NGIDAM VERSUS PHOBIA

Jones Gultom

NGIDAM itu lawannya phobia. Yang satu tiba-tiba suka, satunya lagi serta-merta benci. Dua perilaku mendadak ini kadang suka bikin kita gemes. Ngidam biasa datang pas hamil. Mintanya suka aneh-aneh. Dikasih durian, kulitnya yang dimakan. Biasa enggak suka pedas, kini makan nasi pun pake cabe bulat-bulat, rawit pula. Ampun kita dibuatnya. Phobia lain lagi. Sering naik turun gunung, eh tahu-tahunya takut kecoak. Dikenal hobi ngebut-ngebut dan tak kenal takut, rupanya sama kodok aja kecut. Ada ratusan jenis phobia ini.

Ngomong-ngomong soal ngidam dan phobia, aku jadi ingat cerita kawan-kawan seperjuangan.

“Istriku aneh, kalau dah ngidam hidungku habis digigitinya. Mau marah dilarang dokter. Katanya enggak boleh buat istri kecewa apalagi kalau hamil, ntar susah melahirkan. Syukur-syukur anaknya normal. Apa boleh buatlah, daripada anakku lahir dengan satu lubang hidung, ya bantai ajalah situ,” katanya sambil menujukkan hidungnya yang cobel.

Yang lain turut berbagi pengalaman. “Kalau orang rumah beda, sukanya mainin jari. Masa’ telunjukku diplintir-plintir lalu dimasukkan-masukkan ke lubang kupingnya. Kalau tak dikasih ngambek katanya aku nggak sayang lagi. Sejak kapan ukuran sayang pakai lubang kuping!”

“Itu masih mending,” sambung yang lain. “Aku lebih parah, pas ngidam, keluar gila-gila istriku. Naik tensiku dibuatnya.” “Memangnya kenapa?” tanyaku. “Siapa yang tak gondok, tiap hari aku disuruh nyuci celana dalamnya. Satu ember pula itu?” “Kok banyak kali?” “Aku pun heran! Rupanya yang bersih pun dimasukkan. Malah pernah yang baru kucuci dah nongol lagi di ember!” “Hahahaa… nakal juga istrimu,” kataku.

Phobia justru kebalikan ngidam. Waktu ngikuti training hypnosis beberapa bulan lalu, ada peserta yang phobia ular. Pokoknya kalau lihat benda bulat melingkar takutnya setengah mati. Sang Trainer pun menguji kemampuan. Pertama si phobia diberikan ular karet. Sontak dia melompat dan lari terbirit-birit mohon ampun. Lalu si trainer mulai melakukan sugesti dengan menyisipkan scrif kepadanya. Kira-kira setengah jam prosesi itu dilakukan. Eh setelah itu, ketika diberikan mainan ular, si phobia malah bilang; “Ih… imut-imutnya, sambil mengelus-elus ular mainan itu kecentilan. Penyakit lama pun lenyap tapi muncul yang baru. Phobianya memang hilang, kini ia malah ngidam. Si phobia jadi maniak ular. Tak henti-henti diciumi kepala mainan ular itu. Dasar manusia. Lantas aku jadi berpikir, gimana ya kalau seandainya hal sama dilakukan pada orang yang maniak seks, untuk mengurangi kasus pemerkosaan misalnya. Wah repot juga kalau sesama kita phobia jenis kelamin. Atau kalau sebaliknya… hajablah kita.. ??

Iklan

5 thoughts on “NGIDAM VERSUS PHOBIA

  1. B.Parningotan berkata:

    Ngidam yang disebut Lae Jones Gultom sih masih normal2 saja. Waktu saya baru menikah saya bingung sekali, waktu istri sedang hamil dia selalu bilang saya kurang cinta sama dia, walau semua telah kuperbuat termasuk memindahkan atas kehendaknya kalau bisah dilakukan (kata orang Medan), Kemudian karena saya kurang cinta katanya ia minta bercerai dsb.
    Saya hampir gila saat itu, tapi waktu anak sudah lahir, kembali normal, barang kali gilanya telah dilahirkan ya….?, tapi anaknya baik2 saja!!!!!

  2. Rondang br Siallagan berkata:

    Kalau soal ngidam..saya tu tidak pernah meminta yang aneh2.Justru problem saya mulai anak pertama dan anak ketiga..mengalami muntah yang berkepanjangan ada kira 8 bulan. Satu hari bisa muntah 5 kali… Mencium bau masakan nasi ….Muntah,.. mencium bau masakan bawang…Muntah…..mencium bau mobil …muntah begitu juga bila mencium bensin (waktu mengisi bensin)…Karena tidak tahu kemana mau lari …akhirnya muntah di mobil…Ada berapa kali muntah di mobil…Suami mau marah …terpaksa ditahan…karena kondisi ku sering muntah di akhirnya terima…Lebih dahsyat lagi ketika pulang ke Indonesia/kampung untuk mengadati (1996) ..saat itu usia 3 bulan hamil…ada kira-kira 4 atau 5 kali muntah satu hari…setiap mau pergi…muntah…Untungnya waktu pesta mangadati …saya tidak muntah satu haripun…Coba bayangin….rasanya muntah setiap kemana pergi…Jadi setiap kehamilanku….ember harus tersedia di tiga tempat…1.di kamar dan 2. diruang tamu..3.di mobil. Belum lagi proses melahirkan yang mana setelah melahirkan tidak bisa jalan.(karena ada problem pelvic floor) untuk setiap melahirkan..Jadi setiap melahirkan saya di rumah sakit 7 hari…untuk latihan jalan…O..ya karena kondisiku yang sangat sensitive dengan bau bawang dan nasi..akhirnya rantangan…Itupun kadang setelah makanan masuk …mau keluar lagi. Nostalgia lah semuanya…
    Kalau ingat itu semua…

  3. Bernat sinaga berkata:

    LUAR BIASA, DAN LUAR-LUAR BIASA

    Ngidam-
    Saya jadi teringat tahun 1988,
    waktu itu ito saya(boru bapa uda) menjalani rawat inap di RSU P.Siantar. Suatu malam saya ikut jaga di RS menemani si Uda,
    waktu itu sekitar pukul 11 malam, kami berdua sedang asik ngobrol, tiba tiba ada pasien ibu hamil mau melahirkan masuk rawat inap di kamar sebelah.
    Beberapa saat kemudian setelah perawat meninggalkan pasien, suaminya keluar dan mendekat ke arah kami.

    Si uda menanyakan perihal kondisi si ibu, dan menurut penuturan suaminya, mereka baru tiba dari Tanah Jawa(Tanojawa), sudah tiga malam istrinya mengalami konstraksi, dua malam di rumah, tambah satu malam di puskesmas. Dan rencana selanjutnya besok hari mau di operasi.
    Selang beberapa lama kami ngobrol, tibatiba si Uda nanya si bapak itu,” Jangan-jangan istrimu ngidam?”sahut si uda.
    Lantas sibapak menjawab,” Ah..ngak ada itu, ini anak ke lima, biasanya ngak sampai susah begini.”

    Mungkin si bapak merenungi apa yang di tanyakan si Uda, kemudian dia menyahut, ” Dulu memang istri saya pernah bilang kepingin makan buah appel, tapi darimana dicari, dan juga boro boro makan appel, makan nasi saja susah.”

    Tiba tiba si Uda beranjak dari duduknya, menuju ruangan si ito, saya kira sekedar melihat si butet(borunya), ternyata si Uda langsung keluar lagi.
    Rupanya dia mengambil buah appel dari atas meja.(buahnya tinggal satu, itupun sudah bekas digigit si uda )
    Uda langsung mengajak si bapak itu” Ayo kita lihat dulu istrimu” ajak siuda, dan spontan di iakan si bapak tadi.
    Saya mengikuti mereka dari belakang mereka, setiba di samping ibu hamil itu, uda menyodor kan buah appel.
    Salah satu “Peristiwa luar biasa” yang pernah saya saksikan.
    Si ibu dengan senang menerima buah appel pemberian si Uda, tapi belum sempat makan appel itu, dia langsung mengalami kontraksi.
    Sinkatnya, malam itu juga siibu melahirkan dengan normal dan selamat.”LUAR BIASA”

    LUAR-LUAR BIASA
    Mengenai Phobia- saya tidak habis pikir, suatu hari saya menonton acara talk show disalah satu tv swasta, bintang tamunya penyanyi dari Toba, Eddy Silitonga.
    Acara hampir bubar karena Eddy histeris dan mau pingsan, hanya gagara presenter membawa “Nenas”ke hadapannya.
    LUAR-LUAR BIASA!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s