Propinsi Tapanuli atau Batak

 

Berdasarkan polling yang kami muat beberapa bulan ini, ternyata nama sebutan untuk propinsi pemekaran Sumatera Utara lebih banyak memilih Propinsi Tapanuli.

Propinsi Tapanuli 66%, b. Propinsi Batak 28%, c. Nama lain 6%

Apa alasan anda dengan pilihan tersebut?

Sebelumnya lihat : USUL TANAH BATAK JADI PROPINSI

Iklan

8 thoughts on “Propinsi Tapanuli atau Batak

  1. Sebelumnya saya dalam pilihan, menjawab Batak. Alasan adalah sebagai upaya, mudah2an sukses, meningkatkan harkat dan martabat esensi BATAK itu sendiri. Sekarang ini Batak lebih dikenal orang dengan Medan…???? Apa pulak ini? Jelas beda, Medan itu adalah wilayah yg diisi oleh beragam suku, budaya, dll. Kalo Batak kan adat dan budaya adalah satu.

    Pada akhirnya, Tapanuli lah yang dominan, ini sangat bagus juga. Tapanuli kan emang wilayah yang ULI. ya budaya, ya orang, ya alam, ya..ya..ya..pokoknya Hidup dan Jayalah Batak dan Tapanuli. HORAS.

  2. marison smnjtk berkata:

    na denggan doi molo jadi provinsi TAPANULI asa tarida goar ni halak batak.
    kalau bisa kita semua harus lebih melistarikan budaya budaya yang kita panti selama ini.
    mrilah kita maju kan tanah kelahiran orang batak dan alam ya

  3. Juprin Saut Sianturi berkata:

    Horas Tapanuli…….
    Jangan sampai Propinsi Tapanuli Dilangkahi Propinsi lain yang mau mekar dari SUMUT

  4. Pemekaran Provinsi Tapanuli mempunyai dampak terhadap pengembangan wilayah, yaitu: Peningkatan sarana dan prasaranadaerah, pendapatan asli daerah, pelayanan publik, kesempatan kerja, serta peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita di Kotamadya dan Kabupaten yang terbergabung.

  5. jasarno berkata:

    Propinsi Batak meliputi seluruh kawasan Danau Toba, atau Propinsi Danau Toba adalah suatu nama alternatif, karena Danau Toba identik dengan Batak. Jangan lepaskan sejengkalpun Danau Toba kepada melayu (malasya) apalagi hegemoni jawa, sebab sampai kapanpun Kawasan Danau Toba tidak akan pernah maju dan berkembang selama dikendalikan Medan yang identik dengan Melayu dan Jawa.
    Hegemoni Jawa – Deli (Melayu) terhadap Danau Toba (Batak) harus segera dihentikan. Kalau saja Orang Batak bisa bersatu, si Pujo yang dari Jawa sono tidak akan bisa ngejago di Sumut. Tidak mungkin orang lain memajukan Danau Toba selain orang Batak, karena Danau Toba adalah milik orang Batak. TITIK.
    Kata kunci : Tanah Batak ‘include kawasan Danau Toba’ tidak akan pernah maju dan berkembang, jika masih dikendalikan Medan. Hidup Batak, Jayalah Danau Toba. HORASSSSSS….

  6. sahala simanjuntak berkata:

    PEMERINTAHAN BATAK, mungkinkah????????????????????????????????
    System Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia menurut Undang-undang dasar 1945 memberikan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan
    Otonomi Daerah. Penyelenggaraan Otonomi Daerah dipandang perlu untuk lebih
    menekankan pada prinsip-prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, pemerataan keadilan, serta memperhatikan potensi dan keanekaragaman daerah. Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Otonom oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut azas desentralisasi yaitu Penyerahan wewenang Pemerintahan oleh Pemerintah kepada Daerah Otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meliputi mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan.

    Daerah Otonom menurut perundang-undangan adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Struktur perwilayahan daerah yang terendah adalah Desa. Selanjutnya dalam perundang-undangan tersebut ditegaskan bahwa landasan pemikiran pengaturan pemerintahan desa adalah : “Keanekaragaman, memiliki makna bahwa
    istilah Desa dapat disesuaikan dengan asal usul dan kondisi sosial Budaya masyarakat setempat, seperti Nagari, Negeri Kampung, Pakon , Lembang, Pamusungan, HUta, Bori, atau Naga, hal ini berarti pola penyelenggaraan pemerintahan Desa akan menghormati sistim nilai yang berlaku dalam adat istiadat dan budaya masyarakat setempat, namun harus tetap mengindahkan system nilai bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”.
    Dari segi pengaruh Kebudayaan Batak di Pulau Sumatera, mencakup :
    – Sebelah Utara berbatasan dengan suku bangsa Aceh
    – Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Malaka
    – Sebelah Selatan berbatasan dengan suku bangsa Minangkabau
    – Sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Indonesia
    PEMERINTAHAN BATAK, mungkinkah????????????????????????????????????

  7. Pantun Josua Pardede berkata:

    Mengomentari tanggapan Bapak Sahala Simanjuntak, yang menurut saya mencoba mengkritisi hasil pooling ini sebagai suatu sikap dan tindakan yang terlalu maju.
    Mengapa saya beranggapan demikian? Karena pooling ini telah mencoba membentuk persepsi bahwa pembentukan Propinsi Tapanuli, yang merepresentasikan entitas etnik Batak sebagai suatu niscaya, mudah,bahkan seolah-olah tinggal pada tahap pemilihan nomenklatur saja. Dan seolah-olah menafikkan bahwa pada realitasnya, baik secara politik administrasi maupun secara geopolitik ‘Propinsi Tapanuli’ itu adalah sesuatu yang sangat-sangat sulit untuk diwujudkan.
    Saya masih ingat, pada sekitar antara Tahun 2000-2001, saya dengan teman-teman pengurus Korda GMNI Sumatera Utara dalam suatu acara ulang tahun GMNI menyatakan dengan tegas penolakan kami akan pembentukan Propinsi Tapanuli di hadapan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Bapak Lundu Panjaitan, SH. yang kebetulan adalah alumni GMNI juga, dengan alasan bahwa secara geografis dan kultural ide itu masih sangat jauh dari matang dan cenderung hanya akan mengakibatkan perpecahan dan konflik etnik juga agama. Alhasil besoknya kami dipanggil menghadap beliau dan dimarahi di ruang kerjanya.
    Saya kira, baik pertanyaan Bapak Sahala Simanjuntak sangat relevan untuk tetap diutarakan di ruang publik seperti ini. Dan pernyataan kami satu dekade silam juga masih sangat-sangat relevan sebagai otokritik bagi para penggagas, penggiat, pejuang Protap sampai hari ini, terlebih bila kita masih punya prinsip bahwa Propinsi Tapanuli sebaiknya tetap dalam bingkai NKRI sebagaiman semangat Proklamasi 17 Agustus 1945.
    Secara administratif jelas-jelas Propinsi Tapanuli sangat memenuhi prakondisi pembentukan sebuah propinsi sebagaiman ditentukan dalam peraturan perundang-undangan. Namun secara politik kita belum mampu menghimpun kekuatan yang terorganisir yang mampu menerjemahkan tujuan, cita-cita, visi, goals dan arah pembentukan propinsi ini. Mengapa? Karena kita belum selesai merumuskan definisi demografis dan kultural Propinsi Tapanuli itu! Dan ketika itu belum selesai, sementara realitas geopolitik nasional menunjukkan Sumatera bagian timur bukanlah sebuah isu yang seksi, maka satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah bangun dari tidur dan menyudahi mimpi. Karena toh Propinsi Tapanuli tidak menjanjikan apa-apa dalam kondisi mental politik otonomi daerah kekinian. Propinsi Tapanuli hanya akan sebuah ajang pertarungan hegemoni primordialisme baru yang justru akan membawa bangso batak dalam kehancuran.
    Saran saya, sambil membenahi mentalitas habatahon kita yang sudah di bibir jurang kehancuran ini, mari kita mulai perbaikan dan bangun kekuatan dari satuan politik dan kultur paling kecil; desa-kecamatan-kabupaten. Dan ketika kita sudah selesai di sana, baru kita berteriak lantang; ‘ Kami ingin Propinsi Tapanuli!’ (atau apapun namanya).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s