Pantai Ajibata Kini

Pantai Ajibata sungguh indah pada awalnya. Seiring dengan perkembangan jaman, kepentingan ekonomi menjadi pendorong yang akhirnya mengabadikan keindahan ini.

Jala apung bertebaran di teluk yang indah ini. Sampah berserak dan eceng gondok menumpuk. Limbah pencucian ikan. Hilang ruang untuk melakukan sepeda air dan boat-cross pesisir pantai. Kebebasan bagi penikmat Danau Toba yang ingin bebas berseliweran di permukaan air menjadi terganggu.

Gambaran ini merupakan kondisi awal di setiap sudut Danau Toba yang potensial diolah menjadi lahan industri perikanan dan pertambangan batu.

Gerakan demi gerakan secara sporadis muncul memberikan kepedulian kepada tanah batak yang didalamnya ada Danau Toba yang indah. Seiring dengan itu penguasa dan pengusaha bercengkerama melakukan tindak eksploitasi Danau dan tepiannya tanpa menghiraukan seruan orang-orang yang mencintai lingkungan Danau Toba.

Iklan

9 thoughts on “Pantai Ajibata Kini

  1. Idris J.Situmorang berkata:

    Omong kosong Pesta Danau Toba jika danau toba aja tidak diperhatikan seperti yang di daerah ajibata ini…
    Ngapain kita berpesta Yang meriah dan spektakuler tiap tahunnya sementara danau yang kita pestakan tidak kita rawat…
    Maccam mananya Pemerintah ini…? mohonlah lebih diperhatikan kelsetarian keindahan danau ini untuk kedepannya…

    tidak ketinggalan juga Kita sebagai masyarakat yang tinggal di daerah sekitar danau toba mestinya kita harus turut serta memperhatikannya, memberi sumbangsih akan kelestarian danau toba kita ini.
    Tak ketinggalan dengan kalangan Pejabat pemerintahan serta anggota DPRD setempat…
    mari kita bergandengan tangan menjaga kelestarian danau toba…

  2. jeffar Lumban Gaol berkata:

    Pendidikan di sekolah-sekolah di tanah Batak khususnya daerah yang bersinggungan langsung dengan Danau Toba belum menyentuh betapa pentingnya melestarikan lingkungan hidup. Faktor ekonomi rakyat di sana juga turut mencemari danau itu, sehingga tak memperdulikan lagi masalah kebersihan. Yang penting, bagi para pengusaha keramba itu dapat penghasilan demi mempertahankan hidup dan keluarga. Padahal, kalau kita pikirkan usaha itu hanya untuk sementara saja dan untuk masa yang akan datang kita aka berhadapan dengan masalah yang lebih besar lagi yaitu menyelamatkan Danau Toba. Siapa yang mesti kita salahkan?. Memang karakter orang Batak saat ini sudah jauh berbeda dengan nenek moyang kita dulu, dimana cinta pada alam semesta menjadi bagian dari kultur dan budaya Batak.
    Mungkin sebaiknya dimulai dari sekolah saja, sebab sepuluh tahun kemudian merekalah yang aka menjaga dan merawat danau Toba. Sebab jika kita mengharapkan perubahan pada orang-orang tua dan pemerintah daerah tentu mereka sangat sulit untuk sampai pada pemahaman cinta lingkungan hidup sama dengan ibadah. Paling-paling mereka akan kembali pada pola pikir
    “Aha haroa? ise haroa na magatur portibi on?,” begitu lah umumnya pandangan orang tua dan pejabat yang berkuasa di sana sekarang. Jadi butuh waktu lama jika hendak melestarikan danau tersebut. Bagaimana kiat kita mengajarkan penduduk, terutama yang bermukim di pinggir pantai danau agar mengurangi penggunaan plastik dan tidak membuangnya ke danau.

  3. Tigor Sirait berkata:

    Penjagaan alam danau toba tnggung jawab kita semua,masyarakat ,pengusaha pemerintah.Tidak perlu saling menyalahkan.Msyarakat kurang menghargai karena tidak menyadari atau karena perut lapar.perlu uang tanpa sadar telah mengeksploitasi danau toba secara membabibuta.tanpa menghiraukan aturan main.Pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa kerena menyangkut makan.Bahkan yg lebih memprihatinkan orang yg mengeksploitasi danau adalah orang yg pernah menyusun perda di negri ini.kenapa investor boleh rakyat lokal tidak.menjadi buah simalakama.Sekarang kembalai pada tingkat ekonomi masyarakat dulu munkin .baru mereka bisa menghargai alam pemberian “Mulajadi Na Bolon ini “memang menyedihkan tapi kita bisa berbuat apa.hanya berteriak lewat tulisan mereka tak pernah melihat tulisan kita ini.

  4. HUMALA SIMANJUNTAK berkata:

    perlu komunikasi yg luas, kita kurang komunikasi satu sama lain cilakanya masiboan binotonado molo berbeda pendapat ndang dipadohot be ibana songoni do godang Halak hita termasuk kaum intelektualna baen majolo lae komunikasi naluas asa tahatai pembangunen ni Tao Toba i.pimpinan non formal angka natuatua angka Bupati angka Pengusaha angka Rohaniawan Generasimuda LSM asa masiantusan ,porlu ni Tao Tobai indang hinata ai 5taon do ahu mamimpin tuahai pingkirangku ninna nasida jadi holan proyek instan nama dipingkiri ima taringot tusi Horas ma

  5. yuliati sipahutar berkata:

    Lingkungan Danau Toba adalah tanggung jawab kita semua. Yang dilihat bukan hanya sekitar danau tobanya saja, tp kita harus lihat sekitarnya. Hutan-hutan disekitarnya hancur karena di eksploitasi besar-besaran sehingga menurunkan permukaan air danau Toba (Siapa yang meng-eksploitasi????)
    PARIWISATA, PERIKANAN DAN PERTANIAN HARUS SALING MELENGKAPI. KARAMBA JARING APUNG (KJA) BUKANLAH SUMBER PENCEMARAN, makanan berlebih dan busuk akan habis oleh rantai makanan yang dibutuhkan oleh mahluk hidup dilingkungan tersebut. KARAMBA JARING APUNG SEHARUSNYA DITINGKATKAN MENJADI RESTORAN MENGAPUNG, sehingga akan menjadi nilai tambah pariwisata dan perikanan, juga terbukanya lapangan pekerjaan, mulai dari darat sampai ke restoran mengapung.

    Pemda harus memberikan penyuluhan dan regulasi mengenai sampah.Masyarakat harus tahu antara sampah organik yang mudah hancur/busukdan sampah an organik seperti plastik yang tidak akan pernah hancur bahkan semakin bertumpuk dan membuat pencemaran. Pemda harus melarang pemakaian plastik untuk membungkus oleh-oleh, jeruk atau apa saja, dan sebagai gantinya dipakai tempat yang dari daun /bambu seperti slipi seperti salak dari Padangsidempuan.

    Untuk memajukan pariwisata perlu dirubah perilaku masyarakat yang kasar dan tidak mau memberikan senyum, dan marah-marah bila jualan yang ditawarkannya tidak dibeli.
    Seperti yang saya alami, parkir dijalan setelah pintu masuk danau toba. ibu-ibu dan tukang parkirnya dengan muka cemberutnya menyuruh pergi mobil-mobil yang parkir disitu, karenat idak segera membeli jeruk atau jualan mereka. Mereka tidak berani mengusir mobil saya karena platnya hijau.

    Masyarakat penjual oleh-olah juga harus dibekali sikap ramah, cepat dan cekatan dalam mengemas oleh-oleh. Saya membeli 3 dus kacang tanah (martabe?), diberikan begitu saja tanpa di lakban apalagi di ikat bagus, padahal saya sudah bilang “tolong dikemas bagus karena akan dibawa jauh”
    Di Sibolga jauh lebih maju mengenai pengemasan oleh-olehnya. Salah satu contohnya adalah Usaha ikan kering IDOLA, Jl Sisingamangaraja, Sibolga. Tanpa di minta, mereka akan mengemas ikan kering tsb dengan baik dan siap dibawa dengan pesawat. Melihat hal ini dan secara tidak langsung saya telah mempromosikan Siboga kepada siapa saja yang saya kenal, hanya karena kepuasan pengemasan oleh-olehnya

    Mari kita bangun pariwisata Danau Toba ini dari semua sudut pandang, sehingga layak untuk dijual.
    Horas!!

  6. aha do naboi sibahenon laho padengganthon danau toba naung gabe sega alani godang ni pencemaran nadi bahen angka jolma naso bertanggung jawab. holan mambuat hasilna do hinca alai molo paiashon dang adong naolo. hape molo di paias inon gabe bagak do idaon jala uli nibereng. hinsa ma hita jala talehon ma rohanta laho paiashan asa lamgodang halak ro laho mamereng haulionni danau toba inon.

  7. chris manurung berkata:

    cuma satu hal yg membuat danau toba terbengkalai…

    hampir semua orang batak TIDAK KOMPAK.

  8. henry berkata:

    ORANG BATAK DI TOBA BODOH-BODOH ALIAS TERLALU PINTAR-PINTAR DAN TIDAK PERNAH KOREKSI DIRI, KHUSUSNYA PEMDA SETEMPAT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s