SANG GURU, MARANDUS SIRAIT

Monang Naipospos

Suara hingar-bingar keluar dari kompleks Panti Karya Hephata setiap hari Rabu sore. Para Tuna Netra itu sedang mendapatkan bimbingan dari guru musik mereka dari Taman Eden 100.

Marandus Sirait pengelola Taman Eden 100 mulai melatih musik kepada para tunanetra di panti karya Hephata Laguboti sejak Juli 2003 selama 6 bulan. Dana operasional diperoleh dari Himpunan Pengusaha Migas Rayon Tapanuli. Hasil pembelajaran selama 6 bulan itu telah dapat menciptakan pemusik tuna netra dan menampilkan permainan mereka ke beberapa tempat dalam kegiatan gereja dan sekolah.

Pelatihan itu berhenti selama 5 tahun, alasan utamanya adalah ketiadaan dana. Melihat kemampuan mereka yang masih tanggung, Sebastian Hutabarat tergugah kembali untuk menghidupkan pelatihan musik ini. Sebastian yang juga anggota Himpunan Pengusaha Migas itu tidak lagi mengandalkan lembaganya untuk membantu kegiatan ini. Dia merogoh kantong sendiri mendukung transport Marandus dari Lumban Rang ke Hephata dan Marandus tidak menerima honor sebagai pelatih musik. Partisipasi Panti karya Hephata hanya sebatas jemputan dari Simpang Sirongit yang berjarak sekitar 3 km. Pelatihan ini berlanjut kembali sejak Januari 2009.

hephata_01

Apakah Panti Karya Hephata yang dikelola Gereja HKBP itu miskin dana hingga pelatihan kepada tunanetra itu harus mengharapkan sumbangan dari pengelola Taman Eden 100 ini?

Marandus Sirait meyakini bahwa gereja terbesar di Asia Tenggara ini cukup kaya dan memiliki dana yang banyak. Tapi mungkin untuk melatih musik kepada tuna netra ini tidak diprioritaskan. Sehingga dia yang berkorban waktu dan bantuan transport dari pihak lain.

Ada harapan Marandus dari jerih payah yang dikorbankannya kepada para tuna netra itu. Kelak mereka akan menghibur orang yang bisa melihat dengan mata. Talentanya harus dikembangkan hingga tidak menjadi pengemis, tapi harus bisa membantu orang lain. “Mereka harus menjadi pemusik yang menghibur”, tegasnya.

Apakah Marandus mendapat kesulitan mengajar orang buta?

Ini merupakan pengalaman baru bagi Marandus dalam hal membimbing calon pemusik. Marandus membuat catatan, tapi tidak bisa dibaca muridnya. Dia yang tidak ada pengalaman sebelumnya mengajar kepada orang buta, hingga lebih mengutamakan feeling para muridnya didukung sentuhan tangan. Untuk melatihkan permainan musik sebuah lagu, harus dibantu alat rekam. Mereka mendengarkan lagu itu beberapa kali, setelah terbiasa barulah dilatih. Diantara alat musik yang ada, keyboard yang paling sulit diajarkan.

hephata_02

Apa kesan Marandus saat melatih?

Marandus yang sempat menimba ilmu musik di Medan Musik ini cukup puas karena para pemain tu sudah dapat menguasai alat musik yang dipegang masing-masing. Kadang kala dia dengan serius memberikan petunjuk dengan tangan, tapi para pemain itu mengabaikannya. Ketika dia memberikan kode berhenti kepada seorang pemain dengan tangan, pemain itu jalan terus. “Oh … dia tidak melihat”, kenang Marandus.

Bookmark and Share

19 thoughts on “SANG GURU, MARANDUS SIRAIT

  1. Lae Marandus Sirait,
    Hanya mau tanya nih, kelihatan dari foto semua alat2 musiknya adalah yang mahal2, tidak merakyat, agak susah dibawa kemana2, dan susah dicapai oleh kantong mereka, apa tidak ada alternatif yang lebih terjangkau oleh kantong mereka?

  2. Mungkin Panti Karya Hepata ini adalah nomor sekian dari yang terpenting di Gereja terbesar di Asia Tenggara ini.
    Hai, anak-anak Panti Karya Hepata teruslah berkarya dan berusaha walaupun pas-pasan, biar dunia melihat bahwa kalian juga bisa.

  3. Oh….HKBP yg terbesar di Asia Tenggara, tapi bila kita lihat kenapa sektor pendidikan dan rumah sakit Katolik lebih maju? Kenapa HKBP tidak belajar dari sana? Apakah karena terlalu sibuk mengurus Sinode?.

  4. Bah … saya sempat agak terkecoh, soal nama Marandus Sirait ini…. soalnya saya ada tau seorang lagi namanya sama Marandus Sirait …. menurut yang saya dengar beliau ini termasuk orang kaya Batak yang ada di Jakarta, Beliau ini pernah mengadakan pagelaran konsert untuk Sumut…. disebuah hotel di jalan Sudirman Jakarta …. ternyata yang Lae tulis adalah orang yang berbeda….
    Salam hormat dan salut saya pada Bapak Marandus Sirait yang telah meluangkan waktunya membantu saudara saudara kita di Hepata …. semoga Tuhan Memberkati …….

  5. horas….
    salut buat Marandus Sirait…..
    HKPB memang kaya.terlebih yang di Kalimantan Timur..jemaatnya kaya-kaya dan gerejanya juga kaya KAS nya..kenapa ngak bisa bantu Hepata…
    tolong …………….

  6. Mambege barita songon Lae Marandus Sirait on, pintor lasma rohangku. Molo mardalani au muse tu Laguboti, ingkon do jumpangionhu ibana. Taringot HKBP, toema, dang tardok be manang aha, alai tong do iba satia anggotana.

  7. Lae marandus ceritakan harapannya kepadaku. Ingin dia mengajarkan alat musik tradisional kepada para tuna netra itu. Kelak mereka akan mampu memainkan dengan kolaborasi musik barat itu.

    Alat musik barat itu memang sumbangan para dermawan kepada Panti itu.

    Marandus mengharapkan Pemba memberikan bantuan peralatan musik tradisional itu, tapi saya bilang “jangan harapkan itu dari pemda”

    Bila ada memang para dermawan mau menyumbang alat itu maka harapan
    Marandus akan terkabul. Saya tidak bisa bantu… cuma mampu memberitakan. Ada diantara anda yang rela menjadi dermawan mengabulkan citacita lae Marandus?

    @ B. Parningotan
    Alat itu adalah bantuan para dermawan. Mereka tidak punya pilihan.

    @ Ninggor Pardede
    Memang berkat itu sudah saya lihat diantara keluarga besar Sirait ini. Saya mengikutinya mengharapkan imbasnya.

    @ Marihot Sirait.
    Salut buat keluarga lae semua yang mencintai lingkungan dan dan orang-orang terpinggir. Cita2 lae Marandus ini memang mulia patut didukung.

    @ Eston
    Bantu dong… sada hasapi sian i. hehehe…

    @ Mekkel
    Bagaimana caranya ya lae membnatu orang yang rela membantu…? hehehe…

    @ Tuani Sianipar
    Lae.. kurasa dari seorang jemat saja dari Kalimantan pasti bisa mengabulkan citacita lae marandus ini kan…?

    @ Suhunan Situmorang
    Sugari ro muse lae tu Laguboti, lao ma hita tu Hephata. Berengonta ma nasida main musik dengan bunyi hasapi dohot sulim, taganing dohot doal kolaborasi dengan musik barat i. Nunga dikonsep lae Marandus i sude. Dungi mambahen taor ma hita di taman Eden 100…

  8. Salut buat lae m.sirait……anggiat ma tu joloan on tarbukka rohani donatur ate……
    jala mudah2an ma di jaha akka pejabat ni HKBP i tulisan on.. as pittor tarbukka rohani halaki….
    alai amang olo donian ba bolo marmiggu iba kolekte di dok lao bantuan tu Hepata……
    sotung na sala do bapa tua mangkonsep tulisan on????
    sotung buti tarjenggot hita manalahon pengurus di HKBP i? hape hita do nasala mambege barita?
    tu lae sirait sukses ma ate??? aut Lulus au CPNS na bln 12 i di TOBASA boi ma nian Idaon secara langsung namasai< hape nunga diparjalangan on iba muse?
    horas….horas…horas..

    *** Hatorangan ni lae marandus do i, dang adong honorna sian Hephata. jala beliau pe dang berniat manalahon manang ise, alai mangarespon sikap dukungan sian lae Bastian Hutabarat. Dang adong gunana kedan masitudingan salah, alai berbuat ma, di holang-holang ni na so peduli asa dapot anugerah… I do kan ?

  9. unang pola marsisalahan hita ate,saddok mauliate godangma tadok tu amang m sirait, saidilehon TUHAN DEBATAMA hahipason tu keluarga ni nasida.asa anggiat labu ringgas amang si rait mangajar2i akka donganta i ate! Tu akka dongan na manjaho dison salam kenal ma sian au.horas ma dihita sude

  10. Lanjuthon abang kalimatmon, “Saya tidak bisa bantu… cuma mampu memberitakan. Ada diantara anda yang rela menjadi dermawan mengabulkan citacita lae Marandus?”
    Bisa transfer lwt rek blablabla, dang tarbaen sada hasapi abang nanggo apala tali na i nian.

  11. Syalom………….

    Puji GOD buat segala hal yang telah diberikannya kepada kiata semua anak-anaknya.
    dari SD saya sudah sering diajak oleh bapak saya ke Hephata, mungkin dulu saya belum mengerti banyak hal tentang segala sesuatu yang terjadi di PK Hephata, tetapi Thanks To GOD sekarang ketika aku mengeluh tentang hidup yang diberikan GOD, saya ingat Tuhan membuat kita begitu lemah dan kecil karena DIA ingin menunjukkan kebesaranNYA, mudah2 kita bisa bersama-sama membangun PK Hephata, because anak-anak Hephata adalah anak-anak yang penuh dengan pengharapan! SEmangat, Jelou

  12. syalom dan horas bang!!!masih ingat sama saya kan?…pujiTUHAN udah lama kita tidak berjumpa tapi saya dengar taman eden dan pelatihan Musik abang makin mantab terus…kapan ya bisa main kelumban rang lagi?…JBU

  13. mauliate ma tadok tu tuhanni alana adong dope roha holong di amang SIRAIT namangurupi dohot mangajari angka dongan partuna netra
    gogoi amang ma martangiang asa dilehon diamang kesabaran dohot gogo. holan tangiang ma na boi tarbahen hami mangurupi. horas ma dihita syalom!!!

  14. Syalooom………Horas,,,horas,,,,horas………
    Terima kasih buat pak marandus yang telah bersedia memberikan waktu dan ilmu yang berharganya untuk membina para saudara – saudara saya yang ada di HEPHATA. Semoga TUHAN melimpahkan berkah karunianya buat bapak,,semoga perjuangan dan semangat bapak ini dapat menjadi dorongan bagi saudara – saudara kita yang mampu untuk memproritaskan dan memberikan dukungan bantuan bagi panti asuhan HEPHATA Dan juga bagi bapak. Aagar dikemudian hari panti asuhan ini dapat lebih maju lagi dalam pelayanan dan memuliakn nama TUHAN kita YESUS KRISTUS. AMIN………
    Ayo pak marandus, maju terus pantang mundur….

  15. horas, selamat atas hari lingkungan tanggal 18 juni 2011. sayang sekali, saya lagi berada di belanda, jadi tidak dapat berpartisipasi,

    tk.
    rita ms
    akademi pariwisata medan

  16. luar biasa pak memang hepata, kemarin pas tanggal 9 april 2012 kami baru dari sana untuk study rohani , memeng sangat luarbiasa orang orang disana pak , apalagi yang main organ itu tuh , wwoooowww , sangat amazing . sampai sampai saya nge posting tentang hepata nih sekarang di blog saya , kalau sempat di baca yah pak , nih dia link nya, tinggal dibuka ajah http://jilkerf.blogspot.com/2012/04/retreat-sekolah-di-panti-karya-hepata.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s