BILA DIA MEMANGGIL

 

Jones Gultom

TIBA-TIBA aku mengingatmu lagi, ketika lama  tak saling bertegur sapa. Dua puluh 4 tahun kita pernah bersama, mengeja kearifan-kearifan yang begitu kau agungkan. Sebagaimana anak-anak, tentu aku tak mengerti kisah Sinabung yang berkelahi dengan Pusuk Buhit, tentang Ompunta Raja Uti, yang katamu bisa melompat dari bintang ke bintang, tentang naga penjaga tao, tentang kalau jumpa begu ganjang mesti aku mengelilingi tanah tempat kuberpijak sebanyak 3 kali, tentangmu yang mengajariku untuk marsantabi di mana saja, tentangku yang tak mesti takut dengan hantu jika merasa akrab dengannya, tentang pulau tulas, tentang makna pangir yang kerap kau suguhkan bila aku demam atau tartondi, katamu.

Pernah pula ketika kulanggar pesanmu untuk tidak bermain di tombak harangan itu. Katamu di sana banyak begu! Wah tentu, anak-anak sepertiku lebih tertarik mandi-mandi di sungai daripada membayangkan begu-begu itu. Maka sebabnya, aku mengigau sepanjang malam menyebut nama-nama yang aneh tapi cukup akrab bagimu. Dan kau marah.

Setiap malam kau mengajakku mengobati orang-orang sakit dari rumah ke rumah. Kadang-kadang orang yang datang untuk berbagai keperluan. Menyembuhkan yang sakit, mencari orang hilang, membantu orang melahirkan, meramal nasib orang sampai sekedar konsultasi. Sering juga datang pengantin baru yang pingin lebih “jos” lagi. Selain juga mereka yang tak kunjung punya anak.

Dengan mata anak 5 tahunan, bagaimana aku mengerti ketika kau menaruh jeruk purut dalam cawan yang berisi air kemudian kau melihat ke dalam lalu berujar; “Di jabu dongan no do imana, sogot mulak di!” katamu pada seorang ibu yang sudah berhari-hari mencari anaknya.

Keesokan harinya ibu dan anak itu datang membawa ikan dan beras, amanlah makan kita seminggu neh.

Kadang-kadang kau juga cuma butuh sebuah mangkuk berisi air dan sedikit memejamkan mata mengolesi perut ibu yang susah melahirkan. Tiba-tiba,  “oe… oe… oe…. “ kudengar jerita bayi dari luar.

Dengan apa kuterjemahkan nilai-nilai itu, jika perawat dan bidan desa pun mintai pendapatmu….

Tapi waktu juga yang memisahkan.  Setelah 24 tahun itu, ketika kau di ujung hari tapi tak kunjung pergi, kami harus memotong rambutmu dan menyemburmu dengan air putih.

Dan hari itu, dengan mentel kau menahan keretaku agar tak pergi kerja. Aku tak merasa firasat apa-apa. Memang malam harinya aku menemuimu di kamar sudah dalam keadaan kosong. Kau telanjang dan buang air besar. Waktu aku masuk kau mengatakan, “Nunga sae be..” aku cuma geleng-geleng kepala, enggak ngerti apa artinya.

Hari itu aku membuatkanmu segelas teh manis. Dan ibuku menyulangi seteguk demi seteguk. Lalu selesai. Kau lunglai di pangkuan ibu, boru sematang wayangmu (dari 12 orang, 11 meninggal, katamu, dibuat  begu). Tapi kepalamu ada di tanganku…. Ini kali pertama aku memangku orang meninggal.

Aku ingat ketika kelas 1 Es Em Aa, kau menciumi pipiku karena aku pulang membawa edelweis dari Pusuk Buhit. Bunga Simonang-monang, katamu. Siapapun yang bisa memetiknya akan menang…….. wao aku terkesima….. Esoknya kau membuatkan aku gelang lengan dari benang tiga warna, yang kau rekatkan dengan getah kemenyan, Aku merasa gatot kaca………

Lalu 6 tahun lalu, ketika aku berhasil membawa ibu dan tulang serta  abangku ke puncak Pusuk Buhit, langsung kau horasi aku dengan pangir……  Astaga begitu tulusnya perasaanmu terhadap semua keyakinan itu……..

Ah, sudahlah, malam ini aku ingin mengajakmu bertemu. Dan kisahkanlah bagaimana enaknya surga, banua ginjang, harajaon ni hamalimon itu…………. Adakah kau berjumpa dengan Raja Uti atau Sisingamangaraja yang begitu kau hormati itu?

 

(tulisan ini dikirimkan Sabtu, 30 Oktober, 2010 11:43, dan sudah pernah dimuat di MedanBisnis, dengan proses editing)

Iklan

8 thoughts on “BILA DIA MEMANGGIL

  1. Terimakasih membaca jahiran Jones Gultom
    Menuansa komtemporer DOELOE Batak di Sumut NKRI Kini.

    Dalam Usaha saya Pencerah GP Generasi Penerus Metode Pahami Historiografika DGK Demografika Geografika Kulturologika di Planet Bumi Universum mulai 5 Miyar Th Lalu Mulajadinabolon Tuhan Allah Debata Jahowa Umur Citaan Universum dan lanjutannya sampai 12 Jt . Rb Th sM timbu ltumbuh MmHss Manusia Moderen Homo Sapens Sapiens di Timteng, dimana juga timbul tumbuh Model BTS Bangsa Tuhan Satu MmHss Adam-Hawa 4004 sM sebagai Intensitas Tuhan mentutwurihandayani memelihara manusia dengan Tatanan Hidup 10 Hukum Musa 1491 sM diterima di Sinai dari Tuhan untuk diinternalisasi dan eksternalisasi disebarkan kepada semua manusia termasuk Batak di Sumut yang sudah tiba terahir 3 Rb Th sM dan membawa menjabarkan Ajaran Bataraguru dan Putrinya Deak Parujar serta akulturasi dengan Budaya / Bangsa Lain di DGK dalam Budaya DNT Dalihan Na Tolu model Naturalkultural Demokratis Hubungan Kasihsuci Tuhan Antarmanusia dan Alamsemsta. (Kronologi Ezbishop Uhser Ldn 1650 Dst)

    Mohon Jabaran GP Generasi Penerus cq Batak dan Sermua Manusia di Planet Bumi Universum Tatanan Garis TBB Teat Baik Benar ITSS Ilmiah Teknologi Sekular Sakral yang Alademik Universitaria Honoriskausa.

    NDH
    Turut Pencerah GP Generasi Penerus.
    HH 30 10 2010

  2. Mohon Ralat Sekedar dari pertama.

    ND HUTABARAT

    Terimakasih membaca jahiran Jones Gultom

    Menuansa komtemporer DOELOE Batak di Sumut NKRI Kini.
    Dalam Usaha saya Pencerah GP Generasi Penerus Metode Pahami Historiografika DGK Demografika Geografika Kulturologika di Planet Bumi Universum mulai 5 Milyar Th Lalu Mulajadinabolon Tuhan Allah Debata Jahowa Umur Ciptaan Universum dan lanjutannya sampai 12 Jt . Rb Th sM timbul tumbuh MmHss Manusia Moderen Homo Sapiens Sapiens di Timteng, dimana juga timbul tumbuh Model BTS Bangsa Tuhan Satu MmHss Adam-Hawa 4004 sM sebagai Intensitas Tuhan mentutwurihandayani memelihara manusia dengan Tatanan Hidup 10 Hukum Musa 1491 sM diterima di Sinai dari Tuhan untuk diinternalisasi dan eksternalisasi disebarkan kepada semua manusia termasuk Batak di Sumut yang sudah tiba terahir 3 Rb Th sM dan membawa menjabarkan Ajaran Bataraguru dan Putrinya Deak Parujar serta akulturasi dengan Budaya / Bangsa Lain di DGK dalam Budaya DNT Dalihan Na Tolu model Naturalkultural Demokratis Hubungan Kasihsuci Tuhan Antarmanusia dan Alamsemesta. (Kronologi Ezbishop Uhser Ldn 1650 Dst).

    Mohon Jabaran GP Generasi Penerus cq Batak dan Sermua Manusia di Planet Bumi Universum Tatanan Garis TBB Tepat Baik Benar ITSS Ilmiah Teknologi Sekular Sakral yang Alademik Universitaria Honoriskausa.

    NDH
    Turut Pencerah GP Generasi Penerus.
    HH 30 10 2010

  3. Hardi Hutauruk berkata:

    Penjaga semesta, pemilik nirwana

    Menyayangi, mendidik,melindungi,menolong tanpa pamrih,

    Daoppung,

    Hhhmmmmm……..,semua merindukannya.

  4. rosa berkata:

    Hmm….pengalaman yang menarik…bersahabat dengan manusia penghayat alam dan gerakannya…. kemampuan yang didapatkan dari olah batin dan talenta dari sang pencipta kehidupan..
    tanyakan padanya dimana kearifan berkelana saat ini…sangat jarang singgah di hati manusia masa kini….
    aku ingin bertemu dengan keikhlasan, kepasrahan dan kesetiaan…

  5. nah ini dia, sastra,,, rindu sekali rasanya ingin membaca tulisan seperti ini, hanya saja, ada beberapa kalimat yg belum bisa sy pahami, sebab ada beberapa kalimat yg memuat bahasa daerah yah, hm klasik,menyentuh, mengalun tanpa berputar-putar, ada flash back….. seep

  6. Ah.. sepertinya dongeng mau tidur, tapi… koq ada rindu…
    Juga seperti cerita khabul hikayat tapi ada pesan di dalamnya
    Cerita “Datu Hampung” yang sok tahu segalanya , peramal dari Timur gituu.
    Adakah makna di dalamnya untuk berkata “Jangan Tinggalkan aku” atau “Kenapa kau
    Pergi”?. Susah kali aku mengartikannya, penuh liku dan tanda tanya.
    Seandainya masih ada hari esok buat teman kita itu untuk dapat bercerita atas kenangan
    masa yang lalu , pasti ceritanya masih sapanjang jalan Medan-Jakarta.
    Bah.. fuuang sarita aha dope maksudmu? Unang be sai sungguli angka hinalungun nasailaon
    Ai nunga lao ibana tu siharoburan I, tangianghonma asa bolas dalanna mandapothon portibi parsatokkinan I.
    Adakah rindu terpendam di sanubarimu ?
    Masih adakah kenangan yang terlupakan?
    Okelah kalo begitu, sampai jumpa di alam lain
    Sampai ketemu…daaagh !
    Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s