Tobasa menggugat Inalum

Monang Naipospos

PLN menolak tudingan PT Inalum bahwa PLN tidak mampu menyalurkan jatah 2 MW listrik dari PT Inalum kepada masyarakat.

Sejak awal pembangunan pembangkit listrik PT Inalum di Tapanuli Utara (sekarang Tobasa) perusahaan itu berjanji akan menerangi wilayah kawasan Porsea Balige. 2 MW akan disediakan untuk itu dan disalurkan melalui Perum PLN (sekarang PT PLN). Namun, sejak beroperasinya pembangkit listrik proyek Asahan II itu, masyarakat tidak pernah menikmati listrik murah, apalagi yang gratis.

Sesuai dengan semangat otonomi daerah, anggota DPRD Tobasa periode 2011-2014 membentuk PANSUS untuk melakukan penelitian hilangnya hak masyarakat Tobasa sesuai dengan janji awal pembangunan pembangkit listrik tenaga air yang dialirkan dari Danau Toba itu.

Beberapa kali pertemuan dengan kedua perusahaan PT Inalum dan PT PLN belum menunjukkan titik terang kemana arah energi 2 MW hak masyarakat itu. Keberadaan Otorita Asahan yang selalu mewakili PT Inalum juga digugat para anggota dewan. Mereka cenderung melindungi PT Inalum, padahal Otorita Asahan hanya berfungsi saat pembangunan saja, bukan mengatasnamakan operasional PT Inalum.

Ir. Victor Silalahi, Anggota Dewan yang sudah melakukan study banding ke PLTA Jatiluhur Kabupaten Purwakarta menyarankan kepada PT Inalum agar melakukan pengamatan, betapa di Jatiluhur pendapatan asli daerah dan kemakmuran masyarakat nyata sangat meningkat dengan keberadaan pembangit listrik itu. “Sangat jauh dengan kondisi Tobasa dengan keberadaan PLTA Asahan”, katanya.

Dengar pendapat Jumat 15 April 2011 di ruang rapat mini DPRD Tobasa berjalan alot dan tegang karena PLN dan PT. Inalum (yang diwakili Otorita Asahan) tidak memberikan titik terang sesuai tuntutan DPRD Tobasa.

Saling lempar persoalan antara Inalum dan PLN pun menjadi konsumsi peserta rapat. Anggota Pansus mempertegas sikap PT PLN atas pernyataan PT Inalum bahwa PT PLN tidak mampu menyalurkan energi listrik 2 MW itu.

Staf otorita Asahan yang mewakili PT Inalum dan wakil PT PLN Anggota Pansus DPRD Tobasa

Rapat diskors, diminta untuk rapat selanjutnya menghadirkan pejabat yang memiliki peran pengambilan keputusan di kedua perusahaan.

Tautan :

PELUANG TOBA DI ASAHAN PASCA 2013

POTENSI DI PINTUPOHAN MERANTI

DURIAN DICARI, NILAM DIDAPAT

Iklan

9 thoughts on “Tobasa menggugat Inalum

  1. Acungan jempol buat DPRD TOBASA yang berusaha untuk menggugat kedua penguasa ini; PT. INALUM dan PT.PLN. Kasihan masyarakat selalu menjadi kambing congek tak mampu menikmati hasil bumi negrinya sendiri.

  2. Lamhot Sitorus berkata:

    mari kita tunggu apa akan ada hasil…
    asal jangan kasus ini nanti hilang bak di telan bumi.

  3. Efendi Simamora Wilson Lewin berkata:

    saya sangat perihatin dengan Anngota Masyarakat disekitar daerah yang bermasalah ini.
    tolong para pejabat yang berkepintingan dalam masalah ini menunjukkan kebenaran dan keadilan terhadap masyarakat….agar keadilan sosial bagi masyarakat dapat terwujud dan dapat dirasakan oleh setiap anggota masyarakat negeri kita ini.
    good luck,…!!!

  4. kami sebagai perantau berharap,,,,,bagi yg berkapentingan,,,,agar,memperjuangkan,,hak” hak masyarakyat yg slama ini di rampas,,,,berjuang trus TOBASA,,,,,,,,,,,,,,,HORASSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS……………BY SULAWESI”””””””’

  5. Sigura-gura. berkata:

    PT. PLN dan PT. Inalum, sama-sama perusahaan yang tidak dapat menepati perjanjian yang telah dibuat, dan sama-sama tidak berpihak kepada masyarakat Toba Samosir. Baen-baen hamu ma disi paima tikkina, songon sordak ni padati do ngoluon. Marsogot haduan, sude hamu matua do jala mate.

  6. M. Tebas berkata:

    Banyak pihak-pihak yang selalu memarginalkan masyarakat,
    1. Tetap gelap-gulita pada sumber listrik raksasa di sekitar PLTA di Sungai Asahan. Padahal telah ada kesepakatan penggunaan 2 MW di Kabupaten Toba Samosir. Pelayanan tersebut bukan cuma-cuma, masyarakat tetap membayar rekening listrik sebagai kewajibannya dan merupakan pendapatan PT. PLN;
    2. Pemerintah memang seakan-akan tidak mau menyediakan kebutuhan dasar masyarakat, taunya hanya membuat cap peta kemiskinan untuk Tapanuli dan selalu menyebutkan bahwa Tapanuli tidak mempunyai potensi. Potensi ini dapat dihitung perjam, perhari, perbulan, hingga pertahun dan sudah beroperasi sejak 25 Tahun yang lalu ;
    3. PLTA tersebut hanya dimiliki pihak-pihak tertentu saja yakni pengelola PT. Inalum dan PLN;

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s