BENCANA DI SABULAN

Monang Naipospos

Selama 20 tahun terakhir, saya hanya mendengar bencana banjir bandang di negeri orang, dan daerah yang lebih dekat Mandailing Natal. Bencana banjir bandang dalam bulan ini runtut terjadi di Kalimantan, di Pagaralam, di Bojonegoro, di Malang  dan tersentak juga terjadi di tanah Batak, persisnya di Sabulan Kabupaten Samosir (Kamis, 29 April 2010).

Belum juga berakhir tuntutan masyarakat Desa Sianipar atas bencana yang terjadi ti tanah dan perkampungan mereka Bulu Silape 23 tahun lalu menyusul kembali kejadian pilu di tanah Batak.

Satu musuh bersama dituding penyebab bencana ini adalah pabrik pulp yang berdiri di Sosor Ladang Porsea. Semasih bernama PT Inti Indorayon Utama, produk bencananya adalah bukit Tampean yang longsor akibat pekerjaan jalan di lereng bukit terjal tersebut. Setelah berganti nama menjadi PT Toba Pulp Lestari dengan mendayukan selogan “pradigma baru” perusakan lingkungan tak kunjung berubah. kayu yang menjadi mangsa pabrik bubur kertas ini telah merambah kawasan hutan alam yang ada di sekitar Danau Toba. Dan perbuatan ini dianggap penyebab banjir bandang di tepian Danau Toba, Desa Sabulan Kabupaten Samosir Sumatera Utara.

Aktivis Peduli Tanah Batak Robert Manurung mengatakan untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Bangso Batak yang telah bermukim di Tapanuli selama ribuan tahun, banjir bandang disertai longsor telah terjadi di Samosir. Salah seorang korban yang meninggal dunia adalah gadis remaja, sisiwi SMP kelas 3, yaitu Marsaulina br Situmorang. Terjadinya banjir bandang "bersejarah" ini adalah karena PT Toba Pulp Lestari dan para pembalak yang lain telah membabat huitan di daerah Tele, sehingga daerah tangkapan air menyusut, tak ada lagi akar pepohonan untuk menyimpan air. Maka kalau hujan turun semua air di permukaan tanah langsung mengalir ke arah Danau dan menghanyutkan apa saja yang merintanginya.

Aktivis Kelompok Studi Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) Suryati Simanjuntak memberitakan,  Kamis, 29 April 2010 sekitar pukul.20.00.Wib, turun hujan dengan lebat. Hujan deras sekitar 2 jam itu tiba-tiba menimbulkan banjir karena longsor yang berasal dari atas bukit hutan blok Sitonggi-tonggi dan menimpa dua perkampungan penduduk yang berada di bawah pebukitan yakni: desa Sabulan dan Buntu Mauli, kecamatan Sitio-tio, kabupaten Samosir.

Batu-batu besar, tanah/lumpur, dan gelondongan-gelondongan kayu jatuh dari atas bukit, menimpa rumah-rumah yang dihuni penduduk, sementara limpahan air yang berasal dari hulu (bukit) tidak lagi tertampung sungai-sungai yang berada di desa tersebut, sehingga air sungai menimbulkan banjir dan menghantam rumah penduduk.

Hingga Sabtu 1 Mei 2010 korban belum ditemukan 4 orang yakni ibu yang bernama Lidia br Tamba, bersama 3 anak-anaknya yakni: SAMUEL ALDO SITUMORANG, PEGANG HASUDUNGAN SITUMORANG, MARINTAN LUMADA SITUMORANG. Sementara 1 orang putrinya yakni MARSAULINA br SITUMORANG (kelas 3 SMP) ditemukan sudah meninggal dunia. Dan dua orang anaknya yang lain ditemukan selamat yakni: Anda Situmorang dan Tua Situmorang. Desa Buntu Nauli, 6 unit rumah rusak parah, 6 orang luka-luka yakni: Saud Sinaga, Nai Saur br Sinaga, Ama Resta Sinaga, Ama Ester Sinaga, Ama Dama Sinaga, Sarael Sinaga.

KSPPM12a  KSPPM1a KSPPM2a KSPPM3a KSPPM4a KSPPM5a KSPPM6a  KSPPM8a KSPPM9a KSPPM10a KSPPM11aKSPPM7a

Dalam Catatan KSPPM ;

Sejak April 2008, PT. TPL, Tbk menggunduli Hutan Lindung Register 41 Hutagalung Blok Sitonggi-tonggi. Dalam tempo ±3 tahun, berkisar ¾ dari luasan Hutan Lindung Register 41 Hutagalung Blok Sitonggi-tonggi atau sekitar 26.752 Ha sudah habis digunduli oleh PT.Toba Pulp Lestari. Hutan Lindung Register 41 ini berada di perbukitan dan sekitar 10 km di bawahnya tersebar pemukiman penduduk khususnya di 3 kecamatan lumbung pangan Samosir yaitu Kecamatan Sitio-tio, Harian dan Sianjur Mulamula.

Selama ini masyarakat sudah sangat khawatir dan resah akan adanya bahaya longsor, banjir bandang dan kekeringan. Dan hal ini sudah beberapa kali mereka sampaikan ke pemkab dengan tuntutan agar menghentikan penebangan dan melakukan penyelamatan Hutan Lindung Register 41 Hutagalung Blok Sitonggi-tonggi ini.

Selain itu, semenjak PT.TPL, Tbk tersebut melakukan aktifitas penggundulan hutan tersebut maka banyak bermunculan kongsi-kongsi PT.TPL, Tbk yakni dengan bertambahnya pabrik sawmill di sekitar Hutagalung yang membeli kayu log, dari PT.TPL, Tbk.

Sungai-sungai sudah pernah meluap di Desa Sabulan pada tahun 2005, dimana saat itu Sungai Bulak dan Sitio-tio meluap dan menghancurkan rumah dan pertanian penduduk. Sedangkan pada saat kemarau masyarakat mengalami kekeringan berkepanjangan.

Iklan

9 thoughts on “BENCANA DI SABULAN

  1. Lamhot Sitorus berkata:

    penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah ulah dari TPL, mereka harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
    stop penggudulan hutan diseluruh tanah batak. dan bertanggung jawab untuk mere-boisasi hutan2 yang telah di tebangi..
    horas bangso batak

  2. Riama Tiodora Haloho berkata:

    Ya Tuhan,,,
    Kenapa yah mala orang – orang pintar yang merusak kelestarian alam ini yang indah ini.
    Sungguh terlalau egoisnya sampai – sampai tidak memikirkan nasib warga setempat.
    Jangan sampai terjadi yang id Sidoarjo loh tuan nami.

  3. Dwi Legowo berkata:

    ikut prihatin lae, tapi apa mau dikata, uang yang pegang segalanya….. para anggota dewan yang “terhormat’-pun juga akan diam sekiranya di asongi amplop berisi giro, travel cek dsb. selama bukan rumah/kediaman para pejabat yang kena musibah tadi pasti dibilang bencana alam, bukan bencana akibat perusakan hutan…. ya…. begitulah endonesia…..

  4. rodinson berkata:

    kalau kita mencari apa penyebab terjadinya bencana pemerintah dengan segala ahlinya pasti tahu tapi mungkin hati dan otak tidak sejalan ,maka penyebabnya menjadi samar.

  5. maridup berkata:

    Memang jadi pertanyaan besar mengapa bencana di bonapasogit tidak menjadi berita musibah nasional? Ayo kita renungkan bersama..

  6. Natal P. Sitanggang berkata:

    Bagaimana kalau di bulan Desember nanti, kita tanami sebagian dari bukit yang kritis itu. Kita minta hak paten kepada pemerintah daerah bahwa itu bukan untuk diberi HPH bagi siapa pun?????. Bila terjadi pelanggaran kelak, sama-sama kita melawan. Au di jolo mangalo.
    Ueeee hamu angka donganku….Tapasada ma rohanta. Ta pature mai. Patungan ma hita mamboan bibit bibit ni hau. Tasuan ma di Tele olat na boi tarbaen hita. Ise hamu na hamu na olo, kordinasi ma hita. Par Sirait-Nainggolan do au.

  7. aruan sosor berkata:

    to akka lapisan masyarakat toba n samosir tarlumobi tu akka pomparan batak asa marsipature rohana be ma .dang tar baen denggan bona ni pasogit tai mlo rohatta be pe dang boi ta pauba

    tu pejabat pemerinatah se tempat’parroahon saotik rakyat muna i….’saotik pe i alai mansai bolon do udut ni muse.unang lalap mangalului sihumisik na sudai di tikki mambuat harajaon hamu di huta na sun denggan i……..
    mauliate ma di hita sa sude na.HOARS….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s