FACEBOOKERS UNTUK SESAMA DI TANAH BATAK

Limantina Sihaloho (Pematang Siantar)

APA YANG DAPAT KITA LAKUKAN UNTUK SESAMA DI TANAH BATAK?
(SEBUAH USULAN)

Kamis, 12 November 2009, saya membaca status Pak Monang Naipospos yang dipostingkannya di dinding fesbuknya sehari sebelumnya. Isinya: “Seorang ibu meneteskan airmata tadi pagi dirumahku. Anaknya dioperasi di P.Baru butuh tebusan 12 jt Uangnya kurang 10 juta. Dia memahami alasanku tdk memberi pinjaman karena tau anakku juga baru opname dan tiap 20 hari kontrol. Tak kuasa melihat airmatanya akhirnya kujamini pinjamannya kpd sahabatku. Kulihat rahasia Tuhan yg pertemukan org dlm derita yg sama Semoga anak2 kami sgr pulih spt sediakala.”

Selama seminggu ini, saya dan Pak Monang mendiskusikan apa yang mungkin dapat kita lakukan untuk mendukung sesama kita yang memerlukan dukungan. Begitu membaca postingan Pak Monang di dindingnya itu, segera saya menyampaikan ide bagaimana kalau para facebookers khususnya asal Tanah Batak membentuk kelompok atau klub atau apalah yang relevan untuk menolong ornag-orang seperti seorang ibu yang pagi itu datang ke rumah Pak Monang.

Dalam pikiran saya setelah membaca postingan Pak Monang di atas seperti ini: Wah, kalaulah ada seratusan para facebooker Tanah Batak (baik yang tinggal di rantau maupun yang berada di Tanah Batak) mengumpulkan Rp. 1.000.000 satu orang sudah ada dana Rp. 100.000.000,- Dana sejumlah ini akan sangat membantu bagi orang-orang yang sangat membutuhkan terutama ketika mereka terdesak karena keadaan seperti yang dialami oleh ibu yang datang ke rumah Pak Monang.

PARA PEREMPUAN BATAK; TULANG PUNGGUNG KELUARGA

Saya melewatkan sebagian masa kecil dan remaja saya di Parbaba, Samosir. Dalam pengamatan saya, para perempuan Batak adalah para pekerja keras yang bahkan, kalau kita mau jujur, bekerja lebih banyak daripada kaum laki-laki apalagi kalau kita bicara di konteks pedesaan. Mayoritas orang-orang Batak tinggal di wilayah pedesaan, sehari-hari bekerja sebagai petani.

Sebagian wilayah pedesaan di mana orang-orang Batak tinggal tidaklah subur. Yang dulu subur sekarang belum tentu subur lagi. Sejak tahun 1970-an, pemerintah menggalakkan program revolusi hijau; petani secara massal mempergunakan pestisida dan pupuk kimia yang lama kelamaan justru merusak tanah. Kondisi banyak tanah pertanian sekarang ini memprihatinkan. Tanpa modal yang relatif besar, petani sulit bertani; sulit mencukupi kebutuhan dasar mereka apalagi menyekolahkan anak-anak yang biayanya semakin mahal.
Kondisi perekonomian yang semakin sulit berakibat buruk terutama bagi anak-anak dan perempuan.

Dalam pengamatan saya sejak kecil, kalau keluarga sedang dalam keadaan susah dan terjepit seperti yang dialami oleh ibu yang datang ke rumah Pak Monang Naipospos tanggal 11 November 2009 itu, sang ibulah yang pergi dari rumah ke rumah, kepada keluarga atau tetangga meminjam uang.

Kehadiran seorang ibu yang memerlukan uang ke rumah Pak Monang Naipospos pagi itu adalah fenomena gunung es. Di pedesaan kita bahkan juga di kota, ada banyak keluarga yang memerlukan dukungan sehingga roda perekonomian mereka bisa berputar, asap di dapur mengepul, anak-anak bisa sekolah, yang sakit bisa mendapatkan pengobatan.

Secara umum, ya jujur sajalah kita, uang akan jauh lebih bermanfaat di tangan perempuan (ibu) daripada laki-laki (bapak). Perempuanlah yang paling berperan mempersiapkan dan mengolah makanan di rumah untuk keluarga; perempuan pula yang lebih bertanggung jawab mengurus segala sesuatunya di dalam rumah. Semua urusan ini memerlukan uang.

Kalau kita mendukung perempuan dengan memberikan pinjaman uang kepada mereka untuk meningkatkan pendapatan mereka itu berarti kita mendukung seluruh anggota keluarganya sekaligus. Kalau kita memberikan uang kepada laki-laki belum tentu hasilnya berguna bagi seluruh anggota keluarga. Ini terbukti dari hasil penelitian seorang peraih nobel perdamaian tahun 2006, Muhammad Yunus.

CARA KITA MENDUKUNG PARA PEREMPUAN BATAK

Banyak cara mendukung (support) sesama, dalam hal ini para perempuan Batak terutama para ibu rumah tangga seperti yang datang ke rumah Pak Monang Naipospos pagi 11 November 2009 itu.
Kita bisa membentuk sebuah organisasi yang sesuai dengan konteks zaman ini dengan bantuan teknologi informasi yang semakin memudahkan kita untuk saling menghubungkan diri termasuk untuk saling mengawasi. Teknologi informasi ini adalah sebuah kekuatan di mana setiap orang yang mampu mengaksesnya mempunyai kapasitas untuk berperan serta membentuk kualitas kehidupan masyarakatnya. Kita dapat menciptakan situasi menjadi lebih baik; semakin banyak yang berperan aktif semakin mungkin kebaikan tercipta.

Kalau kita bisa mengumpulkan uang seratus juta rupiah (jumlah ini tidak mutlak tentu saja), maka kita dapat melakukan antara lain:
1. Meminjamkan uang kepada keluarga seperti yang datang ke rumah Pak Monang dalam cerita di atas.
2. Meminjamkan uang kepada para penenun ulos (hiou) untuk memelihara keberlangsungan salah satu hasil karya penting dari Sumut ini.
3. Masih banyak keluarga-keluarga miskin di Tanah Batak. Apa yang bisa kita lakukan untuk mereka?
Gereja dan lembaga-lembaga sosial yang ada selama ini tentu sudah berbuat tetapi menurut saya masih jauh dari mencukupi. Sekarang Credit Union berkembang; itu sebuah pertanda bagus yang mudah-mudahan kualitasnya juga bagus.

Kita masih memerlukan lebih banyak sinergi dan dengan dukungan perkembangan teknologi informasi yang semakin bagus, ada lebih banyak pilihan yang dapat kita lakukan.
Kelompok ataupun individu yang peduli pada pengembangan perekonomian, pariwisata, budaya, pendidikan dan pertanian di khususnya Sumatra Utara dapat bersinergi lebih baik saat ini dan ke masa mendatang. Semua bidang ini saling terkait.

Kita bisa memilih bidang mana yang paling perlu kita dukung yang pengaruhnya lebih luas bagi kepentingan banyak orang dalam jangka panjang.

Menurut saya, salah satu bidang penting bagi kita adalah mendukung para perempuan Batak penenun ulos (hiou) karena bidang ini secara langsung berkaitan dengan perekonomian, pariwisata, seni-budaya/agama dan juga regenerasi pendidikan (memelihara seni menenun ulos/hiou). Ini salah satu jenis keterampilan manusia Batak yang sangat berharga; telah ada sebelum institusi pendidikan hadir di zaman kolonial. Mustahil bagi kita membiarkan ketrampilan berharga ini punah dalam diri manusia Batak.

Silahkan saudara-saudari facebookers dan pembaca sekalian mempertajam pemikiran awal dan usulan ini.

www.alibaba.com

Iklan

13 thoughts on “FACEBOOKERS UNTUK SESAMA DI TANAH BATAK

  1. membaca opini diatas htku bergtr, trngt akan kjdan yg prnh mengalami penderitaan yg sama. aq bs mrskn apa yg dirasakan si IBU trsbt, ingin rasanya membantu si IBU yg ada dlm opini diatas. tp apalah daya mkn blm skrg.. secara pribadi aq mendukung program diatas. moga apa yg dialami ibu tsbt cpt teselesaikan dan anaknya cpt smbh..

  2. B.Parningotan berkata:

    Horas,
    Saya sangat setuju dalam hal tersebut dan juga bersedia menjadi donor tetap sekemampuan saya, tolong lebih diperinci rencana dan metoda penyalurannya.

  3. ND Hutabarat berkata:

    TAMABAHAN
    Batak Bikin Credit Union Ala M Junus Bangledsh ::

    1. Metdoe Kerja M Junus:
    1.1.Kepiawiannya, ia ekonom; DR, pernah Rektor Universitas
    1.2.Sudah ampun realisasi idenya
    1.2.1 banyak alumninya jadi petinggi Triaspolitika
    1.2.2.Semua kelibat Arus Kapitalisneolib (kolonialisme nekolim)
    1.3. maka ia tanggalkan jabatannya, turun langsung bikin model.

    2. Hai Lamentina, peneliti demofgrafika kulturologika :
    2.1.Bagaimana bisa di Batak kontemporer lebih dari M Junus ?
    2.2.Utopis Ideal tentu bisa
    2.3.Namun Rencana Berjangka, Adakan Generasipenerus Nilai Tambah

    3. Sudi orientasi konsiderasi konfirmasi konvergensi jabarkan.

    4. NDH, Turut Pencerah Generasipenerus !

  4. jeffar Lumban Gaol berkata:

    Bank Perkreditan Rakyat, khusus untuk ibu-ibu seperti yang di usulkan Lae ND Hutabarat, juga menarik. Namun harus ada sistem kontrol yang ketat, transparan, bukan untuk kepentingan pribadi tapi untuk kepentingan nasabah atau anggota koperasi atau apalah namanya. Yang penting untuk kemajuan bersama di Tanah Batak. Model yang digagas oleh M Junus tentu bisa dijadikan acuan kerja. U/ ito Limantina Sihaloho selamat memulai kerja yang luhur ini, kami mendukung.

  5. Saudara sesama Batak,

    Saya pernah sampaikan ide di milist Batak_Gaul untuk hal yang seperti ini dengan nominal yang lebih kecil namun mencakup banyak orang karena saya pribadi masih berat untuk nominal yang disampaikan Ito Limantina Sihaloho karena itu 1/3 dari gaji bulanan saya.

    Ide saya setiap orang batak menyisihkan Rp 1.000,- /bulan kalau bisa menjangkau 1.000 orang batak berarti akan terkumpul Rp 1.000.000,-/bulan terlalu kecil memang, tapi rasanya orang batak yang cukup aktif di dunia maya ini paling tidak ada 1.000.000 orang, berarti akan terkumpul Rp 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah)/bulan pasti akan ada yang bisa dilakukan dalam bentuk nyata untuk pemberdayaan di Tano Batak.

    Di rumah kami ada 5 orang, berarti saya bertanggung jawab untuk menyetorkan Rp 5.000,-/bulan atau Rp 60.000,-/tahun sekarang tinggal menggerakkan siapa yang bersedia menyediakan waktu dan tenaganya untuk merealisasikannya.

    Horas,
    Henry D.P Sianipar

  6. B.Parningotan berkata:

    ada masalah yang harus dipecahkan terutama untuk mendapatkan dana/sumbangan dari luar negeri, sebagai contoh bila saya mengirim uang ke Indonesia melalui bank, biayanya adalah 30 $ Australia atau sama dengan kurang lebih 250.000,- . biaya ini sama tidak bergantung atas besar uang yang dikirim. nah untuk penyubang2 kontinue umumnya akan mengirim dana tak terlalu besar tapi menerus. nah, kalau biaya transfer sebesar itu wah bisa sebesar atau lebih besar dari sumbangan itu sendiri. jadi harus dipikirkan jalan keluarnya.
    Horas.

  7. ND Hutabarat berkata:

    LANJUTAN
    KUASAI KEWIRAUSAHAAN:

    DIMENSI I : KP KAUSAPRIMA
    DIMENSI II : KE KAUSAEFISIENSI
    DIMENSI III : KF KAUSAFINALIS

    PROYEK PRAXIS:

    TENUN ULOS BATAK : MODEL TENUN TARUTUNG / TOBA / SAMOSIR
    PENGRAJIN BATAK : MODEL PRAPAT TUKTUK + SIATASBARITA
    TANAMAN SAYUR MAYUR : BANTUAN KEBUN SAYUR CINA
    TERNAK BABI AYAM : USHA KERJASAMA NORDSTRAND
    TEBAT IKAN : PROYEK HTBARAT SIRPNG 4 TARUTUNG /PT ARJUNA
    TERNAK GEA/CACING TANAH : MODEL DR IR AGRAR Y SAMOSIR
    DLL

    ORGANISATOR:

    PERLU TEMUKAN MODEL PAKAR JADI PIONIR MULAI PROYEK
    YANG DAPAT DIPERCAYAKAN UANG BISA BERUNTUNG. DALAM KERJA
    MEREKA BEBERAPA TENAGA MUDA DILATIH LEARNING BY DOING.

    JAMINAN ORGANISATOR ADA, PENYUMBANG BERANI MENGINVESTASIKAN UANGNYA ANTARA 10 RB – 1 JT RP DST.
    (UANG DARI PENDUKUNG ADALAH SEBAGAI INVESTIOR INVESTASI BUKAN DISEDEKAHKAN, MISAL UNTUK JANGKA KETENTUANNYA SEBAGAI TIDAK BERBUNGA, YANG NORMAL BUNGA TAPI KECIL ATAU NORMAL.

    HORAS DARI NDH

  8. B.Parningotan berkata:

    Ibu Limatina,
    Saya mau tahu bagaimana kelanjutan rencana untuk piembuatan FACEBOOKERS UNTUK SESAMA DI TANAH BATAK tersebut
    Horas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s