Hutissa Mr A

Jones Gultom

HEBOH kali orang-orang di senayan bahas tentang Mr. A, sampai pake tunjuk-tunjuk hidung segala. Maklum, nama jago-jago politik di negeri ini, banyak yang dimulai dari huruf A. Contoh; Akbar Tandjung, Abu Rizal Bakrie, Anas Urbaningrum, Andi Malarangeng, Amien Rais, Aboe Bakar, Annis Matta, de el el. Ketika isu Mr A dimunculkan, jantunganlah mister-mister ini.

Agaknya masyarakat Indonesia memang suka berteka-teki. Kita ingat, permainan anak-anak dulu. Sebagian besar berbau teka-teki. Jadi, kita harus maklum, sudah dewasa pun perilaku ini masih terbawa-bawa. Istilahnya, “MKS” (Masa Kanak-kanak Suram).

Di kampung kami, di Samosir sana, teka-teki disebut juga huttissa. Kalau main teka-teki, istilahnya marhuttica. Biasanya dimainkan di halaman rumah, menjelang tidur malam. Sementara para bapak ngasoh ke kedai tuak, sang ibu menemani anak-anaknya itu sambil mengayam tikar bersama rekan sengerumpinya. Kadang-kadang mereka ikut nyentil, jika teka-teki itu tak bisa dijawab.

Materi soalnya tak beda dengan teka-teki dalam bahasa Indonesia. Meski beberapa, ada yang khusus bersumber dari kearifan lokal masyarkat. Mekanisme permainannya begini. Mula-mula si empunya teka-teki mengatakan; “Hutissa!” yang kemudian dijawab yang lain dengan kata; “Assa!” Setelah itu, teka-teki itu langsung disebutkan. Aku ingat teka-teki yang begitu populer waktu itu, yakni; “Gantung mokmok! Ahai Ma i?” (gantung gemuk, apakah itu) Jawabnya, pinasa (nangka). Ada juga yang begini; “Dikonssingi gelengna!” (dikencingi anaknya). Betul, jawabnya teko.

Yang menarik, jika teka-teka itu nyerempet-nyerempet porno. Kadang kita suka gusar, jangan-jangan jawabannya memang porno. Kalau dah kayak gini, giliran para ibu yang wanti-wanti. Jika memang demikian, langsung si anak kena marah, bahkan tak jarang diskor tak boleh main. Padahal bisa saja dia tak tahu makna yang disebutkannya. Contoh; “Aha ma beda na rok dohot roket?” (apa beda rok dengan roket?) Kalau roket makin ke atas makin enggak kelihatan, kalau rok makin ke atas makin kelihatan.

Sesekali para ibu nimbrung. Kalau sudah gitu, biasanya payah-payah kali teka-tekinya. Contoh; “Jonok ala i dang bo i di ida.” (dekat tapi gak bisa dilihat). “Hayo, apalah jawabannya…?”

Biasanya marhuttica dilakukan secara bergantian. Siapa yang jawabannya betul, dia yang berhak menyebutkan teka-teki. Itu artinya, dari dulu dah diajarkan kepada kita tentang hak dan kewajiban. Kalau tidak terjawab, si empunya teka-teki baru akan menjawabnya sendiri. Bukan kayak sekarang, orang suka berteka-teki tak perduli dijawab atau tidak. Kadang-kadang “sor” sendiri. Entah siapa kawannya main pun tak jelas!

Kayak huttissa Mr A ini. Meski merasa tak disinggung, tapi toh beberapa ada yang ngomel-ngomel sendiri. Kalau tak merasa yang cuek ajalah. Aku juga berpikir, siapa sebenarnya si Mr A. Apakah si Anu…. si Ani… si Ana… si Ano… atau si Ane…. Atau…. Dulu, waktu di kampung, tak pernah kudengar model teka-teki kayak gini. Jangan-jangan… Mr (A)u ah gelap…!!!

Iklan

One thought on “Hutissa Mr A

  1. DI TANAH BATAK
    MARHULINGHULINGACCA (TEKATEKI)
    Acc Jones Gultom

    1. Latihan Cerdik-Pandai Masyarakat Batak dilakukan Metode Teka-Teki diikuti Semua Umur seperti disebutkan ikuti aturan termasuk vonnis.

    2. Hulinghulingacca katanya, dijawab peserta: Acca. Jawab yang tepat : Tekko.

    3. Saya yang lahir di Doloknagodang, di Tarutung, di Tanah Tinggi Bukita Barisan, sampai kelas 3 SD sudah lumrah ikut di Rumah atau Bersama Sekampung di Malam Terang Bulan. Atau juga di Pesta Pemuda / Naposobulung Batak. Dan tatkala di Medan meneruskan mulai 1949 kelas 5 SD ikut Rombongan Sekolah di RRi Radio Nasaranai Jalan Seram.

    4. Batak sebagai Penduduk Indonesiatua Protoindonesia sejak 3 Rb Th sM sudah sangat majemuk bhinekatunggalika juga produk KBP Kulturbudayaperadabannya, cq dalam Bahasa dan Tulisannya yang mandiri.

    5. Dirgahayu

    6. NDH Turut Pencerah GP Generasi Penerus, Missi, HH.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s