PENGOLAHAN KOMPOS CAIR DAN PADAT ALA SH INSTITUTE

Parlin Pakpahan

Pengolahan Kompos Cair dan Padat ala SH Institute yang dimotori Sofian Simanjuntak telah membagikan kompos cuma-cuma kepada petani yg memerlukannya. Workshop SH Institute juga siap memberikan pelayanan lainnya seperti bibit penghijauan (Sengon, Sampinur, Gaharu dll), termasuk bagaimana cara berbudidaya tanaman yg baik dan cocok dengan kondisi bonapasogit.

Sofian Simanjuntak Pengelola SH Institute menjelaskan, dalam 1 bulan, 3 tanki processor di Workshop SH Institute yg dilengkapi mesin pemasok oksigen itu mampu menghasilkan 4500 liter kompos cair dan simultan. Ruang produksi (fermentasi) kompos padat yg sementara ini ada mampu menghasilkan 5 ton kompos padat dalam satu bulan.

“Sejauh ini kami telah membagikan kompos itu cuma-cuma kepada petani yg memerlukannya. Juga Workshop SH Institute siap memberikan pelayanan lainnya seperti bibit penghijauan (Sengon, Sampinur, Gaharu dll), termasuk bagaimana cara berbudidaya tanaman yg baik dan cocok dengan kondisi bonapasogit”, demikian Sofian.

Apakah pemerintah setempat dan lembaga bonafide yg ada di sini seperti HKBP dan TB Silalahi Centre misalnya membantu kepeloporan yg fantastis ini? Really nggak ada samasekali. “Kami tak perlu itu. Kami hanya perlu kegotongroyongan masyarakat itu sendiri dan kesadaran para perantau yg mau berinisiatif untuk berbuat seperti ini tanpa banyak teori dan proposal segala macam”, sahut Sofian ringkas. Sofian Simanjuntak adalah salah satu pionir temuan terbaru saya, di samping temuan lainnya yakni para Homang dan Babiat Pemda setano batak yg bertengger di kursi kekuasaannya masing-masing degan cara, kata orang Sunda, Hardolin (Dahar, Modol, Ulin).

 

Komposisi Produksi.

80% bahan2 organik dan 20% Bakteri Starter, Terasi dan Gula Merah. Bahan2 organik tersebut antara lain rajangan rerumputan yg mudah terurai, Eceng Gondok, termasuk sayur2an, tumbuh2an lainnya yg berdaun lunak, kotoran ayam potong yg telah kering, Bekatul (Dedak), Tepung Jagung atau Tapioka dan sebangsanya, sisa-sisa ternak potong, hewan (apa saja), ikan darat maupun laut yg telah menjadi limbah rumahtangga dan limbah rumah2makan, buah2an busuk yg cukup tinggi glukosanya seperti Jeruk, Jambu Air, Mangga, Durian, Rambutan, Belimbing, Pisang, Dukuh, Manggis, Alpukat dll.

Untuk Kompos Padat. Bahan-bahan organik yg telah dirajang halus dengan mesin perajang kemudian dimasukkan ke ruang fermentasi dan selanjutnya disiram cairan yg terbuat dari adonan Terasi, Gula Merah dan Bacteri Starter. Bahan2 yg sudah tercampur ini diaduk dengan sekop agar semua bahan tanpa kecuali dapat tercampur sempurna. Kompos Cair pun sama komposisinya seperti Kompos Padat. Bahan-bahan yg telah selesai diproses kemudian dituangkan ke tangki processor berkapasitas 550 liter.

Nah bagi mau sharing, tunggu apalagi. Silakan kontak SH Institute dgn alamat Jln. DI Panjaitan No. 145 Tarutung, Telp/Fax 0633-7325190; email sh_institute@yahoo.com. Jangan lupa alamat Workshop Jln. Guru Mangaloksa Km 1 Tarutung City, Tapanuli Utara.

 

JANGAN PELIT KAYAK RENTENIR KAWAN. KELUARKANLAH DUIT ITU DARI BANTAL TIDUR DEMI & UTK AGRO MANDIRI BONAPASOGIT. MARI BELAJAR DARI PIONIR TANO BATAK, SOFIAN SIMANJUNTAK.

kompos

Photos Setting : Sofian Simanjuntak Pengelola SH Institute (berdiri di samping tanki processor kompos cair berwarna orange) tampak sedang serius mengawasi petugas yg sedang menuangkan Bakteri Biostar EM4 ke wadah pengadon kompos padat maupun cair ala SH Institute.
Photos captured by (Parlin Pakpahan) on August 03, 2010.

 

Tautan :

KENANGAN DI TARUTUNG

GITAR SIPOHOLON

Iklan

2 thoughts on “PENGOLAHAN KOMPOS CAIR DAN PADAT ALA SH INSTITUTE

  1. ND HUTABARAT berkata:

    NDH
    8 8 2010
    PMBANGUNAN ASM AKURATIP SYMBIOSE MUTUALIS
    KOMENTAR KONVERGENSI

    1. Apa mangapa bagimanamesti Pioniran SH Institute Tarutung Taput ini, Produk Konfos untuk Pembangunan Setempat. Teknologi Padatkarya itu perlu dijabarkan Sektoral Regional Secepatnya, dalam Hulum Harmoni PRT Populasi Risorsi Teknologi, TBB Repat Baik Benar.
    2. Usahakan Langkah Pendahulu dan Bersinambung, jangan menimbulkan Konflik justeru mulai dengan Model Rendah Hati, siaga dynamis programmir, transformatip, transparansi, hidup ramah lingkungan.
    3. Dirigir Konsep Visi Missi dalam PRT Populasi Risorsi Teknologi pada dari semua sama nilai komponental konvergentip.
    4. Gerakan Konfos ini secara ITSS Ilmiah Teknologi Sekular Sakral telah dilakukan Batak secara Lokal dari Nasional mulai awal 1900-an, Model di Hutabarat, supaya dirisersi Program Kerja Realia dari LSPW Lembaga Swadaya Pembangunan Wilayah di Hutabarat Tarutung. Saya Trip Eropa ke NKRI meninjau Proyel ini dll Program Pionir LSPW a.l. di Sumut ditangani Tenaga Kontrak Sarjana Sukarela, banyak Batak, baik dari pusat baik yang disebarkan di Sumut terutama di Tapanuli / Taput.
    5. Dari Pengalamabn 100-an Yayasan LSM setelah September 1969 Rapat Pimpinan mendaulat Respek DR TB Simatupang dalam ucapannya “Aku Masih Berutang”. Usaha perhatian Pembangunan Daerah BNP Batak telah saya perhatikan risersi dari Gerakan DR GM Panggabean, antaranya usahanya nenyelenggarakan Akomodasi untuk Para Bobot a.l. hadirnya 16 Juni 1986 di Universitas Sisingamangaraja XII di Medan memberi Ceramah tentang Membangun Daerah Masyarakat Budaya Batak. 3 Minggu sebelum itu saya telah mengirimkan satu Protokol Tema Sama dari Seminar Rumah Alster di Jerman kepada TB Simatupang juga di Jakarta. Dan ternyata satu Protokol itu yang diterima DR GMP diberitahu dkepada saya ada kaitan dengan yang dicerahkan oleh TB Simatupang, pada bulan yang sama saya sedang di Inndonesia juga dí Sumut direlease Ceramah dan Perjalanan saya di media setempat inklusip SIB, serta juga via Tokoh Batak Tobing Bandung sampai kepada Jenderal Raja Inal Siregar masa masih Panglima (Ahir) Pangdam Jabar, yang katanya menguatkan tekadnya memasuki Politik Praktis jadi Gubsu, sebagai juga memenuhi Negosiasi Merek Para Pimpinan Militer Angkatan 45, Membangun BNP.
    6. Sekali lagi mohon SH Institut jangan populer atau tak sadar insentp konflik dalam menginformasikan diri.
    7. Mohon dibantu GP Generasi Penerus Akademika Universitaria.
    8. NDH Turut Pencerah GP Generasi Penerus.

  2. alex hutabarat berkata:

    Salut buat Tulang SImanjuntak yag gigih untuk menghijaukan Tapanuli Utara dengan lahirnya SH Institute ini , semoga semakin sukses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s