LOMBA KARYA TULIS TOBALOVER

Jurus Baru Penyelamatan Danau Toba

TOBALOVER, sebuah komunitas berbasis jejaring sosial Facebook, akan menyelenggarakan Lomba Karya Tulis (LKT) bagi pelajar SLTP dan SLTA di tujuh kabupaten seputar Danau Toba. Lomba berhadiah total Rp 25.000.000 ini, bertujuan menanamkan sejak dini kepedulian terhadap pelestarian Danau Toba dan lingkungan sekitarnya.

Bersamaan dengan penyelenggaraan lomba ini, TobaLover berencana mengadakan program pelatihan singkat bagi para penggiat dan relawan lingkungan di tujuh kabupaten tadi. Tujuannya untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan strategi mengedukasi masyarakat. Program ini akan diberikan oleh Yuyun Ismawati, penggiat lingkungan di Bali yang belum lama berselang mendapat penghargaan internasional Goldman Environmental Prize 2009 yang sering pula disebut sebagai Nobel Lingkungan.

Menurut Ketua Panitia LKT Tobalover, Robert Manurung, lomba bertema “Danau Toba Yang Kucinta” ini mencakup tujuh kabupaten yang bersinggungan langsung dengan Danau Toba, yaitu Simalungun, Tanah Karo, Tobasa, Tapanuli Utara, Samosir, Humbang Hasundutan, dan Dairi. Lomba ini berlangsung sejak 21 Agustus hingga 1 Oktober 2009. Pemenangnya akan diumumkan tanggal 22 Oktober, sedangkan penyerahan hadiah dilaksanakan pada perayaan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2009.

Menurut Robert, upaya penyelamatan Danau Toba tidak akan berhasil selama penduduk setempat hanya sebagai penonton atau pelengkap penderita seperti selama ini. Melalui penyelenggaraan lomba ini, ingin mendorong tumbuhnya kepedulian di kalangan remaja dan pemuda di tujuh kabupaten itu untuk melestarikan Danau Toba dan lingkungan sekitarnya.

Ditegaskannya, melalui lomba ini TobaLover ingin mendorong upaya penyelamatan Danau Toba menjadi bersifat bottom up. “Jurus baru” ini diyakini lebih layak diandalkan dan diharapkan dibanding pendekatan top down, yang sifatnya elitis dan sarat KKN seperti dianut selama ini.

Kenapa sebelumnya tidak pernah diadakan lomba semacam ini ? Karena sumber dana organisasi-organisasi penyelamatan Danau Toba adalah pihak-pihak yang secara langsung maupun tidak langsung ikut merusak danau itu dan lingkungan di sekitarnya. Robert mengatakan penyelenggaraan LKT ini, mengutamakan donasi dari mastyarakat, khususnya para pecinta Danau Toba yang berkecimpung didunia maya.

Dalam lomba ini, peserta diminta memaparkan peranan nyata yang dapat mereka lakukan, guna mengatasi tiga masalah besar`yang menyebabkan krisis lingkungan di Danau Toba dan sekitarnya. Ketiga masalah besar itu adalah penggundulan hutan yang mengakibatkan kian menipisnya daerah tangkapan air, kebiasaan penduduk membuang sampah ke danau, dan pencemaran air danau oleh limbah pakan ikan (pelet) dari kerambah apung yang kian menjamur di sana.

Dewan Juri lomba ini, terdiri dari para wartawan, penulis, dan blogger kawakan. Ketua Dewan Juri adalah penulis novel Sordam, Suhunan Situmorang; yang didukung oleh wartawan sekaligus blogger kawakan Toga Nainggolan sebagai Sekretaris Dewan Juri.

KETENTUAN LOMBA

Iklan

11 thoughts on “LOMBA KARYA TULIS TOBALOVER

  1. Horas Katua…! beha do khabar… semoga semakin gagah.
    Ide yang sangat baik sekali, sayang sekali saya nggak jadi pulang kampung setelah dari Hong Kong, semoga suatu saat saya bisa bersama teman teman sesama Toba Lovers…
    Salam dari Valencia – Spanyol.

  2. Semoga dan semoga generasi muda TOBA semakin mencintai ALAM khususnya pelestarian DANAU TOBA.

    Saotik songon usulan uda, ada bagusnya para perantau dan para oerang yang peduli dengan danau toba juga memberikan PELATIHAN dan TRAINING, pada semua LAPISAN MASYARAKAT disana tentang PERLUNYA
    1. Masalah kebersihan
    2. Tatakrama bersopan santun dengan turis, sehingga turis merasa betah
    3. khusus pada semua pemilik penginapan, banyak TEMAN dan kerabat SAYA yang kecewa dengan pelayanan masyarakat disana
    4. Bila perlu bentuk organisasi – RELAWAN yang bekerja hanya untuk memperbaiki tatalayanan masyarakat disana tentang semua hal termasuk hal diatas.
    5. Aparat keamanan juga dibentuk menjadi POLISI TURIS, nggak hanya POLISI TOBA, yang setiap saat bisa diminta tolong.
    6. akka na asing muse.

    Ai marisuang do sai ta usulhon akka na denggan, padahal kita alami sendiri, kalau jalan-jalan disana nggak terlalu nyaman.

    NB : Andigan Pelantikan tahe uda, dohot do au di undang mangallang dekke simangundurundur i??….

  3. tanobatak berkata:

    @ hendry
    Usul anda ini cukup bagus dan sudah tertuang dalam program kerja Tona Toba Nature yang dikemudikan sdr Olan Hutabarat dkk.
    Pelantikan? Ambalnai. Kapan ada waktumu aja datang 🙂

  4. goklas sinurat berkata:

    semoga dengan adanya lomba karya tulis ini, masyarakat semakin cinta tano batak, dan akan melahirkan penulis2 pemula yang nantinya bisa sebagai generasi penerus Orang batak yang akhir2 ini udah mulai punah…..
    semoga sukses….

  5. Karya_Adi berkata:

    Seperti kita tahu, Danau Toba salah satu lokasi wisata di Sumut yang penuh sensasi dan menyimpan segala keunikan. Kalau bukan kita yang memelihara siapa lagi kawan. Mari tumbuhkan rasa memiliki dengan tidak mengotorinya dari sisi manapun. Salah satu menumbuhkan rasa saling memiliki diantaranya dengan penyelenggaraan lomba karya tulis, agar minat generasi muda semakin terpupuk untuk menjadi “penjaga” alam dan budayanya. Bravo Toba Like.

  6. Sahat Pane berkata:

    Apakah pengumuman lomba karyatulis tidak jadi ? padahal dulu dikatakan tanggal 22 Oktober 2009 tetapi sampai hari ini belum juga diumumkan. Trims untuk panitia

  7. @Sahat Pane
    @basri

    Terima kasih untuk apresiasi dan dukungannnya buat
    LKT TobaLover. Mohon maaf tanggapan kami lambat sekali.

    Untuk memberi kesempatan kepada lebih banyak peserta, Lomba Karya Tulis TobaLover–yang sedianya berakhir 28 Oktober 2009, telah diperpanjang waktunya hingga akhir 30 November 2009. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 15 Desember 2009, sementara penyerahan hadiah akan dilaksanakan 21 Desember 2009 di Balige, Tobasa.

    Keputusan memperpanjang masa pelaksanaan lomba diputuskan pertengahan Oktober lalu, setelah Dewan Juri di Medan yang diketuai Toga Nainggolan melaporkan bahwa naskah yang masuk hanya 17 karangan. Jumlah itu jelas terlalu sedikit, karena hadiah yang disediakan panitia adalah untuk 20 pemenang. Selain itu daerah asal para peserta lomba juga belum mencakup Tapanuli Utara, Simalungun, Samosir, dan Tanah Karo.

    Sesuai dengan tujuan kita mengadakan lomba ini, yaitu mendorong tumbuhnya kepedulian para remaja dan pemuda terhadap krisis lingkungan di Danau Toba dan sekitarnya, maka kita putuskan memperpanjang pelaksanaan LKT TobaLover.

    Rendahnya jumlah karya yang masuk adalah lantaran kurangnya promosi dari pihak panitia. Kita memang mengalami kesulitan untuk mempromosikan lomba ini sampai tingkat sekolah. Problem utamanya adalah karena kita sendiri belum solid, dan sulit sekali mendapatkan relawan di daerah-daerah di seputar Danau Toba.

    Terima kasih.
    Horas

    Ketua Panitia LKT TobaLover.
    Robert Manurung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s