KPPS TERTIDUR

Monang Naipospos

Lain lubuk lain ikannya. Pepatah ini mengingatkan adanya ragam permasalahan pemilu 2009 di berbagai tempat di tanah batak.

Sampai jam 12 tengah malam, Panitia Pemilihan Kecamatan Laguboti mulai tak sabar. Satu TPS belum melaporkan hasil pemungutan suara di tempatnya. Dihubungi melalui telepon genggam tidak ada yang menjawab. Akhirnya diputuskan melakukan penjemputan langsung ke tempat dengan dampingan aparat kepolisian Kecamatan.

Tiba di tempat yang dituju, semua kontingen kecamatan itu terkejut karena para anggota KPPS itu tertidur di meja diantara berkas hasil pemungutan suara yang berserakan. Pihak Polres dikontak untuk membantu mengatasi permasalahan yang janggal ini. Ada apa sebenarnya yang terjadi?

Usai pemungutan suara, perhitungan pun dulakukan. Setelah para saksi menyetujui hasil perhitungan, tinggallah para anggota KPPS itu yang akan melakukan reapitulasi hasil perhitungan yang merupakan tanggungjawab laporan ke Kecamatan.

Sebelum pemilu dilaksanakan, para anggota KPPS itu sudah lebih dulu melakukan kampanye agar diikutkan menjadi anggota panitia. Honor yang sudah diketahui jumlahnya itu cukup lumayan menurut tarif upah kerja sebagai buruh tani dan kuli bangunan. Siapa sangka pekerjaan sampai larut malam dengan formulir isian yang sangat banyak?

Salah seorang anggota tim mulai sibuk melakukan pengisian setiap lembar yang disediakan. Yang lainnya sibuk ngobrol dengan alasan istirahat dan nanti akan dilanjutkan. Orang yang tekun melakukan tugas itu melihat indikasi bahwa para temannya itu seperti membiarkannya kerja sendiri, akhirnya mulai unjuk rasa.

“Kenapa saya sendiri dibiarkan mengisi ini semua?” katanya sambil meninggalkan pekerjaan itu.

Ketua KPPS mulai menyadari apabila semua menghindar, pekerjaan ini akan menjadi persoalan. Berkas masih melimpah dan tidak mungkin dikerjakan oleh hanya dua orang saja. Untuk menenangkan situasi, diijinkan istirahat dulu sambil minum tuak penghindar angin malam.

Pengaruh tuak dan kelelahan selama satu hari kerja rupanya mendorong pikiran masing-masing ujung tombak pesta demokrasi ini untuk merelaksasi tubuh dengan tidur sebentar saja. Rupanya pengaruh tuak ini tidak memberi rekomendasi istirahat 15 menit. Lelah, lelap dan mendengkur… wooouuu… lupa segalanya.

Mereka kaget ketika ada bentakan keras membangunkan mereka. Disitu sudah berdiri berjajar aparat kepolisian mendampingi Panitia Kecamatan dan Panwas. Tanpa kompromi semua berkas digulung beserta petugas KPPS itu ke polres. Pagi esok harinya mereka dihukum melakukan rekapitulasi di kantor camat dengan pengawalan yang ekstra ketat.

Iklan

4 thoughts on “KPPS TERTIDUR

  1. Dita br Sitorus berkata:

    Selamat ma dihamu amang,
    ala hubege monang do hamu gabe anggota DPRD TOBASA, sai anggiatma ditumpahi Debata angka sangkap nauli nalao sipatupaon muan padenggan parguluonni marsayarakat TOBASA secara khususnya.

  2. nency lelayana s. berkata:

    Memang mengisi rekap pemilu saat ini sangat melelahkan dan membosankan….rumit dech

  3. Eihner Sianturi berkata:

    Dang na adong na Sabotase kan sotung do politik ni tim sukses ni sada-sada saleg iNuaeng?Lain Kali Unang pittor Cair attong Parsituak Natonggi i tu anggota ni KPPS, alani tuak takkasan i gabe sega annon sude paretongan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s