yg serupa akan terjadi, bukan hanya sopo bolon di Lumban Nabolon ini saja. 😦

    Lebih jauh, bisa kita telaah kembali.
    Horas jala mauliate.

    *** Saya setuju lae. memang banyak yang harus kita gotong bersama.

  2. Baginda na70 berkata:

    mautanya lae, kapan rumah bolon ini dibangun?
    marga apa yang punya?
    mauliate lae

    *** Tak tau kapan dibangun lae. Yang punya marga Sitorus. Mungkin ad tang tau persis sejarah rumah ini, tolong dibantu memerikan informasi πŸ˜‰

  3. B.Parningotan berkata:

    Adong do hata di halak Batak na jolo na mandok,

    Ndang di ho, ndang di ahu, tagonan ma i di begu

    Masa do i di tingki nuaeng on?

    *** Olo dope ra adong lae πŸ˜‰

  4. Hendry Gaol berkata:

    michaelsiregar, di/pada Oktober 21st, 2008 pada 10:48 pm Dikatakan:

    Sangat disesalkan ya….padahal menurut yang saya dengar banyak marga Sitorus yang Kaya Raya….

    “Apa hubungan topik ini sama marga sitorus lae??….gabe bigung au bah…..kalau sama marga naipospos jelas ada….”

    *** Na jolo mitu do ho Hen? 😦
    Ala marga Sitorus do nampuna sopo na rumpak i πŸ˜‰

  5. Bonar Siahaan berkata:

    Ada lagi yang saya tau tentang sopo gorga yang saat ini sudah sangat sekarat sebab pemiliknya tak mampu me renovasi akibat dana mereka tak ada untuk itu.
    Tapi tidak menolak bila ada yang sudi memberikan bantuan untuk memperbaiki.
    Bila ada yang rela membantu saya dapat mempertemukan mereka kepada pemiliknya.

  6. boike sitorus berkata:

    gabe songon na medetu roha tulang mambege barita na sian toba (lumban nabolon) naung marobur sopo bolon i(marga sitorus muse nampunasa), gabe tubu tu roha ra olo ma haduan songoni nang par sursur ni budaya batak molo mago sada sada angka aset – aset budaya ala na so adong be mangharinghothon.
    horas

  7. Sitorus Par Lobam berkata:

    Molo menurut ahu, na ala so adong do sada ni roha di akka pomparan ni naumpuna sopo i, alana turun temurun doi, jadi dang na sada keluarga naumpuna sopoi, na mungkin na mabiar sada2 keluarga molo dilehon renovasion na sopo i, sotung gabe di amani ahama annon sopoi aha be diau, ninna rohana, gabe marsi pasombuan, alai porlu do sian dinas pariwisata mangalehon penorangion tu porluni manjaga situs kebudayaan, asa lam mangantusi akka rakya tobasa i,
    mauliate

  8. Salngam berkata:

    Sebuah dinasti yang tadinya Makmur sah-sah saja bisa bangkrut. Persoalannya apakah yang dimaksud dengan cagar budaya?. Di Jakarta bangunan Belanda yang dianggap mempunyai nilai sejarah dipugar dan dipelihara oleh Dinas Kebudayaan. Saya kurang faham apakah di Tapanuli ada Perda tentang ini. kalau toh Tapanuli core businessnya adalah pariwisata tentunya infra struktur yang sifatnya budaya dan local genuine sudah sewajibnya menjadi persoalan publik bukan tanggungjawab privat atau kelompok/marga.
    Saya baru saja paturunton (Maaf meruntuhkan kurang elok didengar dan pantang) sebuah sopo keluarga di Kampung saya, tetap dengan mengeluarkan biaya. karena untuk merenovasi sebuah rumah sopo butuh puluhan juta/bahkan bisa di atas seratus juta. Sementara sopo tersebut tidak ada yang menempati. Apa boleh buat. Mohon maaf kepada sahala ni ompu saya kalau belum mampu merenovasinya.
    Mudah-mudahan pemerintah daerah di Tapanuli makin bijak dalam memelihara cagar budaya, dan dapat mencari solusi bagaimana melaksanakannya.
    Horas

  9. Leonard T. Sirait berkata:

    Dulu waktu masa perang, pejuang-pejuang kita sering bersembunyi di sopo dan ruma bolon tsb. Katanya, Belanda (si bontar mata) tidak berani masuk ke sopo dan ruma tersebut. Karena setiap si bontar mata tersebut mau masuk, mereka seakan-akan tercekik. Itu yang diceritakan Ibu ke kami.

    Dengar sopo bolon dan ruma bolon tsb akhirnya roboh, rasanya sangat sedih. Ingat dulu waktu kecil, ada aja turis datang kesana.

    Padahal, dari kampung itu lumayan juga yang pintar dan berhasil. Misalnya, DR Parnabolon Sitorus dan Ir. Edward P. Sitorus (mantan Dirut beberapa PTP).

    Ah …mudah-mudahanlah sopo dan ruma bolon tsb masih bisa dipugar.

    =lts=
    (Tubu ni br Sitorus sian Lumban Holbung, Lumban Nabolon)

  10. wah…ck..ck….aset sejarah yang sangat tinggi nilainya harus roboh……harusnya hal itu gak terjadi kalo saja kesadaran mengenai betapa pentingnya benda-benda sejarah untuk diabadikan melekat erat di hati kita semua…yah,,,mungkin saya juga belum termasuk dalam kategori itu..tapi sungguh sangat disayangkan……semoga masih bisa di benahi dan diabadikan sebagai bukti sejarah….

  11. Amang poang ngeri nai ate…Molo hubege cerita sian ompungku,ia sopobolon i di bangun hira2 200 taon nasalpu di pajongjong Ompu Juara Nabolon Sitorus, 3(tolu) pasang najolo jabuon(Sopo dohot Ruma), 2(dua) pasang nunga hatop runtuh,jala na parpudi hu bereng jabu i lengkap dope 1(sada)pasang ima sopo dohon ruma,ndang huboto nuaeng bohado ia ruma i tong dope jonggjong manang naung roboh do tong songon sopo i..Madekdek ate2 umbege baritaon,alai tong do curiga au toho do naung adong sian pamarenta manawarhon padenggan sopo i???Huhilala molo adong do toho boi do di pajongjong muse jala piga2 sian bahannai di pakke muse asa tetap timbo nilai2 sejarahna..jala porlu sukkunon boha do ianggo RUMA i,molo jongjong dope hatop ma di pikkiri…Godang do pinompar ni Pandahar na berhasil di parserahan…Pinompar ni ompung namewarisi jabu i ima Alm Kolonel Sitorusky molo dang sala ahu nunga gabe di baen goar ni salah satu jalan di Tobasa..

  12. Sitanggang berkata:

    Gambar di atas bukan sopo tetapi Ruma. Kalau Sopo tidak ada Singanya dan ukiran yang lain ( polos saja) sementara Ruma ada Singa2nya dan ukirannya. Saya tahu ini sebab Ompung saya dulu punya Ruma di Balige dan saya waktu kecil sering tidur di Ruma Ompung saya.
    Kalau saya lihat gambar proses runtuhnya Ruma tersebut nampaknya secara tidak langsung di sengaja karena pada gambar pertama sudah banyak tiangnya yang di copot demikian juga gambar ke dua banyak tiang dan papan yang di copot. Mungkin orang kampung mencurinya untuk bahan bakar atau bisa juga Singa dan ukirannya di jual.

    Saya tahu persis konstruksi Ruma dimana antara tiang, papan dan material kayu lainnya di jepit ( dikancing /tidak dipaku). Bahan kayu yang dipakai adalah dari kayu pilihan sehingga tidak akan busuk. Demikian juga untuk mengikat di pakai ijuk yang tidak akan busuk.

    Jadi menurut saya bahwa Ruma tersebut memang sengaja di robohkan dan tujuannya selain ambil kayunya untuk bahan bakar atau di jual juga mau ambil tanahnya, karena disekitar Ruma tersebut saya lihat pada photo sudah banyak rumah penduduk. Yang saya prihatinkan adalah seharusnya Pemerintah bekerjasama dengan penduduk setempat untuk melestarikan peninggalan para leluhur.

  13. Marisi Handy Sitorus berkata:

    Sangat disayangkan sekali, sampai tidak ada yang mau perduli. Tapi lebih disayangkan lagi si lae hendry, yang suka mitu.

  14. Ryu Pane berkata:

    Yang punya sopo bolon tersebut gak bisa disalahkan, karena dia hanya mematuhi peraturan adat yang berlaku saja. jadi jangan salahkan dia. bukan hanya dia yang bersalah, tetapi kita semua bangso batak. Karena kita tidak bisa menjaganya.

  15. Raja Tapanuli Sirait berkata:

    dung hubereng gambar i, mancai sayang situtudo perasaan alai dang tardok be, nampunasa maol mangaleon kemungkinan adong alasan, alana dihutanami di ajibata masyarakat hurang percaya do tu pamaretta, alana najoloi heado dijalo pamaretta tano pakkeonna naing mambaen tempat wisata di ajibata hape nuaeng gabe milik ni akka mantan anggota dewan tapanuli utara naripur i, boido kemungkinan alasan nappunasa ruma i menolak campur tangan pamaretta.

  16. humisar sitorus berkata:

    Sangat disayangkan peninggalan sejarah untuk nagari lumban nabolon sudah runtuh. Dimanakah kebesaran Nagari Lumban Nabolon yang tersohor itu. Haruskah hilang tanpa bekas ! Semoga ini menjadi pelajaran buat kita terlebih buat Poparan dari Nagari Lumban Nabolon.

  17. isnenfitri berkata:

    Ya, sangat di sayangkan sebuah warisan budaya toba hilang, kami dari Badan Warisan Sumatra siap membantu jika ingin merekonstruksi kebetulan kami punya dokumentasinya. salam isnen fitri, BWS

  18. esther risma purba berkata:

    saya prihatin dengan keadaan dimana rumah adat tradisional di tanah Batak banyak sudah runtuh, tidak mendapat cukup perawatan dan perhatian dari empunya…apakah perhatian dan penghormatan pada orang tua/kakek nenek cukup dengan membangun tugu makam yang menjulang tinggi yang megah? Bagi saya, tugu-tugu yang dibangun sejak era 80-an itu terkadang miskin sentuhan nilai seni dan tidak romantis. Bagaimanapun, rasa romantis dan sentimentil bayangan akan setiap jerih payah mereka memilih kayu terbaik, mengukir, dan merangkai kayu-kayu tanpa paku itu menjadi sebuah rumah, tidak akan bisa tergantikan oleh bangunan bata, semen, baja yang ada sekarang ini..

  19. merry anastacia sinambela berkata:

    wah…sayang sekali ya ito…..

    itu kan rumah adat yg tertua dikampung kita dan yg terbesar… seandainya secepatnya (sebelum terlambat) di pugar7direnovasi kembali agar bagunannya tahan lama…

    ito….bukan hanya di lumban nabolon yg ada situs spt itu… cb lihat di bakkara dan di pedalaman humbang hasundutan dan ditarabintang (yg diujung tar tersentuh, aku sdh pnh melihatnya sewaktu mengunjungi sanak family mama tgn 2007…daerah itu katanya br 1 x diberi perhatian o/ pemerintah daerah…katanya tulang marga panggabean…ini jg daerah yg paling angker serta paling jarang disentuh org luar…rumah2 seperti digambar yg ito tampilkan…benar masih ada jg disana…ko gada perhatiannya dr pemerintah?..why?…apa krn terlalu jauh diDATANGIN??4-6JAM melewati bukit2 yg tercuram dan terdalam….sempet ngeri kali aku naik mobil dr pakkat hikhikz…pulangnya aku bilang naek motor ajalah…dr pada JANTUNGku copot2 liat jalurnya yg cm 1 jalan tak beraspal..oiyah…sekedar info neh….disana ada bekas tambang emas tertua… fotonya ada nih…mau lihat??? aku jg punya contoh emas tua yg kubawa dr sana hehehehe… lumayan buat koleksi n tak akan ku jual….dengar2 katanya bs sangat mahal itu…malah pihak TOKO MAS ‘BARU’ mau pasang harga tinggi…aku ga minat krn buatku itu hsl jerihpayahku menemukannya hehehe…)

    SMG PEMERINTAH DAERAH HUTA KITA INI BISA LEBIH MEMPERHATIKAN WILAYAHNYA YG BELOM TERSENTUH…(TERUTAMA YG DIUJUNG WILAYAHNYA) KARENA…. ITU ADALAH WARISAN BUDAYA DR SUKU BATAK… JGN LAH SAMPAI KEHILANGAN LG YA….PLEASE..)

  20. dessi c sianipar berkata:

    tulang. kakak, abang, ito dohot sudena, sebenarna memang adong do bencana na terjadi tu sopo bolon nami on. au par lumban nabolon do. sebenarna na pertama asa curiga pe nampuna jabu i, alana nga ditakko singa-singana molo so sala kira kira tahun 2005, makana adg kecurigaan tu halak na naeng palekkethon. habis i adong muse bencana, rumpak hau andalehat na balga di pudi nai gabe hancur ma bagian belakangna. jala pada saat i hami akka na disi, akka na so mangantusi dope. peninggalan na porlu dilesatarihon doon. jadi molo adong dope na doi dibahen lao palekket i, tausahahon ma bersama-sama, jala sosialisasi yang lebih baik asa adong pengertian.

  21. Astaga………………ngeri nai sopo i ate,,,bah abang kembar nimbrung jg kasi komentar?boha namai bahenon sopo bolon i?..ahu baru masuk tu situs on gabe tarsonggot mangida hutani oppung ki.Dessi jg ikut gabung kh.?
    mudahan ma tu akka namareng photo on gabe tergugah hatinya laho memperbaharui i.dang gabe pasommbuonta da.
    Horas tu sude.Gbu

  22. jeni sitorus berkata:

    Berhadapan dengan Sopo Bolon ada Jabu Bolon yang saat ini di tempati namboru ku …saya tidak ingin yang terjadi pada Sopo itu terjadi juga dengan Jabu Bolon …apa yang harus kami lakukan agar pemerintah ikut melestarikan Jabu Bolon ? ada yang bisa membantu ?
    Yang terjadi dengan Sopo Bolon saya kira karena para ito ito ku tidak terlalu meresapi arti “Sopo” itu dan nilai sejarah yang terkandung di dalam nya , karena para orang tua mereka sudah tidak ada,
    Horas !!!!

  23. huta sitorus berkata:

    menurut informasi dari keluarga yang tingal di kampung, dinas pariwista menawarkan rehabilitasi SOPO BOLON dengan SYARAT menjadi milik pemda. Desa itu akan di jadikan desa wisata dengan ketentuan semua penghuni harus pindah , artinya desa itu menjadi milik PEMDA.. S udah tentu ahli waris dan penduduk Desa KEBERATAN. Diragukan profesionalitas Pemda Tobasa dalam melakukan pendekatan dan atau maksud lain dari oknum.

  24. Herwin Agusman Sitorus berkata:

    persis di samping rumah opung saya,,
    saya baru tahu kalau itu tinggal satu2 nya,,
    waaaaaaau,,

  25. Saya usul sebaiknya direkonstruksi. Tak ada masalah dengan itu. Kita bisa mengganti kayunya dengan yang lebih kuat sekaligus merevitalisasinya secara formal. Mungkin kita punya beberapa data visual untuk merekanya secara pasti.
    begitu misalnya situs kebudayan di jawa misalnya Borobudur atau Prambanan. Prambanan ketika diketemukan cuma berisi puing-puing batu yang menggunung. tapi bisa direkonstruksi oleh ilmuwan Belanda.
    yang kt perlukan adalah dukungan dari beberapa pihak. termasuk pemerintah dan masyarakat adat setempat yang paling terutama.
    Trims

  26. indra sitorus berkata:

    Membaca artikel diatas,,,, mengingatkan aq tentang cerita orang tua-orang tua yang ada dikampung kami tepatnya di Lumban Sibinbin Desa Nagatimbul, kalau dulunya kami adalah keturunan dari keluarga parjabubolon, tapi itu hanya tinggal cerita juga,,, karena jabu bolon itu sudah tidak adalagi kurang lebih 40 tahun yg lalu,,,setelah sekarang baru tersadar dalam benakku bahwa sejarah itu sangatlah penting, karena itu akan menunjukkan siapa kita yg sebenarnya.

  27. dewi sirait berkata:

    rumah bolon ini sekarang sudah bukan ambruk lagi tapi bener bener sudah modom..sangat memprihatinkan kondisinya..seharusnya peninggalan budaya seperti i ni dilestarikan…inilah gambar terakhit tgl 5/09/2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s