POTENSI DI PINTUPOHAN MERANTI

Monang Naipospos

Anda mungkin tahu, PLTA Siguragura dan Tangga yang dibangun tahun 1978 ada di Toba Samosir. Namun anda jarang mendengar nama Kecamatannya saat ini Pintupohan Meranti, termasuk desa-desa disana, masyarakatnya dan penghidupannya. Umumnya orang Batak berpikir, berpendidikan tinggi dan keluar dari tanah batak. Ini juga berlaku bagi masyarakat Pintupohan Meranti. Di luar daerah mereka lebih besar mendapat peluang berkarir ketimbang di daerahnya yang memiliki perusahaan raksasa penghasil energi listrik.

PT Inalum dimiliki 12 perusahaan swasta Jepang yang bergabung bersama OECF-JAPAN dalam sebuah konsorsium Nippon Asahan Aluminium (NAA). Mulai beroperasi sejak tahun1982, dan pada tahun 2013 kedua sarana PLTA dan Peleburan Aluminium di Kuala Tanjung akan beralih sepenuhnya mejadi hak Indonesia. Apakah setelah beralih akan dapat dikelola dengan baik, itu kita lihat nanti. Tahun 2010 akan dilakukan evaluasi, persiapan peralihan kepemilikan itu. Berarti 1 tahun dari sekarang sudah harus menjadi wacana publik untuk dipersiapkan porsinya. Kabupaten Toba Samosir dan Kecamatan Pintupohan Meranti sudah mempersiapkan diri untuk itu? Mengandalkan Pemerintah Daerah sepertinya tidak (belum) memikirkan kekuatan bargaining share, cenderung membiarkan pemerintah pusat memberikan belas kasihan. Mungkin jauh beda dengan masyarakat di blok Cepu yang menuntut porsi yang lebih layak dari sumber minyak mereka.

Masyarakat Pintupohan Meranti hidupnya sederhana. Perkembangan penduduk lamban karena SDM potensialnya cenderung ke luar daerah. Pertanian tanaman pangan kurang mendukung. Mereka yang ada di Desa Meranti Timur yang berbatasan dengan Kabupaten Asahan ada yang bertanam sawit dan karet. Desa lainnya di Meranti banyak yang mengandalkan Nilam dan padi darat serta holtikultura. Banyak lahan potensial mereka tidak dapat ditanami sawit karena berada di jalur SUTET. Tidak ada ganti rugi bagi mereka.

Proyek ini dibangun pada jaman orde baru. Tidak ada hambatan yang tak dapat ditebas saat itu. Bila tidak dapat dibujuk, kekerasan militer pun jadi. Proyek Asahan digolongkan industri strategis Sampai saat ini kesan itu masih ada, di pintu awal dan akhir kawasan Inalum selalu berjaga pasukan berseragam angkatan militer.

Betapa ironis, ketika masyarakat dari 9 desa sekitar PLTA Inalum Paritohan mengeluh dan menuntut penerangan listrik dari Inalum yang menghasilkan listrik raksasa itu. Pimpinan Inalum tidak berkutik selain beralasan telah memohon kepada PLN Sibolga karena Inalum tidak dapat menjual listrik kepada masyarakat. Namun, masyarakat mungkin beranggapan semua itu “kekurang pedulian” Inalum, tak bisa jual, ya beri gratis, walau sebenarnya mereka tidak ingin gratis.

Pada ere reformasi, masyarakat mulai berani. Mereka awalnya mengkritisi dengan membentangkan spanduk diatas jalan yang bertuliskan mauas di toru ni sampuran kehausan dibawah air terjun. Ini merupakan ekspressi masyarakat yang menyatakan ketiadaan dampak yang lebih baik dari hadirnya pembangkit listrik itu.

Spanduk tidak ada respon, demonstrasi pun dilakukan.

Otorita ternyata masih memiliki kekuatan, kekuasaan kepada Inalum. Otorita tak ingin dibubarkan walaupun tidak memiliki akses secara mendasar kepada masyarakat. Terbukti saat salah seorang pejabat Otorita mengatakan kepada masyarakat yang unjuk rasa ke Inalum 15 tahun lalu (7/10/2003), bahwa mereka telah melakukan kegiatan sosial dan dukungan pembangunan di beberapa Kabupaten, justru memancing kemarahan masyarakat karena tidak merasakan itu ada. Tanah mereka yang digunakan oleh Inalum untuk membangun sarana fisik dan jaringan dituduh telah dirampok oleh Inalum karena sampai saat ini tidak ada ganti rugi. Mereka mencoba membenturkan masyarakat dengan legislatif karena membuat peraturan (daerah) yang mengkondisikan mereka tidak boleh memberikan ganti rugi.

Inalum membabat tanaman rakyat dikawasan jaringan transmisi demi keamanan sesuai peraturan perusahaan dan standrard kelistrikan. Namun bagi masyarakat yang merasa memiliki tanah, tindakan itu merupakan kekerasan atas hak-hak masyarakat.

Berbagai perusahaan besar yang berada dikawasan masyarakat kurang beradab pun sudah melakukan kegiatan community development secara terarah dan berkesinambungan. Inalum dan Otorita Asahan masih ketinggalan dalam hal ini, yang berada di kawasan masyarakat beradab, arif namun miskin.

Saat ini, potensi alam daerah ini sedang giatnya dilakukan ekploitasi energi. Asahan I dan III sedang dalam proses pembangunan. Masyarakat diam saja menunggu dan menyaksikan kekayaan alam mereka diembat tanpa pengaruh apa-apa kepada perekonomian mereka.

Potensi Wisata

Siapa pun yang melintas daerah ini pasti akan merasakan keindahan alam yang oroginal. Lembah dan gunung, berbagai lokasi ditemukan air terjun. Sungai Asahan yang melintasi daerah itu terkenal menjadi daerah olahraga arung jeram tingkat nasional.

Arung jeram

Para photographer belum meihat ini dengan sempurna. Banyak kita temukan photo kalender objek air terjun namun apa yang ditemukan di Pintupohan meranti tidak jauh beda. Bila kita memiliki rasa kecintaan potensi Indonesia, ini pasti lebih indah. Jalan berbelok di lereng gunung bagaikan ular membelit bukit sungguh menakjubkan.

Generasi

Generasi

Jembatan Tua

Jembatan Tua

Whitewater

Whitewater

Air jatuh

Air jatuh

Alami

Alami

Menyelip

Menyelip

Numpang lewat

Numpang lewat

Olah energi

Olah energi


AddThis Social Bookmark Button

DURIAN KUCARI, NILAM KUDAPAT

Iklan

23 thoughts on “POTENSI DI PINTUPOHAN MERANTI

  1. Besar memang potensi wisata dan perkebunan. Khusus untuk pariwisata jalan merupakan penghambat yang sangat mendasar karena dari Pulau Raja/Pulau Rakyat sangat banyak jalan yang tidak terawat yang tidak mungkin bisa dilewati kedaraan jenis sedan. Mudah2an hal ini sudah berobah sekarang ini dan mendapat perhatian dari pemda dan Inalum sebagai perusahaan besar di daerah tersebut. Jalan yg mulus dan lebar hanya di kompleks Inalum itu sendiri yg sangat kontras dengan jalan dan kehidpan masyarakat sekitarnya. Mudah2an para perantau dari Bona Pasogit yg sdh ‘bisa bersuara’ dapat menyuarakan ini baik dalam tingkat Propinsi maupun tingkat Nasional.

  2. wah,,,nice info…baru kali ini tau,,klo ada potensi yang seperti ini di daerah kita…

    Horas

    *** Benar kawan… tapi banyak yang tertinggal… ayo ikut mengembangkannya ya….

  3. Apa yang amang , gambarkan melalui tulisan ini makin menambah banyaknya yang tersiasiakan dari potensi yang ada di daerah bonapasogit kita.
    Cuma saya agak pesimis dengan Pemda kita yang dibonapasogit, boro-boro mereka mau melihat potensi ini mereka sudah sangat sibuk dengan hidup mereka sendiri.
    Setelah saya tinggal beberapa bulan diSumatera ini saya baru melihat betapa jauh pemerintah itu dari masyarakatnya , betapa jauh mereka diawangawang sibuk mengurus perutnya sendiri , tanpa merasa bahwa mereka pengurus rakyat ini.
    Saya berharap nanti apabila amang terpilih jadi salah satu anggota dewan semoga perhatian sama rakyat .
    Horas..

  4. ojanggut berkata:

    Seperti lagu “TAO TOBA NGALAM MAHIANG” disitu jelas dicetuskan tentang Inalum dan Indorayon,hayaaaaaaaaaa sampai sekarang adakah yang peduli ????????????sONGON NIDOK NIDEBA
    PANDE PANDELAH dalam mejalani kehidupan ini PANDE dang pola porluhian.

  5. Saya pernah ketemu dengan penduduk yang berasal dari daerah ini, mereka menggambarkan daerah ini indah sekali. Di buku Lance Castle juga ada disinggung tentang tempat ini. Suatu saat saya akan ke sini.

  6. Lihat sekilas foto2nya kayaknya sangat indah lokasi ini,
    pingin moto2 disini.
    Tolong petunjuk lebih detail tulang dari mana masuknya dan berapa jauh.
    Horas.

  7. lerma siagian berkata:

    Ternyata kampun6 koe thu indahhHhhhhhhhhhhhhh…………..ju6a ya………
    jdi pn6en plan6 niech koe………..

  8. Jerry R. Simangunsong berkata:

    terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Monang Naipospos yang telah mengespos Desa pintupohan
    saya dari putra pintu pohan
    _
    *** Mari kita berikan perhatian kepada kampung halaman kita lae. Mauliate.

  9. Chandra Marpaung, SE berkata:

    Setuju dengan publikasi yang Bapak buat..
    Saya juga putra asli desa Pintupohan dan putra dari salah satu penggagas ” Mauas di toru ni sampuran “..

  10. Jerry R. Simangunsong berkata:

    SELAMAT DAN SUKSES KEPADA BAPAK MONANG NAIPOSPOS ATAS PELANTIKAN ANGGOTA DPRD KAB. TOBASA PERIODE 2009-2014 DARI PARTAI PERJUANGAN INDONESIA BARU,

  11. KEPADA PARA PUTRA/PUTRI TERBAIK KEC. PINTU POHAN MERANTI MARI KITA BERGANDENGAN TANGAN UNTUK MEMBERIKAN MASUKAN DAN PEMIKIRAN DALAM KEMAJUAN KAMPUNG HALAMAN KITA. MAULIATE HORAAAAAAAAAAAASSSSSSSSSSSS

  12. mardianto berkata:

    mardianto
    saya dari kecamatan bandarpulau
    saya selalu bangga membawa tamu, kolega
    rekan, dan semua orang lain diluar daerah
    untuk ke sigura gura, pintu pohan

    kita berharap rekan, masyarakat dan pemuda
    di pintu pohan dan sigura gura dapat
    bekerjasama atas kebanggaan kita bersama
    amin.
    sukses.

  13. benarkah ada potensi sebersar itu? kadang kita memang lebih meliha potensi di luar kita dari pada apa yang dekat dengan kita… salam….

  14. H. NADAPDAP berkata:

    HORAS TOBASA… MOGA MAKIN JAYA DAN BERKEMBANG MENUJU TOBAMAS YAITU MENJADIKAN MASYARAKAT SEJAHTERA ,AMAN, NYAMAN,ADIL DAN MAKMUR DENGAN BERKAT DARI TUHAN YANG MAHA ESA…..DENGAN SEMBOYAN TAJOMNA DO RATTOSNA RIM NI TAHI DO GOGONA….
    MARILAH KITA SAMA SAMA BEKERJA DAN BEKERJA SAMA UNTUK MEMBANGUN TOBASA KE ARAH YANG LEBIH BAIK……HORAS

  15. JMARPAUNG berkata:

    kita sma bangga akan bangsa kita trutama desa kita pintu pohan
    maka marila kita marsada ni roha mmbngun PPm itu
    krn potensi yg ada dsan sngat banyak dan rncnany akan ada PLTA asahan 1,2 3,4 smpai 5.
    pemuda/i PPM jngn mw dbodohi oleh org2 yg gila dngn kekayaan semata.
    hanya ada 1 kata mari kt 1 mmbngun PPM.
    mauliate HORAS TOBASA HORAS PPM TERCINTA

  16. Donlis situmorang berkata:

    Kpd slruh masyarat kec PPM.Mari kta Dukung trus pembangunan kec PPM,agar menjdi kec terbaik dan termaju.di kab tobasa n klw bsa di indonesia. Horaaaasssssss……..!!!!!!

  17. Josep Panjaitan berkata:

    Kampung kita itu sungguh mempunyai potensi baik Pertanian maupun wisata, Namun Pemerintah Daerah kurang memperhatikan kampung kita itu sehingga perkembangan masyarakat dsana agak lamban. jalan yg dari Pos Inalum menuju Pulu Raja dari dulu gitu2 aja gak pernah dibangun.
    nga hera paridian ni horbo dalan i molo musim hujan….. kalau boleh media contohnya Metro TV di panggil untuk meliput itu supaya pemerintah memperhatikan itu.
    salam dari saya Putra Batumamak. Horas

  18. Sigura-gura yang alamnya sangat kaya di eksploitasi begitu saja oleh pihak INALUM.
    Mereka tidak memberikan kesejahteraan pada masyarakat sekitar. Corporate Social Responsibility tidak dijalankan perusahaan. Masyarakat sekitar pun tidak dipekerjakan sebagai karyawan di perusahaan itu. Hal itu sangat miris… yang bekerja disana hanyalah keluarga mereka secara turun temurun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s