Pagelaran Seni Parsenibud Tobasa Tak Diminati

Monang Naipospos

Saya menerima surat undangan dari Dinas Parsenibud Tobasa. Mereka melaksanakan kegiatan Pagelaran Seni di pentas buatan samping kantor Dinas Parsenibud Tobasa (02 Desember 2009). Saya heran, karena tidak mendengar ada persiapan seniman Kecamatan di Laguboti ataupun permintaan murid gondang yang selama dua tahun kami bina untuk pagelaran itu.

Waktu yang ditetapkan saya hadir, hanya ada dupuluhan orang berada disana yang dikatakan peserta pagelaran. Mereka dikatakan kontingen dari Ajibata. Wah…. Parsenibud yang sengaja atau……… saya mungkin tidak kenal semua orang. Tapi dari antara pembinanya ada yang saya tau adalah penduduka Parapat dan Tigaraja Kabupaten Simalungun. Para pemain seni pun banyak yang berasal darisana, bahkan peragawan dan peragawati berasal dari kota Pematang Siantar.

Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH, MBA tiba ditempat. Karena pengunjung belum ada, beliau terpaksa ditempatkan sementara di ruang tunggu Kantor Dinas itu.

Dasar, memang sosialisasi tidak ada. Tidak juga melibatkan pegiat seni yang ada di Tobasa, seniman-seniman yang ada di setiap Kecamatan. Bahkan TB Centre yang sudah melakukan kegiatan seni tidak ada saya lihat disana. Diantara kursi yang terisi hanya 25 %, terdiri dari rombongan Bupati dan rombongan para seniman yang dikatakan dari Ajibata itu saja.

Pahala Napitupulu yang berkenan hadir dan memberi sambutan dalam acara itu juga mengutarakan keherenannya dalam beberapa hal. Pertama, Mengapa Acara ini disebut pagelaran Seni Budaya Untuk Menyambut Natal dan Tahun Baru 2009. Seogianya pagelaran seni seperti ini sudah harus dilaksanakan setiap bulan. Kedua, kenapa peserta dan pengunjung sangat sepi. Kenapa tidak melibatkan masyarakat dalam kegiatan seperti ini?

Bupati Tobasa rupanya tidak mengabaikan kenyataan ini. Ini merupakan kegagalan Dinas terkait. Disarankan kedepan untuk melibatkan pegiat seni yang ada di Tobasa. Berikan dana itu kepada mereka, biar mereka melaksanakan.

Untaian acara malam itu tidaklah merupakan yang spektakular. Pagelaran tortor sawan sudah merupakan kebiasaan beberapa sanggar tari Tobasa. Namun penampilan para penari muda ini cukup memukau penonton yang tidak seberapa di areal pertunjukan itu.

Gelar-Budaya_09

Fashion Show hanya melibatkan tiga orang model yaitu Wenny Siallagan ( Horsik Tobasa), Eny Harefa (Pematang Siantar), Rudy Situmeang ( Pematang Siantar).

Gelar-Budaya_27

Fashion seperti ini sudah pernah digelar oleh SMK Negeri 1 Laguboti, tapi mereka tidak dilibatkan dalam acara ini.

Kelihatannya Di beberapa Kabupaten di tanah batak belum terdengar ada gaung even gelar budaya yang menyentuh ke masyarakat. Penguasa masih enggan memberikan peran masyarakat dalam mengelola anggaran yang seogianya bertujuan membangun partisipasi masyarakat.

Mereka sekedar diundang menyaksikan apa yang mereka sajikan (Pemkab). Sering terjadi gelar seni di Tobasa dan terjadi saling pembiaran. Saat gelar gondang Batak di TB Center, tidak ada kelihatan petinggi Tobasa. Saat Gelar seni saat ini, tidak ada kelihatan para pegiat seni yang selama ini cukup berpartisipasi mengembangakan kesenian tradisioanal di Tobasa.

Apa yang menjadi kritikan tokoh masyarakat Pahala Napitupulu dan anjuran bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH, MBA membawa dampak perubahan ke arah peningkatan partisipasi masyarakat.

Tautan :

UPAYA MELESTARIKAN NILAI HABATAHON

Iklan

8 thoughts on “Pagelaran Seni Parsenibud Tobasa Tak Diminati

  1. Ini mungkin salah satu kelemahan Bangso i Lae… terlalu Ego sentris, sehingga komunikasi kurang… merasa malu untuk meminta pendapat dan masukan.
    Ahirnya berakibat Malu benaran… semoga beliau beliau itu belajar dari Hal ini untuk perbaikan kedepannya…..
    _
    *** Pas ma i tahe lae. Alai dang maila be angka jolma on daba lae. So dapot pe target kegiatan asalma di LPJ tarida sude bukti. Holan manjaga sungkun-sungkun ni jaksa nama dohot KPK, manang na jahul petaho karejo o dang parsoalan. Dang mungkin sungkunon ni jaksa, “tepat sasaran do karejomunai, godang do ro jolma?” Asal ma adong stempel bikti pengeluaran anggaran i. Dang hutangkasi dope lae sadia anggaran dipasuda tusi, lam mohop ma annon Heee… hee,….

  2. goklas inurat berkata:

    ngerinai hape bolo nibege songonon, sian tulisan ni bapatua on boi ma hudok alani na so adong do dos niroha di TOBASA nuaeng hapeng ate..
    hape hurippu naung boi dos rohani akka halak hita na tinggal di huta, hape tong dope hape songon naujui di pakke Prinsipna…..

    mago mai na so sumani ba…………….

    eh amang tua hubege na bodari di Metro TV, tentang pengembangan Exspor ni mujahir na sian danau tobai, ai songon na godang do hubege PRO dan KONTRA… na boa do aroa sebetulna????
    bahas bapa tua jo ate???
    mauliate?

  3. Bonar Siahaan berkata:

    Jadi teringat aku bah pada acara sarasehan ADAT DAN BUDAYA yang diselenggarakan DINAS PARSENIBUD KAB.SAMOSIR pada tgl 24 Oktober lalu di Pangururan.
    Ketepatan saya dan bapak R B Marpaung sebagai narasumber merasa heran melihat para peserta yang hanya kira-kira 20 orang,pada hal menurut informasi seyogianya ada 100 peserta.

    Keheranan kedua kepada kami disodorkan blanko kosong yang bermaterai 6000 untuk ditanda tangani.
    Begitulah para pejabat kita saat ini agar mereka dapat menjawab sungkun-sungkun ni………..ahhhh gak usalah diterusin nanti ada yang…….

  4. Hape…ingkon baenon ma goarni i Pagelaran, padahal yg datang ‘memenuhi’ tempat yang tersedia hanya panitia sebagian besar.
    Sipata sai hira na soadong be halaoan ni dana i.

  5. wah saya mau pak diundang ke situ, kalo ada acara undang saja pak, barangkali bloggersumut.net bisa membantu publikasinya
    kalo bisa bapak posting juga di bloggersumut.net

  6. sahala simanjuntak berkata:

    Tobasa itu MISKIN,tak punya SDA kecuali D.Toba.Tetapi memiliki warisan luhur nenek moyang yang tinggi nilainya,yakni BUDAYA.Bahwa DAU tdk mungkin mensejahterakan rakyat tobasa itu jelas;artinya bgm memberdayakan budaya sbg potensi utk meningkatkan PAD.Satu2nya hal yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat tobasa adalah PAD.Untuk itulah dinas persenibud berperan aktif menjadikan budaya tsb bukan hanya sekedar “aktifitas”,tetapi sesuatu yg bersifat “produktifitas”.Jika dinas persenibud tobasa belum memahaminya para pemerhati budaya siap memberikan pemahaman.Malu bertanya sesat di jalan. Makanya Pak Bupati Tobasa Monang Sitorus,pakailah kepala dinas yg mampu menaikkkan PAD.Kecuali…He..3X.Idokan amangboru.

  7. pasti diminati kalau masyarakat diberitahu misalnya di radio, iklan dipasang di kedai-kedai , mini market, pekan, sekolah, gereja , kantor2 apalagi ada acara lomba budaya seni tiap agustusan misalnya lomba tortor, opera, uning2an, baca tulis aksara batak pake dapat piagam apalagi hadiah uang wah..pasti budaya batak makin ..makin di hati semua orang Batak bahkan akan bisa menjadi bisnis yg menghasilkan uang secara internasional..ingat Tilhang Gultom dulu bisa show sampai ke luar negeri …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s