Partohonan Di Harajaon

Monang Naipospos

Dalam sistem ketataprajaan batak dahulukala, sudah dikenal perangkat penata-prajaan di tingkat huta dan bius. Memang diakui, belum semua wilayah memiliki BIUS yang permanen dan kelengkapan organisasinya belum sempurna. Penerapan, penamaan terhadap perangkat itu pun kadang ditemukan adanya perbedaan penyebutan antar bius dan huta.

Ada empat perangkat utama kepemimpinan di tingkat bius yang disebut Suhi Ni Ampang Naopat. Mereka terdiri dari ;

Pargomgom : Pangihutan, Partogi, Kepala, Ketua, Pimpinan.

Partahi : Na marroha, Marpanarihon tu jolo, Panatap Natardas, Perencana.

Pangumei : Pangaradoti, Pandiori, Panjimpoi, Setia Usaha.

Namora : Sipeop Ugasan, pararta, Parasiasi, Haposan Ngolu, Bendahara

Kelengkapan organisasi itu diangkat seorang Sekertaris Jenderal yang menangani penata admisistrasi dan surat menyurat, disebut ;

Parmaksi : Pangaraksa, Pandimuni, Panurat, Sekretaris.

Namora dibantu seorang yang menangani penata anggaran, kas bius dan pendapatan, disebut ;

Pamultak Garung : Sepeop Arta, Padalan Ugasan, Paniroi Arta Torop, Wakil Bendahara.

Beberapa perangkat lainnya yang dikoordinasi langsung para raja yang empat dan mempunyai hubungan langsung dengan Parmaksi, mereka sering disebut ;

Pangabarai : Panuhuk Ulaon, Pangaragi, Penata Laksana.

Paniroi : Panjamoti, Pandasdas, Penasehat, Paengawas, Mandor.

Parhobas : Naringgas mangula, Nahinsa mardalan, Pelaksana.

Natunggane : Napantas marroha, Pangului, Komisaris.

Partingting : Partarias, Partonaan, Pamaritai, Panulu roha, Humas.

Untuk menangani kesehatan masyarakat dan melakukan koordinasi pelayanan kesehatan di bius, yang selalu tersedia pada setiap hari pekan disebut :

Tiang Aras : Parpulungan, Pamagari, Sipeop Taor, Situlak Gora, Kesra. Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat

Tiang Aras dibantu Panurirang yang tersedia di bius dan beberapa orang bidan desa yang tersedia pada masing-masing huta/desa, mereka disebut ;

Sibaso : Parpulungan, Pangurupi Haroan, Pangaraksa jolma tubu, Kesehatan.

Panurirang : Sijaha Parlangitan, Pangaraksa humaliang, Parpandang torus, pangaraksa jolma tubu, Astrolog.

Pembantu khusus upacara disebut DATU. Sifatnya temporer, diangkat saat ada upacara. Belakangan hari sebutan DATU meleset dari perannya. Mereka sering disebut sebagai orang yang memiliki ilmu nujum dan mistik. Padahal itu lebih dominan dimiliki oleh Tiang Aras dan Panurirang. Untuk Upacara Bius, Datu biasanya terpilih dari antara empat Raja Utama

Datu : Partonggo, Paminta Pangidoan Torop, Pangaraksa Ulaon, Panotari Ruhut Pardebataan, Pelaksana Ritual.

Setiap raja dibantu seorang Ulu Balang. Ulu balang memiliki pembantu beberapa orang yang disebut Nabegu. Mereka yang melakukan tindak pengamanan horja bius, pengamanan onan dan mengawal para raja saat melaksanakan tugas “harajaon”.

Ulu Balang : Nagogo Sourupan, Siuluhon Parangan, Pabali musu, Partigabolit, Panglima.

Nabegu : Nabarani, Sihabiaran ni musu, nabarani Mate, Tegar/Angker, Keamanan, Partigabolit, Pejuang.

Pada umumnya mereka yang memiliki struktur dalam harajaon ini memiliki nama atau sebutan kehormatan tersendiri. Yang abadi saat ini adalah nama kebesaran mereka namun tidak ada lagi/jarang mengenang peran apa yang pernah dilakoni dalam harajaon.

Iklan

7 thoughts on “Partohonan Di Harajaon

  1. Pontas Eddy Simanjuntak berkata:

    Mengingat sudah begitu lengkapnya perangkat pemerintahan di Bangso Batak zaman dahulu kala yang begitu mengayomi (smooth) seperti yang diuraikan penulis diatas,
    masihkah kita mengatakan bahwa nenek moyang kita dahulu kala dalam tanda kutip “sebelum Kristen masuk ke Tano Batak” orang batak adalah suku PEMAKAN ORANG???
    mhk, sifat manusia pada dasarnya sama, apabila hatinya sudah terbiasa dengan hal2 yang baik, tidak akan ada niat untuk menzolimi sesama kecuali binatang buas.
    Mohon maaf apabila tidak berkenan.

    *** Kita akan buktikan tulang, batak BUKAN MAKAN ORANG.

  2. Mauliate godang di Hamu Lae… ini sangat penting bagi saya yang sedang giat belajar tentang Habatahon… masukan yang sangat penting sekali bagi saya… teruslah menuliskan Ilmu yang Lae punyai itu agar dapat di pergunakan oleh orang seperti saya yang kurang faham akan Habatahon.

  3. Maulina br sirait berkata:

    Mauliate Tulang…nunga tung godang dapot pangantusion taringot tu Habatahon dison.Tulang…tanda do naung boi duduk tenang di jabu ma’posting coment2 i ate…btw, ai sadihari do nuaeng di karejoi i Tulang on? Horas…!!!

    **** Nunga leleng i da bere. Data mentah, ingkon jolo niangkupan dope angka natuatua mangkatai konfirmasi angka na niingot ni nasida be. Nikompilasi ma i sude nikaji ma muse tu angka peninggalan sejarah na tarida nuang di kehidupan batak. Final data ni i pinadomu ma tu sinurat ni Raja i Raja Pinantun Sinambela nahinan dohot pinabotohon ni amanta nahinan. Onpe atik adong dope sipatureon muse, alana tongtong do au sai manungguli tu natumua. Sayangna, dang piga be namarningot.

  4. Bonar Siahaan berkata:

    Saotik hupatangkas taringot tu NABEGU

    NABEGU sama dengan GAGAH PERKASA, bukan angker. Sebab pengertiaan angker bagi orang Batak sama dengan manusia yang dimusuhi.

    Horas, dan maaf bila kurang relevan.

  5. Sahat Nainggolan berkata:

    Mauliate lae,
    kirain istilah “Suhi Ni Ampang Naopat” cuma ada dalam istilah perkawinan, karena sering disinggung istilah tsb.
    Interesting!

    *** Sebenarnya sudah pernah kita buat tulisan versi bahasa batak ttg itu lebih luas dan sesuai makna sebenarnya. Saya jiga merasakan sulitnya sebagian orang memahami penjelasan dengan bahasa batak apalagi dengan deskripsi pendek. https://tanobatak.wordpress.com/2007/11/16/suhi-ni-ampang-naopat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s