STOP PERAMBAHAN HUTAN KEMENYAN DI HUMBANG HASUNDUTAN

Benget Silitonga

HENTIKAN KRIMINALISASI TERHADAP RAKYAT

Praktik Kriminalisassi Kepolisian Ressort Humbang Hasundutan (Humbahas) terhadap rakyat (Petani Kemenyan) di Pandumaan dan Sipituhuta yang sedang berkonflik dengan PT. Toba Pulp Lestari (TPL) tampaknya masih akan terus berlangsung. Menurut informasi yang kami terima, 7 (tujuh) orang petani kemenyan yang memperjuangkan haknya kembali dijadikan sebagai tersangka baru, sesuai dengan surat Polres Humbahas tgl 28 Agustus 2009. Mereka adalah Jibbo Sihite, 45 tahun, Anto Nainggolan, 25 tahun, Ama Ritta Sitanggang, 40, Jabonar Munthe,40, Jahot Situmorang, 40 tahun, Urupan Sinambela, 50 tahun, dan Tipak Nainggolan 25 tahun. Sebelumnya, tanggal 15 Juli 2009 Polres Humbahas juga telah mengkriminalisasi dan menangkap 4 orang petani kemenyan, dan 3 orang lagi dijadikan tersangka pada satu minggu berikutnya. Dengan demikian sampai dengan release ini dibuat, jumlah petani kemenyan yang dikriminalisasi oleh Polres Humbahas sebanyak 14 orang. Sementara tindakan hukum terhadap pihak PT. TPL yang nyata-nyata telah merambah hutan kemenyan milik rakyat, hingga hari ini tidak ada.

Perkembangan situasi ini tentu saja memprihatinkan, sebab dalam pertemun gelar kasus tanggal 27 Agustus 2009 yang lalu di kantor BAKUMSU, yang dihadiri petani kemenyan, KAPOLDASU, KAPOLRES Humbahas, Komisioner KOMNAS HAM, dan pihak PT. TPL, semua pihak sepakat mendorong agar penyelesaian konflik ini dilakukan dengan mengedepankan dialog, bukan pendekatan represif yang mengatasnamakan hukum secara sepihak. Hal tersebut didasari oleh kenyataan bahwa rakyat petani kemenyan yang memperjungkan haknya memiliki argumentasi yang kuat berdasarkan pada Hukum Adat yang telah ada sebelum negara eksis.

Mencermati perkembangan tersebut, kami ingin menyampaikan sikap;

  1. Mendesak KAPOLDASU segera memerintahkan Polres Humbahas menghentikan semua praktik kriminalisasi terhadap petani kemenyan di Humbahas. Bagi kami, praktik kriminalisasi kepolisian terhadap petani kemenyan yang memperjuangkan kelestarian hutan kemenyan, merupakan bentuk penegakan hukum kaca mata kuda yang mengingkari nilai, sistem, dan hak-hak masyarakat lokal. Mengingat fungsi dan tugas dan fungsi kepolisian adalah sebagai pengayom dan pelayan masyarakat, dalam menangani konflik dan sengketa ini kepolisian seharusnya mengedepankan dialog dengan mendengar masukan dan infromasi dari semua pihak, khususnya dari masyarakat korban. Namun dalam kenyataannya kepolisian terkesan telah mereduksi jati dirinya, karena lebih cenderung berperan sebagai penjaga dan pelindung PT.TPL daripada pelindung rakyat dan pelindung kelestarian hutan di bumi Tapanuli.
  2. Meminta KAPOLRI, Komisi Kepolisian Nasional, dan KOMNAS HAM RI untuk mengusut dan memeriksa kinerja Kepolisian Sumut dan Polres Humbahas yang menurut kami telah melakukan pelanggaran serius terhadap hak sipil politik petani kemenyan di Humbang Hasundutan.
  3. Mendesk PT. TPL mengehentikan semua praktik perambahan hutan kemenyan dan hutan milik rakyat di bumi Tapanuli. Masih berlangsungnya praktik perambahan hutan oleh PT. TPL, walau didasarkan pada argumen legal, selain melanggar nilai dan hak masyarakat lokal serta merusak ekologi Tapanuli, juga membuktikakan bahwa paradigma baru yang mereka sebutkan masih sebatas pepesan kosong.
  4. Mendesak semua pihak untuk mengedepankan dialog dalam mencari bentuk penyelesian konflik antara rakyat petani kemenyan di Humbahas dengan PT. TPL. (rel)

Medan, 31 Agustus 2009 – Benget Silitonga – Sekretaris Eksekutif BAKUMSU

Iklan

15 thoughts on “STOP PERAMBAHAN HUTAN KEMENYAN DI HUMBANG HASUNDUTAN

  1. B.Parningotan berkata:

    Wah,…… ternyata permasalahan di negri kita Indonesia ini sudah begitu parah, sementara rakyat di berbagai desa di Indonesia berjuang demi kelangsungan hidup sedang penguasa/pengusaha/penguasa yang merangkap pengusaha berlomba-lomba mengumpul kekayaan sebanyak mungkin kalau bisa untuk bekal hingga tujuh keturunan tanpa memperdulikan pengrusakan lingkungan dan habisnya sumber2 daya alam.
    Kalau saya perbandingkan perkembangan kota jakarta dan kota Melbourne di Australia, maka kota Jakarta jauh lebih kaya dan megah, dengan kata lain kota Melbourne yang konon kabarnya kota no 4 paling sejahtera di Dunia tidak masuk hitungan.
    Tentu saja ini bisa terjadi karena untuk membangun kota Jakarta hingga seperti ini adalah dengan mengumpulkan segala sumberdaya yang ada di Indonesia yang seharusnya dipakai untuk mencukupi kehidupan mereka sampai keturunan ketujuh.
    Tentu saja para pejabat di Indonesia tidak perduli akan nasib rakyat jelata dan anak cucu mereka.
    Ironis sekali.

  2. satri lumban gaol berkata:

    Kalau Ibu Negara (Ny Ani Yudoyono) dari jakarta (melalui baliho dan sejenisnya) menggalakkan penanaman sejuta pohon, ditano batak (daerah sekitar Toba Pulp Lestari) khususnya kabupaten humbang hasundutan dan samosir sekitarnya sepertinya malah sebaliknya, negara ini akan sejahtera jika semua pihak saling mendukung pada yang baik dan sebaliknya akan menanti kemurkaan alam, pihak yang berwenang khususnya pemkab yang menangani masalah hutan hendaknya memperhatikan kepentingan rakyat, tidak semata-mata berpihak pada pengusaha (toba Pulp Lestari), dan kendaraan pengangkut kayu balok dari sentra produsi nampaknya melanggar UU No 14 Tahun 1992 tentang lalulintas dan angkutan jalan raya, tetapi Pak polisi seharusnya melakukan upaya hukum terhadap pelanggar peraturan sehingga pengguna jalan yag lain tidak terkena dampak negatif kegiatan (seperti kerusakan jalan). kita tunggu tindakan pak polisi….

  3. jeffar Lumban Gaol berkata:

    Sebagai BUPATI HUMBAHAS Maddin SIHOMBING, tak berpihak pada Rakyatnya sendiri. Dia hanya kaki tangan pemilik modal/ penguasa saja. Tak berpihak pada sejarah ekonomi rakyat batak melalui bona ni HAMINJON. Aku pun heran melihat truk-truk pengangkut kayu hutan alam itu, melintas di depan jidatnya? Polres, bupati, dandim dan camat Pollung.
    hanya kepala desa Sipitu Huta dan Pandumaan yang menjadi bagian dari aksi tolak penyerobotan hutan Haminjon/ dan alam oleh TPL itu. Bukan Bupati atau DPRD-Humbahas yang membela mereka..Lalu siapa yang harus bertanggung jawab?

  4. Pontas Eddy Simanjuntak berkata:

    Bah….Bah…Bah sayang nai ate….untung do naung hea hubereng jala hujama bona ni Haminjon, sekitar tahun 1987 an di Sait Ni Huta +/- 12 kilometer sian Doloksanggul

  5. Timbul P Hutapea berkata:

    Mari kita lestarikan kembali pembudayaan kemenyan, sejak zaman dahulu kalai mayoritas masyrakat Tapanuli hidup dari hasil perkebunan Kemenyan. Kemajuan pendidikan masyarakat Tapanuli didukung oleh Kemenyan.

    Mengapa dan kenapa sekarang sebagian pihak mungkin yang tidak penah merasakan hasil kemenyan, sehinga tanpa memperlulikan kelangsungan hidup dengan sengaja merambah hutan kepentingan pihak tertentu.

    Himbauan kepada pemerintah daerah untuk memberikan ruang dan tempat untuk pelestarian budi daya kemenyan di Tapoanuli yang satu-satunya tempat dimana kemenyaan dapat dikembangkan dengan baik.

    Seharusnya perusahaan yang mempergunakan kayu sebai bahan baku industri memerikan biaya pelestarian alam dan reklamsi hutan agar prodksi mereka bisa berjalan dengan baik dengan menanam pohon yang cepat tumbuh dan besar seperti Aksia, Lamtorogung, sona dan pohon2 sejenis nya sehingga tidak merabah kemenyan yang harus menunggu 10 tahun subaya bisa dipanen. Sebagimana dilakukan suatu perusahaan di Kalimantan Timur bahwa meneka menanm kembali pohon2 yang cepat tumbuh untuk diolah menjadi bahan baku industrinya

    Pengaruh bukuk akan ditimbulkan oleh perambhan hutan, bahwa selama ini di Tapanuli Airnya sangat baik bisa langsung diminum di pancuran, keberadaan air tersebut adalah di dukung oleh hutan yang dlesarikan, sehingga bila perambahan huta berjalan terus akan mengakibatkan kekeringan yang akhirnya kehidupan akan hilang dari muka bumi Tapanuli.

    Jangan lupakan O Tano Batak Nauli, keindahannya terletak pada geografis dan alam yang senantiasa mengijau.

    Semoga dapat mengetuk hati kita semua

    Syaloom

  6. martin manalu berkata:

    permasalahan yang terajadi di kab.Humbahas itu semua bukan salah dari pemerintah.Kita selaku putra-putri daerah hanya jangan mengkritiki karena orang yang selalu memberikan kritik pasti dapat memberikan solusi atau mencari jalan keluar kalau kita memang selaku putra-putri daerah.
    jadi kepada teman-teman yang berada di tanah perantauan agar mau membantu pemerintah dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di Humbahas.
    jadi kepad teman-teman mari kita membangun tanah kelahiran kita menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya.

  7. Antoni l gaol berkata:

    TPL harus dihentikan di wilayah haminjon di humbang hasundutan. Kita harus rapatkan barisan melawan siapapun yang menyerobot sumber hidup masyarakat sebab pemkab belum ada dipihak kita. Pejabat pemkab hanya sibuk mengurus dirinya sendiri. MASYARAKAT PANDUMAAN MAJU TERUS PANTANG MUNDUR.

  8. Binege barita Kab. Tobasa pe adong do rencana pahabis hau na adong di sekitar Tobasa (hira-hira 1,2 T rupiah nina hasilna). Nampuna HPH ( PT Global Securitas ?) sian Jakarta. Manat hita boo, sotung gabe terjadi longsor alani “penggundulan”. Horas pardalan-dalan, horas nang na di huta.

  9. first colin L.Gaol(Sanggasana) berkata:

    Belum hadir TPL,kami keturunan opung kami bisa SEKOLAH,dan jadi PEGAWAI NEGRI,jaadi HENTIKAN perambahn kebun kemenyan HI BAPAK BUPATI!
    KAMI TIDAK MAU MEMILIH DIRIMU LAGI,KARNA BAPAK BERDIAM DIRI,SUMBER KEHIDUPAN RAKYATMU TELAH BAPAK BIARKAN MAU DIRAMBAH PT.TPL,KHUSUHNYA kebun kemenyan kami.

  10. jujur saja amangboru, mungkin itu pohon haminjon liar yg ditemukan didalam hutan yg sdh sah jadi konsesi TPL YANG DIKLAIM. sebagai milik pribadi. jujur saja kapan amangboru tanam haminjon ditedmpat yg sulit hutan rimba itu, kapan dan siapa saksi dan diatas tanah siapa? SEKALI LAGI JUJURLAH!

  11. bahaya juga nih kalau hutan haminjon di jarah demi keuntungan TPL…di kaut untung triliunan di tinggalkan bencana dan derita untuk penduduk yg berada di sekitar daerah perhutanan..emang TPL ini ada hak apa..di situ..dan hasilnya milik TPL n penduduk berputih mata dan akhirnya berputih tulang…mengapa diam aja pak bupati….apa kamu udah di sogok????cukup utk menghidupi 7 turunan…sampai2 semua ini dibiarin masa bodo..rakyat memilihmu..tapi kamu khianat…

  12. dalam kurun waktu 40 thn lgi tanah di humbang has yg ditanami eukaliptus akan mnjadi gurun yg gersang seperti di etopia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s