GELIAT GONDANG BATAK

Monang Naipospos

Malam itu (20 November 2008) gedung TB Silalahi Center yang berdiri megah di Desa Pagarbatu Balige dipenuhi pengunjung. Ada pagelaran gondang batak disana.

Selama satu minggu lebih Radio Kharisma FM di Balige menyiarkan adanya “Joujou ni Gondang Batak”. Talkshow atas pelaksanaan pagelaran ini pun disiarkan satu minggu lalu. Royen Pangaribuan Ketua Pelaksana Kegiatan selaku Direktur TB Center mengenakan tiket bagi pengunjung. Ini merupakan investigasi sampai dimana apresiasi masyarakat terhadap keseniannya. Tidak kelihatan wajah petinggi Kabupaten Tobasa disana.

Sudah dua tahun berjalan Program Revitalisasi Musik Tradisi Sumatera Utara 2007 – 2008. Sasarannya adalah musik tradisi Simalungun, Pakpak, Karo dan Gondang Batak di Tobasa. Program ini rancangan dari Universitas Sumatera Utara melalui Jurusan Entnomusikologi Fakultas Sastra. Dana untuk program ini bersumber dari Ford Foundation. Dra Rithaony Hutajulu, MA, Direktur Program ini mengatakan kegiatan ini berakhir tahun ini. Setiap akhir tahun dilakukan evaluasi kegiatan. Tahun lalu dilakukan pada bulan Desember di Laguboti, namun tidak dipublikasikan. Untuk memaparkan hasil program maka tahun ini dilakukan pagelaran sehingga masyarakat umumnya dan evaluator yang ditunjuk dapat melakukan penilaian secara terbuka.

Prof Santos, evaluator yang ditunjuk berasal dari Universitas Philippina Manila menunjukkan kepuasannya. “Hasil ini bukan untuk saya, bukan untuk Ford Foundation dan bukan untuk USU, akan tetapi hasil ini untuk masyarakat pemilik kesenian itu”, katanya. Santos mengakui, banyak musik tradisi di dunia ini yang terpuruk karena modernisasi. Musik batak adalah yang paling unik dan sulit, sayang kalau dibiarkan punah.

Tujuh orang guru dari setiap entik mengasuh dua atau empat orang murid. Untuk Tobasa, tujuh guru mengasuh 12 orang murid. Semua murid menunjukkan kemampuannya pada acara ini dengan baik. “Sampai berapa lama para murid ini bisa mencapai kemampuan seperti para gurunya”, kata Rita saat akan menampilkan para guru menunjukkan keahliannya. Memang masih jelas beda. Saat para guru membawakan gondang haro-haro dengan seperangkat gondang hasapi, para penonton bersorak kagum dan derai tepuk tangan membuat riuh ruangan pertunjukan yang megah itu.

Gondang Bolon tidak asing lagi bagi orang batak. Gondang Hasapi sudah sangat jarang. Pemahaman masyarakat bahwa gondang hasapi tidak digunakan secara formal dalam kegiatan seni tradisional. Mereka menganggap hanya sejenis alat hiburan yang populer melalui opera batak dan selanjutnya disebut uning-uningan. Pada penampilan para guru ini tidak menyertakan seruling. Irama utuh dari perpaduan suara sarune etek, garantung, dan hasapi. Dalam program ini, pelajaran seruling pun tidak diikutkan.

Penonton kemudian disajikan gondang bolon yang dimainkan siswa SMK Soposurung yang populer disebut STM Yaspor. Para penari yang terdiri dari paduan siswa STM Yaspor dan SMA Negeri 1 Balige membawakan beberapa tortor dengan gemulai. Para pargonsi ini cukup mendapat perhatian. Mereka adalah anak sekolah, walau permainannya tidak sebaik para murid program revitalisasi tapi cukup mengagumkan. Bakat bawaan dan keseriusan sekolah melakukan pembinaan membuat mereka kelak menjadi teknokrat yang pargonsi.

Marsius Sitohang masih ada yang belum kenal ? Beliau adalah pemain seruling batak yang handal saat ini. Saudaranya Sarikawan yang tidak dapat hadir dalam acara ini adalah pemain hasapi yang handal juga. Mereka adalah tempahan Opera Batak yang populer pada jamannya. Bersama Maningar Sitorus salah seorang guru gondang dalam program ini melakukan atraksi seni yang memukau. Drs Irwansyah Harahap, MA, memainkan kecapi, Marsius memainkan seruling, Maningar memainkan garantung mengiringi Rithaony menyanyikan beberapa lagu opera batak.

Ini baru geliat. Suatu saat seperti orang tertidur menggeliat sebentar dan terdirur lagi. Sering pecinta kebudayaan batak menyayangkan kecenderungan orang batak meninggalkan keseniaannya. Hanya sebatas keluhan. Sebagian besar orang batak masih menghalalkan menari dalam pesta adat akan tetapi musik yang digunakan adalah musik eropah dengan irama lagu pop. Sebagian kecil sudah memantangkan menari dan mengharamkan gondang batak dalam hidupnya. Kedua kelompok ini adalah sistem penghancur kesenian tradisional untuk tampil lebih modern dan tuntutan kepercayaannya. Tidak ada kompetensi seseorang atau sebuah lembaga untuk mencegahnya. Terlebih bila lembaga terdekat dengan masyarakat batak itu tidak ada kepentingan untuk itu. Sekarang, terserah kepada masyarakat batak sendiri, akan membiarkannya menjadi “barang” penelitian ilmuan barat atau bagian dari kehidupan.


Bookmark and Share

Tautan :

Gondang Batak Dan Pemahamannya
Warisan Yang Kurang Dihargai
Goar-goar ni gonsi Batak Toba
Tonggo Gondang Turun
Maminta Gondang
Sajak untuk Gondang Batak
Pargonsi dari Parsambilan Silaen
Pargonsi dari Ronggurnihuta Samosir
Gondang Naposo
Gondang Batak yang bakal Hilang

Iklan

4 thoughts on “GELIAT GONDANG BATAK

  1. Suatu usaha yang patut kita dukung, pelestarian Budaya Batak adalah tanggung jawab kita semua… banyak hal yang menarik perhatian saya pada kebiasaan orang Batak.. seperti Pengantin wanita yang mesti memakai kain songket Palembang…. apa tidak bisa menggunakan kain asli tenunan khas Batak..?! Ragi Idup untuk Pria dan Sadum Angkola bgi Wanita saya rasa tidak kalah hebat kalau dirancang dengan baik, yang menjadi pertanyaan adalah “Willingness” ya kemauan kita untuk berbuat sesuatu bagi Budaya Batak… Mauliate.

  2. Ah….membaca posting ini saja rasanya sudah bisa membayangkan bagusnya acara di TB Centre…

    Saya beruntung mendapatkan laporan langsung dari lae Naipospos via sms ketika acara ini berlangsung.

    Akan sangat menarik kalau ada lembaga yang bisa meningkatkan acara seperti ini menjadi kalender tahunan pariwisata Batak…Tempatnya di gilir di tiap tiap Kabupaten/ kota tanah Batak, Tapsel, Karo dan SImalungun…Acara semacam ini kalau organize dengan baik, merupakan daya tarik bagi Batak diaspora maupun peminat budaya untuk datang berkunjung ke tanah Batak…Sekaligus pelesatarian budaya batak dan media yang baik generasi baru penggiat kebudayaan Batak untuk mengevaluasi perkembangan kemampuan mereka…Pemberian penghargaan bisa diberikan kepada penampil terbaik.

    Lae Naipospos,

    Coba dipikirkan dan digagas ke beberapa teman-teman peminat budaya Batak untuk pendirian Yayasan yang akan menjadi pelaksana acara ini.

  3. karmel gultom berkata:

    thank you Mr.Monang you had made gondang has an important part in batak’s daily life. But have you ever think to open new programs at school like your revitalization. I agree with you that pargonsi from stm yaspor isnot the same like yours. But i am sure by a little touch they will be same like marsius. Iam the trainer of them need more help from anybody to continue their skill. they arenot skillful but full of talent. do you agree with me?

  4. samuel pardede berkata:

    FW: Cerita master uning-uningan Batak!

    Cerita master uning-uningan Batak!———–Mari Mendukung:
    1. Marsius Sitohang (nara usmber eps. ‘Untukmu Guru’). pria lulusan sekolah dasar asal medan. profesi awalnya adalah sebagai tukang becak yang mahir bermain suling. nasib kemudian membawanya menjadi dosen di universitas sumatera utara. ia mengajar mata kuliah musik tradisional batak toba pada jurusan etnomusikologi. sampai saat ini, marsius sudah berkeliling memainkan musik tradisional batak hingga ke berbagai negara.

    http://www.bbc.co.uk/indonesian/programmes/story/2008/07/printable/tokohmarsius.shtml

    http://www.kickandy.com/heroes/?ar_id=MTQ3Ng==

    http://www.facebook.com/note.php?note_id=70422183915

    http://tonggo.wordpress.com/2007/12/04/marsius-sitohang-20-tahun-mengabdi-tetap-honor/

    http://www.hariansumutpos.com/2009/07/harapan-marsius-sitohang-dewa-seruling-tradisional-batak-di-masa-tuanya.html

    http://ardh14n.multiply.com/journal/item/14

    Kalo mau langsung..boleh boleh saja ..:

    MARSIUS SITOHANG

    Bank BRI Cabang 5314 unit Bangun sari Medan Putri Hijau

    No rek. 5314-01-002948-53-3

    Bila mau call2 beliau boleh juga di no : +628126563272

    (Transfer dari ATM mandiri, ATM BCA atau ATM BNI Juga bisa-Mudah)

    Alamat : JL Martoba II (tanya saja warung ikan -depan POLDA Ampelas MEDAN)

    Polda Ampelas pasti kita lewati bila kita dari Medan ke arah Parapat-Tarutung

    Rek ini baru di buka hari ini 12 August 2009-(di bantu oleh borunya). _karena selama ini beliau tidak ada no Rek.

    my Comment ”

    Aku baru bertemu beliau hari Jumat & Sabtu lalu 7&8 August 2009. (ngeri kali pun..)pada tgl 8 tersebut kebetulan Amang Marsius ini lagi parmusic di acara pesta kawinan batak. Mereka masing masing bawa cash 80rb/orang (dari pagi jam 7 ke jam 7 malam)! Yah yg marulaon juga pasti pas-pasan juga- tidak aa yg salah disini.

    “Marsius seperti kitab lama yg masih hidup , dengan nafas & tangannya memainkan irama toba yg khas..!

    mungkin terkesan usang tetapi ..” mari masiurupan”. Manusia Batak yg Berbudaya…Semoga semasa hidupnya kita menghargai & beri dukungan.!!

    Mungkin ” cash tranfered’ terkesan “negative” seandai-andainya ada hal2 yg lebih baik dari itu seperti :

    – Sendainya ada “event2” tertentu di hotel, acara pariwisata, café dimana beliau dengan team ya bisa mendapatakan upahnya dengan ber-main musik dengan harga layak…(contoh :ada acara batak harmony di jakarta 12 Feb 2009 dengan harga vip 850rb,dan kelas yg lain 500rb,200rb,150rb perorang..! Hebat!(bukan ngiri tetapi beda nasib aja sama amang ini)

    – Seandainya ada rekaman lagi (walau sebenarnya ) sudah banyak kasetnya beredar tetapi tidak ada lagi loyalty fee. , karena ada juga beberapa album kaset dia yg beredar tetapi “kaset” itu sendiri pun masih harus dia beli sendiri !

    – Dan Hasil Rekaman ini bisa dijual langsung pada saat show- mugkin lebih effective…
    -Aku melihat beberapa contoh para “pemusik etnic seperti ” pan-flute” indian yg live show si luarnegeri, atau di malmal dll, selesai bermain mereka menjual langsung CD/VCD hasil rekaman nya.( noted utk kalangan sendiri!)

    -Seandainya ada acara lagi keluar negeri , dengan upah yg lebih layak lagi…-dengan appreciate orang lebih menarik…
    -Seperti angan2 beliau ingin punya sanggar sendiri , dengan berupa café kecil yg bisa minum kopi sambil markombur2, seperti di starbuck sambil diiringi music live mereka…,atau seperti café dengan kerjasama dengan para travel yg bisa jadi tempat persingahan para turis, dengan melihat2 koleksi budaya , sambil nyantai..

    – Semoga ada orang2 batak yg telah sukses! Bisa punya pikiran/perbuatan utk amang ini.
    -Seandainya anak/boru beliau dapat sekolah yg baik, dengan dapat kerja yg baik..karena Marius adalah kelahiran 1953! Generasi berikutnya adalah generasi penerus…

    -Semoga indahnya irama music batak ini beliau dapat menyentuh hati batak, agar tidak punah…
    -Seandainya ada se-kelas menteri atau pejabat daerah yg perhatian dengan beliau ini , karena telah menjadi “icon” perjuangan music batak hingga eksis sampai sekarang, dan masih ada pejuang2 lain (Turman Sinaga, Posther Sitohang,Kansas Sinaga (almarhum),Korem Sihombing,Robinson Sitanggang,Binsar Nadeak,Hadi Rumapea,Wesley S, Martogi Sitohang,.dll-Aku percaya mereka pasti tahu nama Marsius dengang nasibnya..

    -jadi teringat nama lama seperti-Tilhang Gultom,Iwan Simatupang, Sitor Situomrang,Nahum Situmorang,AWK Samosir,Gordon Tobing,Bill Saragih,dll.bbrp telah tiada ttp karya merka massih ada….

    – Aku orang kecil yg hanya bisa bantu dukungan kecil dari uang saku ke amang ini..HORAS! HORAS! HORAS!
    God Bless U.!
    Email ini akan difoward to batak diliat portibi!! Dunia on.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s