Memahami Kebutuhan Rakyat di "Bonapasogit"

Gurgur Manurung


Beberapa waktu lalu, pengagas pemekaran wilayah Toba Utara dari Toba Samosir hadir di Jakarta. Martin Sirait sebagai pendukung berdirinya Toba Utara mengundang saya lewat Short Message Service (SMS).

Dalam SMS itu Martin mengatakan bahwa ada beberapa orang tokoh masyarakat hadir dari bonapasogit (kampung halaman). Mendengar kata bonapasogit, tentu saja saya hadir sebagaimana animo orang Batak di perantauan. Tokoh masyarakat yang disebut itu adalah anggota DPRD Tobasa dari PDIP Victor Silalahi, Naser Sirait dan beberapa yang lain.

Victor Silalahi sebagai ketua tim pemekaran Toba Utara dalam diskusi yang dihadiri puluhan anak rantau itu mengatakan bahwa pemekaran Toba Utara atas desakan masyarakat yang tak terbendung. Pertimbangan lain adalah kita mau mendekatkan pemerintahan dengan rakyat. Jika pemerintah dekat, maka pelayananpun semakin dekat.

Dalam pemaparannya, tidak jelas apa yang menjadi tujuan pemekaran. Pertimbangan-pertimbangan mengapa dimekarkanpun hanya berdasarkan asumsi. Dengan kata lain, pemekaran bukan karena kebutuhan, tetapi karena keinginan segelintir orang yang haus akan kekuasaan. Sangat kental nuansa haus kekuasaan dalam rencana ini.

Martin Sirait selaku penggagas di Jakarta mengatakan, selama ini dana yang beredar di Toba Utara (Daerah Pemilihan Wilayah III Pemilu 2009 Tobasa) sekitar Rp 2 milyar rupiah. Jika kita berangkat dari APBN tahun 2010 sekitar Rp 1000 triliun dibagi oleh 398 kabupaten, 93 kota, 1 kabupaten administrasi, 5 kota administrasi, maka uang beredar dari APBN saja sekitar Rp 2 triliun. Bisa dibayangkan bagaimana makmurnya rakyat Toba Utara menikmati Rp 2 triliun . Jika ada yang kuatir akan ada korupsi di Toba Utara nantinya, maka sayalah lawannya.

Logika Martin Sirait ini nampaknya kurang tepat. Pertimbangan pemekaran wilayah berdasarkan dana APBN. Dan, untuk mengawasi korupsi mengandalkan diri sendiri. Bagaimana kelak kalau Martin Sirait sakit atau meninggal?. Siapa yang mengawasi agar tidak korupsi?. Inilah logika yang mengandalkan diri sendiri. Padahal, paradigma sekarang adalah paradigm berbasis masyarakat. Hanya dengan partisipasi masyarakatlah masalah masyarakat teratasi.

Dari sudut pandang nasional, tentu saja pandangan ini kerdil, karena logika kepentingan kelompok semata. Seharusnya, logika kita adalah bagaimana meningkatkan kontribusi rakyat bonapasogit untuk kepentingan nasional. Bukankah orang Batak itu negarawan seperti TB Simatupang?. Apa yang terjadi dengan bangsa ini jika mengedepankan kepentingan kelompok?.

Dalam diskusi itu saya menanyakan, apakah pemekaran wilayah menjadi kebutuhan rakyat di bonapasogit?. Apa sesungguhnya persoalan rakyat, sehingga saudara-saudara memutuskan bahwa pemekaran menjadi jawaban?. Apakah tidak ada jawaban lain untuk menjawab kebutuhan masyarakat di bonapasogit?. Apakah benar bahwa isu ini atas desakan rakyat pada umumnya?. Sebab, semua orang kontak saya yang beredar di bonapasogit tidak ada yang mendesak isu ini. Kepala Desa yang saya kenalpun tidak ada yang mendesak.

Lalu, saya menghubungi anggota DPRD Tobasa Monang Naipospos yang saya kenal kritis dan berpihak kepada keadilanpun tidak setuju dengan pemekaran ini. Monang Naipospos mendesak agar jumlah dana disetiap desa ditingkatkan sesuai kebutuhan desa. Itu yang saya tangkap dari komunikasi kami lewat telepon. Aktivis pembela rakyat marginal dari KSPPM Suryati Simanjuntakpun meragukan desakan rakyat ini.

Permasalahan Rakyat

IMG_0634a Apa sih sesungguhnya permasalahan rakyat yang penduduknya dominan petani itu?. Permasalahan rakyat adalah: Pertama, mereka tidak punya lahan pertanian. Umumnya petani adalah petani yang menyewa lahan pertanian dengan harga mahal; Kedua, mereka tidak terampil bertani. Bertani hanyalah pelarian karena tidak ada pekerjaan lain. Persentasi orang yang bangga menjadi petani sangat sedikit. Mereka tidak percaya diri karena dililit kemiskinan; Ketiga, biaya produksi yang sangat tinggi. Jikalau dihitung biaya mengolah sawah, menyiangi, penggunaan herbisida, pestisida, pupuk dan biaya panen dibandingkan dengan harga panen tidak cocok. Istilah di bonapasogit pangulaula so mangan (bekerja keras tetapi makanpun tidak mencukupi).

Ke-empat, harga jual produksi pertanian yang labil atau murah meriah. Negeri ini memang aneh, tidak ada yang ribut jika hasil pertanian tidak laku. Tetapi hampir semua orang kota ribut jika hasil pertanian mahal. Hampir tidak ada orang kota yang rela membeli mahal hasil produksi petani kita. Politik bergejolak jika sembako harganya naik. Sebaliknya, hasil pertanian turun drastis tidak ada yang mempersoalkan. Seolah, kalau petani miskin itu sudah nasib atau takdir. Dan, wajar kalau petani itu miskin.

Ke-lima, petani kita tidak memiliki kekuatan untuk menentukan harga hasil pertanian mereka. Harga pertanian mereka ditentukan pasar. Harga pasar dikendalikan orang-orang tertentu.

Ke-enam, mereka hampir tidak pernah mendapatkan pembinaan untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian. Dengan demikian, tidak mungkin mereka memiliki hasil pertanian yang bermutu tinggi;

Ke-tujuh, kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak terhadap keadilan.

Ke-delapan, pergeseran gaya hidup petani akibat arus informasi yang tidak terbendung. Di masa lampau, ukuran seorang petani disebut kaya jika banyak padi atau hasil pertaniannya disimpan di lumbung, berapa banyak ternak yang dimiliki. Kini, ukuran petani disebut kaya jika memiliki antena parabola, sepeda motor, rumah yang bagus, mobil dan lain sebagainya. Jika gaya hidup petani kita demikian, maka ketahanan pangan akan terancam. Budaya menyimpan hasil pertanian di lumbung hampir tidak ada di bonapasogit; Ke-delapan, jumlah penduduk yang meningkat sementara luas lahan tetap.

Dilihat dari identifikasi permasalahan masyarakat di bonapasogit, maka yang dibutuhkan rakyat bukanlah pemekaran wilayah. Tetapi yang dibutuhkan rakyat adalah: Pertama, kebijakan pemerintah yang melindungi hasil pertanian. Kedua, meningkatkan kualitas pertanian melalui teknologi benih, biaya produksi yang murah melalui teknologi paling mutakhir. Contoh, petani sejatinya diberikan informasi yang akurat tentang tanah mereka. Pupuk apa yang cocok dan memberikan pupuk yang murah dan ramah lingkungan. Untuk menetukan informasi ini, butuh teknologi informasi yang canggih seperti Geografic Information System (GIS). Dengan demikian, petani terus mendapatkan pembinaan dalam rangka meningkatkan kualitas pertaniannya.

Dalam sebuah seminar di Jakarta, direktur umum Lion Air Edward Sirait mengatakan, untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat di Bonapasogit maka fungsi bandara Silangit Siborongborong perlu dioptimalkan. Selama ini, pesawat yang mendarat di Silangit disubsidi Pemerintah Daerah (Pemda). Padahal, orang yang naik pesawat itu adalah orang-orang kaya. Bagaimana mungkin rakyat yang miskin membiayai orang-orang kaya naik pesawat?

Edward Sirait mengatakan bahwa Silangit dengan Singapura itu begitu dekat. Lama penerbangan sekitar 30 menit. Jikalau hasil bumi masyarakat Bonapasogit diterbangkan ke Singapura akan menghasilkan dolar. Hanya, kualitas pertanian, perikanan dan peternakan di Bonapasogit harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar di Singapura. Jika kualitas hasil jerih payah petani di Bonapasogit sesuai dengan kebutuhan pasar Singapura, maka rakyat Bonapasogit keluar dari persoalan harga.

Dampak dari harga hasil pertanian meningkat, maka gairah petani untuk bertani secara otomatis meningkat. Mereka hari demi hari menjadi petani yang inovatif sesuai tuntutan pasar Singapura yang menomor satukan kesehatan konsumen. Pasar Singapura dan pasar lain akan memaksa petani untuk inovatif setiap hari. ***

Penulis adalah pengamat lingkungan, kandidat doktor manajemen lingkungan UNJ. Alumnus Pascasarjana IPB Bogor.

Dikirimkan melalui email Jumat, 15 Oktober, 2010 dan sudah pernah dimuat di Media Terbitan Medan

 

Tautan :

RIPANG LAUT DI TOBA

ANAK MINTA IKUT

PENGOLAHAN KOMPOS CAIR DAN PADAT ALA SH INSTITUTE

JERITAN RAKYAT BULU SILAPE

HARMONISASI KEDUDUKAN HAK ULAYAT

Nilai Keberadaan Hutan Sebagai Penyangga Kehidupan

STOP PERAMBAHAN HUTAN KEMENYAN DI HUMBANG HASUNDUTAN

Tanah Batak Yang Kesepian

PELUANG TOBA DI ASAHAN PASCA 2013

SOPO KOMIL JANGAN SAMPAI BUNTUNG

DURIAN DICARI, NILAM DIDAPAT

Iklan

7 thoughts on “Memahami Kebutuhan Rakyat di "Bonapasogit"

  1. hardi hutauruk berkata:

    USUL
    Agar pilihan teruji, diharapkan pihak yang menyetujui dan menolak memaparkan data dan fakta (bila mungkin sudah diverifikasi,atau dikeluarkan baddan yang berkompeten) sehingga apapun keputusan akhir, yang dikemukakan kedua pihak dapat menjadi dokumen yg dipakai untuk menunjang pelaksanaan keputusan yang diambil,baik dimekarkan ataupun tidak.

    Sehingga tulisan yth. Bpk Gurgur Manurung diatas kami yakin beliau sekedar membuka wacana saja,artinya beliau akan siap dengan data dan fakta sehingga dapat memperkuat pendapat yang menolak pemekaran,sebagai mana kami juga.

    Semua pihak memiliki satu komitmen membangun masyarakat, manakala suatu hal telah diputuskan, tidak baik menjadi oposan,atau sengaja dipinggirkan dan terpaksa jadi oposan, bilamana ketidakadilan semakin menggila di tengah masyarakat.

    Horas

  2. B.Parningotan berkata:

    Memang benar ini masalah yang serius, sebetulnya tugas pemerintah yang utama adalah pengontrolan jalan ekonomi daerah dengan ketat, peniadaan sarana 2 penunjang ekonomi, sebagai contoh bila jalan buruk dan daerah sulit dicapai, maka hasil bumi akan bertumpuk dan membusuk, saluran2 informasi dimana masyarakat dapat mengtahui bagai mana mereka menyalurkan produk2 mereka, pemerintah seabagai pelindung, bukan oknum yang men takut2i masyarakat tetapi bahakn sebagai pusat informasi, dan pencegah pertikaian serta pengelola lingungan hidup
    Horas

  3. Gurgur Manurung berkata:

    Salam hangat,
    Pak Hutahuruk punya data layak tidaknya Pemekaran?. Saya melihat, pihak pendukung tidak ada data dan alasan yang kuat mengapa dimekarkan?.

    Apa kebutuhan mendasar rakyat?. Itu yang saya jelaskan. Lalu, saya berikan solusi pendapat pak Edward Sirait. Saya kira itu yang tepat ditengah moratorium pemekaran dan bukti gagalnya pemekaran selama ini (baca penelitian Kompas).

    Terima kasih,
    Gurgur Manurung

  4. Pada umumnya semangat pemekaran wilayah dilandasi KEKUASAAN. Akan ada Bupati baru, Ketua DPRD baru, Ketua Partai Kabupaten baru, Kepala Dinas baru, dan Kontraktor baru. Ini semua membutuhkan ongkos adminsitrasi dan operasional yang justru membebani rakyat.

    Kebutuhan rakyat seperti yang sudah disebutkan oleh Pak Gurgur Manurung. Kebutuhan rakyat bukan DPRD baru atau Kepala Dinas baru.

  5. butar butar par porsea asli berkata:

    sungguh menyedihkan,akibat ulah segelintir orang yang menginginkan kue kue, ataupun orang-orang yang ingin dikenal sebagai pahlawan,yess pahlawan kesiangan, jika anda memakai logika, ataupun membaca data data, sesungguhnya pemekaran ini untuk apa????, dan buat siapa?????, sudahi lah pemekaran, jika anda menginginkan kemajuan ,maka bepikirlah demi sebuah kemajuan, bukan dengan mengotakatik daerah seperti ini, jujur menurut penglihatan saya sbg orang awam, para perintis ini berjiwa tidak besar, mereka mengganggap wilayah tobasa sekarang dapat hidup karena potensi dari pabrik besar yg kebetulan berlokasi di porsea, sungguh tidak terpuji tindakan anda

  6. NDH:
    1.Dasar Ider Pembangunan:
    1.1.DGK Demografika Geografika Kulturologika
    1.2.Atau itu sama PRT Populasi Risorsi Teknologi
    1.3.Atau SDM SDA SDT

    2.Artinya:
    2.1.NKRI 50 TZh I 1945/1995 + II 1995/2045
    2.2.Bertaraf Bersinambung Lestari
    2.3.Dimana Triaspolitika + LSM + Warga
    2.3.1.Ditingkatkan terutama qualitas
    2.3.2.Pendapatan Per Kapita
    2.3.2.1.Cukup Y untuk = C + S + I
    2.3.2.2.Lebih Jelas:
    ………..1.Pendapatan cukup untuk Konsumsi inkl primer sekunder tertier dst,
    ………..2.Bayar Pajak Negara,
    ………..3.Bayar ASURANSI : 1) Kesehatan 2) Menganggurt 3) Haritua
    ………..4.Investasi (Wirausaha-Extra, Pesero,Deposito, Dsb)

    3.Untuk itu:
    3.1.Qualitas DGK : TRIASPOLITIKA + LSM + Warga
    3.2.Ditingkatkan:
    3.2.1.Kepakaran Sektoral dan Regional
    3.2.2.Warga Keluarga Desa Kecamatan Kota Kabupaten Dst
    3.2.3.Dilaksanakan via Sekolah + Praktikum (School By Doing)
    3.2.4.Agar Tanah Warisan Sempit misal Rura Silindung di TAPUT
    3.2.5.Dan Selutuh Kabupaten Tapanuli / Propinsi Sumut
    3.2.6.Masukkan KUD Regional Bersama
    3.2.7.Untuk Dlola Secara IPTEK Ikut Rencana Tertatan
    3.2.7.1.Sektor 1: Budidaya
    3.2.4.2.Sektor 2: Pengolahan: Industri
    3.2.7.3.Sektor 3: Kontribusi / Pemasaran
    3.2.7.4.NB: Ide Moderen IPTEK MINI FARMING
    3.2.7.4.1.Bisa dimulai
    3.2.7.4.2.Re Singapur, USA Dll
    3.2.7.4.3.Ginakan Temuan Elem,en Mulia: Nitrobakter TJ dll
    3.2.7.4.4.Sudah tersebar kini di banyak daerah NKRI

    3.3.Ide ini:
    3.3.1.Ide IR Müller Nordstrand + NDH : 1989 : Liohat Rura Silindung
    3.3.2.Tukar Ide Konsultan Pembangunan Profinsi Bali Harry Simorangkir + NDH :
    3.3.2.1.2013 di Bali
    3.3.2.2.Perihal Tiap 1 HA Menghidupi 1 Keluarga
    3.3.2.3.Dan MINI FARM lebih memlohara Tanah Sempit: Lajhan Tabung Biokimia
    3.3.2.4.Silahkan risersi di banyak U-Tube : http://www.youtube.com/watch?v=MPvgkZhrWUA&list=PL87C649E81B049F86

    4.Rencana Jangka Pendek Menengah Panjang.

    5.Habitat Warga Masyarakat Triaspolitika LSM Pendidikan Dasar/Tinggi
    5.1.Diselenggarakan Tatanan Supremasihukum
    5.2.Kerjarajin, telaten, tahanlama, tawakkal, tanpa korupsi, takut Tuhan !
    5.3.Standar Ketrampilan Warga ada
    5.4.Standar Tarip Pendapatan ada.

    6.HJG Horas Jalöa Gabe

    7.NDH Turut Pencerah GP Generasio Penerus, Missi Volumntir.

    8.HH 28 8 2014

  7. ULANGKIRIM RALATSEKEDAR:

    NDH:
    1.Dasar Ide Pembangunan:
    1.1.DGK Demografika Geografika Kulturologika
    1.2.Atau itu sama PRT Populasi Risorsi Teknologi
    1.3.Atau SDM SDA SDT
    2.Artinya:
    2.1.NKRI 50 Th I 1945/1995 + II 1995/2045
    2.2.Bertaraf Bersinambung Lestari
    2.3.Dimana Triaspolitika + LSM + Warga
    2.3.1.Ditingkatkan terutama qualitas
    2.3.2.Pendapatan Per Kapita
    2.3.2.1.Cukup Y untuk = C + S + I
    2.3.2.2.Lebih Jelas:
    ………..1.Pendapatan cukup untuk Konsumsi inkl primer sekunder tertier dst,
    ………..2.Bayar Pajak Negara,
    ………..3.Bayar ASURANSI : 1) Kesehatan 2) Menganggur 3) Haritua
    ………..4.Investasi (Wirausaha-Extra, Pesero, Deposito, Dsb)
    3.Untuk itu:
    3.1.Qualitas DGK : TRIASPOLITIKA + LSM + Warga
    3.2.Ditingkatkan:
    3.2.1.Kepakaran Sektoral dan Regional
    3.2.2.Warga Keluarga Desa Kecamatan Kota Kabupaten Dst
    3.2.3.Dilaksanakan via Sekolah + Praktikum (School By Doing)
    3.2.4.Agar Tanah Warisan Sempit misal Rura Silindung di TAPUT
    3.2.5.Dan Selutuh Kabupaten Tapanuli / Propinsi Sumut
    3.2.6.Masukkan KUD Regional Bersama
    3.2.7.Untuk Dilola Secara IPTEK Ikut Rencana Tertatan
    3.2.7.1.Sektor 1: Budidaya
    3.2.4.2.Sektor 2: Pengolahan: Industri
    3.2.7.3.Sektor 3: Kontribusi / Pemasaran
    3.2.7.4.NB: Ide Moderen IPTEK MINI FARMING
    3.2.7.4.1.Bisa dimulai
    3.2.7.4.2.Re Singapur, USA Dll
    3.2.7.4.3.Ginakan Temuan Elem,en Mulia: Nitrobakter TJ dll
    3.2.7.4.4.Sudah tersebar kini di banyak daerah NKRI
    3.3.Ide ini:
    3.3.1.Ide IR Müller Nordstrand + NDH : 1989 : Liohat Rura Silindung
    3.3.2.Tukar Ide Konsultan Pembangunan Profinsi Bali Harry Simorangkir + NDH :
    3.3.2.1.2013 di Bali
    3.3.2.2.Perihal Tiap 1 HA Menghidupi 1 Keluarga
    3.3.2.3.Dan MINI FARM lebih memelihara Tanah Sempit: Lahan
    3.3.2.4.KLebun Tabung Biokimia
    3.3.2.4.Silahkan risersi di banyak U-Tube : http://www.youtube.com/watch?v=MPvgkZhrWUA&list=PL87C649E81B049F86
    4.Rencana Jangka Pendek Menengah Panjang.
    5.Habitat Warga Masyarakat Triaspolitika LSM Pendidikan Dasar/Tinggi
    5.1.Diselenggarakan Tatanan Supremasihukum
    5.2.Kerjarajin, telaten, tahanlama, tawakkal, tanpa korupsi, takut Tuhan !
    5.3.Standar Ketrampilan Warga ada
    5.4.Standar Tarip Pendapatan ada.
    6.HJG Horas Jala Gabe
    7.NDH Turut Pencerah GP Generasio Penerus, Missi Volumntir.
    8.HH 28 8 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s