Dukungan untuk Pakkat dimulai

Hendry Lumbangaol

Cita-cita dan harapan putra Pakkat sudah terealisasi. Upaya dalam partisipasi pencerdasan anak-anak Pakkat sudah dimulai antara lain penyediaan perpustakaan beserta buku-buku. Pada hari ini 31 Desember 2008 Perpustakaan Umum gagasan Forum Intelektual Pakkat (FIP) di kota Pakkat resmi dibuka.

Hadir dalam peresmian ini Camat Pakkat, ibu N br Banjarnahor beserta staff, Kapolsek Pakkat, para undangan yang terdiri dari guru-guru yang berdomisili di kota Pakkat juga kepala-kepala sekolah, dan tokoh masyarakat Pakkat.

Kepedulian para perantau dari kecamatan Pakkat khususnya perantau yang masih muda-muda yang tergabung dalam Forum Intelektual Pakkat yang berdomisili dimana saja yang dihimpun melalui sarana internet mailing list Pakkat dan web blog www.pakaktnews.com Program pendirian perpustakaan ini merupakan program dari FIP tahun 2008, dengan harapan, pelajar dari Pakkat lebih maju dan mampu bersaing dengan pelajar dari daerah lain. Yang terutama untuk mengangkat kembali citra kota Pakkat sebagai kota pendidikan sebagaimana dikenal pada era tahun 70-an.

Proses panjang sudah dilalui, cukup menyita waktu dan perhatian, mulai dari proses pencarian dan pengumpulan buku-buku dari berbagai sumber, penyortiran dan pengepakan hingga pengiriman ke Pakkat. FIP menyadari, sumber ilmu menjadi faktor utama didalam memajukan dunia pendidikan, untuk itu pendirian perpustakaan ini dianggap tonggak utama didalam memajukan pendidikan di kecamatan terpencil ini.

FIP sebagai satu wadah dari sekian banyak oraganisasi perantau dari Pakkat merasa prihatin dengan prestasi yang dicapai pelajar-pelajar dari Pakkat dimana akhir-akhir ini cenderung memiliki grafik yang semakin hari semakin menurun.
Disamping Perpustakaan Umum, program lain yang sudah dicanangkan adalah pemberian beasiswa pada siswa berprestasi di tiungkat SMP dan SMU. Ini diharapkan menjadi pemacu semangat belajar. Satu lagi program yang sudah final akan dilaksanakan tahun depan adalah mengadakan Try Out UAS dan UMPTN. Demikian disampaikan ketua FIP, Swandy Sihotang.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan piagam yang diawali dengan doa dan kata sambuatan dari para undangan yang hadir.

Dalam sambutanya, camat mengucapkan banyak terimakasih karena program semacam ini baru pertama sekali mereka dengar dan mereka lihat. Diharapkan, FIP kedepa bisa tetap eksis dan lebih semangat untuk memajukan kampung halaman. Tak hanya buku pelajaran, buku buku penunjang kemajuan masyarakat dibidang usaha, pertanian, bisnis dll sangat diharapkan untuk membuka cakrawala masyarakat.

Masyarakat mengucapkan banyak terimakasih pada FIP yang memberikan sumbangan yang cukup berarti ini. Dan pada saat peresmian, perpustakaan ini dikunjungi beramai-ramai oleh anak-anak disekitarnya.

Iklan

9 thoughts on “Dukungan untuk Pakkat dimulai

  1. Hematov Purba berkata:

    Salut untuk FIP yang telah mengupayakan pengadaan buku-buku di perpustakaan di Pakkat. Mudah-mudahan gerakan ini segera diikuti gerakan serupa di daerah-daerah lain di Bonapasogit sebagai upaya pencerdasan masyarakat.

    Sukses untuk FIP

  2. G. Meha berkata:

    Bah, namborungku camat di Pakkat. Horas namboru, selamat taon baru 2009.

    Beta namboru, unang segan segan mendukung keberadaan ni perpustakaan Pakkat naung pinajongjong ni FIP i. Godangdo sihumisik di pemkab Humbahas namboru, alai ingkon na tapangido do asa dilehon i.

    Batu jurguk, horas hita saluhut.

  3. Sahat Nainggolan berkata:

    @ lae Meha, ai namboru muna do hape Ibu Camat i?.
    Nga boha disi lae?

    Bravo FIP…semangat dan maju!!

  4. Drs.Hepron M.Lbn Gaol berkata:

    Apa khabar tanah kelahiran Sitonong julu, Aekriman……semoga semakin maju masyarakat PAPATAR (Pakkat Parlilitan Tarabintang) salam buat Ito Camat N. Br. Marbun, asal Sihombu. GBU.

  5. Sangat mendukung keberadaan FIP mudah2an generasi penerus Pakkat dapat menikmatinya dengan baik dan terciptalah jati diri yg intelectual, namun menurut saya belum cukup hanya keberadaan FIP, tetapi yang paling penting lagi kita perhatikan adalah skil tenaga pengajar ( Guru ) Karena yang saya alami dulu waktu saya sekolah di Pakkat, bahwa kalau saya melihat guru waktu itu, adalah ibarat melihat seekor harimau lapar dihutan belantara ( sangat takut ) sehingga saya tidak berani menanyakan kepada guru apabila ada pelajaran yg belum saya mengerti atau masih kurang jelas, nah disinilah salah satunya yg saya maksudkan yg harus kita perbaiki, Nah kalau bisa, Apakah tidak lebih baik Apabila murid melihat gurunya sama seperti melihat orang tuanya sendiri! tentu lebih dekat dan lebih akrab dan terjalin keharmonisan, nah kalau sudah seperti itu saya rasa muridpun tidak ragu2 lagi menanyakan guru pada pelajaran yang belum dimengerti berarti muridpun pasti semakin pintarkan dan percaya diri, tetapi bukan ketakutan dan stres yang dialami seperti yg saya alami dulu waktu saya sekolah di salah satu sekolah perguruan Negeri di Pakkat pada tahun 1979. sehingga sampai sekang ini kalau saya cuti dan pulang kampung saya tidak suka melihat guru saya yang kasar dan suka memukul murid waktu itu, Nah kalau bisa ini harus segera dirobah untuk mencapai kesuksesan bagi putra putri Pakkat.

  6. wah baru lihat postingan ini, terima kasih untuk “tanobatak”, FIP sudah berjalan hampir tiga tahun, dengan perpustakaan gratis yang kami dirikan di Pakkat, FIP juga sudah melakukan try out untuk semua sekolah SMA di Pakkat (ada lima SMA), dan berjalan dengan baik.
    Sangat disayangkan, untuk saat ini kami harus menghentikan sementara kegiatan kami karena dukungan dari tim kami mulai berkurang banyak, ada saat-saat yang baik dan ada pula saat-saat menunggu. Mohon maaf untuk masyarakat Pakkat, kami harus menutup perpustakaan FIP untuk sementara, dan semoga kedepan bisa kita buka kembali, tentu saja kami butuh dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari para guru-guru sekolah di Pakkat untuk memanfaatkan perpustakaan tersebut, sasaran utama FIP dengan perpustakaannya adalah para guru untuk bisa menimba ilmu yang lebih banyak dari perpustakaan tersebut, karena banyak sekali buku-buku yang sangat bermutu dan tentu saja sangat berguna untuk para pengajar. ada sedikit kekecewaan dari saya pribadi ketika melihat daftar pengunjung di perpustakaan (ketika saya pulkam) ternyata tidak seorang gurupun pernah berkunjung kesana. Buku-buku yang kami kumpulkan, bahkan dari perpustakaan pribadi, sangat menjadi tidak efektif kalau tidak dibaca, dengan harga buku yang ratusan ribu harganya.
    Mungkin juga kami kurang sosialisasi kepada para guru-guru disana, menjadi pelajaran bagi kami kedepan.

    mohon maaf, dan semoga dalam waktu dekat perpustakaan FIP bisa aktif kembali demikian juga program-program FIP.

    salam dan horas
    swandy sihotang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s